Sangat Mudah! Berikut Cara Budidaya Buah Naga Untuk Pemula

  • by

Dewasa ini, buah naga menjadi salah satu jenis buah yang banyak diminati. Buah ini telah dihadirkan dalam berbagai jenis makanan yang sangat nikmat. Kandungan gizi yang dimiliki oleh buah ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes dan anti kanker. Untuk itu, budidaya buah tentu dapat menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Yuk intip cara budidaya buah naga berikut.

budidaya buah naga

Mengenal Jenis-Jenis Buah Naga

Hylocereus Undatus

Buah yang satu ini merupakan nama ilmiah dari buah naga putih. Buah yang satu ini bahakan sering disebut white pitaya. Lazimnya, buah ini memiliki daging berwarna putih dengan hiasan biji hitam saat dibelah. Meski demikian, buah ini juga memiliki kulit merah bersisik dengan jumbai berwarna hijau. Namun, buah yang bisa mencapai 400-650 gr ini memiliki rasa asam dan tidak terlalu manis.

Hylocereus polyrhizus

Hylocereus polyrhizus adalah jenis buah naga ungu. Penamaan buah ini juga didasarkan dari daging buah yang dihasilkan. Pasalnya, anda akan mendapati warna ungu kemerahan ketika membelah buah ini. Buah naga yang satu ini juga memiliki warna kulit merah bersisik dengan jumbai warna hijau.

Jika dibandingkan dengan white pitaya, buah naga ungu memiliki rasa yang lebih manis. Sayangnya, buah ini hanya mencapai berat 400 gr ketika masak. Buah ini juga memiliki produktivitas rendah karena hanya memiliki tingkat keberhasilan bunga 50%. Namun, buah ini memiliki batang yang kokoh dengan duri dan cabang yang rapat.

Hylocereus Costaricensis

Jenis buah naga yang satu ini memiliki warna daging buah super merah dibandingkan dengan buah naga ungu. Sesuai dengan warna tersebut, buah ini juga dikenal dengan buah naga merah. Memiliki rasa yang lebih manis karena sangat cocok ditanam di daerah panas. Anda bahkan bisa mendapatkan buah naga merah dengan berat 400-500 gr ketika masak.

Selenicereus Megalanthus

Buah naga dengan nama selenicereus megalanthus merupakan jenis buah naga kuning. Buah ini juga dikenal dengan sebutan yellow pitaya. Berbeda dengan jenis lainnya, buah naga kuning memiliki kulit berwarna kuning tanpa sisik. Namun, anda akan mendapati daging buah berwara putih dengan biji hijam berate ketika dibelah.

Buah ini mungkin sulit ditemui di Indonesia karena membutuhkan tempat dengan suhu yang dingin pada ketinggian 800 mdpl. Tanaman ini memiliki ukuran lebih kecil dari jenis buah yang lainnya. Tentunya, buah yang dihasilkan juga memiliki ukuran yang kecil sekitar 800-100 gr. Meski demikian, buah jenis ini memiliki rasa yang paling manis diantara semua jenis buah naga.

cara budidaya buah naga

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Tanaman ini pada dasarnya masuk dalam kelompok keluarga kaktus. Tanaman yang telah terkenal di Asia ini pada dasarnya berasal dari Meksiko, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Persebaran tanaman yang sempat digunakan sebagai tanaman hias ini menjadi sangat diminati karena rasa manis dan nikmat yang dihasilkan. Untuk itu, buah naga semakin diminati dan dibudidayakan.

Cara budidaya buah naga dapat dilakukan dengan memenuhi syarat tumbuh buah ini. Tanaman buah naga membutuhkan penyinaran matahari sekitar 70% hingga 80% dalam setiap harinya. Begitu pula, anda juga bisa menghadirkan tanah yang subur dengan pH mendekati netral, yaitu 6,5 hingga 7. Tentunya, tanah yang subur ini juga didukung dengan kelembaban udara sekitar 70% hingga 90%.

Tanaman jenis ini seringkali ditanam pada ketinggian 0-550 mdpl. Namun, berbagai jenis buah ini memiliki ketinggian yang berbeda sebagai syarat tumbuhnya. Anda bahkan bisa mencoba membudidayakan buah naga ungu dan merah. Lazimnya, buah naga ini dapat tumbuh di daerah ketinggian rendah dan sedang dengan rasa buah yang nikmat.

Anda bahkan bisa menemui tanaman ini menyebah di Indonesia. Buah naga hanya membutuhkan curah hujan ideal sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Tanaman jenis ini juga sangat ideal jika ditanam dengan suhu udara 26-36 derajat celcius. Untuk itu, tanaman buah naga banyak dibudidayakan di Indonesia.

Cara Budidaya Buah Naga Bagi Pemula

Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit buah naga dapat berpengaruh terhadap hasil buah yang dibudidayakan. Pasalnya, bibit yang berasal dari buah unggulan akan memberikan hasil yang berkualitas pula. Untuk itu, anda dapat melakukan pembibitan sendiri dengan memilih buah naga unggulan untuk diambil bijinya. Anda juga bisa membeli bibit biji di toko maupun menggunakan stek batang untuk menanamnya.

Jika melakukan pembibitan sendiri melalui biji, anda dapat memisahkan biji yang terdapat pada buah secara hati-hati. Buah ini bahkan bisa menghasilkan biji minimal 1000 biji. Namun, ukuran biji yang sangat kecil mengharuskan anda melakukannya dengan teliti. Uniknya, biji ini bisa langsung ditanam pada media tanam yang telah disediakan.

Pembelian biji dapat dilakukan jika anda masih ragu akan kualitas buah yang dipilih. Benih biji unggulan buah naga tentu sudah banyak beredar di pasaran. Termasuk toko pertanian yang ada di sekitar anda. Untuk itu, anda hanya perlu memilih bibit yang memiliki sertifikat unggulan dari instansi profesional untuk membuktikan kualitasnya. Memilih biji dalam aluminium foil juga sangat direkomendasikan.

Budidaya buah naga yang sangat mudah ini juga bisa dilakukan dengan sistem penyetekan. Hal yang perlu diketahui dalam sistem stek ini adalah memilih batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah sebanyak 3 hingga 4 kali. Tentunya, pemilihan batang yang kuat dengan warna hijau kelabu berdiameter 8 cm dapat menghasilkan bakal bibit yang lebih baik.

Dalam hal ini, anda dapat memilih batang yang memiliki panjang 80 hingga 120 cm. Anda bisa memotong 80% dari panjang batang tersebut untuk dijadikan beberapa bibit. Umumnya, bibit buah naga melalui proses ini menggunakan panjang 20-30 cm dengan bentuk runcing pada batang yang ditanam. Sayangnya, penggunaan bibit stek yang terlalu pendek mempengaruhi kecepatan berbuah.

Penyemaian

Penyemaian merupakan cara budidaya buah naga dalam menumbuhkan bibit yang telah disiapkan. Dalam hal ini, anda membutuhkan tempat tanam beserta media yang dibutuhkan. Anda bahkan bisa menggunakan polybag atau tray semai sebagai tempat. Tentunya, media tanam yang baik dapat terdiri dari campuran tanah halus, pupuk kandang dan pasir.

Jika anda menggunakan bibit biji, anda perlu merendam biji ini dalam air untuk merangsang pertumbuhannya. Kemudian, siapkan tempat dan media tanam yang dibutuhkan. Setelah itu, lubangi media tanam sedalam 1 cm dan masukkan 2 hingga 3 biji ke dalam tempat yang disediakan. Pasalnya, jumlah tersebut berfungsi untuk mencegah kegagalan dalam proses semai.

Pertumbuhan kecambah pada tanaman ini biasanya dapat berlangsung antar 3 hingga 4 hari. Dalam proses ini, anda sebaiknya selalu menyiram tanaman secara rutin ketika pagi dan sore. Namun, anda juga harus memperhatikan kondisi tanaman agar tidak kelebihan air. Hal ini karena tanaman buah naga tidak tahan terhadap air.

Sayangnya, penyemaian menggunakan biji membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding menggunakan stek. Penyemaian menggunakan benih biji ini bahkan baru bisa dipindahkan ke lahan tanam ketika sudah mencapai udia 9 hingga 10 bulan. Selain itu, proses budidaya menggunakan biji ini juga membutuhkan waktu 3-4 tahun lebih lama hingga berbuah.

Proses penyemaian menggunakan stek sangat mudah untuk dilakukan. Dalam hal ini, anda hanya membutuhkan bibit stek yang sudah diambil hingga kering dari getahnya. Pasalnya, penanaman stek yang masih memiliki getah dapat membuat tanaman ini mudah busuk dan tidak bisa tumbuh dengan baik.

Setelah getah tanaman kering, anda juga bisa merendam bibit stek menggunakan fungisida. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan penyakit dari tanaman ini. Kemudian, tek yang telah direndam tersebut dapat didiamkan selama 5-7 hari di tempat yang sejuk dan kering. Kemudian, anda dapat melakukan penanaman ini pada polybag maupun menanam langsung pada lahan yang telah disiapkan.

cara budidaya buah naga dalam pot

Pembuatan Tiang Panjat

Tianng panjat berfungsi sebagai penopang tanaman buah naga. Tiang panjat ini juga memiliki fungsi sebagai tempat rambatan agar tanaman ini mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Lazimnya, pembuatan tiang ini dapat terdiri dari beton, batang kayu atau besi berbentuk +. Tiang ini dapat dihadirkan dengan ketinggian 2-2,5 cm.

Tiang tersebut juga perlu ditambahkan besi berbentuk lingkaran maupun bekas ban motor. Penggunaan lingkaran ini biasanya digunakan buah naga untuk menopang tubuh dan menghadirkan buah pada setiap batangnya. Anda bahkan bisa memberi jarak baris 2,5 hingga 3 m pada setiap tiang yang ditanam.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan setelah melakukan pemasangan tiang. Cara budidaya buah naga pada tahapan ini dilakukan dengan membuat lubang tanam seluas 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Tentunya, pembuatan lubang tersebut berada di sekitar tiang panjat. Hal ini karena penanaman buah naga dapat dilakukan dengan mengitari tiang panjat.

Setiap tiang panjat bisa digunakan untuk menopang 3 hingga 4 tanaman. Untuk itu, anda dapat mengolah tanah yang ada di sekitar tiang. Tanah yang telah dibuat lubang tersebut perlu perlu dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos hingga 10-20 kg. Anda juga bisa menambahkan dolomit atau kapur untuk menghadirkan pH tanah mendekati netral.

Untuk menghadirkan tanah yang subur, anda dapat mengaduk dan campuran komponen tanah, pupuk kandang dan dolomit. Selanjutnya, sirami lahan dengan air secukupnya hingga basah. Lalu, biarkan lahan tersebut tertimbun hingga 2-3 hari. Setelah itu, tambahkan pupuk TSP sebanyak 25 gr melingkari tiang dengan jarak 10 cm dari tiang dan membiarkannya selama 1 hari.

Penanaman

Penanaman dapat dilakukan dengan memindahkan bibit buah naga yang telah di semai. Lazimnya, anda bisa menggunakan 4 tanaman pada 1 tiang panjat secara memutar. Penanaman ini dilakukan pada tanah dengan jarak 10 cm dari tiang panjat. Dalam hal ini, anda bisa menanam buah naga pada kedalaman 10-15 cm maupun disesuaikan dengan ukuran bibit.

Tanaman yang telah dipindahkan ke lahan dapat ditimbun dengan tanah yang dipadatkan. Anda juga dapat menyiram tanaman ini dengan air secukupnya. Tentunya, pindah tanam yang dilakukan di lahan yang sudah disiapkan sebaiknya dilakukan pada sore hari. Hal ini dilakukan agar tanaman buah naga dapat beradaptasi dengan baik dan tidak stres.

Tanaman yang telah dipindahkan di lahan dapat disiram sekali setiap harinya. Anda juga dapat mengamati pertumbuhan buah naga agar dapat dipastikan tidak ada hama yang mengganggu. Kemudian, penanaman yang telah mencapai hari ke-4 dapat diikat dengan tiang panjat agar menempel dengan baik. Tentunya, anda tidak boleh mengingat terlalu kencang agar tidak melukai tanaman.

Pemupukan

Pemupukan perlu dilakukan pada awal penanaman agar tumbuhan dapat berlangsung sangat cepat. Dalam hal ini, anda bisa memilih pupuk dengan kandungan nitrogen pada awal pertumbuhan. Namun, pemupukan pada fase berbunga sebaiknya dilakukan dengan pupuk yang banyak mengandung forfor an kalium. Penggunaan pupuk urea tidak dianjurkan karena menyebabkan busuk batang.

Anda juga bisa memberikan pupuk kompos setiap 3 bulan sekali dengan dosisi 5-10kg pada setiap lubang tanam. Pemberian pupuk pada bulan selanjutnya dapat dilakukan dengan dosis yang sama. Namun, pemberian pupuk ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan ukuran batang tanaman buah naga.

budidaya buah naga pdf

Penyiraman

Selain itu, cara budidaya buah naga dapat dilakukan dengan perawatan secara berkala. Sebagai tumbuhan berjenis kaktus, tanaman buah naga sebaiknya tidak perlu disiram terlalu sering. Anda bahkan bisa memanfaatkan parit drainase dengan merendam parit selama 2 jam. Penyiraman dengan sistem gembor atau irigasi tetes juga dapat dilakukan pada setiap lubang tanam.

Proses penyiraman juga perlu dikurangi ketika tanaman mulai berbungan dan berbuah. Anda bahkan bisa melakukan pemberhentian penyiraman tanaman untuk memaksimalkan tunas baru yang dapat tumbuh. Namun, penyiraman juga perlu dilakukan apabila tanah yang titanami buah naga tampak kering dan tanaman mulai terlihat layu.

Pemangkasan

Tanaman buah naga yang baik memiliki batang pokok yang besar, panjang dan kokoh. Dalam hal ini, anda dapat melakukan pemangkasan pada awal mula pembibitan. Tunas yang kokoh ini berfungsi untuk menopang batang lain yang tumbuh. Untuk itu, anda dapat memilih batang tunas yang paling bawah untuk dipotong.

Setelah mendapatkan tunas batang yang kokoh yang besar, anda juga perlu melakukan cabang produksi untuk menghasilkan tunas batang yang bisa menghasilkan buah. Pemangkasan yang dilakukan pada tahapan ini dipilih pada bagian batang pokok. Kemudian, pilihlah 3-4 tunas yang ada di bagian atas agar bisa menjuntai ke bawah.

Tentunya, anda juga bisa melakukan pemangkasan pada batang pohon yang kurang produktif. Penyebab batang tidak produktif tersebut karena telah  berbuah sebanyak 3-4 kali. Selain itu, pemangkasan batang kurang produktif ini juga dapat dilakukan pada batang yang terkena hama penyakit agar tidak menjalar ke tumbuhan lainnya.

Masa Panen

Masa panen biasanya dapat dilakukan setelah usia tanaman mencapai 1,5-2 tahun. Buah naga yang siap panen dapat ditandai dengan warna kulit menjadi merah mengkilap. Anda juga bisa melihat kondisi jumbai buah naga yang berwana hijau menjadu kemerahan, Untuk itu, anda bisa melakukan pemanenan ini dengan cara menggunting buah yang ada pada ujung batang.

Penyakit Pada Tanaman Buah Naga

Penyakit buah naga dapat menyebabkan kegagalan panen dan kerugian. Untuk itu, anda perlu memahami penyakit ini ketika mempelajari cara budidaya buah naga. Lazimnya, penyakit yang sering terjadi pada tanaman ini adalah busuk pangkal batang. Penyakit ini biasanya menginfeksi bibit stek yang belum tumbuh akar.

Tanaman buah naga juga dapat terjangkit penyakit karena fusarium oxysporium. Penyakit jenis ini dapat diketahui dengan kondisi cabang tanaman yang menjadi berkerut dan layu. Penyakit fusarium yang dibiarkan dapat menyebabkan pembusukan batang dan menyebabkan kegagalan budidaya buah naga.

Buah naga adalah salah satu buah lezat yang banyak diminati. Tentunya, proses budidaya buah naga dapat dilakukan dengan mengetahui syarat tumbuh dari tanaman ini. Setelah itu, anda dapat mencoba tahapan budidaya sebagaimana ulasan di atas. Proses budidaya tanaman ini dapat dilakukan dengan mudah dan praktis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *