Terbukti Menjanjikan, Simak Cara Budidaya Ikan Gurame yang Mudah Disini

  • by

Cara Budidaya Ikan Gurame – Ikan gurame kerap kali dimanfaatkan dalam segala olahan makanan di restoran maupun tempat makan. Hal ini lantaran cita rasanya yang sangat menggiurkan serta kandungan gizinya yang sangat berlimpah. Karena inilah, banyak sekali yang memanfaatkan untuk membudidayakannya di sebuah kolam. Ingin tahu bagaimana cara budidaya ikan gurame? Berikut ulasannya.

Budidaya Ikan Gurame

Membuat Kolam Untuk Ternak Ikan Gurame

Pembuatan Kolam Terpal Tanah

Kolam atau wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan gurame sebenarnya ada beberapa macam. Pertama yakni kolam terpal, yang mana disinyalir menyuguhkan berbagai keunggulan dalam proses ternak ikan. Mayoritas orang memilih menggunakan kolam terpal lantaran lebih praktis, tidak mudah bocor, relatif murah, serta memiliki masa pakai hingga 5 tahun lamanya.

Bukan hanya itu saja, hasil panen yang didapatkan pun lebih berkualitas dan digemari oleh konsumen. Pasalnya, ikan yang dihasilkan tersebut tidak berbau lumpur dan menyebabkan ikan tidak terlalu amis. Dalam pembuatan kolam terpal dinding tanah, hal pertama yang harus dilakukan yakni memilih tempat atau lokasi manakah yang sesuai.

budidaya ikan gurame di kolam terpal

Usahakan tempat tersebut terkena paparan sinar matahari secara langsung, dan tidak ada rerumputan liar ataupun pepohonan besar. Keberadaan rumput atau pohon tersebut, bisa menghambat pembesaran gurame. Pastikan pula lokasi yang dipilih sesuai dengan jumlah bibit ikan yang akan ditebar. Semakin luas dan banyak bibitnya, maka akan semakin baik pula hasil yang didapatkan kelak.

Namun, jangan lupa juga untuk memberikan selisih untuk dinding dan ditimbun sebagai penahan berat. Bila telah menemukan lokasi yang tepat, gali tanah dengan luas sekitar 4 x 6 meter. Siapkan terpal yang akan digunakan sebagai wadah ternak gurame dengan ukuran lebih besar dibandingkan ukuran kolam, misalnya 6 x 8 meter.

Kemudian timbun tanah hasil galian tersebut untuk mengitari kolam hingga membentuk pematang layaknya di persawahan. Selanjutnya memberikan lubang pada salah satu dasar kolam, yang mana akan digunakan sebagai saluran pembuangan. Taburkan sekam padi di dasar kolam setebal 15 sentimeter. Lalu sambungkan pipa paralon pada lubang untuk saluran pembuangannya.

Pasang terpal dan rekatkan dengan pipa paralon tersebut. Perekatan ini bisa menggunakan lem yang sangat kuat. Kemudian perkuat kembali menggunakan cincin klem besi. Usai terpasang rapi, timbun ujung terpal dengan tanah. Terakhir, cuci kolam terpal untuk menghapus aroma lem yang akan berdampak buruk pada benih ikan. Pembersihan kolam setidaknya memerlukan waktu hingga tiga hari.

Jangka waktu tersebut digunakan untuk memastikan kolam benar kering dan bersih. Usai itu, anda bisa melakukan pengisian air yang cukup banyak setidaknya mencapai ketinggian 75 sentimeter. Hal ini diperuntukan sebagai antisipasi agar ikan tidak melompat keluar kolam. Baru itu, berikan suplemen ke dalam kolam dan tebarkan bibit gurame.

Pembuatan Kolam Terpal Kerangka Besi

Sebetulnya, kolam yang kedua ini hampir sama dengan yang pertama. Hanya saja, kolam ini menggunakan kerangka besi. Untuk itu, pertama tama persiapkan besi panjang dengan sisi siku berlubang yang difungsikan sebagai kerangka kolam. Rangkai besi hingga membentuk persegi panjang. Sebelum dipasang, disarankan menaburkan sekam padi dengan ketebalan hingga 15 sentimeter.

budidaya ikan gurame kolam terpal

Langkah berikutnya yakni memasang terpal pada kerangka besi yang telah dibuat tersebut secara rapi. Pasang pipa paralon ke dalam dasar kolam sebagai saluran pembuangannya. Perkuat sambungan pipa paralon tersebut dengan menggunakan lem serta cincin klem besi. Bila sudah, cara budidaya ikan gurame selanjutnya yakni mencucinya dengan sabun hingga bersih.

Sama halnya dengan kolam terpal tanah, proses pengeringan ini pula membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari. Baru kemudian melakukan pengisian kolam dengan air setinggi 100 sentimeter. Selanjutnya, tambahkan suplemen khusus ke dalam kolam terpal kerangka besi ini. Setelah itu, bibit gurame yang telah dipersiapkan bisa ditebarkan ke dalam kolam.

Pembuatan Kolam Tembok

Bukan hanya gunakan kolam terpal saja, ternak gurame pun bisa dilakukan dengan kolam tembok. Langkah pembuatannya pun hampir sama dengan kolam terpal tanah, hanya perbedaannya pada temboknya. Maka dari itu, dalam pembuatan kolam tembok tidak semua lahan yang akan digunakan cocok dijadikan sebagai kolam.

Alangkah baiknya memilih lahan yang relatif datar dan hindari lahan yang terjal. Pilih pula lahan atau lokasi yang cukup luas. Jangan sekali kali memilih lahan yang rawan terkena banjir ataupun pencemaran. Perhatikan rerumputan ataupun pepohonan yang ada di sekitar lahan. Bila terdapat banyak rerumputan dan pepohonan, harap tidak memilihnya.

cara budidaya ikan gurame di kolam tembok

Pasalnya, para petani ladang biasanya menggunakan zat kimia atau pestisida untuk produksi lahan lebih baik lagi. Namun apakah anda tahu, bahwa zat kimia atau pestisida tersebut menimbulkan pencemaran dan berpengaruh buruk pada ternak gurame. Untuk itu, ada baiknya hindari ladang tanaman tatkala akan melakukan budidaya ikan gurame.

Usai memilih tempat yang tepat, kemudian gali tanah tersebut hingga kedalaman yang telah ditentukan sebelumnya dan menyesuaikan dengan bibit yang akan ditebar. Lapisi dinding kolam ikan tanah tersebut dengan semen. Berikan lubang di sudut kolam untuk saluran pembuangan. Tunggu hingga lapisan dinding tersebut kering, baru bisa digunakan.

Pembuatan Kolam Tanah

Bila dibandingkan dengan ternak gurame menggunakan kolam terpal ataupun tembok, cara satu ini ternyata terbilang cukup konvensional. Meski begitu, masih banyak orang yang meminati untuk menggunakannya. Terlebih lagi pada masyarakat pedesaan yang memiliki lahan cukup luas. Hanya saja terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya.

budidaya ikan gurame di kolam tanah

Pertama, perhatikan tekstur tanah selaku media yang akan digunakan untuk ternak. Upayakan memilih tanah liat atau lempung berpasir, yang mana tidak porous. Cara budidaya ikan gurame ini perlu dilakukan dengan tujuan agar kolam dapat menahan massa air. Kemiringan tanah pun perlu diperhatikan demi memudahkan pengairan di dalam kolam budidaya ikan gurame.

Sebaiknya memilih tanah dengan kondisi kemiringan berkisar 3 hingga 5 persen. Bila air mengalir dengan baik, maka pertumbuhan serta perkembangan fisik ikan akan terjaga. Pastikan pula kedalaman kolam pada kisaran 100 hingga 200 sentimeter supaya pengairan bisa berjalan dengan baik. Periksa warna air, pH, serta suhu air yang akan dimasukkan ke dalam kolam.

Memilih Benih Ikan Gurame

Fisik Sempurna dan Tidak Ada Cacat

Tatkala melakukan budidaya ikan gurame, memilih benih yang bagus menjadi hal yang paling utama dan tak bisa ditinggalkan. Pasalnya, bila anda tidak memperhatikan hal satu ini dikhawatirkan hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan perkiraan. Bahkan bisa saja hasil tersebut kurang memuaskan dan membuat konsumen lari ke peternak lainnya.

cara budidaya ikan gurame agar cepat besar

Hal pertama yang harus diperhatikan yakni carilah ikan yang memiliki fisik sempurna dan tidak terdapat cacat. Lantaran adanya cacat di sebagian tubuhnya bisa menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Pemberian pakan kepada ikan gurame pun tidak bisa berjalan secara efektif. Sehingga energi yang diperoleh kurang maksimal dan pakannya sulit membentuk daging.

Gerakan yang Lincah

Selain menengok dari penampilan fisiknya, penting pula memperhatikan gerakan ikan gurame. Lazimnya, ikan yang berada dalam kondisi sehat akan bergerak secara aktif. Begitu pula sebaliknya, dimana ikan yang sakit akan ditandai dengan gerakan yang kurang aktif. Namun, ada kalanya bibit yang alami stres karena perubahan kondisi akan berenang dengan lamban.

budidaya ikan gurame rumahan

Untuk itu, alangkah baiknya jika memilih ikan yang bisa bergerak sangat aktif. Lihat pula bagaimana ia berenang di dalam sebuah wadah yang telah dipersiapkan. Jika mereka bergerak ke permukaan dan kembali ke dasar bolak balik, bisa dipastikan jika gurame berada dalam kondisi baik dan mampu menghasilkan benih yang berkualitas pula.

Memilih Ukuran yang Seragam

Layaknya ternak ikan lainnya, gurame yang berkualitas pun harus memiliki ukuran seragam. Bila terdapat benih yang ukurannya beragam, maka sebaiknya anda melakukan penyortiran. Hal ini berguna untuk mengurangi kompetisi dalam mendapatkan makanan. Bahkan bisa saja, ikan yang ukurannya lebih besar akan memakan ikan yang berukuran lebih kecil.

Cara Pemijahan Ikan Gurame

Cara budidaya ikan gurame selanjutnya yakni pemijahan. Tahap awal yang perlu dilakukan yakni menyiapkan kolamnya, baik itu kolam terpal, tanah, tembok, ataupun beton. Hanya saja terdapat beberapa hal yang menjadi syarat utama dalam pemijahan ikan. Misalnya saja standar kualitas dari air kolamnya yang suhunya berkisar pada 25 hingga 30 derajat celcius.

Air yang digunakan pun harus jernih, tenang, dan mengalir kecil sehingga oksigen yang disuplai bisa terpenuhi. Upayakan pula pH air sesuai dengan standar yakni sekitar 6,5 hingga 8,0, laju penggantian air 10 sampai 15 persen per harinya, dan ketinggian air kolam mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Kolam yang akan dilakukan untuk pemijahan pastikan tidak mengandung banyak lumpur.

Cara Pemijahan Ikan Gurame

Keberadaan lumpur di dalam kolam akan mengakibatkan airnya cepat keruh dan menutupi permukaan telur. Alhasil telur akan membusuk dan tidak menetas. Kolam pun harus dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Hal ini agar gurame selalu mendapatkan kondisi air yang segar. Selain itu, sediakan pula sarang atau sosog yang akan digunakan sebagai tempat bertelur.

Sarang tersebut bisa berupa kelapa, rajutan karung, atau ijuk yang diletakkan 25 hingga 30 sentimeter di permukaan air kolam. Sementara untuk para para atau bahan sarangnya bisa dibenamkan sedalam 5 hingga 10 sentimeter di dalam kolam. Penempatan bahan sarang tersebut dimaksudkan untuk memudahkan induk jantan bisa menyusun sarang dengan leluasa.

Induk gurame yang telah matang gonad dan siap dipijahkan bisa segera dipindahkan ke dalam kolam pemijahan. Ciri ciri induk gurame yang baik yakni memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, ukuran kepala relatif kecil, bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal), susunan sisik teratur, warna cerah, licin, dan mengkilap serta tidak terdapat luka ataupun cacat.

Bentuk bibir pun harus indah layaknya pisang, bermulut kecil, dan tidak berjanggut. Umur ideal yang bisa dilakukan pemijahan yaitu berkisar antara 2 hingga 5 tahun. Pemindahan induk ke kolam pemijahan sebaiknya dilakukan menggunakan baskom atau ember besar yang berisi air. Hal ini bertujuan supaya ikan tidak stres pada waktu ditebar ke kolam pemijahan.

Selain baskom atau ember besar, induk pun bisa diangkat dengan karung goni atau kain halus basah. Lalu dilepaskan secara perlahan ke kolam pemijahan. Biasanya proses pemijahan berlangsung selama satu minggu setelah induk gurame berada di dalam kolam pemijahan. Berikutnya, induk jantan bertugas merapikan sarang agar betina bisa meletakkan telurnya.

Baru kemudian, induk jantan akan membuahinya dengan cara menyemprotkan spermanya ke beberapa telur tersebut. Induk jantan pun akan membuat kembali sarang lain untuk betina yang lainnya. Lazimnya, pemijahan pertama dalam cara budidaya ikan gurame ini berlangsung selama dua hari yang bisa dilakukan di siang menjelang sore hari antara pukul 15.00 hingga 17.00.

Memberi Pakan Ikan Gurame

Layaknya ikan pada umumnya, gurame pun perlu diberikan pakan agar bisa tumbuh dengan cepat dan besar. Ada beberapa jenis pakan baik itu alami maupun buatan yang bisa anda berikan. Namun secara umum terdapat dua jenis pakan ikan gurame, yakni dari tumbuhan maupun hewan. Anda bisa memilih pakan manakah yang sesuai untuk perkembangan gurame.

Pakan Ikan Gurame

Pada pakan gurame yang terbuat dari tumbuhan, diantaranya bekatul (dedak halus dan kasar), daun pepaya, daun singkong, daun lamtoro, rumput kering yang telah difermentasi, tebok pisang yang dicincang dan daun pisang, ampas tahu, ampas kedelai, dan ampas kelapa. Sementara dari hewan berupa ikan teri, bekicot, limbah ikan atau udang, cacing tanah, dan belalang.

Masa Panen Ikan Gurame

Ikan gurame yang sudah siap panen biasanya telah berumur hingga 8 bulan selama dibudidayakan. Ukurannya pun telah sebesar telapak tangan, setidaknya telah memiliki bobot hingga 7 ons. Bila awal masa pembudidayaan, bibit ikan gurame seberat 2,5 ons. Maka membutuhkan waktu sekitar 5 bulan hingga masa panen datang dan sesuai dengan bobot yang telah ditentukan.

Masa Panen Ikan Gurame

Sebetulnya, penentuan masa panen pada ternak ikan gurame ini menyesuaikan pada lokasi serta ketekunan peternak. Pasalnya, terkadang ada pula peternak yang memanen gurame ketika berumur 10 hingga 12 bulan. Dimana pada umur tersebut, ikan gurame akan mencapai bobot badan sebesar 800 gram hingga 1 kilogram per ekornya.

Cara penangkapan ikan yang siap dipanen pun harus diperhatikan. Pertama tama lakukan penangkapan pada pagi atau sore hari, supaya ikan tidak stres. Kemudian surutkan air di dalam kolam sedikit demi sedikit. Gunakan jaring yang halus agar tidak merusak sirip. Telusuri kolam dengan jaring tersebut, lalu tangkap secara perlahan dan hati hati.

Cara Pencegahan Hama dan Penyakit pada Ikan Gurame

Pencegahan ataupun pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan gurame bisa ditengok dari beberapa gejala dan karakternya. Misalnya saja ketika diserang beberapa hama dari luar seperti ular, burung, ataupun biawak. Ketiga hama ini sebetulnya bisa diatasi yakni dengan melakukan pembersihan kolam secara teratur, dan memasang perangkap di sekitar kolam.

Selain karena hama dari luar, ada kalanya gurame tidak berhasil lantaran terserang penyakit dari dalam. Sama halnya dengan hama, pengendalian penyakit gurame pun bisa dilakukan dengan cara mengganti air kolam secara teratur. Cara budidaya ikan gurame ini perlu dilakuan demi menjaga kualitas air tetap baik. Bahkan jika perlu, anda pun bisa melarutkan garam atau formalin ke dalamnya.

Popularitas ikan gurame di kalangan pecinta kuliner memang tidak bisa diragukan lagi. Tentunya hal ini tidak lain lantaran cita rasanya yang begitu gurih dan lezat. Peminat gurame semakin hari pun semakin bertambah, sehingga tak heran jika banyak orang beralih mengambil usaha rumahan berupa ternak ikan gurame. Agar untung berlimpah, cobalah perhatikan budidaya diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *