Ingin Dapatkan Keuntungan Melimpah dari Cara Budidaya Cacing Sutra? Yuk Cek Disini!

Cara Budidaya Cacing Sutra – Cacing sutra masuk ke dalam deretan cacing yang dicari banyak orang, lantaran kandungan gizinya yang cukup tinggi. Tidak sedikit orang memanfaatkan cacing ini sebagai bahan baku pakan ternak dan anak ikan. Jadi tak heran jika orang yang membudidayakannya kerap meraup keuntungan berlimpah. Bila ingin seperti itu, cobalah perhatikan cara budidaya cacing sutra berikut.

Budidaya Cacing Sutra

Menyiapkan Media Untuk Budidaya Cacing Sutra

Budidaya dengan Media Lumpur

Lumpur yang digunakan disini memiliki kegunaan sebagai media untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan cacing sutra. Selain itu, media ini pun memberikan daya dukung dan produktivitas yang baik pada produksi pakan alami. Untuk bisa mendapatkannya, anda harus membuat media budidaya dengan beberapa cara sederhana.

Pertama tama, siapkan terlebih dahulu lumpur halus yang telah ditiriskan sebelumnya selama 24 jam. Masukkan lumpur halus tersebut ke dalam bak kultur berukuran 2 x 1 x 0,5 meter. Biasanya lumpur halus yang dimasukkan tersebut telah dicampur dengan pupuk kandang dan dedak padi halus atau bekatul, dengan perbandingan 2 : 1 : 0 dan tinggi medianya kurang lebih 10 hingga 15 sentimeter.

Bekatul yang digunakan tersebut telah melalui proses fermentasi menggunakan Effective Microorganisme atau EM4. Yakni encerkan EM4 sebanyak 25 mililiter ke dalam ember berisi 5 liter air, lalu aduk rata dengan menggunakan sendok plastik. Setelah itu, masukkan bekatul berukuran 12,5 kilogram ke dalam ember dan aduk hingga tercampur rata.

Baru kemudian, bekatul difermentasikan dengan cara disimpan dan ditutup rapat. Biarkan bekatul difermentasi selama tiga hari. Bila proses ini telah selesai, campurkan bekatul dengan lumpur halus, pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 25 kilogram. Campur semua bahan tersebut hingga merata dan tambahkan larutan probiotik dengan cara disiram secara merata.

Langkah terakhir yakni masukkan air setinggi 7 hingga 10 sentimeter di permukaan substrat. Usai itu, media tersebut diamkan selama 4 hingga 5 hari agar terjadi dekomposisi bahan media. Proses pendiaman tersebut lazimnya dibarengi dengan tahap penebaran bibit cacing. Upayakan benih tersebut ditebarkan secara merata ke seluruh permukaan media.

Perlu diingat, jika lumpur yang digunakan dalam media budidaya ini haruslah berasal dari area persawahan. Yang mana lumpur tersebut tidak mengandung logam yang bisa membahayakan kehidupan cacing. Bila telah ditaruh di dalam wadah, lumpur pun tetap diberikan aliran air secara baik. Air tersebut berperan penting untuk menjaga kelembaban lumpur demi perkembangan cacing.

cara budidaya cacing sutra

Budidaya Tanpa Media Lumpur

Bisa dikatakan jika budidaya tanpa gunakan lumpur sebagai medianya merupakan inovasi terbaru yang kini mulai dicoba oleh para peternak. Hal ini lantaran media satu ini bisa dipersiapkan lebih mudah dan hasil yang didapatkan pun tak kalah berkualitasnya dengan media lumpur. Jadi tak heran jika cara ini digemari oleh banyak orang terutama peternak cacing.

Anda hanya perlu menyiapkan wadah yang cocok, misalnya nampan. Upayakan nampan yang akan digunakan berasal dari bahan plastik agar lebih ringan jika dipindahkan. Pastikan pula nampan berukuran cukup besar. Jangan hanya siapkan satu buah saja, jika perlu anda harus menyiapkan nampan dalam jumlah yang cukup banyak untuk tempat perkembangan cacing.

Cara budidaya cacing sutra selanjutnya yakni menyusun nampan dengan rapi, lalu siapkan air bersih. Pastikan air yang akan diberikan tersebut mengalir dengan baik agar cacing bisa berkembang biak dengan baik. Caranya yakni letakkan selang atau saluran air pada nampan di posisi paling atas. Alhasil, air akan terus mengalir dari nampan atas ke bawahnya.

Selain nampan, anda pun bisa membuat sebuah kolam yang mana digunakan sebagai media budidaya. Kolam yang akan dibuat tersebut haruslah menyerupai kubangan lumpur yang berukuran 1 x 2 meter. Kemudian lengkapi dengan saluran pembuangan dan pemasukan air. Adanya saluran tersebut berguna agar air di dalam kolam bisa diganti setiap harinya.

Proses Pembibitan dan Penebaran Benih Cacing Sutra

Sebelum memulai melakukan budidaya cacing sutra, alangkah baiknya jika memilih benih yang berkualitas tinggi terlebih dahulu. Biasanya benih yang digunakan untuk ternak berasal dari alam, lebih tepatnya di sungai, selokan, ataupun parit yang memiliki kandungan bahan organik. Atau dengan memilih benih yang berasal dari hasil budidaya yang dilakukan orang lain.

Bila anda memilih mencari cacing yang termasuk ke dalam kelas Oligochaeta ini langsung dari alamnya, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pilihlah benih yang memiliki kualitas terbaik yakni dengan menengok apakah benih menyerupai gumpalan rambut yang bergerak cepat atau tidak. Lalu pisahkan gumpalan tersebut dari cacing sutra lainnya.

Pindahkan semua cacing sutra yang didapatkan tersebut ke dalam wadah yang telah diisi air sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan benih dari adanya bakteri atau logam berbahaya. Selanjutnya simpan benih tersebut ke dalam wadah berisi air selama dua hingga tiga hari. Pastikan pula kuantitas air di dalam wadah tidak terlalu banyak dan selalu bersih.

Kadar oksigen di dalam air tersebut pun pastikan cukup dan tidak kekurangan. Bila dirasa kurang kadarnya, pasanglah aerator untuk menambah oksigen di dalam air. Jika semua hal yang telah disebutkan ini dilakukan, maka bisa dipastikan jika benih tersebut akan tumbuh dengan baik. Bukan hanya ini saja, ada beberapa penanganan khusus lainnya yang tidak jauh beda.

Hanya saja terdapat beberapa hal yang berbeda dan membuat penanganannya bisa membuahkan hasil yang memuaskan. Untuk itu, cobalah anda menciptakan media yang sama dengan habitat aslinya. Yakni dengan mengusahakan menyiapkan media atau wadah benih berada pada air yang mengalir, supaya cacing bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama dan tetap segar.

Benih atau bibit yang baru didapatkan baik dari alam bebas atau hasil budidaya harus dikarantina terlebih dahulu. Tahap karantina yang pertama yakni membersihkan cacing sutra dari lumpur yang melekat. Setelah dibersihkan, letakkan cacing di dalam wadah atau nampan atau bak yang telah terisi air dengan debit rendah dalam kondisi terbuka.

Jangan sampai air di dalam wadah tersebut berhenti mengalir, karena hal tersebut akan menyebabkan cara budidaya cacing sutra gagal karena kematian. Diamkan cacing di dalam wadah selama 8 hingga 12 jam. Usai itu, buang seluruh sisa lumpur atau kotoran yang terbawa oleh cacing. Biasanya lumpur atau kotoran tersebut mengendap di bawah koloni cacing sutra.

Berikutnya pindahkan cacing ke dalam wadah lainnya yang telah diberikan air bersih dan terbebas dari lumpur atau kotoran. Begitu pula dengan wadah ini, yang mana harus diberikan air mengalir. Biarkan cacing berada di dalam wadah selama 1 jam, baru kemudian ditebar ke dalam wadah budidaya yang telah disiapkan sebelumnya.

Penebaran satu ini menandakan jika proses karantina yang dilakukan oleh cacing telah selesai. Proses karantina sangat perlu dilakukan terutama jika berasal dari alam bebas. Hal ini bertujuan agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa berkembang dengan baik. Perlakuan karantina pun akan membuat cacing memiliki kondisi prima dan terhindar dari risiko bakteri serta parasit.

Sebelum benih ditebarkan ke dalam wadah, pastikan anda memperhatikan bagaimana aliran airnya. Pasalnya, aliran air di dalam media atau wadah harus tetap stabil dengan debit yang tidak terlalu besar. Tetapi aliran tersebut cukup untuk menggantikan air yang meresap ke dalam media ataupun menguap. Fungsi aliran pun untuk sediakan pasokan oksigen yang dibutuhkan cacing.

Upayakan agar air tersebut tidak menggerus media. Karena media yang tergerus bisa mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan koloni cacing sutra. Bahkan pupuk atau pakan lainnya yang diperuntukkan cacing pun nantinya ikut hanyut bersama aliran air. Sehingga membuat cacing akan kelaparan karena kehabisan makanan.

Bukan perkara aliran air semata, kadar amonia yang terkandung di dalam air pun harus dipastikan dengan baik. Biasanya amonia tersebut berasal dari kotoran ayam. Bila amonia di dalam air tinggi, dikhawatirkan hal tersebut akan menghambat pertumbuhan cacing. Bahkan ada kalanya meningkatnya kadar amonia menyebabkan cacing mati.

cara budidaya cacing sutra tanpa air mengalir

Pemindahan Benih Cacing Sutra

Setelah benih cacing disimpan di dalam wadah selama beberapa hari, selanjutnya pindahkan ke dalam media budidaya. Layaknya ternak lainnya, cacing sutra juga termasuk ke dalam hewan yang mudah stres. Untuk itu, diperlukan kehati hatian dalam pemindahannya. Anda pun harus melakukannya secara perlahan dan lembut agar mereka bisa menyesuaikan dengan baik.

Cobalah menggunakan alat seperti sendok atau jaring ikan yang berukuran kecil sebagai tahap pemindahan dalam cara budidaya cacing sutra. Upayakan tidak gunakan tangan secara langsung saat memindahkannya. Hal ini lantaran suhu tangan manusia tidak sesuai dengan tubuh cacing sehingga bisa menyebabkan kegagalan budidaya cacing sutra.

Pemindahan pun harus dilakukan secara cepat, supaya cacing tidak stres. Jadi pastikan antara wadah pembenihan atau pembibitan dan wadah budidaya berada dalam jarak yang cukup dekat. Karena jika mereka berada dalam jarak yang cukup jauh, tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama selama perjalanan pemindahannya.

Perawatan Cacing Sutra

Bila proses pemindahan telah berhasil dilakukan, maka langkah selanjutnya yakni perawatan. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, jika cacing yang biasa disebut dengan cacing rambut ini dalam proses pengembangbiakannya diperlukan penanganan khusus. Tentunya hal satu ini supaya cacing yang mengandung nutrisi banyak ini bisa tumbuh dengan baik.

Dimana tahapan perawatan tersebut meliputi beberapa hal. Pertama, memastikan media budidaya baik itu lumpur maupun air selalu dialiri air. Namun air yang dialirkan tersebut harus berada pada kisaran 0,01 liter per detik pada ketinggian 10 hingga 15 sentimeter. Debit air yang cukup tersebut memungkinkan aliran oksigen tetap terjaga baik di dalam air.

Bukan hanya itu saja, sebagai peternak handal, anda pun harus mengusahakan supaya media budidaya tetap bersih dan tidak tercemari oleh berbagai bahan kimia. Salah satunya amonia, yang biasanya berasal dari kotoran ayam. Yang mana kadar amonia yang tinggi dalam media budidaya dapat menyebabkan cacing alami kematian dan membuat ternak tidak berhasil.

cara budidaya cacing sutra di ember

Memberikan Makanan Untuk Cacing Sutra

Dalam tahapan perawatan dan pembesaran cacing, ada salah satu hal yang tidak bisa dilewatkan yakni memberikan makanan. Agar cacing bisa tumbuh dengan baik, ada baiknya pakan diberikan secara rutin dan teratur. Makanan yang paling sering diberikan kepada cacing untuk tumbuh kembangnya yakni ampas tahu yang telah difermentasi terlebih dahulu.

Proses fermentasi tersebut bertujuan agar kandungan nutrisi dalam ampas tahu semakin meningkat. Adapun proses fermentasinya yakni ampas tahu dimasukkan ke dalam tong pakan dengan kapasitas 200 liter. Berikutnya larutkan probiotik sebanyak 200 mililiter ke dalam air bersih sebanyak 5 liter. Larutan probiotik tersebut masukkan ke dalam tong yang berisi ampas tahu.

Kemudian aduk semuanya hingga merata, baru ditutup rapat. Biarkan larutan dan ampas tahu tersebut menjalani masa fermentasi minimal 3 hari. Bila cara budidaya cacing sutra ini telah mencapai 3 hari, maka ampas tahu bisa diberikan pada cacing dengan beberapa prosedur. Pertama yakni air masuk atau inlet ditutup atau dihentikan selama pemberian pakan dan biarkan 10 hingga 15 menit.

Setelah itu, air bisa dialirkan kembali dengan debit yang rendah agar pakan tidak hanyut karena aliran air. Pemberian pakan berupa ampas tahu disini bisa dilakukan dengan cara menebar secara merata di permukaan media kultur. Dosis pemberian pun harus sekitar 2 kilogram per meter persegi dengan frekuensi pemberiannya sekali dalam sehari.

Masa Panen Cacing Sutra

Cacing sutra yang siap untuk dipanen biasanya telah memasuki usia 70 hingga 75 hari setelah proses pemindahan. Selama pemanenan, diharapkan anda melakukannya dengan hati hati mengingat cacing sangat mudah stres. Anda pun harus menggunakan trik khusus dalam proses pemanenan cacing sutra ini. Yakni pertama tama tutup nampan atau media lainnya dengan kain warna gelap.

Tunggu sekitar 5 hingga 6 jam, lalu siapkan jaring ikan berukuran kecil dan sebuah wadah khusus. Yang mana wadah tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan hasil panen cacing sutra. Bila telah sampai 5 atau 6 jam, bukalah kain penutup tersebut dari nampan. Setelah dibuka, cacing akan bergerombol pada permukaan air.

Ambillah gerombolan cacing tersebut menggunakan jaring ikan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian taruh ke dalam wadah kering. Upayakan proses pemanenan ini berlangsung cepat, agar cacing tidak merasa stres. Biasanya, cacing sutra yang dihasilkan dengan menggunakan media nampan berkisar 100 hingga 150 mililiter.

budidaya cacing sutra tanpa lumpur

Penanggulangan Hama pada Budidaya Cacing Sutra

Dalam proses pembudidayaan, pastinya tidak semua bisa berjalan dengan lancar. Pasalnya, ada kalanya cacing terserang hama yang menyebabkan ternak tidak berhasil. Salah satu hama yang kerap menyerang cacing tanah yakni keong lumpur. Bila anda menggunakan media lumpur untuk membudidayakan cacing, maka terkadang keong ikut menghampiri dan merusak segalanya.

Untuk itu, sebagai penanggulangannya, anda bisa melakukan pergantian media selama tiga bulan sekali. Atau diganti ketika telah timbul beberapa tanda yang menunjukkan keberadaan hama. Selain keong lumpur, terdapat hama lainnya yang menyebabkan kegagalan dalam budidaya cacing sutra yakni katak daun. Terlebih lagi, katak daun sangat menyukai cacing sutra.

Satu satunya cara menghindari katak daun, yakni dengan memilih lokasi yang sekiranya jauh dari perairan seperti sungai atau persawahan. Upayakan juga tempat budidaya tidak jauh dari hunian, agar anda bisa memantau perkembangan cacing dengan baik. Hal ini juga bertujuan mengawasi jikalau ada hama menyerang dan menyebabkan cara budidaya cacing sutra gagal.

Budidaya cacing sutra memang terkadang dianggap remeh oleh sebagian besar orang lantaran profit yang masih kabur. Namun siapa sangka, kini keberadaan cacing sutra semakin banyak dicari lantaran kandungan nutrisi yang dimilikinya. Selain digunakan sebagai pakan hewan ternak, cacing ini pun kerap dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan kosmetik.

4 tanggapan pada “Ingin Dapatkan Keuntungan Melimpah dari Cara Budidaya Cacing Sutra? Yuk Cek Disini!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *