Panduan Mudah Cara Budidaya Ikan Gabus Untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Gabus – Mungkin banyak yang beranggapan jika memelihara ikan gabus untuk dijadikan lahan usaha tidak sepopuler jenis ikan tawar lainnya. Namun siapa sangka, ternyata tidak sedikit orang telah membuktikan jika ikan gabus memiliki daya jual dan untung yang sangat melimpah seperti nila, bandeng, dan lele. Untuk itu, perhatikan cara budidaya ikan gabus untuk pemula berikut ini.

budidaya ikan gabus

Menentukan Kolam Untuk Ternak Ikan Gabus

Kolam Terpal

Layaknya budidaya ikan tawar pada umumnya, ternak gabus pun bisa dilakukan dengan media terpal. Bahkan untuk saat ini, kolam terpal sedang naik daun lantaran kegunaannya yang terbilang cukup praktis. Banyak pula peternak yang mulai menggunakan kolam terpal sebagai wadah pembesaran ataupun pemijahan untuk ikan yang dipeliharanya.

Keunggulan yang bisa didapatkan ketika menggunakan kolam terpal yakni minimnya lumpur sehingga akan memudahkan peternak ketika masa panen ikan tiba. Bahkan prosesnya pun bisa berlangsung menjadi lebih cepat. Lalu kolam terpal pun menjadi pilihan yang paling tepat untuk wilayah yang sulit mendapatkan air. Hal ini lantaran daya tampung terpal anti bocor.

Hebatnya lagi, kolam terpal pun terkenal akan anti hamanya. Yang mana kebersihannya bisa dijaga dengan baik sehingga terhindar dari segala hama. Kolam terpal juga tidak menciptakan aroma yang busuk ataupun amis. Pasalnya, terpal jarang ditumbuhi oleh lumut ataupun berbagai bakteri jahat lainnya yang menyebabkan aroma tidak sedap.

Agar ikan gabus bisa hidup dengan baik, maka suhu air kolam pun harus terjaga dengan baik. Itulah kehebatan dari kolam terpal, yang mampu menahan fluktuasi air karena alas sekam di dasar kolam. Dengan begitu, perkembangan dan pertumbuhan ikan gabus bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan benih yang berkualitas tinggi.

cara budidaya ikan gabus

Kolam Tanah

Kolam tanah memang terkenal sebagai media yang cukup tradisional. Pasalnya, kolam satu ini menggunakan media langsung berupa tanah. Sehingga pembuatannya pun terbilang mudah, yakni menggali tanah yang permukaannya datar hingga mencapai kedalaman khusus. Hasil galian tersebut kemudian ditumpuk di tepian kolam agar ketinggian kolam semakin bertambah.

Karena pembuatannya yang sederhana tersebut, membuat kolam tanah ini lebih praktis dan irit ongkos. Bukan hanya itu saja, peternak pun akan hemat air karena menggunakan aliran langsung dari sungai ataupun sumber air alami lainnya. Ikan gabus pun bisa mendapatkan pakan lebih alami, maksudnya air yang dialirkan tersebut biasanya mengandung plankton sehat untuk ikan gabus.

Perairan yang dihasilkan di dalam kolam tanah pun akan semakin subur. Hal ini bisa didapatkan jika proses pengerjaannya dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Namun, pupuk yang digunakan harap tidak berlebihan. Sehingga nantinya hasil ikan yang diperoleh pun akan semakin berkualitas. Alhasil, harga ikan gabus akan melonjak tinggi dan menguntungkan peternak.

Kolam Beton

Tidak jauh beda dengan kolam tanah, hanya saja kolam beton ini dinding dan dasarnya telah diplester menggunakan semen. Untuk itu, pembuatannya pun terbilang cukup sulit jika dibandingkan dengan dua media sebelumnya. Dalam proses pembuatannya, pengeringan menjadi tahap yang membutuhkan waktu lebih lama dan panjang.

Begitu pula untuk perawatannya, yang tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan. Meski begitu, cara budidaya ikan gabus dengan kolam beton ternyata menyimpan keunggulan. Yakni ikan gabus yang berada di dalam kolam tidak akan berbau lumpur layaknya di kolam tanah. Jika kolam telah kotor, anda bisa membersihkannya dengan mudah.

Kolam beton pun memudahkan peternak untuk menangkap ikan gabus jika masa panen telah tiba. Air di dalam kolam beton juga tidak akan mudah berlumpur ataupun tercemar oleh tanah, sehingga terawat dengan baik. Hasil ikan gabus tentunya akan lebih berkualitas. Karena dibuat menggunakan semen, kolam beton bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Memilih Indukan Ikan Gabus

Selain memperhatikan kolam sebagai media ternaknya, indukan pun berperan penting demi menghasilkan benih berkualitas tinggi. Untuk itu, pastikan anda telah memilih indukan manakah yang mampu melahirkan benih ikan gabus terbaik. Namun sebelumnya, anda harus bisa membedakan antara gabus jantan dan betina agar kelak pada proses pemijahan tidak tertukar.

Bila dilihat dari penampilannya, secara umum gabus jantan dan betina sangat mudah untuk dibedakan. Yang mana gabus betina cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan gabus jantan. Biasanya tubuh gabus betina akan ditandai dengan bentuk kepalanya yang membulat dan warna tubuhnya lebih terang.

budidaya ikan gabus pdf

Sedangkan ikan jantan, kepalanya sedikit lebih lonjong dengan warna tubuh yang lebih gelap. Bila ingin digunakan sebagai indukan, anda harus memilih ikan gabus manakah yang telah mencapai matang gonad. Induk gabus antara jantan dan betina yang telah matang gonad, tubuhnya akan berukuran sekitar 150 hingga 185 milimeter.

Induk jantan yang sudah matang pun bisa ditengok dari adanya titik di lubang kelaminnya. Warna tubuhnya pun agak kemerahan, dan jika ditekan secara lembut di bagian perutnya akan keluar cairan bening. Sementara genital gabus betina berukuran lebih besar dan akan mengeluarkan telur telur kecil jika ditekan secara perlahan di bagian perutnya.

Proses Pemijahan Ikan Gabus

Pemijahan kerap dijadikan tahapan paling penting demi mendapatkan benih ikan berkualitas. Dimana pemijahan sendiri merupakan pelepasan sperma pada telur ikan sehingga menghasilkan pembuahan. Sebetulnya, proses pemijahan ini bisa dilakukan secara alami ataupun buatan oleh peternak. Anda cukup mengetahui cara yang tepat untuk melakukannya.

Pertama tama, siapkan indukan jantan dan betina sekitar 20 hingga 30 ekor di dalam satu kolam khusus dengan ukuran cukup luas. Upayakan kolam yang digunakan dalam cara budidaya ikan gabus tersebut berukuran sekitar 8 x 5 x 3 meter, agar tidak terlalu sempit. Begitupun dengan ketinggian airnya harus mencapai 60 sentimeter, supaya bisa mengalir dengan baik.

makalah budidaya ikan gabus

Agar proses pemijahan bisa dilakukan dengan nyaman, berikan tanaman eceng gondok di dalam kolam. Tanaman ini digunakan untuk menunjang kebutuhan biota dan ekosistem saat budidaya. Selama masa pemijahan pun, pastikan air dalam kolam tetap mengalir. Biasanya dalam satu kali pemijahan, induk betina mampu menghasilkan 11 ribu butir telur.

Telur yang telah dihasilkan oleh induk betina tersebut bisa diangkat dan dibawa menggunakan sekupnet halus. Kemudian biarkan telur menetas secara alami. Mereka akan menetas dalam kurun waktu kurang dari sehari. Pastikan juga kolam yang digunakan untuk penetasan berada di dalam posisi suhu 28 derakat celcius. Bila telah menetas, jangan berikan makanan terlebih dahulu.

Proses Perawatan Larva Ikan Gabus

Perawatan Saat Menginjak Usia 2 Hari

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, jika burayak atau larva ikan gabus yang baru menetas tidak boleh diberikan makanan. Hal ini lantaran, mereka masih memiliki cadangan makanan di dalam tubuhnya. Akan tetapi, makanan tersebut hanya bisa bertahan dalam waktu kurang lebih dua hari. Jika telah menginjak usia dua hari, maka anda harus memberikannya makanan.

Biasanya makanan yang bisa diberikan kepada burayak yakni artemia sebanyak tiga kali sehari. Tujuan pemberian makanan tersebut agar larva bisa tumbuh lebih cepat. Namun sebelumnya, pastikan jika larva telah dipindahkan ke dalam akuarium bening berukuran sekitar 70 x 50 x 50 sentimeter, dengan ketinggian air kira kira 50 sentimeter dan suhu air 20 hingga 23 derajat celcius.

Perawatan Saat Menginjak Usia 5 Hari

Bila burayak telah menginjak usia lima hari, pastikan mereka tetap diberikan makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Selain artemia, anda bisa menambahkan makanannya yakni daphnia. Tentunya dengan dosis yang sama. Semakin burayak tumbuh dewasa, upayakan agar ukuran kolam yang digunakan sesuai. Pasalnya jika kekecilan, akan mempengaruhi perkembangannya.

Proses Penebaran Benih Ikan Gabus

Usai telur tersebut menetas dan mulai beranjak dewasa, anda akan menjumpai berbagai rintangan. Misalnya saja air kolam yang selalu kotor, sehingga harus dibersihkan setiap saat. Suhu air pun harus tetap dijaga, upayakan tidak terlalu dingin ataupun hangat. Jika semua hal telah dilakukan, anda bisa melanjutkan cara budidaya ikan gabus dengan menebarkan benihnya.

Lakukan proses satu ini ketika burayak telah melewati usia dua minggu. Umumnya, penebaran benih gabus dilakukan pada pagi hari tatkala larva belum diberi makan. Setelah melalui proses penebaran selama dua hari, barulah larva diberikan pakan sebagaimana mestinya. Semakin baik dan sesuai porsi pakan yang diberikan, maka perkembangan gabus akan berjalan dengan baik.

budidaya ikan gabus kolam terpal

Pemberian Pakan Ikan Gabus

Artemia

Karena sebelumnya telah dijelaskan, jika artemia menjadi pakan pertama yang diberikan kepada ikan gabus yang baru menetas dari telurnya. Sebetulnya, artemia ini merupakan salah satu jenis hewan air primitif atau disebut pula sebagai udang yang berukuran sangat kecil. Biasanya artemia hidup di daerah pesisir dengan kadar garam yang cukup tinggi.

Artemia memiliki tubuh dengan ukuran yang sangat kecil dan ringan. Hanya sekitar 1 hingga 2 sm dengan berat 10 miligram per ekor. Jadi sangat cocok dijadikan sebagai pakan ikan gabus kecil. Disamping itu, kandungan proteinnya yang sangat tinggi di dalam tubuh artemia pun bisa dijadikan sebagai sumber nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan gabus.

Daphnia

Usai artemia, gabus kecil pun bisa diberikan pakan tambaha berupa daphnia atau kutu air. Tidak jauh beda dengan artemia, makanan gabus satu ini pun diklaim memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yakni sekitar 42 persen. Terlebih lagi ukuran tubuh daphnia yang sangat kecil sehingga memudahkan mulut gabus untuk menyantapnya.

Keong Sawah

Bila gabus telah beranjak dewasa, anda bisa memberikan pakan lainnya misalnya saja keong sawah. Sejatinya di habitat aslinya, makanan ikan gabus berupa ikan kecil dan keong. Untuk itu, anda bisa menggunakannya sebagai alternatif pakan paling tepat. Jika ukuran gabus masih belum terlalu besar, maka daging keong harus digiling hingga halus terlebih dahulu.

Bekicot

Meski terkadang banyak orang menyamakan antara keong sawah dan bekicot, namun pada kenyataannya keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan terutama habitatnya. Bekicot memiliki habitat di daratan, sementara keong hidupnya di perairan seperti persawahan. Tetapi, antara keduanya memiliki kandungan protein yang sangat tinggi untuk perkembangan ikan gabus.

Nasi Aking

Cara budidaya ikan gabus dalam tahap pemberian pakannya, cobalah memanfaatkan nasi aking. Pasalnya, bukan hanya doyan dengan daging, ikan gabus pun termasuk ke dalam hewan omnivora. Nasi aking sendiri merupakan nasi yang telah dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Setelah itu, direndam ke dalam air dan ditambahkan dedak lalu diberikan kepada ikan gabus.

Masa Panen Ikan Gabus

Setelah melalui proses yang lumayan panjang, di tahap akhir ini merupakan tahap yang menjadi penentu apakah ternak ikan gabus akan berhasil atau tidak. Proses pemanenan biasanya dilakukan jika telah melewati selama enam bulan lamanya. Uniknya, proses panen ikan gabus ini dilakukan secara bertahap, tidak seperti jenis ikan tawar lainnya.

budidaya ikan gabus di kolam terpal

Yang mana jenis ikan tawar lain harus dilakukan sekaligus panen demi menghindari adanya stres dan berujung pada kematian. Beda halnya dengan ikan gabus, yang memiliki daya tahan tubuh luar biasa dibandingkan dengan jenis ikan tawar pada umumnya. Berkat daya tahan tubuh tersebut, gabus bisa dipanen secara bertahap menyesuaikan permintaan pasar.

Apalagi kini ikan gabus menjadi salah satu ikan dengan tingkat pemintaan di pangsa yang sangat tinggi karena berbagai hal. Salah satunya lantaran dagingnya yang tebal dan mampu disimpan diluar kolam dalam jangka waktu yang cukup lama. Ikan gabus juga tidak akan cepat bau ataupun membusuk ketika telah dikeluarkan dari kolam dan dipasarkan.

Bila proses panen tiba, ikan yang telah dikembalikan ke dalam kolam harus dipisahkan berdasarkan ukuran tubuhnya. Proses satu ini harus dilakukan ketika usai panen kedua dan ketiga. Dimana jumlah ikan besar dan kecil nantinya akan tercampur pada kolam dan semakin bertambah. Maka dari itu, anda harus bisa memisahkannya dengan jeli dan tepat.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ikan Gabus

Semenjak masa pembibitannya, kesehatan ikan gabus harus selalu dipantau. Salah satu penyakit yang selalu mengintai ikan gabus yakni white spot atau bintik putih. Penyakit satu ini kerap jadi momok paling ditakuti oleh para peternak ikan lantaran sangat mudah sekali menular ke ikan yang sehat. Jika tidak ditangani, dalam waktu tiga hari semua ikan akan tertular.

Ikan gabus akan terlihat sehat dan lincah serta nafsu makan normal jikalau bintik putihnya masih sedikit. Akan tetapi, apabila bintik tersebut telah menyebar ke seluruh tubuhnya, maka nafsu makan akan berkurang sehingga menjadi lesu dan lambat laun akan mati. Titik titik putih pun bisa terlihat di bagian tubuhnya mulai dari sirip, tubuh, dan mulutnya.

Cara antisipasi untuk mencegah datangnya serangan bintik putih, yakni menguras air dalam kolam secara berkala. Hal ini bisa dilakukan jika ikan gabus telah menunjukkan tanda tanda tidak seperti biasanya. Siapkan terlebih dahulu kolam berukuran 1 x 3 meter dengan kapasitas 2000 bibit. Lalu gunakan obat dengan kandungan metil biru yang telah dilarutkan ke dalam air dengan ukuran tertentu.

Biasanya dosis yang digunakan yakni satu tutup botol metil biru atau skeitar 5 liter air. Masukkan ikan gabus yang terkena white spot ke dalam kolam berisi larutan metil selama 10 detik. Perendaman ini bertujuan agar bintik putih ataupun jamur bisa rontok. Usai itu, cara budidaya ikan gabus terakhir yakni pindahkan kembali ikan ke dalam kolam yang telah diisi air baru.

Budidaya ikan gabus kini mulai dirambah oleh sebagian besar orang. Terlebih lagi, banyak sekali peternak yang telah membuktikan kesuksesannya dalam mengembangbiakkan ikan satu ini. Bukan hanya perkara dagingnya yang tebal, ikan gabus pun disinyalir memiliki aneka ragam manfaat bagi kesehatan manusia. Jadi tak ayal jika keberadaannya diminati oleh banyak orang.

2 tanggapan pada “Panduan Mudah Cara Budidaya Ikan Gabus Untuk Pemula”

  1. Wah terimakasih penjelasan yg diberikan sangat edukatif ,banyak manfaat yg didapatkan dari mengkonsumsi ikan gabus tetapi untuk mendapatkannya sangat sulit untuk dijumpai tidak semua pasar menjual ikan tersebut , maka dari itu perlu dibudidayakan agar penikmat ikan gabus serta manfaatnya makin mudah dirasakan 👍🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *