Sangat Menjanjikan, Simak Cara Budidaya Ikan Lele Mulai dari Nol yang Benar

  • by

Cara Budidaya Ikan lele – Lele terkenal sebagai salah satu ikan yang kaya akan nutrisi, meliputi omega-3, serat protein, asam amino, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin B6, dan vitamin B12. Jadi tak heran jika ikan lele menjadi lauk favorit yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Ternak jenis ikan satu ini pula dianggap cukup menjanjikan. Bila anda tertarik, berikut cara budidaya ikan lele yang benar.

ikan lele

Menentukan Jenis Kolam Budidaya Ikan Lele

Kolam Tanah

Media budidaya lele yang bisa dijadikan pilihan yakni kolam tanah. Bisa dikatakan jika kolam tanah ini merupakan media yang paling sederhana dan tradisional untuk mengembangbiakkan ikan. Biasanya pula kolam ini disebut sebagai blumbang, empang, atau balong. Tidak sedikit orang memilih menggunakan kolam tanah lantaran terlihat lebih alami.

cara budidaya ikan lele di kolam tanah

Dengan begitu, pencemaran bahan kimia yang kerap dikhawatirkan bisa diminimalisir dengan baik. Kolam tanah pula lebih menghemat pengeluaran karena tidak membutuhkan alat atau bahan yang mahal. Biaya perawatan pun terbilang cukup terjangkau dibandingkan dengan media budidaya yang lainnya. Air kolam yang digunakan juga tidak perlu sering diganti.

Kolam Semen

Bila ditengok dari penampilannya, kolam semen memang tidak jauh beda dengan kolam tanah. Hanya saja pada dinding dan dasar kolamnya disemen. Biasanya jenis kolam ini kerap digunakan lantaran dinilai lebih kuat dan aman untuk memelihara ikan. Bukan hanya itu saja, kolam semen pula diklaim mampu bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama karena bangunannya yang kuat.

cara budidaya ikan lele di kolam semen

Kolam semen diketahui bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya. Meski tidak jauh beda dengan media sebelumnya, kolam semen diklaim lebih menguntungkan lantaran suhu airnya bisa dikontrol dengan mudah. Penggantian air kolam pun bisa dilakukan dengan lebih mudah dan tidak cepat keruh. Akan tetapi untuk pembuatannya, dibutuhkan biaya yang cukup besar.

Kolam Jaring Apung atau Keramba

Sesuai dengan namanya, media budidaya lele satu ini memang menggunakan jaring sebagai penampung ikannya. Biasanya kolam ini digunakan di pinggir sungai maupun danau. Serta kerap dipakai untuk memudahkan mengontrol bagaimana pertumbuhan ikan lele. Bila menggunakan kolam ini, lahan budidaya yang dibutuhkan akan sangat luas dan tak terbatas.

cara budidaya ikan lele di kolam keramba

Pengontrolan dalam proses pembudidayaan pun bisa dilakukan dengan mudah. Peternak ikan pula mampu menciptakan lingkungan yang alami sehingga membuat ikan lele bisa tumbuh lebih optimal lagi. Sayangnya, penggunaan kolam jaring apung satu ini kerap membuat ikan rawan terserang penyakit serta mudah hanyut atau rusak jika musim sedang tidak bersahabat.

Kolam Fiber

Media budidaya lele selanjutnya yang bernama kolam fiber ini bisa dikatakan lebih praktis. Pasalnya, memiliki desain yang cukup menarik dengan berbagai warna. Kekuatan yang dimilikinya pun cukup baik. Karena dimasukkan di dalam sebuah wadah fiber, sehingga akan sangat memudahkan anda untuk memindahkannya ke tempat tertentu.

cara budidaya ikan lele di kolam keramba

Anda pun tak perlu khawatir, lantaran fiber yang digunakan diklaim memiliki ketahanan yang cukup kuat dan lebih awet. Hebatnya lagi, kolam fiber ini perawatannya cukup mudah dan bisa dibersihkan kapanpun. Ikan pun bisa terlindungi dari berbagai hama dan penyakit yang nantinya menghambat perkembangannya. Tetapi, daya tampungnya sangatlah terbatas.

Kolam Drum

Hampir sama dengan kolam fiber, media untuk cara budidaya ikan lele ini pula berada di dalam sebuah wadah. Namun wadah yang digunakan merupakan sebuah drum yang sengaja diberikan lubang di bagian tengahnya. Biasanya drum yang digunakan berasal dari bahan besi maupun plastik. Kolam satu ini pula dinilai lebih praktis karena bisa dipindahkan kemana pun.

cara budidaya ikan lele di kolam fiber drum

Karena ukurannya tidak terlalu besar, sehingga penggunaan kolam drum ini bisa digunakan untuk peternak yang memiliki lahan sempit. Air kolamnya pun lebih mudah dikontrol kualitasnya, begitupun dengan suhunya. Agar ikan bisa berkembang dengan baik, anda diharuskan mengganti air di dalam kolam drum secara berkala.

Kolam Terpal

Menjadi media budidaya lele yang sedang naik daun, kolam terpal memang menyuguhkan keuntungan yang sangat melimpah bagi para peternak ikan. Hal ini lantaran bahan terpal yang digunakan diklaim sangat kuat dan dibangun dengan kerangka besi yang kuat pula. Kolam terpal pula didesain memiliki lubang drainase yang bisa mempermudah peternak untuk menjaga kebersihan air.

cara budidaya ikan lele di kolam fiber terpal

Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan dan perawatan media satu ini pun terbilang bersahabat di kantong. Bahannya yang fleksibel, sehingga bisa dibuat di lahan yang sempit sekalipun. Selain itu, ikan lele yang dikembangbiakkan pula akan terlindung dari hama maupun penyakit. Meski terbuat dari terpal, daya tahan yang dimilikinya cukup lama yakni hingga 6 tahun atau lebih.

cara budidaya ikan lele

Langkah Pemilihan Bibit Ikan Lele yang Berkualitas

Memperhatikan Bentuk Fisiknya

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai budidaya lele yakni memilih bibitnya terlebih dahulu. Pastikan bentuk fisik dari setiap bibitnya diperhatikan dengan benar. Hindari memilih bibit yang terdapat cacat atau kekurangan sesuatu. Anda bisa memperhatikannya mulai dari bentuk ekor, tubuh, sirip, maupun kepalanya.

Bentuk fisik yang baik nantinya akan berdampak baik kelangsungan hidup lele. Pasalnya, fisik yang baik memiliki keseimbangan bentuk dari kepala badan hingga ekornya. Bibit lele dengan badan yang mulus, tidak lecet, dan warnanya seragam pula menandakan jika ia dalam kondisi yang sehat. Biasanya warna yang baik yakni coklat tua atau hitam kemerahan.

bibit ikan lele

Memperhatikan Pergerakannya

Selain mempertimbangkan bagaimana bentuk fisiknya, bibit lele yang baik pula bisa diperhatikan dari pergerakannya. Cara menentukannya yakni dengan mengamati apakah bibit lele selalu berada di dasar kolam, serta gerakannya naik turun dari atas ke bawah dan di permukaan kolam. Bila semua hal tersebut telah didapatkan, bisa disimpulkan jika bibit berkualitas.

Cara budidaya ikan lele ini juga bisa ditengok, dengan menaruh bibit di sebuah wadah yang telah disiapkan sebelumnya. Kemudian perhatikan lebih jeli lagi bagaimana pergerakannya. Semakin lincah ia bergerak di dalam wadah, maka bibit lele dalam kondisi sehat dan bisa dimanfaatkan untuk dibudidayakan. Semakin banyak lele yang bergerak, semakin bagus pula peluang yang diterima.

Memiliki Ukuran yang Seragam

Sebagaimana yang  dijelaskan sebelumnya, jika bibit yang sehat memiliki ukuran tubuh yang seragam. Maksud dari seragam disini ialah antara bibit satu dengan yang lain memiliki ukuran tubuh sama dan tidak ada yang salah satu besar ataupun kecil. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari adanya kanibalisme selama masa perkembangbiakannya.

Bukan hanya itu saja, pemilihan bibit yang tidak seragam terdapat kemungkinan pertumbuhan mereka akan berbeda. Pada umumnya, ukuran bibit yang siap untuk dibesarkan sekitar 5 hingga 7 sentimeter. Lalu dalam kurun waktu pembesaran selama 4 hingga 5 bulan, biasanya bobot lele yang siap panen atau dikonsumsi akan bertambah mencapai 10 hingga 12 kilogram.

Memiliki Sifat Agresif saat Diberikan Makanan

Benih yang sehat tentunya memiliki nafsu makan yang baik. Mereka pula akan mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap makanan yang ada disekitarnya. Semakin cepat ia merespon keberadaan makanan, bisa dipastikan jika bibir tersebut terbaik dan bisa dibudidayakan. Bibit yang bagus juga pastinya nafsu makannya tinggi dan akan selalu melahap makanan yang diberikan.

Memperhatikan Riwayat Induknya

Untuk bisa mengembangbiakkan benih, pastikan jika ia berasal dari budidaya benih ikan lele. Hal ini bertujuan agar mereka lebih terjaga kualitasnya. Lantaran dalam proses budidaya nantinya akan dilakukan pemeliharaan secara intensif. Selain itu, induk yang unggul pula jadi faktor penting dalam pemilihan bibit yang berkualitas. Karena pastinya anaknya akan mewarisi sifat genetik induk.

Menebar Benih di Kolam

Sebelum bibit ditebar, anda perlu menyesuaikan iklimnya terlebih dahulu. Cara budidaya ikan lele satu ini yakni memasukkan benih dengan wadahnya (ember atau jerigen) ke dalam kolam. Biarkan bibit di dalam wadah tersebut selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Kemudian miringkan wadah dan biarkan benih keluar sendiri.

Usahakan menebarkan benih lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200 hingga 400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, maka akan semakin tinggi pula jumlah benih yang bisa ditampung. Ketinggian air di dalam kolam pun perlu diperhatikan yakni tidak lebih dari 40 sentimeter saat penebaran benih. Hal ini menjaga agar bibit bisa menjangkau permukaan air untuk bernafas.

Pemberian Jenis Pakan Alami Untuk Perkembangbiakan Lele

Belatung Lalat

Dikenal dengan istilah maggot lalat, pakan alami satu ini kerap digunakan untuk membuat ikan tumbuh besar lebih cepat. Biasanya jenis belatung lalat yang cocok untuk diberikan kepada lele yakni black soldier fly. Pasalnya, jenis tersebut diklaim memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Sehingga mampu meningkatkan tingkat metabolisme ikan dan bisa tumbuh lebih cepat.

Langkah membuat maggot untuk pakan lele, yakni pertama tama siapkan beberapa peralatan seperti ember, daun pisang, ampas tahu, sisa ikan asin, dan sedikit kotoran ayam. Selanjutnya campurkan semua bahan tersebut ke dalam ember yang berisikan air bersih dan aduk hingga rata. Tutup ember tersebut menggunakan daun pisang kering agar lalat mau bertelur di dalam ember.

Kemudian simpan ember dalam ruangan yang aman dari hujan dan panas. Biarkan ember tersebut selama 3 minggu. Bila telah mencapai 3 minggu, anda akan melihat adanya belatung dalam ember. Belatung tersebut harus segera diberikan kepada lele sebelum umurnya 37 hari sejak lalat bertelur. Karena semakin lama dibiarkan, belatung akan berubah menjadi lalat.

Pelet

Bisa dikatakan jika pelet merupakan pakan utama yang harus diberikan kepada ikan lele. Karena dibuat secara khusus oleh pabrik, sehingga komposisinya dijamin telah disesuaikan dengan kebutuhan ikan lele. Biasanya campuran bahan dalam pelet terdiri dari aneka tepung, bungkil kedelai, bungkil kelapa, mineral, dedak,minyak, dan berbagai vitamin lainnya.

pelet ikan lele

Pelet sendiri dibagi menjadi dua jenis yakni pelet apung dan tenggelam. Bila dilihat dari namanya saja, sudah terdengar sangat berbeda. Meski begitu, ikan lele sangat menyukai keduanya. Tinggal anda saja bagaimana cara mengatur penggunaannya. Namun diantara kedua pelet di cara budidaya ikan lele ini, jenis apunglah yang mengandung protein lebih tinggi.

Fermentasi Ampas Tahu

Mungkin bagi sebagian orang masih belum mengetahui, jika ampas tahu ternyata kerap dijadikan sebagai pakan ternak. Hal ini karena ampas tahu mengandung protein yang cukup tinggi. Karena bentuknya berupa cairan yang encer, sehingga untuk diberikan pada lele harus difermentasikan terlebih dahulu dengan dedak. Caranya pun terbilang mudah.

Pertama tama, siapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari wadah baik itu drum, ember, atau kantong plastik, selang udara, dan gelas aqua plastik. Persiapkan pula beberapa bahan bakunya yakni ampas tahu, dedak halus, tetes tebu atau molase, tepung ikan, probiotik EM4, dan ragi tempe. Campur semua bahan lalu masukkan ke wadah yang yang telah diberi lubang udara.

Langkah Pengendalian Penyakit pada Lele

Ikan Terkena Penyakit Bintik Putih atau White Spot

Ikan lele yang terkena penyakit bintik putih ini lazimnya disebabkan adanya protozoa dari jenis Ichthyphyhirius multifillis. Penyakit satu ini bisa menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Namun pada ikan lele kerap menyerang benih, yang mana bintik putih tersebut tumbuh pada permukaan kulit dan insangnya. Bila terkena, lele akan menggosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam.

Langkah Pengendalian Penyakit pada Lele

Penyakit bintik putih pula dipicu oleh kualitas air yang buruk, suhu air terlalu dingin, dan adanya kepadatan tebar ikan yang tinggi. Cara pencegahan yang bisa dilakukan yakni mempertahankan suhu air pada kisaran 28 derajat celcius, dan menggunakan air berkualitas baik. Sementara pengobatannya dengan cara merendam ikan dalam larutan formalin ditambah dengan malachit selama 24 jam.

Ikan Terkena Penyakit Gatal atau Trichodiniasis

Hampir sama dengan penyakit sebelumnya, gatal gatal pada lele pula kerap disebabkan adanya protozoa jenis Trichodina sp. Gejalanya sendiri bisa dilihat ketika ikan terlihat lemas dan tidak bersemangat, warna tubuhnya kusam, serta sering menggosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam. Penyakit gatal ini akan menular karena kontak langsung dan melalui perantara air.

Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dan kekurangan oksigen di dalam kolam disinyalir memicu perkembangan protozoa berbahaya tersebut. Untuk mengatasinya, anda bisa mengatur kepadatan tebar benih lele dan menjaga kualitas air. Penyakit ini pula bisa dihilangkan dengan merendam ikan dalam larutan formalin selama 12 hingga 24 jam.

Ikan Terkena Serangan Bakteri Aeromonas Hydrophila

Bakteri Aeromonas Hydrophila mampu menyebabkan perut ikan menggembung yang berisikan cairan getah bening. Bukan hanya itu saja, terjadi pembengkakan pada pangkal sirip dan terdapat beberapa luka di sekujur tubuhnya. Faktor pemicu penyakit satu ini lantaran adanya penumpukan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam.

Agar penyakit ini tidak menyerang lele, upayakan memberikan pakat yang lebih tepat dan mempertahankan suhu air 28 derajat celcius. Pengobatannya sendiri yang paling sering dilakukan yakni dengan memberikan antibiotik Oksitetrasiklin atau OTC. Berikan campurkan OTC dengan pakan dengan takaran 50 miligram per kilogram pakan selama 7 hingga 10 hari.

Ikan Terkena Penyakit Cotton Wall Disease

Flexibacter Columnaris merupakan bakteri yang menyebabkan ikan terkena penyakit Cotton Wall Disease. Penyakit ini biasanya menyerang organ dalam seperti insang dengan gejala berupa luka atau lecet pada permukaan tubuhnya. Untuk menghasilkan cara budidaya ikan lele yang baik, pencegahan penyakit ini dengan mengontrol pakan serta mempertahankan suhu air pada 28 derajat celcius.

Mengembangbiakkan ikan lele memang tidak semudah yang dipikirkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja demi mendapatkan hasil ikan yang berkualitas. Banyak yang mengklaim jika mengembangbiakkan lele jauh lebih menjanjikan dengan harga jual yang sungguh menggiurkan. Jadi tak ayal jika tak sedikit orang mulai melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *