Pemula Wajib Ikuti! Berikut Cara Budidaya Jagung dari Biji Hingga Panen

  • by

Cara Budidaya Jagung – Jagung menjadi salah satu tanaman yang termasuk ke dalam golongan biji bijian. Yang mana mayoritas masyarakat Indonesia acap kali menjadikannya sebagai bahan masakan paling favorit. Sebenarnya, cara budidaya jagung di nusantara sudah cukup umum. Namun belum tentu hasil yang didapatkan menguntungkannya. Untuk itu, perhatikan ulasan penting berikut.

budidaya jagung

Memenuhi Syarat Untuk Menanam Jagung

Iklim

Meski ada beberapa ras tanaman jagung yang mampu beradaptasi dengan suhu rendah dan kawasan tinggi. Akan tetapi, pada umumnya jagung paling baik dibudidayakan di dataran rendah dengan suhu hangat dan cahaya matahari penuh. Pasalnya, perkecambahan jagung akan berhenti bila ditanam pada daerah dengan suhu di bawah 10 derajat celcius.

Untuk itu, pastikan anda memilih lahan tanam pada suhu optimum yakni sekitar 21 hingga 34 derajat celcius. Bukan hanya itu saja, upayakan tanaman satu ini terkena sinar matahari secara langsung selama 8 jam sehari. Sebetulnya, syarat satu ini tidak begitu wajib. Namun jika bisa, pastikan domisili anda memiliki curah hujan antara 85 hingga 250 mm perbulannya.

Hal ini tentu untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman jagung. Yang mana jika terjadi kekurangan air di masa awal pertumbuhan, masa pembungaan, dan masa pengisian biji, nantinya akan berakibat kegagalan dan penurunan hasil panen jagung. Meski tidak berada di daerah dengan curah hujan tersebut, upayakan untuk selalu menyiram jagung setiap saat.

Lahannya pun harus beriklim subtropis atau tropis dan terletak diantara 0 sampai 500 Lintang Utara hingga 0 sampai 400 Lintang Selatan. Usahakan agar tanaman jagung pada lahan ini tidak ternaungi. Adanya halangan antara jagung dengan sinar matahari bisa menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan merusak biji bahkan bisa saja tidak membentuk buah.

Media Tanah

Selain memperhatikan iklimnya, tanaman jagung pun bisa tumbuh pada berbagai tipe tanah. Hanya saja, pastikan ketersediaan air dan haranya tercukupi sehingga akar mampu tumbuh dengan baik. Namun biasanya, jagung bisa tumbuh pada tanah yang memiliki tekstur gembur. Maka dari itu, anda bisa melakukan proses pembajakan terlebih dahulu agar tanah gembur.

Tanah gembur diperlukan lantaran akar jagung yang tidak terlalu dalam sehingga teksturnya tidak boleh terlalu keras. Sementara untuk jenis tanah yang dianjurkan yakni latosol ataupun andosol. Kebutuhan hara di dalam tanah pun harus tercukupi, terutama pada unsur nitrogen dan fosfornya. Selain itu, pastikan pH tanah mencapai angka 5,5 hingga 7,5.

Bila pH tanah asam atau kurang dari 5,5 maka hendaknya anda menaburkan dolomit atau kapur pertanian dengan mencarinya di toko pupuk. Pastikan pula tanah tersebut memiliki ketersedian air yang cukup. Serta dengan kemiringannya yang kurang dari 8 persen. Ketinggian tanahnya pun harus antara 100 hingga 1800 meter diatas permukaan laut.

budidaya jagung manis

Menyiapkan Benih Jagung

Persyaratan Benih Berkualitas Tinggi

Di tahap satu ini, petani harus memilih benih jagung manakah yang berkualitas tinggi untuk ditanam. Pemilihan benih jagung sangat perlu dilakukan lantaran berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh nantinya. Untuk itu, pastikan anda memilih benih yang sehat, tidak mengandung penyakit, dan tentunya berkualitas. Bila anda masih pemula, cobalah meminta pertolongan pada petani profesional.

Biasanya benih yang berkualitas tinggi tentunya memiliki kriteria tertentu. Yang mana meliputi mutu genetik, fisik, maupun fisiologinya. Bila anda ingin dapatkan benih yang berasal dari varietas unggul, cek beberapa bagiannya. Yakni daya tumbuhnya besar, murni, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit. Benih yang terjamin telah memiliki sertifikat resminya.

Salah satu jenis benih unggulan yakni jagung hibrida, yang mana dihasilkan dari proses persilangan minimal 2 galur. Jenis yang digunakan untuk cara budidaya jagung ini memiliki sifat homogen dan heterozigot, jadi pastinya telah dibekali sifat unggul seperti kualitasnya yang melebihi jagung biasa serta varietasnya lebih luas. Selain itu, hibrida pun memiliki daya jual cukup tinggi di pasaran.

Persiapan Benih

Bila telah menemukan benih sesuai dengan persyaratannya, selanjutnya kumpulkan menjadi satu. Benih jagung komposit biasanya diperoleh dari penanaman sendiri yang berasal dari jagung sehat. Dari tanaman yang terpilih tersebut, ambil jagung yang memiliki tongkol lebih besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang hama.

Tongkol yang dipetik tersebut sebelumnya telah melewati fase matang fisiologi. Yang mana bisa ditengok dari bijinya mengeras dan sebagian besar daun menguning. Tongkol jagung tersebut akan dikupas dan dikeringkan. Jika tongkol jagung ini digunakan untuk benih, maka akan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Usai kering, tongkol akan dibungkus dan disimpan.

Dari tongkol kering tersebut, ambillah biji bagian tengahnya. Biji tersebutlah yang digunakan sebagai benih, sementara di bagian ujung dan pangkalnya tidak. Karena daya tumbuh benih lebih dari 90 persen, sehingga anda membutuhkan benih sebanyak 20 hingga 30 kilogram per hektarnya. Tapi jika anda menggunakan lahan yang tidak terlalu luas, maka perkirakan benih yang diperlukan.

Perlakuan Benih

Setelah melalui proses alot dalam pemilihan dan persiapan, sebelum ditanam benih harus dicampur dengan fungisida. Hal ini demi menghindari benih dari serangan jamur ataupun hama berbahaya lainnya. Karena bila ada benih yang diduga terserang lalat bibit dan ulat agrotis, maka lebih baik benih dimasukkan ke dalam lubang bersamaan dengan insektisida butiran dan sistemik.

budidaya jagung hibrida

Mengolah Media Tanam

Mempersiapkan lahan atau media tanam pun masuk kedalam hal yang perlu dilakukan. Jika anda menggunakan tanah bekas tanaman padi, maka babad jerami terlebih dahulu hingga bersih. Nantinya jerami tersebut bisa digunakan sebagai mulsa atau penutup tanah setelah jagung ditanam. Mulsa sendiri berguna untuk mengurangi penguapan tanah dan menghambat pertumbuhan gulma.

Hal pertama yang harus dilakukan yakni bersihkan lahan dari rerumputan atau jerami hingga bersih. Kemudian gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya, lalu diamkan kurang lebih 5 hingga hari untuk dianginkan. Bersihkan gulma yang menempel pada tanah. Jika lahan pada cara budidaya jagung memiliki kadar asam yang cukup tinggi atau kurang dari pH 5.

Maka anda harus menambahkan dapur dolomit pada tanah sebelum ditanami jagung. Misalnya lahan berukuran dua hektar, dosis untuk pemberian kapur dolomit kurang lebih satu ton. Setelah itu, tambahkan pupuk kandang seperti Bokashi. Pemberian pupuk kandang ini tidak lain untuk meningkatkan kesuburan tanah dan agar tanah mengandung unsur hara yang cukup.

Dimana unsur hara yang dimaksudkan disini meliputi, Kalium, Nitrogen, dan Fosfat. Beda lagi, jika lahan ini merupakan bekas sawah, pasalnya anda bisa menanami benih jagung secara langsung. Namun tetap pastikan untuk membuat sistem drainase sebaik mungkin. Hal ini tidak lain bertujuan agar jagung tidak tergenang air. Atau menggunakan sistem bedengan.

Yang mana sistem bedengan tersebut bisa digunakan untuk membantu sistem drainase pada lahan tersebut. Biasanya bedeng dibuat dengan lebar kurang lebih satu meter dan panjang antara 20 hingga 30 sentimeter. Selanjutnya, buatlah lubang tanam tugalan dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter dan pastikan untuk mengatur jarak antara satu lubang dengan lainnya.

Jarak ideal untuk penanaman benih jagung yakni kurang lebih antara 50 hingga 70 sentimeter antar lubang. Tentu pemberian jarak ini supaya tanaman jagung bisa berkembang lebih baik lagi. Sementara secara teori, idealnya satu hektar lahan budidaya jagung bisa menghasilkan 34.000 hingga 36.000 tanaman jagung setiap panennya.

Teknik Penanaman Jagung

Penentuan Pola Tanaman Jagung

Sebelum memasuki bagaimana teknik atau cara penanaman jagung, alangkah baiknya jika anda mengetahui beberapa pola tanaman. Pertama, tumpang sari atau intercropping yakni penanaman lebih dari satu tanaman dengan umur sama ataupun berbeda. Kedua, tumpang gilir atau multiple cropping yang dilakukan secara beruntun sepanjang tahun.

Pada pola kedua ini proses penanaman harus mempertimbangkan beberapa faktor lain demi mendapatkan keuntungan maksimum. Ketiga, tanaman bersisipan atau relay cropping yakni dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain jagung. Cara budidaya jagung ini bisa dicontohkan ketika masuk waktu panen, kemudian petani menyisipkan kacang panjang.

Keempat, tanaman campuran atau mixed cropping. Pola satu ini bisa dikatakan tidak jauh beda dengan sebelumnya, hanya saja penanamannya tidak disisipkan melainkan dicampur. Yang mana penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. Pada pola ini lahan lebih efisien, namun riskan terhadap hama dan penyakit.

Cara Penanaman Jagung

Sebenarnya, dalam proses penanaman jagung ini tidak bisa dilakukan sembarang waktu. Anda harus memperhatikan waktu kapankah yang sekiranya cocok untuk menanam jagung. Biasanya para petani melakukannya di awal musim penghujan dengan tujuan agar memperoleh pengairan yang cukup. Tapi jika ingin di musim kemarau, pastikan pengairan tetap berjalan optimal.

Saat proses penanaman, pastikan tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang air. Namun jika terlalu kering, aliri terlebih dahulu. Kemudian masukkan benih ke dalam lubang yang telah dipersiapkan sesuai keinginan. Jika menghendaki dua tanaman dalam satu lubang, maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubangnya. Tapi jika ingin satu tanaman per lubang, maka masukkan dua biji per lubang.

Setelah itu, tutup lubang tersebut menggunakan pupuk kompos atau mulsa yang berasal dari jerami bekas padi. Selanjutnya, berikan pengairan yang cukup agar jagung bisa tumbuh dengan baik. Idealnya, untuk satu hektar lahan budidaya dibutuhkan benih jagung sekitar 8 kilogram. Beda lagi jika kurang dari satu hektar, yang mana anda harus perkirakan sendiri.

budidaya jagung pdf

Tahap Pemeliharaan Tanaman Jagung

Penyulaman

Usai benih ditanam, sebagai seorang petani, anda perlu melakukan pemeliharaan agar benih bisa berkembang dengan optimal. Penyulaman menjadi tahap pertama yang bisa dilakukan dengan cara memeriksa secara langsung bagaimana keadaan bibit yang telah ditanam selama kurang lebih satu minggu. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa bibit telah tumbuh dengan baik.

Namun jika ada benih yang tidak dapat tumbuh dengan baik, anda segera menggantinya dengan benih baru agar pertumbuhan lebih seragam. Sebagai contohnya, bila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman dan anda hanya menghendaki 2 atau 1, maka tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik bisa dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah.

Penyiangan

Tahap penyiangan ini merupakan lanjutan dari penyulaman yang dilaksanakan setelah benih jagung berusia dua minggu. Dalam cara budidaya jagung ini, anda harus membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Pasalnya, gulma yang tumbuh liar tersebut akan mengganggu pertumbuhan benih jagung. Alangkah baiknya jika membersihkan menggunakan tangan.

Pembubuhan

Selain membersihkan gulma, penyiangan juga bisa diiringi dengan proses pembubuhan yakni menambahkan gundukan tanah pada bagian batang dan akarnya. Hal ini bertujuan agar batang dan akar jauh lebih kokoh serta supaya tidak mudah roboh. Namun, pembubuhan bisa dilakukan ketika usia telah mencapai satu bulan atau sekitar enam minggu.

Penyiraman

Penyiraman menjadi tahapan yang tidak bisa ditinggalkan. Tentunya hal ini demi menjaga kelembaban tanah dan menghindarkan tanaman dari kekeringan. Proses penyiraman bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Jika musim sedang kemarau, maka proses penyiraman harus dilakukan berulang kali agar tanaman tidak kekurangan air.

Pemupukan

Pemupukan pun merupakan tahapan paling penting demi menghasilkan jagung berkualitas tinggi. Biasanya pemupukan ini dilakukan ketika memasuki awal masa tanam dan dilanjutkan hingga jagung bertumbuh besar. Tujuannya tentu supaya tanaman ini tetap memiliki asupan cukup dan tidak kekurangan unsur hara seperti Nitrogen, Kalium, dan Fosfat.

teknik budidaya jagung pdf

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Jagung

Agar jagung bisa tumbuh dengan baik, anda pun harus melakukan beberapa tindakan pengendalian hama dan penyakit yang mana kadangkala menghambat perkembangannya. Untuk itu, jika tanaman telah terkontaminasi oleh hama dan penyakit maka anda perlu melakukan pembasmian dengan benar. Misalnya saja pada hama ulat tongkol.

Yang mana hama satu ini paling sering menyerang bagian tongkol jagung. Anda bisa mencegahnya dengan cara pengolahan lebih baik lagi agar hama ulat tongkol bisa diminimalisir sebaik mungkin. Beda lagi dengan kutu daun, yang terkadang menyerang bagian daun jagung dengan mengeluarkan semacam embun sehingga menyebabkan daun berubah warna menjadi hitam.

Untuk membasminya, anda bisa menggunakan musuh alaminya yakni berupa Coccinella sp, Micraspis sp, dan Lysiphlebus mirzai. Sementara untuk penyakit yang kerap menyerang tanaman ini yakni penyakit bulai. Yang pada umumnya ditandai dengan munculnya garis garis maupun perubahan warna jagung menjadi kuning hingga coklat.

Biasanya penyakit ini muncul lantaran melakukan penanaman di luar musimnya. Tak perlu khawatir, anda masih bisa mencegahnya dengan cara menanam diwaktu yang tepat, melakukan ritsi tanaman, ataupun memilih benih jagung yang tahan akan penyakit. Pencegahan ini pun berlaku bagi jagung yang terkena penyakit karatan yang ditandai adanya bisul berwarna jingga di permukaan daun.

Masa Panen Tanaman Jagung

Usai melalui proses penanaman dan pemeliharaan yang cukup panjang, akhirnya masuk ke dalam masa panen. Agar tidak salah cabut, ada beberapa ciri jagung yang siap panen. Yaitu jagung yang siap panen telah berumur lebih dari 100 hari setelah tanam, terlihatnya titik hitam pada bagian ujungnya, kulit luar atau klobot terlihat berwarna coklat keemasan, dan ukurannya 7 sentimeter lebih.

Kemudian jika dikupas, warnanya akan terlihat kuning kejinggaan dan tidak berair lagi. Jumlah populasi klobot yang telah kering pun mencapai 80 hingga 90 persen. Jika dikupas klobotnya, rambut jagung terlihat sudah kering dan berwarna kecoklatan bahkan terkadang sudah hitam tergantung pada jenisnya. Cara budidaya jagung terakhir yakni teksturnya yang terasa keras.

Sudah tidak dapat diragukan lagi, mayoritas masyarakat Indonesia memang berprofesi sebagai petani khususnya jagung. Jadi banyak sekali diantara mereka yang telah berhasil mendapatkan keuntungan berlipat ganda berkat menanam jagung dengan menerapkan beberapa cara yang telah dijelaskan diatas. Tentunya hal ini membuat anda ingin melakukannya, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *