Hasil Melimpah, Yuk Simak Cara Budidaya Alpukat Disini

  • by

Memiliki profesi sebagai petani buah, bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang menghasilkan profit tinggi. Adapun jenis buah yang memiliki harga cukup tinggi dan cenderung stabil adalah alpukat. Namun, tak sedikit orang menanyakan cara budidaya alpukat untuk memulai bisnis. Bagi anda yang penasaran, yuk simak penjelasan dalam ulasan berikut ini.

budidaya alpukat

Jenis Alpukat Di Indonesia

Alpukat Mentega

Alpukat mentega adalah jenis yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Menariknya alpukat jenis ini masuk ke dalam varian unggulan karena memiliki karakteristik sempurna. Dagingnya yang tebal dipadukan dengan tekstur kenyal yang tidak berair. Kadar protein dari alpukat mentega ini mencapai 1.37% dengan kadar lemak 7.58%.

Alpukat Wina

Sebagai informasi, alpukat wina adalah jenis alpukat lokal yang pertama kali dibudidayakan oleh kelompok tani Desa Jetis, Kabupaten Semarang. Secara visual alpukat ini memiliki bentuk agak bulat dengan warna kulit hijau mengkilap. Rasanya begitu nikmat, gurih, lembut, dan sedikit manis, tak heran banyak orang yang menyukainya.

Alpukat Miki

Alpukat miki memiliki berat yang mencapai 400 hingga 600 gram per buah. Dagingnya yang tebal dan berwarna kuning bersih berpadu dengan rasa manis tanpa getir yang begitu nikmat. Jenis alpukat ini banyak hidup di dataran rendah dan memiliki sifat genjah atau mudah berbuah. Alpukat miki dapat dipanen saat memasuki usia di atas 5 tahun.

Alpukat Hass

Pada dasarnya, alpukat hass berasal dari negara Australia yang dikembangkan di Indonesia. Alpukat jenis ini sangatlah mudah dibedakan dengan jenis lainnya. Dikarenakan rasanya yang sangat lezat, dengan daging buahnya yang pulen, alpukat ini memiliki harga jual yang sangat mahal. Alpukat hass paling populer dikonsumsi di berbagai belahan dunia.

Alpukat Jambon

Alpukat jambon merupakan jenis buah bongsor yang juga banyak dibudidayakan di Indonesia. Adapun keistimewaan dari alpukat jenis ini adalah buahnya yang susul menyusul. Dalam satu cabang, tanaman alpukat jambon akan menghasilkan buah tua, buah kecil, bunga, dan cikal bakal bunga.

Alpukat Pluwang

Alpukat pluwang memiliki keunggulan berupa ukuran buahnya yang super jumbo. Bayangkan saja, satu buah alpukat pluwang ini dapat mencapai berat hingga 2 kg. Dagingnya yang begitu tebal dipadukan dengan tekstur padat dan sensasi rasa lebih manis dan gurih. Tak heran, alpukat kluwang ini banyak diburu para pencinta alpukat.

Alpukat Mega Murapi

Ada begitu banyak keunggulan dari alpukat mega murapi. Salah satunya, kemampuan pohon alpukat yang bisa menghasilkan 350 hingga 450 buah yang setara 180 hingga 225 kilogram setiap tahunnya. Rasa dari alpukat mega murapi ini cenderung manis, pulen, kering, dan lembut.

budidaya alpukat unggul

Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Sebelum menanam tanaman alpukat, ada baiknya untuk mengetahui syarat dan cara budidaya alpukat terlebih dahulu. Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah faktor tanah. Tanaman apa pun termasuk alpukat akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika media tanamnya sesuai dengan karakteristik tumbuhan tersebut.

Adapun jenis tanah yang paling cocok untuk menanam alpukat adalah jenis lempung berpasir, lempung endapan, dan lempung liat. Untuk menunjang perkembangan tanaman alpukat, pastikan pH keasaman tanah berkisar antara 5,6 hingga 6,4. Hindari menanam tanaman alpukat pada tanah melengkung dan bergelombang.

Setelah memperhatikan faktor tanah, perhatikan pula faktor iklim sebelum membudidayakan alpukat. Perlu anda tahu, alpukat tergolong jenis tropical fruits yang akan tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis. Tanaman ini cocok untuk daerah dengan curah hujan tinggi dengan intensitas sinar matahari yang cukup.

Syarat lain yang perlu anda perhatikan adalah mengetahui ketinggian tempat yang ideal untuk menanam buah alpukat. Perlu anda ketahui, selama masa pertumbuhan buah alpukat intensitas sinar matahari harus diterima secara ideal. Adapun intensitas penyinaran yang ideal untuk menunjang pertumbuhannya adalah 40% – 80%.

Tanaman alpukat dapat berkembang dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah dengan kisaran 0 – 650 mdpl, serta dataran tinggi yang berkisar antara 651 -1500 mdpl. Hal demikian membuktikan bahwa tanaman alpukat mampu bertahan di bawah terik matahari meski dalam jangka waktu yang lama.

budidaya alpukat pdf

Langkah – Langkah Budidaya Alpukat

Pilih Benih Alpukat Unggulan

Sebagai saran, pilihlah benih buah alpukat yang sudah tua untuk ditanam. Adapun varietas unggul yang paling sering digunakan adalah alpukat ijo panjang, ijo bundar, merah bundar, mega murapi, dan mega paninggahan. Perlu anda tahu, pemilihan benih alpukat harus didasarkan dari asal usul yang jelas agar kualitas buah maksimal.

Pastikan benih yang digunakan bernas, padat, dan tidak keriput agar hasil buahnya dapat maksimal. Usahakan untuk memilih benih dengan ukuran bobot 65 hingga 68 gram. Namun sebelum benih ditanam, lakukan proses perendaman benih alpukat dengan menggunakan pupuk berkualitas.

Gunakan pupuk organik cair GDM untuk spesialis buah buahan sebanyak 30 ml yang dicampur 1 liter air hangat. Kemudian campuran tersebut harus direndam selama kurang lebih 4 hingga 5 jam. Langkah selanjutnya adalah meniriskan dan memeras rendaman dengan kain basah atau dengan kertas koran.

Setelah air terserap, maka benih alpukat akan mulai terlihat dan berkecambah pasca 2 sampai 3 hari lamanya. Jika kecambah sudah muncul, maka benih sudah siap untuk dipindahkan ke dalam media semai. Sebagai informasi, cara budidaya alpukat yang paling penting adalah penggunaan pupuk organik cair GDM yang bertujuan menghilangkan penyakit tular benih.

Pengolahan Tanah Dan Tanaman Alpukat

Setelah menyiapkan benih alpukat, langkah selanjutnya adalah mengolah media tanam berupa tanah. Agar tanah lebih gembur, anda bisa melakukan proses penggemburan tanah dengan menggunakan cangkul atau dibajak mesin traktor. Proses pembajakan ini tak hanya menggemburkan tanah, tapi juga menghilangkan rumput liar pada lahan.

Untuk mengolah tanah, anda bisa melakukannya pada saat musim panas, sehingga saat proses penanaman alpukat nanti bisa dilakukan di awal musim hujan tiba. Setelah melakukan proses pembajakan lahan, langkah selanjutnya adalah mengukur jarak antar tanaman buah alpukat sekitar 6 x 6 meter.

Jarak tanam 6 x 6 meter digunakan jika anda menanam populasi alpukat sebanyak 278 bibit untuk per hektarnya. Akan tetapi, jika anda menggunakan lahan yang lebih luas lagi bisa menanam buah alpukat dengan jarak 7 x 7 untuk populasi alpukat sebanyak 204 bibit per hektar. Setelah diukur, buatlah lubang sebagai media tanam dengan kedalaman 70 cm.

Biarkan lubang pada lahan terbuka selama 2 minggu agar tanah lebih gembur. Pada saat proses penggalian lubang, buatlah menjadi dua bagian atas dan bawah. Pada bagian atas, berikan pupuk kandang sebanyak 25 kg. Sementara pada lubang bagian bawahnya, tutup kembali dan biarkan selama 2 minggu.

Sebagai tambahan informasi untuk anda, pupuk kandang diberikan dengan tujuan agar meningkatkan kesuburan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam buah alpukat. Jika pH tanah masih rendah, maka anda bisa menambahkan dolomite atau kapur pertanian guna meningkatkan pH tanah hingga ideal.

Jangan lupa untuk menyemprot media tanah dengan menggunakan GDM Black Bos agar lahan menjadi lebih gembur, subur, dan sehat. Pemberian GDM ini juga dimaksudkan agar tanah terhindar dari berbagai penyakit tular tanah. Adapun beberapa penyakit tular tanah seperti tanah busuk, layu, bercak daun, dan tidak sehat.

Tahap Penyemaian Benih

Langkah selanjutnya yang patut anda lakukan adalah penyemaian benih alpukat. Pada tahapan ini, benih alpukat harus disemai di tempat yang aman dari gangguan hewan, cuaca ekstrem, dan gangguan lainnya. Pastikan untuk melakukan penyemaian di daerah dekat sumber air yang letaknya mudah dijangkau.

Adapun bahan bahan yang perlu anda siapkan untuk melakukan penyemaian benih alpukat mulai dari polybag ukuran 15 x 21 cm, campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir sekam. Perbandingan ideal untuk campuran media semai sebagai cara budidaya alpukat adalah 2 : 1 : 1. Setelah media semai sudah disiapkan, lakukan penyemaian benih.

Mula mula letakkan bagian pangkal benih yang agak rata ke sebelah bawah. Sementara bagian ujung benih yang lonjong dan runcing hadapkan ke atas. Jangan lupa untuk memotong sepertiga bagian ujung yang menghadap ke atas. Tempatkan benih di bawah naungan dengan waktu kurang lebih 3 minggu.

Langkah Menanam Alpukat

Sebelum memindahkan lahan tanam, cek ulang apakah anda sudah menyiram lahan menggunakan GDM Black Bos atau belum. Seperti yang disinggung sebelumnya, pemberian GDM ini bertujuan untuk menjaga tanaman alpukat dari berbagai serangan penyakit akibat ketidakseimbangan pH lahan.

Adapun waktu tepat untuk melakukan penanaman bibit alpukat adalah saat awal musim hujan tiba. Penanaman juga dianjurkan pada tanah yang tidak mengalami penurunan pH ideal. Sebagai langkah awal, buka kembali bagian lubang yang tertutup dan gali kembali sebesar ukuran wadah dari bibit tanaman alpukat.

Pengeluaran bibit dari media sebelumnya harus dilakukan dengan ekstra hati hati, agar tidak merusak jaringan bibit itu sendiri. Sebagai contoh, jika anda menggunakan media tanam bibit awal dengan menggunakan polybag, maka potonglah bagian polybag tersebut dengan cara disayat. Jaga gumpalan tanah pada akar bibit agar tetap utuh.

Setelah bibit dalam polybag diambil, langkah selanjutnya adalah menimbunnya ke dalam lubang setinggi leher batang bibit. Lalu, timbun dengan tanah dan ikatkan ke ajir atau kayu yang ditancapkan di sekitar lubang. Setelah bibit tertanam di lahan, berilah semacam perlindungan untuk menghindari sinar matahari dan terpaan angin secara langsung.

Padatkan daerah sekitar area bibit yang ditanam dan berilah sedikit air untuk membuatnya tetap subur. Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam tahapan penanaman bibit ini adalah memastikan lahan benar benar sesempurna mungkin. Alih alih mendapatkan hasil berkualitas, tanaman akan rusak jika anda tidak memperhatikan kesempurnaan lahan.

Cara Pemupukan Tanaman Alpukat

Setiap tanaman tentu membutuhkan pupuk untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangannya. Agar pertumbuhan tanaman alpukat tetap optimal, berikan pupuk NPK dan KN03 setiap 1 minggu sekali. Berikan pula pupuk organik cair GDM spesialis buah yang disemprotkan ke bagian daun.

Dosis pemberian pupuk sebanyak 2 gelas air mineral untuk per tangki agar pertumbuhan alpukat lebih cepat. Pemilihan pupuk organik cair GDM sangatlah berkualitas karena mengandung 7 bakteri aktif yang sangat menguntungkan. Tak hanya itu saja, pupuk ini juga dilengkapi dengan unsur hara makro dan mikro agar cara budidaya alpukat berhasil.

cara budidaya alpukat

Pemeliharaan Tanaman Alpukat

Hal yang tak kalah penting dari penanaman buah alpukat adalah pemeliharaan. Perlu anda ketahui, alpukat adalah salah satu jenis tanaman yang membutuhkan asupan air dan nutrisi yang cukup. Tujuannya adalah agar tumbuhan ini dapat berkembang dan tumbuh secara maksimal tanpa gangguan apapun.

Untuk langkah pemeliharaan yang pertama, lakukan penyulaman. Jika anda menemukan bibit yang berumur beberapa minggu dan telah terindikasi mati, maka yang harus anda lakukan adalah mengganti atau menyulamnya dengan bibit yang lebih baru. Gantikan bibit yang sudah mati dengan bibit lainnya yang lebih sehat dan berkualitas.

Selanjutnya, setelah melakukan proses penyulaman langkah pemeliharaan lainnya adalah pemberantasan gulma. Tahukan anda bahwa gulma yang tumbuh di sekitar tanaman alpukat dapat menyerap nutrisi yang diberikan kepada tanaman alpukat. Alhasil, gulma tersebut dapat menghambat pertumbuhan dari tanaman alpukat.

Penyiangan atau pemberantasan gulma haruslah dilakukan secara hati hati agar tidak sampai merusak tanaman alpukat. Pasalnya, struktur akar alpukat sangat peka terhadap gangguan mekanis yang ditimbulkan oleh obat hama. Adapun frekuensi ideal untuk penyiangan gulma tergantung seberapa banyaknya gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Sebagai pemula bisnis petani alpukat, sudah sepatutnya untuk mengamati tumbuh kembang tanaman alpukat. Hal yang penting anda ketahui adalah berbagai serangan hama dan penyakit yang dapat menjangkit tanaman alpukat. Jika serangan hama sudah di ambang batas normal, kendalikan dengan insektisida.

Jika serangan penyakit sudah menyebar luas, maka anda patut mengendalikannya dengan fungisida atau bakterisida. Pada dasarnya, hama dan penyakit merupakan musuh terbesar bagi tanaman alpukat. Tanaman alpukat yang terserang dua komponen tersebut akan berdampak pada penurunan tingkat produksi dan kualitas alpukat yang dihasilkan.

Lebih parahnya, serangan hama dan penyakit mampu menyebabkan kematian pada tanaman alpukat. Sebagai upaya pengendalian dua komponen merugikan tumbuh kembang tanaman alpukat, ada baiknya untuk mengetahui jenis jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman alpukat.

Hama yang paling umum menyerang bagian daun alpukat adalah ulat kipat. Hama dengan nama latin Criculatris Fenestrata Helf ini memiliki ciri berwarna hitam bercak putih dan dipenuhi oleh rambut putih di sekujur tubuhnya. Ulat kipat ini sangat membahayakan pertumbuhan alpukat karena bisa memakan habis daun dari tanaman alpukat itu sendiri.

Untuk mengendalikan hama ulat kipat, dianjurkan menggunakan insektisida berupa campuran ekstrak daun pepaya dan insektisida berbahan aktif monokrotofos atau sipermetrin. Cara membuatnya pun sangat mudah, mula mula rendam 50 gram irisan daun pepaya dengan menambahkan larutan insektisida.

Cara budidaya alpukat selanjutnya adalah mengetahui jenis hama kutu dompolan putih. Hama ini memiliki ciri warna coklat kekuningan. Tanaman alpukat yang terkena serangan kutu dompolan putih akan menunjukkan gejala seperti pengeringan beberapa titik tumbuhan. Untuk mengatasinya, semprot dengan insektisida yang mengandung formotion monokrotofos.

Buah alpukat dikenal dengan kandungan lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dengan alasan tersebut, alpukat menjadi salah satu buah tropis yang paling disukai masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan terhadap alpukat membuat banyak orang ingin memulai karir sebagai petani alpukat. Cukup perhatikan ulasan tersebut, maka anda bisa mulai bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *