Datangkan Keuntungan Berlimpah, Simak Cara Budidaya Ikan Nila Untuk Para Pemula

  • by

Cara Budidaya Ikan Nila – Ternak ikan sebagai ladang usaha kerap terdengar sangat menarik. Banyak yang beranggapan bahwa membudidayakan ikan ampuh datangkan keuntungan yang berlimpah. Terlebih lagi, kini kebutuhan akan ikan selalu alami peningkatan seiring berjalannya waktu terutama nila. Bila anda termasuk pemula, simak cara budidaya ikan nila yang benar berikut.

cara budidaya ikan nila

Membuat Kolam Beton Untuk Ternak Ikan Nila

  1. Menentukan Tempat yang Tepat

Tahapan pertama yang harus dilakukan dalam pembuatan kolam ikan nila yakni menentukan tempat atau lahannya. Pilihlah lokasi ternak yang bisa dijangkau dengan mudah. Hal ini bertujuan agar anda bisa mengawasi serta memantau perkembangan ikan setiap saat. Pastikan pula lokasi yang dipilih tersebut tidak ditumbuhi oleh rerumputan liar atau pohon besar.

Pasalnya, keberadaan rumput dan pohon nantinya bisa menghambat pembuatan kolam. Upayakan lokasi tersebut terkena sinar matahari dengan baik. Lokasi yang dipilih pun harus memiliki jenis tanah liat atau lempung. Jenis tanah ini diklaim mampu menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga bisa dibuat pematangan atau dinding kolam.

Kemiringan tanah yang baik pun perlu diperhatikan, yakni berkisaran antara 3 hingga 5 persen untuk memudahkan pengairan kolam. Biasanya ikan nila lebih cocok dipelihara di daerah dataran rendah sekitar 500 meter diatas permukaan laut. Kualitas air yang terdapat di lokasi pula harus bersih, tidak terlalu keruh, dan tidak tercemar bahan kimia beracun.

budidaya ikan nila di kolam beton

  1. Menentukan Ukuran Kolam Beton

Sebetulnya, penentuan ukuran kolam beton ini menyesuaikan dengan lokasi yang telah dipilih sebelumnya. Bila anda memiliki lahan yang cukup luas, maka bisa membuat kolam dengan ukuran 20 meter x 10 meter dengan tinggi 1,5 meter. Beda lagi jika lahan yang akan digunakan sempit. Anda hanya perlu menyesuaikan lebarnya dan tingginya minimal 75 sentimeter.

Selain itu, penentuan ukuran pula tergantung pada jumlah ikan yang akan dipelihara. Biasanya daya sebar ikan nila pada kolam beton sekitar 50 per meter kubik. Jika ukuran kolam yang dimiliki 20 meter x 10 meter x 1,5 meter = 300 meter per kubik, maka ikan yang bisa diternak mencapai 15.000 ekor. Namun angka tersebut akan terlalu padat, jadi disarankan 10.000 ekor saja.

  1. Menentukan Struktur Kolam Beton

Dalam pembuatan kolam beton untuk ikan nila, ada beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan. Pertama yakni kemalir, yang merupakan bagian dasar kolam menjorok ke dalam. Biasanya kemalir lebih dalam dari permukaan dasar kolam. Bagian penting kolam ini pula berfungsi guna memudahkan peternak tatkala akan memanen ikan.

Kemalir pula berfungsi sebagai tempat pengendapan kotoran agar kolam tidak keruh dan mempengaruhi perkembangan ikan. Selain itu, bagian ini juga mampu melindungi ikan bila terjadi kebocoran. Kedua yakni saluran pengeluaran air, yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran. Saluran pengeluaran yang bisa dibuat pun memiliki beberapa versi.

Apakah ingin membuat dua saluran pengeluaran pada kolam atau hanya satu saluran saja. Untuk pilihan pertama yakni dua saluran pengeluaran, biasanya disinyalir lebih mudah untuk membuang kotoran dalam kolam. Sementara untuk pilihan kedua, pembuangan perlu dibantu dengan pompa air. Ketiga yaitu saluran masuk, yang fungsinya untuk memasukkan air ke dalam kolam.

  1. Menggali Tanah Untuk Kolam Beton

Pembuatan kolam beton untuk budidaya ikan nila sebetulnya bisa diatas ataupun di dasar tanah. Menyesuaikan dengan lokasi dan pertimbangan lainnya. Untuk kolam beton yang di bawah tanah bisa dibuat jika terdapat sebuah parit yang mengaliri air, sehingga anda tak perlu membuat sumur. Sementara cara budidaya ikan nila yang diatas permukaan tanah dilakukan jika tidak ada parit.

Persiapkan beberapa bahan yang diperlukan seperti semen pasir, batu, batu bata, kerikil, dan cat. Kemudian gali tanah sesuai yang telah ditentukan sebelumnya. Buat adonan beton dengan gunakan beberapa bahan yang dipersiapkan sebelumnya. Selanjutnya masukkan beton untuk pondasinya. Di bagian dindingnya, biasanya dibuat dengan tumpukan bata dan dilapisi dengan semen.

Akan tetapi jika anda ingin meminimalisir kebocoran, lebih baik menggunakan beton di semua lapisannya. Buat saluran masuk, saluran pengeluaran, dan kemalir di dalam kolam. Bila sudah semua, berikutnya cat kolam menggunakan cat khusus. Penggunaan cat inipun bertujuan untuk mengurangi resiko kebocoran. Tunggu hingga kering, baru bisa digunakan.

Memilih Benih Ikan Nila yang Berkualitas Tinggi

Nila memang menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang digemari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan dagingnya yang gurih, lezat, dan kaya akan gizi. Jadi tak heran jika ikan nila banyak disajikan di berbagai restoran atau rumah makan tradisional. Bukan hanya itu saja, bila ditengok dari sudut pandang bisnis, membudidayakan jenis ikan ini terbilang cukup menggiurkan.

Kunci paling utama untuk bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah yakni memilih bibit atau benih yang tepat. Tak perlu khawatir perkara menemukannya, pasalnya di pasaran banyak sekali penjual yang menjajakan benih ikan nila. Harga yang ditawarkan pun sangatlah beragam, dari yang murah hingga mahal. Mereka pun pastinya mempromosikan lantaran kualitas yang dimilikinya.

cara budidaya ikan nila

Namun anda tak boleh percaya begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa mendapatkan benih ikan yang berkualitas tinggi. Secara umum, bobot bibit nila yang baik untuk dipijahkan yakni sekitar 120 hingga 180 gram lebih per ekornya. Usia yang patut diternak pula berkisar 4 hingga 5 bulan. Ketika telah mencapai umur tersebut, mereka akan alami pertumbuhan dengan cepat.

Bukan hanya itu saja, benih nila yang baik pula harus dilihat dari tindakannya. Bila ia memberikan respon terhadap makanan yang diberikan, bisa dipastikan jika ikan ini pilihan yang tepat. Bibit yang bagus pasti memiliki daya resisten tinggi terhadap serangan hama. Bahkan ia pun mampu menghasilkan benih berkualitas tinggi.

Cara budidaya ikan nila yang dilakukan oleh pemula, harus memilih benih yang berjenis kelamin jantan. Pasalnya, pertumbuhannya lebih cepat 40 persen dibandingkan betina. Namun bila masih bingung memilih mana yang betina maupun jantan, perhatikan beberapa cirinya. Biasanya ikan nila betina memiliki tiga buah lubang pada bagian urogenital atau reproduksinya.

Yakni terdiri dari lubang urin, dubur, dan lubang pengeluaran telur. Ikan nila berjenis kelamin betina pula mempunyai ujung sirip yang berwarna merah pucat. Sementara di bagian dagu dan perutnya lebih berwarna putih. Bila anda melakukan proses striping di bagian perutnya, maka mereka akan mengeluarkan cairan yang kental.

Beda lagi dengan jenis kelamin jantan, yang mana pada alat urogenitalnya terdapat dua lubang saja. Yaitu lubang anus dan lubang sperma merangkap lubang urine. Pada ujung siripnya berwarna kemerah merahan yang terlihat lebih jelas dan terang. Tapi untuk bagian dagunya lebih berwarna kehitaman dan kemerahan. Jika distriping, jantan pun akan mengeluarkan cairan.

Memberikan Pakan yang Tepat Agar Ikan Nila Cepat Tumbuh

  1. Daun Talas

Salah satu makanan ikan nila agar tumbuh lebih cepat yakni daun talas. Bukan hanya bisa membuat ikan bisa tumbuh lebih besar, daun talas pula sangat menghemat pengeluaran bagi para peternak. Pasalnya, pakan satu ini bisa dijumpai di beberapa tempat dengan sangat mudah. Bahkan anda pun bisa menanamnya dengan mudah dan tanpa perlu perawatan khusus.

daun talas untuk ikan nila

Untuk memberikannya sebagai pakan nila, daun talas harus dipotong kecil kecil terlebih dahulu. Usahakan tidak memberikan daun talas secara berlebihan. Karena jika tidak termakan, daun talas akan membusuk di dalam kolam dan memberikan masalah nantinya. Daun talas pula berguna agar nila tidak ketergantungan dengan pakan buatan seperti pelet.

  1. Tumbuhan Azolla

Pakan alami selanjutnya yang bisa diberikan kepada nila yakni tumbuhan Azolla. Bila dilihat dari persebarannya, tumbuhan satu ini banyak ditemukan di area persawahan atau kolam. Azolla pula termasuk ke dalam tumbuhan paku air berwarna hijau yang terapung di air. Berukuran antara 1 hingga 4 sentimeter, daunnya berbentuk segitiga atau kotak.

Tumbuhan Azolla untuk ikan nila

Azolla dipercaya memiliki kadar protein yang cukup tinggi yakni berkisar 31 persen. Kandungan inilah yang membuat Azolla digunakan sebagai pakan organik andalan para peternak nila. Sebuah penelitian yang mempelajari mengenai cara budidaya ikan nila menunjukkan jika pemberian tumbuhan Azolla sebanyak 10 persen sangat efektif untuk menambah berat badannya.

  1. Lemna SP

Lemna SP untuk ikan nila

Tidak jauh beda dengan Azolla, Lemna SP pula termasuk ke dalam tumbuhan kecil berwarna hijau. Hanya saja, tumbuhan ini hidup di area perairan. Kandungan protein yang mencapai angka 45 persen, menjadi salah satu hal yang membuat para peternak nila menyukai pakan organik satu ini. Tumbuhan ini pun sangat ampuh untuk mempercepat pertumbuhan nila.

  1. Plankton dan Fitoplankton

Plankton dan Fitoplankton untuk ikan nila

Terkadang di sebuah kolam yang jarang dibersihkan akan membuat airnya keruh bahkan berwarna hijau. Perubahan warna tersebut disebabkan adanya plankton ataupun fitoplankton di dalamnya. Kehadiran plankton dan fitoplankton sebetulnya tidak terlalu merugikan, melainkan makhluk kecil ini ternyata kerap dijadikan makanan bagi ikan nila.

  1. Dedak

Dedak untuk ikan nila

Dedak juga bisa digunakan sebagai salah satu pakan andalan bagi ikan nila. Terlebih lagi, ukurannya yang sangat kecil sehingga sesuai dengan ukuran mulut nila. Berasal dari hasil gilingan sisa padi ini memang kerap dipilih sebagai makanan ikan karena mengandung karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan. Harga yang ditawarkan pun tergolong bersahabat di kantong.

Proses Pembesaran Ikan Nila

Usai menebarkan benih ke dalam kolam yang telah dibuat sebelumnya, berikutnya melakukan proses pembesaran. Kunci sukses budidaya ikan dalam masa pembesaran ini yakni perawatan air, pemberian pakan, serta penanganan terhadap hama dan penyakit. Mari kita bahas mulai dari perawatan airnya. Kondisi air yang harus diganti bisa dilihat dari bau ataupun warnanya.

budidaya ikan nila

Cara pembuangannya yakni melalui lubang yang telah dibuat di pojokan kolam. Sisakan sepertiga air saja di dalam kolam. Pastikan lubang tersebut ada saringannya, agar nila tidak ikut keluar dan lari dari kolam. Bila sudah, isi kembali kolam hingga mencapai ketinggian semula. Jika kolam ikan kotor lantaran ada daun jatuh atau lainnya, segera dibersihkan.

Setelah itu, perhatikan pemberian pakannya. Upayakan memberikan pakan organik maupun buatan yang cocok bagi perkembangan nila. Pemberian pakan pula harus sesuai dengan takaran agar mereka bisa tumbuh lebih cepat dan berukuran besar. Bukan hanya takaran saja, pastikan pemberian pakan tersebut bervariasi mulai dari organik hingga buatan dalam sehari.

Masa Panen Ikan Nila

Sebetulnya, masa panen nila sangat bervariasi yakni antara 2 hingga 7 bulan. Namun paling umum, panen bisa dilakukan bila telah memasuki umur sekitar 4 bulan. Hal ini menyesuaikan pada lokasi dan ketekunan para peternak. Ada pula peternak yang mampu memanen nila hanya dua bulan saja, dengan cara membeli benih yang sudah besar dan memberikan pakan yang banyak.

Waktu untuk memanen dalam cara budidaya ikan nila sejatinya bukan menjadi patokan, namun berat ikannya. Untuk itu, alangkah baiknya jika anda selalu mengukur bobot beberapa ikan nila secara acak setiap dua minggu sekali. Hal ini bertujuan agar anda tahu bobotnya dan kebutuhan pakan yang akan diberikan. Ada kalanya peternak memanen ketika berat ikan mencapai 300 gram.

budidaya ikan nila

Ada pula yang menunggu hingga ikan mencapai bobot sekitar 500 gram. Tentunya hal ini bergantung pada kebutuhan dan cara anda membudidayakannya. Selain itu, terkadang peternak mempertimbangkan bobot panen menyesuaikan cara menjualnya. Umumnya nila akan dijual oleh peternak bila telah memenuhi tiga keadaan.

Yakni masih hidup atau fillet fresh, yang biasanya digunakan untuk dikirim ke berbagai restoran atau luar kota. Kedua yakni dijual saat sudah mati namun telah bersih tanpa kotoran, untuk dijual di swalayan. Ketiga yakni dijual ketika sudah beku utuh. Keadaan yang ketiga ini biasanya pun digunakn untuk dikirim ke luar kota atau luar negeri.

Pencegahan Terhadap Hama atau Penyakit pada Ikan Nila

Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan, pengendalian hama dan penyakit sangat perlu dilakukan demi mencegah terjadinya kerugian yang akan datang di masa mendatang. Lazimnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan ikan nila terserang penyakit maupun hama yang meliputi faktor kimia dan fisika, makanan yang tidak baik, stres, kepadatan ikan, serta bentuk fisiknya.

Untuk itu, pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menekan resiko hama dan penyakit menyerang ikan nila. Pasalnya, bila hal tersebut terjadi, maka biaya penanggulangannya akan lebih besar dari yang dibayangkan. Cobalah anda melakukan beberapa hal seperti pengolahan dasar kolam yang berupa pengeringan, pengapuran, dan pemupukan.

Atau dengan memasang filter atau saringan pada pintu masuk air untuk mencegah sebagian hama dan vektor pembawa penyakit masuk ke dalam kolam. Anda pun bisa melakukan pemberantasan hama secara rutin dengan cara mekanis (diambil atau dibunuh) ataupun biologis (mempertahankan predator alami hama). Bila masih membandel, cobalah gunakan obat obatan kimia.

Kurangi pula kepadatan ikan nila di dalam kolam agar tidak terjadi kontak antara ikan secara langsung. Dengan jarangnya populasi di dalam kolam tersebut, membuat kadar oksigen yang terlarut dalam air kolam akan lebih banyak. Selain itu, berikan pakan dengan takaran yang tepat guna menghindari terjadinya penumpukan sisa pakan dalam kolam.

Penumpukan sisa pakan tersebut akan membusuk dan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan kolam. Alhasil, menjadikan kolam sebagai tempat perkembangbiakan bibit penyakit. Ketika akan menebar atau memindahkan dalam cara budidaya ikan nila ke kolam lainnya, cobalah melakukannya dengan hati hati agar ikan tidak terluka dan memicu munculnya infeksi penyakit yang berbahaya.

Banyak yang beranggapan bahwa ternak ikan terasa sangat menyulitkan. Karena ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan. Hal ini memang perlu dilakukan, agar nantinya usaha yang telah dilakukan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Terlebih lagi, kebutuhan akan ikan nila di masyarakat semakin banyak diminati baik itu di restoran, rumah makan, atau yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *