Jangan Bingung! Simak Cara Budidaya Ikan Patin Paling Benar Disini

  • by

Cara Budidaya Ikan Patin – Bila anda termasuk orang yang sedang mencari penghasilan menguntungkan, tidak ada salahnya jika mencoba untuk merambah ke dunia bisnis di bidang perikanan. Terlebih lagi, kini kebutuhan akan konsumsi ikan semakin hari semakin meningkat. Salh satu bisnis ternak yang sedang meroket yakni ikan patin. Agar bisa untung gede, perhatikan cara budidaya ikan patin berikut.

budidaya ikan patin

Membuat Kolam Untuk Budidaya Ikan Patin

Kolam Terpal

Kolam ikan yang terbuat dari terpal lazimnya digunakan dengan tujuan agar budidaya lebih hemat dan tentunya efisien. Bukan hanya itu saja, kolam berasal dari terpal pun dipercaya bisa menyesuaikan luas lahan yang dimiliki. Yang paling penting, kolam satu ini bisa dibongkar pasang sesuai dengan keinginan. Bahkan jika dibongkar tidak meninggalkan kerusakan pada tanah.

Hal pertama yang harus dilakukan yakni menyiapkan terpal plastik dengan kualitas nomor satu. Atau anda bisa menggunakan terpal dengan ketebalan A5 atau A6 yang memiliki kemampuan bertahan hingga 5 tahun lamanya. Pilihlah terpal yang memiliki ukuran paling umum yakni panjang sekitar 8 hingga 12 meter dan lebar 6 hingga 8 meter.

Bila anda gunakan terpal seperti ini, maka akan diperoleh kolam dengan lebar 4 sampai 6 meter, panjang 8 sampai 10 meter, dan tinggi sekitar 1 meter. Setelah itu, ratakan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan sebagai alas kolam terpal dengan menggunakan cangkul. Jika perlu, anda pun bisa membuat saluran air pada bagian tengah kolam yang akan digunakan untuk pemanenan.

Tebarkan pasir ke dalam kolam dengan ketebalan kira kira 10 sentimeter secara rata ke seluruh bagian kolam. Gunakan tiang dan anyaman bambu atau karung sebagai penyangga bagian pojok kolam terpal dan supaya bisa berdiri dengan kokoh. Pastikan tiang penyangga tersebut benar benar kuat dan mampu untuk menahan air di dalam kolam.

Kolam Tanah

Untuk bisa melakukan budidaya menggunakan kolam tanah, pertama tama anda harus mempersiapkan lahannya terlebih dahulu. Ukuran yang dibutuhkan bisa disesuaikan dengan keinginan, misalnya saja 5 x 10 meter dengan kedalaman sekitar 2 hingga 3 meter. Bila anda tidak memiliki lahan luas, cukup buat yang lebih kecil dengan kedalaman tertentu.

Kemudian gali tanah menggunakan garpu besar atau cangkul. Usai mencapai kedalaman yang diinginkan, buatlah lubang untuk pembuangan air di salah satu bagian sudut kolamnya. Pembuatan lubang tersebut digunakan untuk memudahkan anda tatkala menguras kolam. Berikutnya taburkan kapur untuk menormalkan kelembaban tanah dan biarkan selama 3 hari.

Bila telah mencapai 3 hari, baru anda bisa mengisinya dengan air mencapai ketinggian 80 sentimeter. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 5 kilogram yang ditujukan untuk menumbuhkan unsur organik di dalam areal kolam. Lalu biarkan selama 1 minggu agar air kolam tidak berbau dan suhunya normal. Bila masih menyengat, hendaknya biarkan lebih lama lagi.

Kolam Beton

Selain menggunakan kolam terpal ataupun tanah, budidaya ikan patin pun bisa dilakukan dengan membuat kolam dari beton. Biasanya pembuatan kolam beton ini dilakukan bagi peternak yang sudah profesional. Pasalnya, kolam dari beton ternyata diklaim bisa bertahan sangat lama dibandingkan dengan dua kolam sebelumnya.

Akan tetapi, biaya yang diperlukan untuk membuat kolam unggul satu ini tentu tidaklah sedikit. Meski begitu, anda bisa mendapatkan segudang keuntungan yang tidak disediakan oleh kolam lainnya. Terdapat dua tipe kolam tembok beton yang bisa anda gunakan sebagai referensi pembuatan kolam, yakni tipe tanam atau gali dan tipe permukaan.

Biasanya, kolam dengan tipe tanam atau gali dibangun untuk menyesuaikan sumber air yang digunakan. Yang mana sumber air pada cara budidaya ikan patin ini berasal dari sungai yang letaknya lebih rendah dari permukaan lahan. Karena itulah, usahakan menggali dikala musim kemarau ketika air sungai sedang surut. Hal ini dilakukan supaya batas air minimal bisa terpenuhi.

Bukan hanya itu saja, ketika musim kemarau tiba anda pun tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik. Beda lagi dengan kolam beton yang tipe permukaan, karena lazimnya dibangun pada lahan cadas bebatuan atau pekarangan yang telah dikeraskan. Pasalnya, jika digali akan membutuhkan biaya tambahan yang jauh lebih banyak.

Sumber air yang bisa digunakan yakni berasal dari sumur baik itu sumur bor atau sumur gali. Hindari menggunakan air PDAM, karena mengandung bahan kimia yang tinggi. Diantara kedua tipe tersebut, kedalaman paling ideal untuk kolam beton yakni sekitar 1 hingga 1,5 meter. Bila kedalaman kolam kurang, dikhawatirkan akan membuat ikan cepat stres dan menghambat perkembangannya.

cara budidaya ikan patin agar cepat besar

Cara Memilih Indukan Ikan Patin yang Benar

Usai menentukan dan membuat kolam untuk budidaya, selanjutnya yakni memilih indukan ikan patin yang benar. Adapun kriteria indukan patin yang harus dipilih yakni berukuran besar, sehat secara penampakan, dan memiliki badan yang mulus. Selain itu, perhatikan pula warna kulitnya yang mana harus cerah dan bergerak secara aktif kesana kemari.

Biasanya antara jantan dan betina, keduanya yang siap untuk dipijahkan telah mencapai umur 2 hingga 3 tahun dengan bobotnya 3 sampai 5 kilogram per ekornya. Untuk indukan betina, memiliki ciri khas seperti bentuknya yang urogenital bulat, dan perutnya yang relatif lebih mengembang dibandingkan jantan. Beda halnya dengan indukan patin yang jantan.

Yang mana ciri cirinya yakni terdapat papila dan pada bagian perutnya lebih ramping. Sementara indukan betina yang telah matang gonad memiliki ciri yakni pada bagian perutnya yang membesar ke arah lubang genital, berwarna merah, membengkak, dan mengkilat. Bila diraba bagian perutnya, maka akan terasa lebih lembek.

Cara budidaya ikan patin yang ditujukan untuk indukan jantan yang siap dipijahkan, bisa dilihat pada bagian perutnya  yang akan mengeluarkan cairan putih yang kental. Indukan patin yang telah diseleksi dengan memperhatikan beberapa ciri tersebut berikutnya harus diberok atau dipuasakan selama 1 hingga 2 hari. Selama proses tersebut, air akan terus menerus dialirkan ke wadah pemberokan.

Sebenarnya, tujuan dari pemberokan ini ialah untuk mengurangi kadar lemak pada saluran pengeluaran telurnya. Karena itulah, selama pemberokan mereka tidak diberikan makanan sedikit pun.

Tapi jika bagian perut betina masih tampak besar usai pemberokan, induk ikan akan di kanulasi atau dilakukan penyedotan telur ikan dengan kateter untuk menentukan kesiapan pemijahannya.

Proses Pemijahan Ikan Patin

Sama halnya dengan ternak ikan pada umumnya, yang mana untuk proses pemijahan harus dilakukan di dalam wadah khusus. Hal ini pun tidak luput pada budidaya ikan patin. Langkah pertama yakni siapkan terlebih dahulu wadah berisi air bersih. Anda bisa menggunakan akuarium atau wadah dengan bagian dindingnya yang transparan baik itu dari kaca atau plastik.

Kemudian keluarkan telur ikan dari indukan betina dengan cara memencet perutnya hingga keluar. Selama proses pengeluaran tersebut, upayakan anda melakukannya secara perlahan agar mereka tidak merasa stres ataupun kesakitan. Selanjutnya lakukan hal yang sama kepada indukan jantan untuk mengeluarkan spermanya. Lalu aduk sperma dan telur tersebut hingga airnya berubah keruh.

Usai 3 hingga 5 hari, maka telur akan mulai berbentuk. Kemudian di usia 7 hingga 10 hari, telur dengan kualitas baik akan menetas dan menghasilkan anakan ikan patin. Setelah itu, anakan tersebut harus dipelihara dengan baik. Yakni memberikan nutrisi yang tepat dan sesuai. Bila telah mencapai bobot 20 hingga 25 gram per ekornya, maka bisa dipindahkan ke kolam pembesaran.

cara budidaya ikan patin

Memilih Benih yang Berkualitas dan Cara Penebarannya

Bila telur hasil pemijahan telah menetas dan telah memasuki umur untuk ditebarkan, sebelumnya anda harus memilih benih manakah yang masuk ke dalam kategori terbaik. Sebetulnya, pemilihan benih yang baik dan tepat akan menentukan kualitas dan lamanya waktu panen. Untuk itu, pastikan bahwa benih telah sesuai dengan standar yang ditentukan.

Adapun karakteristik yang memenuhi bibit unggul yakni ukuran kepala dan tubuhnya dalam komposisi yang seimbang. Lalu mempunyai pergerakan yang lincah dan warna tubuhnya pun harus terlihat cerah. Bukan hanya itu saja, anda pun  harus memastikan bila benih berasal dari induk berkualitas tinggi. Serta tidak terdapat tanda tanda adanya penyakit yang menyerangnya.

Sebelum ditebarkan ke dalam kolam, benih patin harus diberikan treatment aklimatisasi terlebih dahulu. Pastikan jika kolam yang akan digunakan untuk cara budidaya ikan patin telah terdapat plankton sebagai pakan alaminya. Kedalaman kolam pun harus sekitar 50 sentimeter, dan masukkan ke dalam plastik berisi benih ke dalam kolam selama 15 hingga 20 menit untuk menyesuaikan suhunya.

Sebetulnya waktu yang paling tepat untuk menebar benih ialah pagi atau sore hari, karena di waktu tersebut suhu air tidak terlalu panas. Ketika suhu telah sesuai, miringkan kantong plastik benih dan buka ikatannya. Biarkan benih keluar dan memasuki kolam dengan sendirinya. Kepadatan penebaran benih harus disesuaikan dengan ukuran kolamnya.

Memberikan Pakan yang Sesuai Untuk Patin

Ikan Kecil

Pakan pertama yang bisa anda berikan kepada patin yakni ikan kecil. Sebagaimana di habitat aslinya, patin sangat menyukai ikan kecil yang hidup di sekitarnya. Karena keberadaannya yang sangat beragam dan bergerak cukup aktif di sekelilingnya, tak ayal jika patin sangat menyukai ikan kecil. Bagaimana tidak, ikan kecil ternyata mengandung protein yang sangat baik bagi perkembangan ikan patin.

Serangga

Sama halnya dengan ikan kecil, serangga juga termasuk kedalam pakan paling digemari oleh ikan patin. Serangga diyakini mengandung protein yang melimpah dan baik untuk pertumbuhan patin. Untuk bisa mendapatkan serangga, biasanya patin akan mencari di sekelilingnya. Terdapat berbagai jenis serangga, yakni laba laba air, nyamuk, belalang, dan masih banyak lainnya.

Seperti yang diketahui, jika ikan patin sangat menyukai tinggal di dasar air dan hanya sesekali muncul ke permukaan. Tapi ketika mereka melihat ada serangga, secepat kilat mereka akan memangsanya. Biasanya ikan patin akan berburu serangga dikala malam hari. Karena, ketika malam hari banyak serangga yang bermunculan dan menghinggapi permukaan air kolam.

Moluska

Salah satu jenis pakan alami selanjutnya yakni moluska. Moluska sendiri merupakan sejenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau yang sering disebut dengan invertebrate. Dikenal dengan istilah hewan lunak, moluska menjadi makanan favorit ikan patin. Yang termasuk hewan moluska diantaranya keong mas, kerang, dan siput.

Karena moluska termasuk ke dalam hewan bercangkang, sehingga untuk menyantapnya tidak bisa langsung begitu saja. Ikan patin memiliki cara tersendiri untuk bisa menyantap moluska. Terlebih lagi, bila moluska sedang memasuki pergantian cangkang. Akan tetapi, beda lagi untuk cara budidaya ikan patin ini, karena anda harus melepaskan cangkangnya terlebih dahulu.

Artemia

Beda dengan artemia, yang mana pakan satu ini termasuk ke dalam zooplankton yang biasa hidup melayang layang di permukaan air. Artemia sangat cocok diberikan kepada ikan patin sebagai pakan andalan, tatkala ukurannya masih sangat kecil. Lazimnya, makanan satu ini diberikan ketika patin masih berukuran kecil atau larva yakni di usia 7 hari.

Ukurannya yang sangat kecil ini membuat para peternak harus bisa menangkapnya dengan cara khusus. Yakni dengan menggunakan jaring halus. Tapi lebih baik, jikalau anda membelinya di toko pakan ternak. Yang mana disana biasanya menjajakan artemia dalam bentuk beku dan dikemas didalam kaleng dengan berbagai ukuran. Dengan begini, anda bisa memilih jenis manakah untuk pakan patin.

Cacing Sutra

Memiliki nama lain tubifex sp, cacing sutra memang kerap dijadikan pakan unggulan untuk beberapa ternak ikan salah satunya ikan patin. Seperti namanya, cacing ini memiliki tubuh yang lembut dan berbentuk halus panjang menyerupai rambut. Ukurannya sangat kecil tersebut membuat cacing sutra biasanya diberikan ketika larva patin berumur sekitar 7 hingga 15 hari.

cara budidaya ikan patin di kolam beton

Masa Panen Ikan Patin

Ikan patin yang sudah siap dipanen bila telah mencapai usia antara 6 hingga 12 bulan sejak ditebarkan ke dalam kolam. Atau ketika patin mencapai bobot 1 kilogram. Bila anda membudidayakan patin di dalam keramba, maka masa panen umumnya lebih cepat yakni 6 hingga 8 bulan. Sementara budidaya model fence masa panennya ialah 8 hingga 12 bulan.

Adapun cara panen yang harus dilakukan yakni pertama mengeringkan air di dalam kolam dan menyisakan volume air sebanyak sepertiga bagian. Baru kemudian menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Untuk proses penangkapan, anda harus melakukannya dengan hati hati supaya ikan tidak terluka dan membuat kualitas yang dimilikinya menjadi menurun.

Setelah itu, segera masukkan ikan hasil panen tersebut ke dalam air segar. Agar ikan tetap segar, upayakan menggunakan air dengan suhu 20 derajat celcius dalam kantong plastik transparan. Tambahkan oksigen di dalamnya, yang mana digunakan untuk proses pernapasan. Usahakan ikan di dalam kantong tersebut tidak terlalu padat agar tidak berebut oksigen.

Penanggulangan Hama dan Penyakit pada Ikan Patin

Salah satu penyebab budidaya alami kegagalan yakni ikan patin terserang penyakit atau hama. Biasanya penyakit yang menyerangnya tersebut disebabkan oleh dua jenis yakni karena infeksi berupa jamur, virus, dan parasit, atau non infeksi. Sedangkan untuk hama yang lazim menyerang ikan patin yakni terdiri dari biawak, lingsang, ular air, dan ikan liar.

Untuk mengendalikan serangan hama, cobalah untuk menjaga kebersihan kolam budidaya secara teratur baik itu dari sisi kolam ataupun airnya. Beda halnya dengan mengatasi penyakit, yang mana anda bisa memberikan pakan yang secukupnya dan berkualitas pastinya. Cara budidaya ikan patin yang terakhir ini harus dilakukan demi menghasilkan ikan patin yang terbaik.

Memelihara ikan memang terasa sangat menyulitkan, terlebih lagi anda termasuk ke dalam pemula. Akan tetapi, jika anda melakukan beberapa cara ternak ikan patin yang telah dijelaskan diatas, bisa dipastikan nantinya hasil yang didapatkan akan berlimpah. Dengan begini, keuntungan yang akan datang pun semakin berkali lipat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *