Tuai Hasil Yang Melimpah, Berikut Cara Budidaya Cabe Rawit Dengan Mudah

Cara Budidaya Cabe Rawit – Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan salah satu bumbu favorit orang Indonesia ini. Sebagaimana rempah-rempah, cabai atau cabe ini juga berhasil menciptakan cita rasa yang dapat menggoyang lidah. Tak ayal jika beberapa kali harga cabai kerap melambung tinggi. Oleh karena itu, anda bisa menyimak cara budidaya cabe rawit untuk peroleh keuntungan yang melimpah.

Budidaya Cabe Rawit

Cara Memilih Bibit Cabai Rawit Berkualitas

Memilih bibit berkualitas adalah cikal bakal untuk menumbuhkan cabai unggulan. Tentunya, hal ini juga dapat menjadi salah satu hal yang menyebabkan panen anda dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Dalam pemilihan ini, anda tentu membutuhkan ketelitian khusus agar bisa menemukan bibit cabai berkualitas unggulan.

Cara mendapatkan bibit berkualitas ini pun dapat dilakukan dengan mengambil 2 alternatif pilihan. Pasalnya, anda dapat melakukan pembibitan sendiri dengan memilih indukan berkualitas maupun membeli bibit cabai yang telah dihadirkan di pasaran. Tentunya, pembelian bibit di pasaran juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Dalam hal ini, anda bisa memilih toko online atau offline yang bisa dipercaya. Jika anda memilih toko offline, pastikan jika toko tersebut memiliki kualitas yang baik. Hal ini tentu lebih mudah dibuktikan karena anda bisa melihat jenis tanaman yang lainnya. Selain itu, anda juga bisa menanyakan kepada seseorang yang pernah membeli bibit di toko tersebut terkait kualitasnya.

Begitu pula, memilih bibit unggulan dengan membelinya di toko online juga dapat dilakukan. Anda bahkan bisa memilih toko dengan testimoni pelanggan yang baik. Pemilihan ini bahkan dapat dilakukan dengan cara mencari tahu aktivitas toko tersebut. Tentunya, melihat toko online dengan praktik pertanian dengan menyediakan jasa konsultasi sangat direkomendasikan bagi anda.

Tak hanya itu, memilih bibit cabai rawit unggulan juga dapat anda lakukan sendiri dengan menentukan jenis indukan cabai yang berkualitas. Cabai pada masa panen ke tiga ke atas dengan kondisi sehat dan kuat termasuk salah satu ciri indukan berkualitas. Kemudian, anda juga bisa memilih salah satu buah cabai yang sempurna untuk memperoleh bibit unggul.

Cara budidaya cabe rawit dapat dilakukan dengan membuat bibit sebelum ditanam. Dalam hal ini, anda dapat melakukan pengeringan cabai terlebih dahulu. Lalu, pemisahan bibit dapat dilakukan dengan membelah buah tersebut secara membujur pada kulit buah. Pada tahapan ini anda dapat memisahkan biji cabe pada kulit maupun yang menempel pada bagian tengah.

Lazimnya, biji yang berada pada bagian tengah merupakan bibit unggulan yang harus dipilih. Sehingga biji tersebut tidak boleh terlewatkan. Selanjutnya, anda dapat melakukan perendaman biji cabe yang telah dipisahkan dari kulit dan dagingnya. Penggunaan air bersih atau campuran fungisida dalam proses perendaman tentu sangat direkomendasikan.

Biji yang telah direndam tersebut dapat menunjukkan bibit unggulan dan tidak. Pasalnya, anda bisa membuang biji cabai yang mengapung dan memilih bibit yang terendam oleh air sebagai bibit unggulan. Setelah itu, anda juga bisa melakukan penjemuran biji yang telah direndam di tempat terbuka selama 3 hari jika cuaca cerah.

Penjemuran ini bertujuan untuk menghasilkan proses dormansi agar bibit bisa digunakan hingga 2 tahun. Tentunya, anda perlu memperhatikan kadar air pada biji cabai ini hingga benar-benar mongering. Penjemuran bahkan dapat berlangsung hingga 4 sampai 6 hari ketika kondisi cuaca sedang tidak cerah. Begitu pula, anda juga perlu menyelamatkan biji tersebut dari kondisi hujan.

cara budidaya cabe rawit

Cara Menanam Cabai Rawit

Lakukan Penyemaian

Proses penyemaian adalah penumbuhan biji cabai menjadi bekal tanaman atau bisa juga disebut sebagai perkecambahan. Persiapan media penyemaian dan wadah atau tempat untuk menyemai tentu perlu dipersiapkan dengan matang ketika melakukan tahapan ini. Anda bahkan dapat memilih tray semai maupun memanfaatkan tempat bekas sebagai tempat penyemaian.

Selanjutnya, anda juga perlu menyiapkan media semai agar bibit cabai dapat tumbuh dengan optimal. Pasalnya, campuran media semai seperti tanah, arang sekam, pupuk kandang dan cocopeat dapat dilakukan untuk menghasilkan tanah yang gembur. Anda bahkan dapat menemukan berbagai jenis media tersebut dengan mudah di toko pertanian.

Untuk menghasilkan tanah yang gembur, anda dapat mengayak tanah kering dan halus. Kemudian, campurkan tanah ayakan tersebut dengan pupuk kandang, arang sekam maupun cocopeat. Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam tray semai maupun polybag kecil yang sudah disiapkan.

Dalam proses penyemaian ini, anda bisa melakukan penanaman langsung pada media semai yang telah disiapkan maupun melakukan perkecambahan terlebih dahulu. Perkecambahan dapat dilakukan dengan cara menaruh bibit cabai yang sudah siap pada kertas atau kain lembab selama 1 hari hingga tumbuh kecambah.

Begitu pula, anda juga dapat langsung memiliki bibit kecambah dengan menanamnya pada media semai. Anda bahkan hanya perlu memberi lubang tanah pada tray semai yang tidak terlalu dalam. Selanjutnya, masukkan bibit pada lubang tersebut dan tutup kembali. Setelah itu, anda dapat menyiram bibit seperlunya menggunakan botol spray berisi air bersih.

Penanaman bibit ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan ketika sore hari. Pasalnya, bibit tidak akan kaget karena memiliki proses adaptasi dengan tanah dan tidak terkena matahari secara langsung. Jika anda sudah melakukan penyemaian, tunggu bibit hingga tumbuh dengan 2 daun. Pasalnya, pertumbuhan bisa seringkali dapat terjadi dalam kurun waktu 7 hari.

Pertumbuhan pada masa penyemaian sebaiknya selalu diperhatikan. Anda bahkan perlu menyiram tanaman ini untuk menjaga kelembaban tanah di pagi hari maupun sore hari. Selain itu, anda juga dapat melakukan penyulaman ketika terdapat beberapa bibit yang tidak tumbuh. Penyulaman ini dapat diartikan sebagai pergantian bibit baru untuk memperoleh hasil unggulan.

Proses penyemaian hingga pindah tanam bisanya dapat dilakukan ketika anda sudah menemukan cabai berdaun 8 atau dalam kurun waktu 5-6 minggu. Tentunya, pemeliharaan tanaman juga dapat dilakukan dengan mengamati pertumbuhan daun. Anda bahkan bisa mengamati lingkungan sekitar untuk mengantisipasi datangnya hama yang mengganggu.

budidaya cabe rawit dalam polybag pdf

Lakukan Pindah Tanam Ke Lahan Yang Lebih Besar

Pindah tanam juga termasuk salah satu cara budidaya cabe rawit yang baik dan harus diperhatikan. Pindah tanam dapat dilakukan pada lahan yang telah disiapkan maupun memindahkan tanaman ini ke polybag yang lebih besar. Dalam hal ini, anda bisa memilih jenis polybag berdiameter 30 cm untuk setiap 1 tanaman.

Hal yang harus diingat dalam proses ini adalah menggunakan tanah yang gembur. Jika anda menginginkan pemindahan tanaman cabai pada lahan pertanian, maka anda bisa menggemburkan tanah tersebut dengan cara mencangkulnya. Tentunya, proses pemindahan ini juga harus dilakukan secara hati-hati agar tidak ada tanaman yang mati.

Begitu pula, anda juga bisa memilih polybag yang besar dengan memberinya campuran media tanam. Penggunaan tanah, bubuk kandang dan sekam dapat dilakukan dengan menghadirkan jumlah perbandingan 3:2:1. Setelah pemindahan selesai, anda perlu melakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban akar tanaman.

Perawatan Cabai

Proses perawatan cabai merupakan hal yang lebih sulit daripada yang dibayangkan. Cara budidaya cabe rawit pada tahapan ini memerlukan perhatian khusus untuk mempertahankan kualitas pohon. Anda bahkan dapat melakukan penyiraman, pemupukan dan pembasmian hama jika menginginkan hasil panen yang berkualitas.

Berbeda dari masa penyemaian, perawatan ini memerlukan pemahaman khusus untuk menjaga kesegaran tanaman. Anda bahkan dapat melakukan penyiraman dengan air secukupnya. Begitu pula, anda juga harus bisa menjaga tanaman ini agar tidak banyak menyerap air hujan. Tentunya, penggunaan plastik hitam perak (PHP) sebanyak 85% dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Tak hanya pada masa penyemaian, anda juga harus selalu melakukan pengecekan ketika tambah mulai tumbuh besar. Anda bahkan dapat mencabut tanaman rumput yang hidup disekitar cabai rawit ini. Pasalnya, tanaman tersebut dapat menyerap nutrisi tanaman dan menghambat pertumbuhan cabai rawit.

Pertumbuhan cabai yang semakin tinggi juga sering menyebabkan pertumbuhan tunas baru pada batangnya. Tunas yang banyak ini biasanya dapat memiliki daun dan tangkai untuk pertumbuhan buah cabai. Namun, anda sebaiknya memangkas beberapa tunas tersebut untuk menjaga kestabilan tumbuhan agar bisa berdiri dengan kokoh.

Selain itu, anda juga bisa memasang sangga pada batang cabai ketika tanaman sudah mencapai tinggi 20 cm hingga 25 cm. Penyangga ini berfungsi untuk menjaga kekuatan batang tumbuhan agar tidak mudah roboh. Pasalnya, tanaman cabai yang roboh akan mudah mati karena cepat mengalami pembusukan pada daun dan batang.

Hal lain yang tak kalah penting harus diperhatikan adalah kondisi daun tanaman cabai. Daun biasanya menjadi salah satu komponen utama yang sangat disukai oleh hama. Tentunya, banyaknya hama yang menyerang tanaman ini dapat mempengaruhi hasil panen yang kurang berkualitas. Beberapa tanaman yang diserang hama bahkan bisa gagal panen atau mati.

Menghadapi kondisi tersebut, anda dapat menghilangkan hama tersebut dengan pupuk organik. Penggunaan campuran air dan bawang dapat menjadi salah satu alternatif dalam menghilangkan hewan yang menjadi hama setiap tanaman. Selain itu, anda juga dapat memberikan pupuk kompos yang dicampurkan pada tanah untuk menambah kesuburan.

analisa budidaya cabe rawit

Masa Panen Yang Tepat

Masa panen adalah hal yang sangat ditunggu para petani. Masa panen bahkan dapat menunjukkan keberhasilan setelah mempraktikkan cara budidaya cabe rawit yang benar. Dalam hal ini, cabai rawit biasanya akan berbuah ketika telah mencapai umur 2,5 bulan hingga 3 bulan. Tanaman ini bahkan dapat panen selama 6 bulan dan berlangsung hingga 15 sampai 18 kali.

Proses pemanenan ini juga dapat dilakukan dengan cara menyortir cabai yang berkualitas dan terkena penyakit. Jika anda menemukan buah cabai rawit yang rusak, sebaiknya segera dipetik dan dipisahkan. Pasalnya, buah rusak yang dibiarkan tersebut dapat mempengaruhi kondisi cabai rawit yang lainnya.

Kendati demikian, jumlah panen cabai rawit ini pada dasarnya sangat ditentukan dengan kondisi tanaman di lapangan. Dalam melakukan kegiatan panen yang baik, anda sebaiknya memetik buah cabai pada pagi hari setelah ada sinar matahari. Pemetikan ini pun sebaiknya dilakukan dengan mengambil batang buah agar tidak merusak ranting dan percabangan tanaman.

Selain itu, anda juga bisa memilih jenis cabai yang sudah masak saja untuk dipanen. Pemilihan cabai merah atau hijau merah biasanya sangat diminati di pasaran. Meski demikian, anda juga dapat bekerjasama dengan pedagang atau pengepul ketika proses panen. Tentunya, memberikan hasil panen terbaik sesuai dengan permintaan dapat menghasilkan kepercayaan dan keuntungan.

Beberapa Jenis Hama Yang Terdapat Pada Tanaman Cabai Rawit

Thrips

Hama yang satu ini seringkali menyerang daun yang masih muda. Pasalnya, thrips akan menghisap cairan pada permukaan bawah daun dan menghasilkan bercak perak pada daun. Daun yang telah terserang hama ini biasanya akan mulai berubah warna menjadi coklat. Setelah itu, tunas tanaman juga akan menggulung, daun berkeriput hingga akhirnya mati.

Lalat Buah

Lalat buah seringkali menyerang bagian buah cabai yang masih muda hingga yang sudah masak. Beberapa tanaman yang terserang jenis hama ini biasanya ditandai dengan warna titik hitam pada buah. Hal ini karena lalat buah tersebut akan bertelur dan dimasukkan pada cabai rawit untuk merusak kualitasnya.

Setelah itu, telur yang ada di dalam buah tersebut juga akan berkembang menjadi larva. Akibatnya, buah cabai rawit yang terkena hama ini biasanya akan berubah warna menjadi kuning dan tampak layu. Buah yang dibiarkan pada tangkai tersebut bahkan akan membusuk dan jatuh ke tanah. Begitu pula, hama ini juga dapat menular ke yang lain jika tidak dipisahkan.

Kutu Kebul

Mengetahui jenis hama yang satu ini juga dapat membantu anda dalam mempraktikkan cara budidaya cabe rawit yang baik. Pasalnya, hama yang satu ini biasanya akan menginfeksi semua daun dan menghambat pertumbuhan cabai. Untuk mengetahui jenis hama ini, anda dapat melihat gejala bercak nekrotik pada daun karena hama ini telah merusak sel dan jaringan daun.

Kutu kebul ini bahkan juga dapat menimbulkan serangan jamur jelaga berwarna hitam. Hama ini bahkan dapat mengganggu proses fotosintesis pada tanaman. Parahnya lagi, kutu kebul juga dapat menyerang tanaman secara luas dengan waktu yang sangat singkat. Anda dapat memanfaatkan pestisida selektif jika cabai rawit terserang hama ini.

Kutu Daun Persik

Hama yang satu ini juga dapat menyebabkan daun cabai rawit menjadi keriting. Kutu daun persik biasanya menginfeksi permukaan daun bagian bawah dan mengisap cairan yang terkandung dalam daun. Tanaman dengan masalah ini juga sering memiliki warna daun yang berubah menjadi kuning, layu dan mati. Anda juga dapat mengamati kutu bergerombol pada masalah ini.

Kutu Daun

Tak jauh berbeda, kutu daun juga menginfeksi pucuk tanaman atau daun muda dan membuatnya menjadi mengkerut dan mengeriting. Hama ini bahkan bisa mengeluarkan embun madu untuk menarik semut dan membuat kualitas buah menurun. Selain itu, hama yang satu ini juga sangat mudah menyerang ketika musim kemarau.

Tungau

Tungau juga menghadirkan masalah tanaman pada daun. Lazimnya, hama ini juga dapat menyerap cairan tanaman dan membuatnya menjadi abnormal. Anda bahkan dapat menemui tunas dan bunga pada tanaman yang diserang hama ini berguguran. Selain itu, daun cabai rawit juga dapat menjadi kaku, menyusut hingga kering. Bahkan, hama ini sering menyerang bersama thrips dan kutu daun.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam budidaya cabai rawit dan memperoleh hasil yang memuaskan. Proses kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara memilih bibit unggul dan melakukan perawatan yang berkala. Tentunya, anda juga harus mewaspadai hama yang dapat menyerang tanaman untuk mengantisipasi kegagalan panen.

3 tanggapan pada “Tuai Hasil Yang Melimpah, Berikut Cara Budidaya Cabe Rawit Dengan Mudah”

  1. Artikel yang cukup lengkap kebetulan saya juga nanem cabai di belakang rumah sering juga ada tanda2 hama seperti itu semoga bisa membantu terimakasih solusinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *