Mengintip Cara Budidaya Jamur Tiram Dengan Mudah Bagi Pemula

  • by

Cara Budidaya Jamur Tiram – Terkenal akan rasanya yang lezat dan mendatangkan segudang manfaat baik bagi tubuh, membuat jamur tiram banyak diburu di pasaran. Selain membelinya di toko terdekat, akan lebih menguntungkan jika Anda menjadikannya sebagai mata pencarian mengingat harganya yang melambung tinggi. Namun bagaimana cara budidaya jamur tiram dengan benar ? Simak ulasan berikut.

budidaya jamur tiram

Alasan Membudidayakan Jamur

  1. Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya

Menyiapkan sepetak lahan  khusus untuk membudidayakan tanaman bisa dikatakan sebagai modal yang perlu disiapkan oleh petani, begitu pula ketika hendak menanam jamur jenis tiram. Bagusnya Anda tidak perlu membeli lahan luas atau menyewa lahan orang lain untuk memulainya. Cukup memanfaatkan lahan pekarangan rumah, upaya membudidayakan jamur sudah bisa dilakukan.

Anda juga tidak perlu khawatir tentang ketersediaan lahan terbatas, karena hal tersebut bukanlah masalah utamanya. Sebab sistem penanaman jamur sendiri dapat dilakukan menggunakan sistem bertingkat ataupun sistem gantung, sehingga tidak terlalu mempermasalahkan seberapa luasnya lahan untuk penanamannya.

cara budidaya jamur tiram

Dapat memanfaatkan lahan kosong yang tidak digunakan, namun bukan berarti Anda bisa membuat kumbung tanpa pertimbangan matang. Sebaiknya pastikan dahulu kumbung berada jauh dari kandang ternak dan mendapatkan asupan sinar matahari dengan baik. Pemilihan lokasi penanaman tepat, tentu dapat menunjang pertumbuhan jamur lebih optimal.

  1. Tidak Membutuhkan Modal Besar

Alasan lain mengapa membudidayakan jamur lebih menggiurkan, terkait dengan persiapan modal yang harus disiapkan. Dengan modal terbatas sekalipun, Anda sudah bisa menjalankan bisnis budidaya tanaman satu ini. Hal ini dikarenakan proses penanamannya sendiri hanya menggunakan bahan dan alat sederhana.

cara budidaya jamur tiram di rumah

Hampir semua bahan baku yang dibutuhkan dapat ditemukan dengan mudah di toko terdekat, sehingga pengeluaran anggaran berlebih dapat ditekan dengan baik. Beberapa bahan yang dibutuhkan yang harus dipersiapkan sebelum menerapkan cara budidaya jamur tiram yaitu serbuk jerami, bonggol jagung, bekatul, jerami, ampas tebu, dan beberapa bahan lainnya.

  1. Tumbuh di Segala Musim

Sebelum proses penanaman jamur dimulai, mungkin Anda sempat bertanya tanya mengapa harus memilihnya. Salah satu alasan banyak petani beralih membudidayakan jamur jenis tiram, yaitu ketahanannya di segala musim. Cara membudidayakannya pun terbilang cukup mudah diterapkan bagi para pemula, sehingga wajar jika banyak orang tertarik merintis usaha jamur lezat satu ini.

budidaya jamur tiram putih

Ketika musim kemarau tiba, tanaman satu ini dapat tumbuh dengan optimal asalkan diberikan perawatan tepat. Begitu pula ketika memasuki musim penghujan, dimana petani hanya perlu mengurangi penyiraman dan memperhatikan kelembaban kumbung untuk mencegah serangan hama merugikan yang dapat merusak tanaman.

Sifat toleran terhadap segala cuaca membuatnya lebih unggul dibandingkan dengan tanaman lainnya. Sebab ada kemungkinan tanaman ini dapat panen secara rutin setiap tahunnya. Mampu menghasilkan omset menggiurkan, menjadi alasan membudidayakan jamur terlihat lebih menjanjikan untuk dicoba.

  1. Mudahnya Mendapatkan Bibit Jamur

cara budidaya jamur tiram untuk pemula

Salah satu alasan menariknya membudidayakan jamur jenis tiram, yaitu kemudahan dalam mendapatkan bibit tanamannya. Banyaknya toko yang menjualkan bibit jamur berkualitas, membantu para petani untuk memulai bisnisnya saat ini juga. Namun sebelum membelinya, pastikan jika bibit tersebut memiliki kualitas baik.

Cara Jitu Membudidayakan Jamur

  1. Memilih Bibit Jamur Berkualitas

Kemudahan mendapatkan bibit jamur didorong dengan banyaknya pelaku usaha yang penjualannya di pasaran. Harga yang ditawarkan pun cukup beragam dan bersaing di pasaran. Namun banyaknya penjual bibit jamur bukan menjadi alasan untuk membelinya sembarangan. Sebab pemilihan bibit jamur berkualitas akan berpengaruh pada keberhasilan pembudidayaan.

budidaya jamur tiram bagi pemula

Sebelum melangkah jauh dan bermimpi menjadi pengusaha jamur sukses, tampaknya memilih bibit jamur berkualitas adalah tugas utama yang harus dilakukan. Ambillah bibit yang telah teruji kualitasnya berdasarkan BER jamur. BER (Biological Efficiency ratio) merupakan persentase antara berat jamur dengan berat media tanamnya sendiri.

Bibit jamur berkualitas tentunya memiliki miselium  yang merata ke seluruh media tanam serta memiliki jumlah tidak berlebihan. Memastikan masa kadaluarsa masih jauh, merupakan hal krusial yang tidak kalah penting diperhatikan dalam membeli bibit jamur. Sebab bibit yang sudah berumur empat minggu umumnya mengalami penurunan kualitas.

  1. Mempersiapkan Kumbung Jamur

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya adalah pemilihan kumbung jamur yang tepat. Kumbung memiliki arti sebagai rumah yang dibangun khusus bagi pertumbuhan jamur. Umumnya keseluruhan kerangka rumah jamur ini dibuat dari bahan dasar kayu atau bambu berkualitas, dan dilengkapi dengan papan untuk memaksimalkan pertumbuhannya.

Mempersiapkan Kumbung Jamur

Mempengaruhi keberhasilan penanaman bibit jamur, menjadi alasan kuat betapa penting mempersiapkan kumbung terbaik sejak jauh hari.  Selanjutnya Anda bisa mengisi kumbung dengan sejumlah rak bambu untuk wadah penyimpanan baglog. Rak tersebut umumnya dibuat dengan lebar mencapai 40 cm, dan setiap ruasnya memiliki panjang kurang lebih 1 meter.

Setidaknya satu rak mampu menampung kurang lebih 80 baglog sekaligus. Demi mendapatkan hasil maksimal, silahkan letakkan rak sejajar antara satu dengan yang lainnya. Berikan pula pembatas antar rak. Sebelum meletakkan baglog, pastikan rak tersebut telah dibersihkan terlebih dahulu untuk menekan resiko munculnya hama.

  1. Siapkan Media Tanam

Mempersiapkan media tanam jamur disebut kerap kali disebut sebagai tahapan tersulit ketika membudidayakan jamur.  Sebab pemilihan media tanam jamur atau disebut baglog akan sangat menentukan proses pertumbuhannya. Oleh sebab itu, petani harus lebih pintar membedakan baglog berkualitas dan begitu pula sebaliknya.

tempat budidaya jamur tiram

Selain membelinya, ternyata baglog juga bisa dibuatnya sendiri dengan memastikan komposisi bahannya tepat dan sesuai standar yang berlaku. Jika merasa kesulitan membuat baglog sendiri, akan lebih menguntungkan jika membelinya langsung di toko tanaman terdekat. Dengan cara ini, Anda tidak perlu membuang waktu, tenaga, dan uang untuk membuat baglog.

  1. Fermentasi

Demi mendapatkan hasil maksimal, penting untuk melakukan proses fermentasi sebelum media tanam digunakan. Anda cukup mendiamkan baglog kurang lebih 5 hingga 10 hari agar proses pelapukan terjadi dengan maksimal. Selama proses fermentasi berlangsung, Anda harus memastikan suhu udara mengalami peningkatan.

Fermentasi berfungsi untuk memusnahkan jamur hama yang dapat mengganggu pertumbuhan kembang jamur. Fermentasi yang berlangsung dengan baik dapat terlihat dari perubahan warna pada media tanam. Warna coklat kehitaman menandakan bahwa media tanam sudah siap digunakan untuk menghasilkan jamur berkualitas.

  1. Ketepatan Menyusun Baglog

Ada dua cara menyusun baglog yaitu vertikal dan horizontal. Kedua penyusunan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan, sehingga Anda harus menyesuaikan dengan situasi yang tengah dihadapi. Agar dapat meminimalisir kekurangannya, Anda bisa melakukan antisipasi agar proses pembudidayaan berlangsung baik.

  1. Berikan Perawatan

Tugas Anda selanjutnya adalah memastikan tanaman budidaya tersebut mendapatkan perawatan sesuai dengan kebutuhannya. Berikan perawatan secara rutin mulai dari melakukan penyiraman setidaknya 3 kali sehari, melakukan proses sterilisasi, hingga memotong ujung baglog lalu diamkan selama 3 hari untuk meningkatkan keberhasilan penanaman.

  1. Siap Dipanen

Panen adalah masa paling ditunggu oleh para petani jamur. Salah satu ciri bahwa tanaman tersebut sudah masuk pada masa panen, yaitu permukaan baglog yang tampak tertutupi sempurna dengan miselium. Masa panen jamur umumnya berlangsung sekitar 2 minggu saja. Tidak heran jika banyak petani tertarik mencoba membudidayakannya.

Cara Mencegah Pertumbuhan Hama

Layaknya membudidayakan tanaman lainnya, jamur juga termasuk tanaman yang membutuhkan perawatan khusus untuk menekan pertumbuhan hama. Anda juga tidak dapat memprediksi kemunculan hama perusak tanaman budidaya. Meski demikian, Anda hanya perlu melakukan pencegahan agar menekan resiko kerugian gagal panen akibat hama.

  1. Semprotkan Formalin

Menyemprotkan formalin secara rutin di sekitar area kumbung, merupakan salah satu cara budidaya jamur tiram yang wajib dilakukan. Sebab pertumbuhan hama dan penyakit juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung. Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar jamur dapat tumbuh maksimal.

  1. Jauhkan dari Kandang Ternak

Kepik termasuk hama pengganggu yang kerap menyerang jamur. Umumnya hama satu ini muncul akibat pangkal jamur masih tertanam pada media tanamnya sendiri. Sebab pangkal jamur dianggap ideal untuk meletakkan telurnya dengan baik. Jika telurnya sudah menetas dan berubah menjadi ulat, maka jamur adalah sumber makanan utamanya.

Jika sudah demikian, maka jamur tidak dapat tumbuh maksimal seperti pada umumnya. Namun tidak perlu sedih, karena Anda bisa menaklukkan hama meresahkan tersebut hingga tuntas ke akarnya dengan cara menjauhkan kumbung dari kandang ternak. Sebab ternak termasuk area yang sangat disukai oleh kepik.

Tidak hanya cukup menjauhkan kumbung dari kandang ternak. Sebab sudah menjadi kewajiban Anda untuk menyemprotkan formalin di setiap area kumbung untuk mencegah keinginan kepik berkunjung ke kumbung. Membersihkan rak kumbung juga bisa menjadi alternatif terbaik untuk mengusir hama perusak tanaman budidaya tersebut.

  1. Membersihkan Kumbung Beserta Rak Jamur

Ulat masuk dalam hama yang dapat menggagalkan panen jamur. Namun disisi lain Anda bisa mengetahui jika kehadiran ulat menandakan bahwa kumbung terlalu lembab dan kurang terawat. Inilah mengapa ulat mulai menyerang tanaman yang tengah dibudidayakan. Ketika hal ini terjadi, membersihkan kumbung beserta rak jamur bisa menjadi solusinya.

tempat budidaya jamur tiram

Pertama tama, Anda bisa mengangkat sisa bonggol jamur yang sudah tidak bisa dipanen. Selanjutnya bersihkan jamur kecil atau lebih dikenal jamur hama yang dapat memperlambat laju pertumbuhan jamur. Walaupun namanya serupa, namun pertumbuhan jamur hama justru mendatangkan kerugian. Singkirkan jamur hama tersebut segera agar tidak memakan nutrisi jamur.

Anda perlu meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki masa penghujan, karena saat itulah serangan ulat mulai bermunculan. Hal ini disebabkan oleh udara sekitar kumbung yang terasa lembab berlebih dan cenderung basah akibat air hujan. Sebelum kondisi semakin parah, sebaiknya segera membangun sirkulasi udara dan hentikan aktivitas penyiraman.

Tips Keberhasilan Budidaya Jamur

  1. Siapkan Modal Cukup

Mengetahui cara budidaya jamur tiram saja ternyata tidak cukup untuk menjadi bekal pengusaha sukses di tanah air. Sebab Anda juga harus memastikan bahwa kebutuhan modal untuk pembangunan usaha mencukupi segala kebutuhan. Menyiapkan ladang bertanam sendiri, termasuk modal yang harus dipersiapkan sejak awal.

keuntungan budidaya jamur tiram

Beruntungnya Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak digunakan sebagai pembangunan kumbung. Alhasil biaya untuk sewa lahan dapat dialihkan untuk kebutuhan lebih mendesak lainnya. Anda juga bisa memanfaatkan ruangan dapur sebagai solusi menghemat pengeluaran terlalu tinggi.

  1. Berteman dengan Sesama Petani Jamur

Sebagai seorang petani jamur pemula, penting untuk berteman dengan sesama petani jamur lainnya. Dengan membangun pertemanan sesama petani jamur, peluang sukses membudidayakan jamur semakin berada di depan mata. Sebab di setiap pembicaraannya, Anda bisa menanyakan berbagai pengetahuan terkait dengan tanaman jamur.

Topik pembicaraan mulai dari tips memilih bibit jamur terbaik hingga perawatan tepat mencegah pertumbuhan hama bisa didapatkan dari sang ahlinya. Tentu saja berburu kepada sang ahli terlihat lebih menguntungkan. Bahkan Anda bisa membagikan keluh kesah dan kesulitan ketika menghadapi proses membudidayakannya.

Sebagai petani yang sudah berpengalaman di bidang yang sama, mereka akan memahami kesulitan yang tengah dihadapi dan memberikan sedikit tips untuk melaluinya dengan baik. Belajar langsung dari teman sesama petani, secara tidak langsung memangkas waktu dan tenaga jika dibandingkan harus belajar secara otodidak.

  1. Membuat Baglog

Membuat baglog merupakan salah satu tips membudidayakan jamur yang perlu diterapkan. Sebaiknya tidak membuat baglog terlalu rapat ataupun terlalu longgar, karena hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan jamurnya. Anda juga wajib memperhatikan arah angin berada untuk meningkatkan kesuksesan membudidayakan jamur.

  1. Membeli Baglog Terbaik

Selain membuat baglog sendiri, akan lebih praktis jika Anda membelinya langsung di toko budidaya tanaman terdekat. Walaupun terdengar lebih menjanjikan, namun perlu diketahui bahwa tidak semua baglog yang ada di pasaran memiliki kualitas jempolan. Oleh sebab itu, Anda harus bisa membedakan antara baglog berkualitas dan tidak.

Beruntungnya baglog berkualitas mudah dibedakan hanya dengan melihat ukurannya. Umumnya baglog dikemas dalam bentuk plastik bening dengan panjang kurang lebih 30 cm dan diameter 12 cm. Ketika ditimbang, baglog unggulan umumnya memiliki berat rata rata mencapai 1.3 kg hingga 2 kg. Jika baglog terasa lebih ringan, sebaiknya pilih baglog lainnya.

tempat budidaya jamur tiram

Anda juga bisa membedakan produk baglog berkualitas dari serbuk gergaji yang digunakan. Baglog dengan serbuk gergaji padat dan dibuat menggunakan alat khusus, merupakan ciri produk berkualitas. Umumnya pelaku usaha pembuatan baglog akan menggunakan kayu mahoni, kayu kembang, atau kayu kampung untuk mendapatkan kualitas jempolan.

Jika diperhatikan seksama, baglog berkualitas memiliki miselium dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Umumnya satu baglog diberikan 10% hingga 12% miselium untuk menunjang pertumbuhan jamur lebih maksimal. Miselium sendiri berwarna putih sehingga mudah dibedakan dengan material pembuatan baglog lainnya.

Anda juga perlu memastikan apakah bibit jamur dibuat sendiri atau harus dibeli terlebih dahulu. Demi mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk memilih baglog yang dibuat sendiri oleh sang pemilik toko. Dengan cara ini, Anda bisa melakukan klaim apabila ditemukan baglog kurang berkualitas namun tetap diperjual belikan.

  1. Memberikan Perawatan Secara Rutin

Langkah terakhir yang perlu dilakukan yaitu memberikan perawatan tepat sesuai dengan kebutuhan sang jamur. Sebelum mulai dibudidayakan, disarankan untuk mendiamkan bibit tanaman tersebut kurang lebih 5 hingga 10 hari lamanya terhitung usai disusun. Setelah dirasa cukup, mulailah membuka cincinnya.

Jamur juga rentan terserang berbagai hama layaknya tanaman budidaya lainnya. Demi meningkatkan kesuksesan panen di saat yang tepat, tentu menyingkirkan hama merugikan adalah sebuah kewajiban. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan hama tersebut, salah satunya dengan menyemprotkan formalin.

cara budidaya jamur tiram sederhana

Memastikan kumbung jauh dari kandang peternakan serta menjaga kebersihan kumbung tidak kalah penting dilakukan. Berikan perawatan secara rutin agar tanaman budidaya ini tumbuh optimal dan menghasilkan produk berkualitas. Bukankah cara budidaya jamur tiram satu ini cukup mudah diterapkan oleh para pemula ?

Itulah beberapa cara yang perlu dilakukan agar budidaya jamur sukses dijalankan. Anda tidak perlu ragu untuk segera memulainya saat ini juga, mengingat sudah banyak pelaku budidaya jamur yang sukses dan terkenal. Mampu meraup untung cukup besar dan selalu dicari di pasaran, tampaknya bisa menjadi motivasi untuk membudidayakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *