Banyak Dilirik! Kenali Cara Budidaya Ikan Guppy Dengan Praktis

  • by

Ikan merupakan salah satu hewan yang banyak dibudidayakan sejak dulu. Bentuk dan warna yang beragam tampak menarik di kalangan pecinta ikan. Terlebih lagi suara air yang gemercik dan tingkah laku ikan yang unik sangat baik untuk kesehatan. Untuk itu, memelihara ikan cantik seperti ikan guppy dapat menghasilkan banyak keuntungan. Lantas, bagaimana cara budidaya ikan guppy?

budidaya ikan guppy

Jenis-Jenis Ikan Guppy Yang Banyak Diminati

Guppy Yellow Cobra

Ikan ini pada dasarnya adalah ikan guppy lokal yang banyak ditemukan di Indonesia. Kombinasi tubuh yang banyak memiliki warna kuning menyebabkan hewan ini memiliki nama Guppy Yellow Cobra. Begitu pula, anda bisa mengamati hewan kecil ini dengan corak bintik hitam pada bagian tubuh mulai dari tengah hingga ke ekor.

Guppy Pastel

Guppy pastel memiliki ciri ekor panjang dengan warna putih. Tentunya, warna dan bentuk yang menarik dan unik dari hewan ini menjadi incaran para pecinta ikan hias. Ikan ini bahkan memiliki tubuh didominasi dengan warna hitam. Anda bisa mendapatkan hewan jenis ini dengan harga sekitar 15 ribu saja.

Guppy Magenta

Hewan kecil yang satu ini juga sangat menarik untuk dimiliki. Ikan guppy ini bahkan banyak dipilih karena memiliki warna dasar pink yang sangat indah. Ikan guppy magenta memiliki ekor yang mekar layaknya ikan cupang betina. Untuk mendapatkan jenis ikan yang satu ini, anda hanya perlu merogoh kocek sekitar 25 ribu.

Guppy Dragon Big Ear

Penggunaan kata big ear mungkin membuat anda berpikir tentang telinga yang dimiliki ikan. Namun, ikan guppy ini ternyata memiliki bentuk sirip data yang besar dan lebar. Hewan kecil ini bahkan dibekali dengan bentuk ekor yang besar dan mengembang. Menariknya, ikan jenis ini hanya dibandrol dengan harga sekitar 10 ribu saja.

Guppy Neon

Tak kalah cantik, ikan lokal yang satu ini memiliki warna tubuh yang mencolok layaknya neon. Tubuh unik pada hewan kecil ini dibalut dengan perpaduan warna hijau kekuningan yang hadir dengan pola indah nan cantik. Untuk mendapatkan hewan kecil satu ini, anda hanya memerlukan biaya sekitar 30 ribu rupiah saja.

Guppy Japan Blue

Banyaknya jenis ikan guppy juga dihadirkan dari luar negeri. Pasalnya, jenis hewan ini berasal dari guppy liar yang berasal dari Jepang. Warna menarik yang dihadirkan oleh hewan ini didominasi dengan warna biru langit pada ekor dan siripnya. Perkembangan jenis hewan yang satu ini bahkan memiliki warna yang bervariasi karena pengaruh gen.

Guppy Tuxedo

Begitu pula, anda dapat melihat corak menarik pada ikan guppy tuxedo. Hewan kecil ini didominasi dengan 2 warna yang melekat pada tubuhnya. Terdapat warna gelap seperti navy atau hitam bagian belakang dan putih bagian depan. Namun, tingkat coverage yang menarik dari hewan kecil ini menjadi semakin diminati. Bahkan, bentuk sirip ikan jenis ini berbeda dari ikan guppy lainnya.

Guppy Mozaic

Anda bisa mendapati jenis ikan guppy mosaic deengan corak bergelombang pada sirip dan ekornya. Penamaan mozaik ini juga didasarkan pada pola tersebut. Lazimnya, susunan pola tersebut biasanya memiliki warna biru dan kuning atau merah dengan biru tua dengan pola yang rapi dan beraturan. Sayangnya, anda harus mengawin-silangkan gen lain untuk mendapatkan jenis ini.

Guppy Grass

Hewan kecil ini ditandai dengan corak sirim dan ikor yang menarik. Ikan guppy grass dibekali dengan corak pisau halus yang sangat nyata. Warna tubuh hewan ini bahkan hampir memiliki warna yang sama dengan kombinasi ekor, yaitu warna biru kehijauan. Tentunya, ikan yang satu ini sangat menarik untuk dipelihara di rumah.

Guppy German Platinum Crown Tail

Tak hanya diperoleh dengan harga murah, ikan guppy ternyata juga ada yang memiliki harga mahal layaknya jenis yang satu ini. Hewan ini memiliki bentuk sirip yang cantik dengan ekor seperti mahkota. Anda bahkan bisa menemui warna pink keunguan pada bagian tubuhnya. Ekor yang panjang dan lentik membuat hewan ini tampak semakin istimewa.

Guppy Red Dragon

Ikan Guppy Red Dragon juga memiliki harga yang mahal. Anda akan mengenal ekor delta ketika melihat hewan kecil yang satu ini. Lazimnya, hewan ini memiliki sirip melebar ke arah samping beserta ekornya. Guppy red dragon juga didominasi dengan perpaduan warna beragam dengan bentuk corak yang sangat cantik.

cara budidaya ikan guppy

Habitat Dan Aquarium Ideal Untuk Ikan Guppy

Mengetahui tempat hidup hewan ini merupakan salah satu cara budidaya ikan guppy yang baik. Pasalnya, hewan ini memiliki habitat alami air tawar hangat di perairan Amerika Selatan. Untuk itu, anda perlu memotifikasi tempat untuk menghadirkan kondisi air tempat hidup ikan ini layaknya air tawar hangat di Amerika Selatan.

Dalam hal ini, anda perlu menghadirkan suhu air sekitar 23 hingga 27 derajat celcius. Hewan kecil ini juga bisa tumbuh nyaman dengan kisaran pH air 7 hingga 7,2. Kendati demikian, ikan guppy termasuk jenis ikan yang mudah dibudidayakan. Hewan ini bahkan sangat tangguh dengan berbagai jenis air tempat tinggalnya.

Ikan dengan corak warna warni ini identik dengan kehidupan bergerombol, tenang dan cinta damai. Ikan guppy bahkan senang bergerak aktif berenang secara konstan di aquarium. Untuk itu, anda perlu berhati-hati jika menemukan salah satu ikan tidak bergerak atau diam. Hal ini biasanya menandakan wahwa hewan kecil ini mulai merasa stres atau sakit.

Tips Dan Trik Budidaya Ikan Guppy

Memilih Indukan Yang Bagus

Pemilihan indukan adalah cara budidaya ikan guppy yang harus diperhatikan. Lazimnya, indukan yang sehat dan kuat dapat memberikan benih ikan yang sehat dalam jumlah yang banyak. Untuk itu, anda dapat memilih 2 jenis indukan yang berkualitas dengan jenis kelamin jantan dan betina. Tentunya, pemilihan ini harus dilihat dari kondisi tubuh yang halus dan tidak cacat.

Anda bahkan perlu memperhatikan apakah indukan yang anda pilih memiliki luka atau bopeng. Dalam hal ini, tingkat budidaya ikan guppy sangat ditentukan oleh kondisi ikan jantan. Meski demikian, anda dapat memilih ikan unggulan dari keduanya. Ikan yang bisa dipilih menjadi indukan untuk dikawinkan ini memiliki usia minimal 4 bulan.

Untuk menentukan jenis ikan jantan, anda bisa melihat warna tubuh yang cerah dan langsing. Hewan kecil ini bahkan suka bergerak aktif bersama gerombolannya. Sebaliknya, indukan betina memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat dan cenderung kusam. Ikan guppy betina juga lebih pasif dan suka berdiam diri di permukaan atau bagian dasar akuarium.

Menyiapkan Wadah

Anda tentu perlu menyiapkan wadah sebagai tempat ikan guppy yang berisi air. Wadah ini dapat terdiri dari ember maupun bahan lain dengan jumlah 4 buah. Tentunya, anda perlu menghadirkan wadah, aerator dan tanaman air untuk menyesuaikan dengan kondisi habitat asli dari ikan guppy.

Selain itu, pemilihan wadah untuk proses budidaya ini bisanya memiliki tinggi sekitar 30 cm. Lazimnya, 4 wadah yang dibutuhkan disini memiliki fungsi sebagai tempat pemisahan indukan, pemijahan, penetasan dan tempat pendederan. Anda bahkan bisa memilih ember plastik, bak semen atau akuarium sebagai tempat pemijahan. Meski demikian, anda bisa memilih ukuran wadah sesuai kondisi.

budidaya ikan guppy menggunakan ember

Pemisahan Indukan

Pemisahan indukan bertujuan untuk meransang ikan guppy agar cepat melakukan perkawinan. Dalam hal ini, anda sebaiknya menempatkan ikan betina dan ikan jantan secara terpisah. Kemudian, gantilah air setiap 1 hingga 3 hari sekali menggunakan air bersih. Pergantian air ini dapat dilakukan dengan membuang sepertiga air dan menambahkannya dengan air bersih.

Pemeliharaan secara terpisah juga harus selalu dilakukan untuk menambah stamina ikan. Anda bahkan bisa memilih makanan bergizi seperti kutu air daphnia dan moina. Berikan makanan tersebut secukupnya setiap hari. Tentunya, anda perlu mencuci bersih kutu air ini sebelum diberikan kepada ikan guppu jantan dan betina.

Proses Pemijahan

Pemijahan merupakan proses perkawinan yang dapat dilakukan dengan mempertemukan indukan jantan dan betina. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan wadah dalam bentuk akuarium, ember plastik maupun bak semen dalam kondisi bersih. Tambahkan air bersih dengan kedalaman 25 sampai 30 cm. Kemudian, endapkan air ini minimal 1 hari sebelum diisi ikan.

Jika air dan wadah sudah siap, anda dapat memasukkan ikan guppy betina pada wadah tersebut di pagi hari. Biarkan ikan guppy betina sendiri di tempat tersebut dan beri makan seperti biasa agar hewan kecil ini dapat beradaptasi. Setelah itu, anda dapat memasukkan ikan guppy jantan pada sore hari.

Cara budidaya ikan guppy pada proses pemijahan atau perkawinan ini dapat dilakukan satu per satu maupun pemijahan masal. Pasalnya, pemijahan yang dilakukan secara masal lebih mendatangkan keuntungan dan keberhasilan. Anda bahkan bisa menempatkan ikan betina dan ikan jantan pada suatu wadah dengan perbandingan 1:5 atau 2:5.

Biarkan spesies ikan guppy ini hidup bersama dan beradaptasi agar bisa melakukan perkawinan. Proses pemijahan ikan guppy ini biasanya dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Dalam hal ini, anda sebaiknya selalu memantau kondisi ikan betina apakah sudah dibuahi atau belum. Jika anda sudah mendapati ikan dibuahi pada waktu 4-7 hari, segeralah pindahkan ikan ke wadah penetasan.

Ikan guppy betina yang telah dibuahi biasanya memiliki ciri warna tubuh yang semakin memudar. Insan induk ikan akan terbuka sebagian dengan bentuk punggung yang melengkung. Uniknya, ikan ini memiliki kebiasaan makan yang mudah berubah. Indukan guppy ketika hamil terkadang makan dengan rakus atau tidak sama sekali.

Selain itu, anda juga bisa mendapai posisi ikan yang berada pada satu tempat. Biasanya indukan ini berada di sekitar pemanas. Guppy betina yang sedang hamil juga sering memiliki ciri lebih bergairah dan agresif. Hal yang paling mudah dikenali lainnya adalah bentuk perut seperti persegi. Anda juga bisa mencari titik gelap di bagian belakang perut yang semakin membesar ketika hamil tua.

Penetasan Benih

Wadah penetasan harus selalu diperhatikan untuk menghasilkan penetasan yang baik. Pasalnya, proses penetasan ini bahkan sangat ditentukan dengan kondisi kualitas air. Untuk itu, anda dapat memberikan aerasi atau aerator secara hati-hati. Pemberian aerasi untuk menjaga kebersihan secara sembarangan dapat mengganggu keberadaan larva ikan.

Begitu pula, anda dapat mengganti sepertiga air pada wadah penetasan dengan air baru. Pembuangan dan pemberian air baru ini dapat dilakukan setiap 1 hingga 3 hari sekali layaknya proses pemisahan indukan. Selain itu, anda dapat memberikan pakan kepada indukan ikan goppy dengan memberinya kutu air setiap 2 hari sekali.

Ikan guppy pada dasarnya termasuk jenis hewan ovovivipar atau bertelur dan beranak. Ikan yang telah dibuahi ini dapat menghasilkan embrio yang terus berkembang dalam telur. Telur tersebut juga tetap berada pada tubuh induk ikan guppy hingga menetas menjadi larva ikan. Masa kehamilan hingga penetasan ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 4 minggu.

Tentunya, anda dapat memperoleh keuntungan yang besar dengan cara budidaya ikan guppy melalui tahapan ini. Ikan guppy sekali menetas dapat menghasilkan puluhan ekor. Menariknya, hewan kecil ini bahkan masih menyimpan sisa sperma ikan guppy jantan pada tubuhnya. Untuk itu, ikan guppy betina bisa hamil dan penetaskan larva ikan sebanyak 3 kali.

Jika ikan guppy telah melahirkan dan menghasilkan larva ikan, anda sebaiknya memisahkan indukan ini dengan benih ikan kecil. Pasalnya, indukan ikan bisa memakan anakan ikan jika terus dibiarkan dalam tempat yang sama. Tentunya, indukan tersebut dapat dipindah ke tempat khusus untuk pemulihan sebelum dikembalikan lagi ke komunitasnya.

Pendederan Ikan Guppy

Pendederan dilakukan untuk merawat ikan guppy agar tidak mudah mati. Dalam hal ini, anda bisa membiarkan sekumpulan ikan berada di ruangan terbuka. Pancaran unsur sinar matahari yang mengenai wadah ini dapat membentuk warna indah pada tubuh ikan guppy. Tentunya, anda juga tidak boleh membiarkan hewan kecil ini kepanasan.

Penggunakan tanaman air seperti eceng gondok dan hydrilla memiliki peran penting pada masa ini. Tanaman air tersebut memiliki fungsi sebagai tempat ikan berteduh. Tentunya, perawatan ikan juga harus selalu dilakukan hingga tumbuh membentuk jenis kelamin ketika telah mencapai usia 20 hari.

budidaya ikan guppy di kolam

Pakan Anakan Ikan Guppy

Anakan ikan guppy yang masih kecil dapat diberikan makanan berupa infusoria. Makanan jenis ini merupakan pakan alami yang termasuk dalam kelas protozoa. Pakan ini dapat anda temukan pada air tawar yang banyak mengandung bahan organik. Lazimnya, pakan benih ikan ini akan tampak seperti benih putih yang bergerak dengan ukuran 25-300 micron.

Selain itu, cara budidaya ikan guppy yang baik juga dapat dilakukan dengan memberikan pakan ikan berupa artemia. Pakan yang satu ini bahkan sangat mudah ditemukan di toko pakan. Sayangnya, pakan yang masih berbentuk telur ini harus ditipiskan cangkangnya dengan larutan hipopklorit. Kemudian, artemia ini perlu ditetaskan untuk diberikan kepada anakan ikan guppy.

Tentunya, pemberian makan alami tersebut hanya perlu dilakukan ikan anakan ikan guppy mencapai 5 hari. Setelah itu, anda dapat memberikan pakan kutu air daphnia dan moina atau udang renik. Selain itu, anda juga bisa memberikan pakan ikan berupa cacing sutera, jentik nyamuk, ganggan maupun vinegar eel ketika telah mencapai usia 20 hari.

Itulah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membudidayakan ikan guppy. Berbagai variasi ikan guppy yang sangat banyak dapat dikawinkan secara silang untuk menghadirkan corak ikan yang menarik. Tentunya, kemudahan dalam melakukan budidaya hewan kecil ini dapat menghadirkan keuntungan yang berlimpah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *