Agar Bisnis Lancar, Yuk Ikuti Cara Budidaya Anggrek yang Paling Tepat Disini

Cara Budidaya Anggrek – Membudidayakan tanaman hias seperti anggrek mungkin terdengar biasa saja. Bahkan banyak orang jika hal tersebut dilakukan hanya sekedar memenuhi keinginan saja. Namun siapa sangka, jika sebenarnya budidaya tanaman hias bisa jadi peluang usaha yang sangat menarik. Bila anda termasuk orang yang mulai berbisnis dengan tanaman hias, cobalah ikuti cara budidaya anggrek berikut.

budidaya anggrek

Memilih Jenis Anggrek yang Tepat

Anggrek Bulan

Anggrek bulan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mulai dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Hal ini tak lain karena bunga dengan nama latin Phalaenopsis amabilis ini memiliki penampilan yang amat cantik. Dinamakan dengan anggrek bulan, lantaran warnanya seperti rembulan di malam hari. Selain itu, terkadang terdapat corak lainnya berwarna merah.

Anggrek Hitam

Bila sebelumnya berwarna putih, maka selanjutnya yakni anggrek hitam. Meski terdengar cukup aneh, namun berkat warna hitam tersebut, tanaman hias satu ini terlihat begitu eksotis. Jadi tak heran jika banyak sekali orang memilihnya untuk dibudidayakan atau sekadar ditanam di pekarangan rumah. Terlebih lagi aromanya yang begitu semerbak, membuat siapapun jatuh hati.

Anggrek Bulan Bintang

Anggrek selanjutnya yang bisa dipilih untuk dibudidayakan yakni anggrek bulan bintang. Memiliki kelopak bunga yang berjumlah lima layaknya bintang dan di bagian tengahnya berbentuk bulat seperti bulan. Karena hal itulah, bunga ini dinamakan bulan bintang. Keindahan tersebut pula, menjadikannya diincar oleh banyak orang untuk dipelihara.

Anggrek Selop

Jenis anggrek satu ini kerap disebut sebagai tanaman endemik di Jawa Timur, lebih tepatnya di lereng Gunung Semeru. Ciri ciri tanaman yang bernama latin Paphiopedilum glaucophyllum yakni terdapat empat helai kelopak yang terbagi dari dua kelopak utama dan dua kelopak samping. Terdapat pula satu labellum atau lidah yang menyerupai kantung semar.

Anggrek Hartinah

Nama dari anggrek ini tidak lain diambil dari nama ibu negara di masa Presiden Soeharto. Yakni Ibu Tien Soeharto yang telah tiada 28 April 1996 silam. Semasa hidupnya, beliau mengembangbiakkan anggrek jenis satu ini. Bunga yang bernama latin Cymbidium hartinahianum ini merupakan anggrek tanah yang tumbuh merumpun dan bentuknya seperti bintang.

cara budidaya anggrek

Menentukan Lokasi Untuk Budidaya Anggrek

Perhatikan Intensitas Cahaya Matahari yang Dibutuhkan

Usai memilih jenis anggrek mana yang akan dipilih, selanjutnya menentukan lokasi untuk budidaya. Akan tetapi, sebelumnya anda harus mengetahui beberapa syarat lokasi agar anggrek bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Yaitu pilihlah lokasi yang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup. Cahaya matahari tersebut sangat berpengaruh untuk proses pertumbuhannya.

Namun setiap jenis anggrek memiliki tingkat intensitas cahaya berbeda satu sama lain. Untuk itu, anda harus memperhatikannya dengan jeli. Sebetulnya, terdapat tiga jenis tingkat kebutuhan akan intensitas matahari yang diperlukan oleh anggrek. Yang pertama yakni jenis yang harus menerima intensitas cahaya secara langsung, seperti arachnis, vanda, dan renanthera.

Kemudian cara budidaya anggrek pada intensitas cahaya yang kedua yakni jenis yang bisa tumbuh pada tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung, seperti dendrobium dan ancedium. Ketiga, yakni jenis yang tidak terlalu suka dengan cahaya matahari. Sehingga harus diletakkan di tempat yang lebih teduh. Bunga jenis ini bernama anggrek phalaenopsis dan paphiopedilum.

Perhatikan Ketinggian Lokasi Budidaya

Ketinggian tanah juga menjadi faktor penting dalam membudidayakan anggrek. Sama halnya dengan intensitas cahaya matahari, penentuan lokasi tanam anggrek untuk perkara ketinggian pun dibagi menjadi tiga jenis. Pertama yakni jika anda tinggal di daerah yang memiliki ketinggian tanah berkisar 1001 meter diatas permukaan laut.

Maka jenis anggrek yang paling cocok untuk ditanam yakni miltonia dan cymbidium. Sementara, bila anda berdomisili di lokasi dengan ketinggian tanahnya antara 500 hingga 1000 meter diatas permukaan laut, maka jenis anggrek yang cocok yaitu oncidium atau cattleya dan dendrobium. Terakhir, dilokasi dengan ketinggian hanya 500 meter diatas permukaan laut.

Yang mana, jenis anggrek yang paling tepat untuk dibudidayakan yakni arachnis dan vanda. Beberapa jenis anggrek tersebut, merupakan bagian kecilnya. Pasalnya masih banyak jenis lainnya, yang harus diperhatikan berdasarkan tingkat ketinggian lokasi supaya bisa berkembang dengan baik. Jika dilakukan dengan benar, pasti hasilnya akan memuaskan.

budidaya anggrek bulan

Perhatikan Kelembaban Udara

Tingkat kelembaban udara menjadi hal penting selanjutnya yang harus diperhatikan dalam budidaya anggrek. Sehingga, anda harus bisa mengatur kelembaban udara atau kadar uap airnya. Hal ini bertujuan agar kesehatan tanaman hias tetap terjaga dan tidak mudah membusuk. Anggrek pun tidak bisa ditanam di lokasi yang terlalu basah.

Karena tanaman satu ini tidak akan tahan dengan kondisi lingkungan semacam itu. Anggrek akan bertahan dalam kurun waktu yang lama bila ditempatkan di lokasi yang kering dan jauh dari jangkauan air. Mereka hanya perlu disiram secara rutin secukupnya saja, demi menjaga keseimbangan kelembaban sekitar. Hindari menyiram dalam porsi yang berlebihan.

Perhatian Temperatur atau Suhunya

Suhu ideal yang diperlukan dalam cara budidaya anggrek yakni berkisar 15 hingga 28 derajat celcius. Bila temperatur tersebut meningkat, maka kelembaban harus mengimbanginya. Yang mana semakin tinggi suhu, semakin tinggi pula kelembaban tanah yang diperlukan. Untuk jenis anggrek berdaun lebar, maka suhunya harus berada di kisaran 21 derajat celcius.

Perhatikan Sirkulasi Udaranya

Udara memegang peranan penting bagi perkembangan bunga terutama anggrek. Umumnya, anggrek sangat cocok dengan sirkulasi udara yang lancar dan lembut. Jika udara yang tertiup terlalu kencang, maka akan berakibat buruk pada anggrek yakni dehidrasi. Begitu pula ketika tidak ada sirkulasi udara sama sekali, membuat bakteri dan jamur menjamah area budidaya anggrek.

Jika ingin mendapatkan sirkulasi angin yang sesuai, pastikan anggrek ditempatkan di bawah pohon atau dinding tembok. Hindari meletakkannya terlalu berdempetan atau berdesakan dan rapat. Hal ini dikhawatirkan antara satu anggrek dengan yang lainnya akan merasa kesempitan dan tidak bisa berkembang dengan baik. Salah satu tempat paling cocok yakni di balkon rumah.

cara budidaya anggrek bulan

Memilih Media Tanam Untuk Budidaya Anggrek

Sabut Kelapa

Media tanam yang paling sering dijumpai yakni sabut kelapa. Tidak sedikit orang memilih sabut kelapa lantaran memiliki energi simpan atau tampung air yang sangat baik. Bukan hanya itu saja, sabut kelapa pun dipercaya mengandung berbagai macam unsur hara yang diperlukan untuk perkembangan anggrek. Namun tidak semua sabut kelapa bisa digunakan.

Pasalnya, sabut kelapa terbaik untuk budidaya anggrek yakni berasal dari kelapa tua. Sebelum digunakan sebagai media tanam, alangkah baiknya sabut direndam ke dalam larutan fungisida terlebih dahulu. Larutan fungisida tersebut berfungsi untuk menjaga sabut agar tidak diserang lumut ataupun serangga. Lalu simpan media tanam ini di area yang kering dan sejuk.

Pecahan Batu atau Genteng

Pecahan batu atau genteng pun bisa digunakan sebagai media tanam alternatif untuk budidaya anggrek. Biasanya pecahan batu atau genteng diletakkan di bagian bawah pot atau sebagai basic pot. Keunggulan yang dihadirkan dari media tanam ini yakni sebagai area melekat atau menempelnya akar, area menampung asupan air, dan memelihara kelembaban sekitar akar.

Bukan hanya itu saja, pecahan batu atau genteng pun diklaim memudahkan larutan unsur hara tercukupi untuk masa perkembangan anggrek. Hebatnya lagi, media tanam ini tidak mudah lapuk. Jadi anda tidak perlu menggantinya setiap saat, hanya ketika ia telah rusak saja. Sistem drainase dan aerasinya yang disuguhkan pun sangat memadai.

Serutan atau Potongan Kayu

Tak kalah hebatnya dengan media tanam sebelumnya. Serutan atau potongan kayu pun menyediakan sistem aerasi dan drainase yang cukup baik. Media tanam dalam cara budidaya anggrek ini paling pas untuk jenis anggrek terestrial. Namun serutan atau potongan kayu ini memiliki kekurangan, yang mana unsur hara nitrogen yang disediakan sangat terbatas.

Begitupun dengan proses pelapukannya yang berlangsung sangat lambat. Hal ini disebabkan kayu banyak mengandung senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti seluloas, hemiselulosa, dan lignin. Untuk itu, sebelum digunakan, alangkah baiknya jika serutan dan potongan kayu tersebut direndam dengan pupuk urea, TSP, atau larutan pestisida terlebih dahulu.

budidaya anggrek vanda

Proses Pembibitan Anggrek

Usai semuanya dipersiapkan dengan baik, selanjutnya memasuki pada tahapan pembibitan. Namun sebelumnya, anda harus memilih bibit manakah yang telah terbukti kualitasnya. Hal ini perlu dilakukan agar kelak menghasilkan anggrek yang berkualitas pula. Biasanya, bibit yang sudah siap untuk dibudidayakan mencapai usia kurang lebih 1 tahun serta memiliki banyak akar.

Bukan hanya itu saja, indukan pun harus memiliki bentuk batang yang kuat, pertumbuhan cepat dan pesat, daun tampak subur, dan bunga tampak lebar serta segar. Proses pembibitan ini pun bisa dilakukan dengan dua cara yakni vegetatif dan generatif. Dalam cara vegetatif, hal pertama yang harus dilakukan yakni menyiapkan pot serta media tanamnya sebagai penampung bibit.

Kemudian pisahkan atau pecahkan indukan yang telah memiliki tunas. Dimana tunas tersebut nantinya dijadikan bibit atau benih. Anda pun harus menyiapkan beberapa peralatan yang telah disterilkan sebelumnya. Cara penyebaran biji yang bisa diikuti yakni larutkan 50 ml pupuk organik cair GDM spesialis tanaman hias ke dalam 2 liter air.

Rendam biji anggrek ke dalam larutan tersebut selama 30 menit. Bila telah mencapai waktu tersebut, saring biji dengan kertas filter. Selanjutnya masukkan biji yang telah disaring ke dalam wadah steril. Beda lagi dengan cara generatif, yang mana dilakukan secara alami tanpa adanya bantuan dari manusia. Alhasil, membutuhkan waktu yang cukup lama daripada biasanya.

Cara satu ini dilakukan dengan penyemaian biji tanaman anggrek ke dalam media tanam. Selama proses penyemaian, kondisi lingkungan harus sesuai baik itu dari suhu, intensitas cahaya, kelembaban, dan lain sebagainya. Bila semuanya telah terpenuhi dengan baik, maka biji anggrek bisa tumbuh dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika tidak sesuai maka biji tidak akan berkecambah.

Cara Pemindahan Anggrek

Setelah cara budidaya anggrek pada proses pembibitan berhasil dan anggrek yang ditanam telah mencapai usia 9 hingga 12 bulan, maka tanaman akan tumbuh besar. Semakin besar tanaman yang tumbuh, maka akarnya pun akan berkembang dan bertambah banyak. Sehingga membuatnya tidak cukup untuk ditaruh di tempat tersebut dalam waktu yang lama.

Untuk itu, tanaman tersebut harus segera dipindahkan ke tempat yang lainnya dengan ukuran yang sesuai. Pot penyemaian yang digunakan ini harus memiliki lubang berdiameter 7 hingga 16 sentimeter. Cara pemindahan yang harus dilakukan, yakni pertama tama siapkan bibit yang akan dipindahkan. Keluarkan tanaman dari dalam botol dengan kawat steril yang berbentuk U secara perlahan.

Cara mengeluarkannya harus diawali dari mengangkat akar bibit anggrek. Bila telah berhasil mengeluarkan bibit, selanjutnya rendam dengan menggunakan larutan 50 ml pupuk organik yang telah dicampurkan dengan 2 liter air selama 20 menit. Perendaman semacam ini bertujuan untuk mensterilkan bibit bunga dari kontaminasi jamur atau bakteri.

Berikutnya angkat bibit bunga dari rendaman tersebut. Lalu tanam pada pot yang telah diisi media tanam yang telah dipersiapkan tadi. Agar anggrek bisa tumbuh maksimal dan indah, hendaknya tanaman ini dipindahkan dikala waktu pagi hari sebelum jam 8 tatkala sinar matahari belum terlalu terik. Hal ini dilakukan supaya tanaman tidak mudah layu.

budidaya anggrek dalam botol

Pemupukan Anggrek

Dalam perkembangannya, pupuk berperan penting demi memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan. Untuk itu, pemupukan harus dilakukan secara rutin. Akan tetapi, pemupukan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda perlu memperhatikan beberapa hal, agar anggrek tumbuh dengan baik. Pasalnya, tanaman satu ini sangat sensitif terhadap kondisi lingkungannya.

Jenis pupuk yang paling baik untuk proses satu ini yakni pupuk organik. Pupuk satu ini diklaim mengandung bakteri yang menguntungkan, seperti Bacillus pumilus, Bacillus mycoides, Klebsiella oxytoca, Bacillus brevis, Micrococcus roseus, Pseudomonas alcaligenes, dan Pseudomonas mallei. Selain bakteri menguntungkan, pupuk organik pun mengandung unsur hara dan mikro.

Dimana unsur hara tersebut sangat dibutuhkan oleh anggrek, seperti Ca, Mg, Cu, Fe, P, K, N, Zn, Mn, Mo, dan Co. Karena kandungan inilah, pupuk organik bermanfaat untuk memperbaiki unsur hara tanah, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan penyerapan nutrisi dalam tanah, serta mempercepat pertumbuhan akar, batang, daun, dan bunga.

Penanganan Hama pada Anggrek

Salah satu faktor kegagalan dalam membudidayakan anggrek yakni adanya hama yang menghambat perkembangannya. Misalnya saja adanya kutu tempurung dan kutu putih. Cara penanggulangannya, yakni dengan menangkapnya menggunakan tangan secara langsung. Biasanya kedua hama ini menyebabkan daun lengket dan kapang jelaga berwarna hitam.

Selain gunakan tangan, anda pun bisa membersihkan daun yang terserang hama dengan air sabun. Caranya yakni tuang sedikit sabun cuci piring ke dalam mangkuk atau cangkir air lalu larutkan dengan air bersuhu ruang. Lap bersih dan halus celupkan ke dalam larutan tersebut. Selanjutnya usapkan lap tersebut dengan lembut ke masing masing daun dan batang anggrek.

Air sabun tersebut berguna untuk menghilangkan sisa lengket dan kapang jelaga sekaligus ampuh membunuh serangga yang tersisa pada tanaman hias. Bila masih tidak bisa hilang, belilah insektisida di toko kebun yang ada di sekitar domisili. Pilih insektisida yang aman sebagai cara budidaya anggrek yang terakhir, lalu ikuti semua petunjuk yang tertera dalam kemasannya.

Membudidayakan tanaman hias menjadi hal menyenangkan tersendiri bagi para penikmatnya. Khususnya tanaman hias berupa anggrek, yang mana jika dikembangkan dengan baik akan menjadi lahan usaha yang menjanjikan. Karena hal itulah, kini banyak sekali orang yang mulai merambah bisnis satu ini lantaran percaya akan harga jualnya yang melambung tinggi di pasaran.

10 tanggapan pada “Agar Bisnis Lancar, Yuk Ikuti Cara Budidaya Anggrek yang Paling Tepat Disini”

  1. Cocok sekali membudidayakan anggrek di pandemi seperti ini, selain dapat mengatasi kebosanan saat wfh, juga dapat membantu mengatasi masalah keindahan rumah

  2. Saya suka sekali dengan anggrek, apalagi pacar saya mau sekali saya suruh budidaya bareng, minta doanya teman-teman supaya proyek gardening saya dan pacar saya berhasil. Btw artikelnya sangat bagus, bisa dijadikan referensi nih.. ditunggu artikel selanjutnya ya mimin

  3. Nice artikel bro, saya lagi cari referensi buat budidaya anggrek sama bapak saya, disini tempat yang cocok buat nyari artikel yang bagus. Mantap

  4. terimakasih informasinya, sangat bermanfaat. apalagi di masa-masa pandemi seperti ini mengharuskan tetap produktif walaupun di rumah aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *