Profit Menjanjikan, Berikut Cara Budidaya Jangkrik yang Terbukti Sukses

  • by

Cara Budidaya Jangkrik – Sebagian besar orang telah mengetahui jika jangkrik telah dipelihara sejak lama, baik itu digunakan sebagai hewan peliharaan ataupun pakan hewan. Untuk itu, banyak sekali orang yang ternak jangkrik demi memperoleh keuntungan melimpah. Agar bisa mendapatkan profit yang menjanjikan, cobalah menerapkan cara budidaya jangkrik yang akan diulas berikut ini.

budidaya jangkrik

Mempersiapkan Kandang Untuk Budidaya Jangkrik

Kandang dari Kardus

Kardus bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan kandang untuk ternak jangkrik. Biasanya bahan yang digunakan merupakan kardus yang tak terpakai, jadi anda bisa menjumpainya dengan sangat mudah. Meski kerap dianggap remeh, namun kandang dari kardus ternyata memiliki ketahanan yang tergolong lumayan walau tidak bisa digunakan secara permanen.

Hal pertama yang harus dilakukan yakni mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. Mulai dari kardus dengan ukuran sesuai keinginan, isolasi, Insect Netting agar jangkrik tidah mudah berloncatan keluar kandang, kayu sebagai kaki kandang, lem, 4 buah botol bekas, oli tak terpakai, gergaji, dan gunting atau cutter.

Rangkai kardus yang telah dipersiapkan sebelumnya menggunakan selotip di masing masing ujungnya. Penggunaan selotip ini ditujukan untuk memperkuat struktur kandang jangkrik. Kemudian gunakan kayu sebagai kaki atau penyangga kardus dengan ketinggian dari 30 hingga 50 sentimeter. Gunakan lem untuk merekatkan kayu dengan kardus.

Potong botol bekas dan oli menjadi separuh dan ambil bagian bawahnya saja. Potongan botol bagian bawah tersebut bisa digunakan sebagai alas dari masing masing kaki kandang. Berikutnya masukkan oli ke dalam setiap botol untuk menghalau serangga seperti semut masuk dan berpotensi memakan telur jangkrik. Terakhir, buatkan jaring atau insectnetting.

cara budidaya jangkrik

Kandang dari Triplek

Selain kardus, kandang untuk ternak jangkrik pun bisa dilakukan dengan triplek. Bahan satu ini diklaim memiliki kekuatan yang bagus, harganya pun sangat ramah di kantong. Karena triplek berasal dari berbagai macam jenis kayu, sehingga diharuskan anda bisa memilih kayu manakah yang terbaik agar bisa bertahan lama dan kokoh menopang kandang.

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya yakni triplek ukuran 5 milimeter untuk dinding kandang, kayu sebagai kerangka, paku kayu, sekrup, obeng, lem kayu, engsel untuk mempermudah pembuatan tutup kandang, palu, insectnetting, empat buah botol bekas, dan oli bekas. Bila semua alat dan bahan telah terkumpul, baru anda bisa melakukan tahapan pembuatannya.

Pertama tama yakni potong kayu reng menggunakan gergaji untuk dijadikan sebagai kerangka dengan ukuran masing masing 60 sentimeter. Sisakan 20 sentimeter pada bagian bawahnya untuk dijadikan kaki kandang. Kemudian paku setiap bagian kayu yang telah dipotong tersebut sekuat mungkin menyesuaikan pola yang telah dibuat sebelumnya.

Bila kerangka telah berdiri, tambahkan triplek sebagai dindingnya. Tidak jauh beda dengan kandang dari kardus, kandang satu ini di bagian atasnya pun diberikan insectnetting. Pemasangan triplek bisa dilakukan menyesuakian ukuran dari kerangka yang telah dibuat. Lalu hubungkan dinding triplek dan kerangka menggunakan paku.

Tambahkan alas penyangga atau kaki kandang dengan potongan botol dan isi menggunakan oli secukupnya. Selanjutnya potong jaring serangga atau insectnatting untuk digunakan sebagai atap kandang. Anda pun bisa membuat penutup bagian atasnya berupa bingkai kayu sesuai ukuran kandang jangkrik. Terakhir, pasangkan salah satu sisinya dengan engsel.

Memilih Bibit Jangkrik yang Berkualitas

Cara budidaya jangkrik biasanya menggunakan jenis G. Miratus dan G. Testaclus. Bibit tersebut bisa didapatkan dengan membelinya secara langsung dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup atau dari marketplace. Sebetulnya, anda masih bisa ternak jenis jangkrik lainnya. Akan tetapi, terdapat beberapa spesies yang sulit atau lambat perkembangbiakannya.

Selain itu, umumnya bibit jangkrik diambil dari alam bebas. Misalnya saja di persawahan, perkebunan, semak, atau di hutan. Bibit yang berasal dari alam bebas memiliki berbagai keunggulan, seperti induk lebih sehat, kuat, dan benar benar telah dewasa untuk siap dikawinkan. Antara indukan jantan dan betina, bisa dibedakan dengan melihat beberapa hal.

budidaya jangkrik pada umumnya ditunjukkan untuk menghasilkan

Lazimnya, jangkrik jantan memiliki ciri ciri yakni tubuhnya yang cenderung pendek dan lebih besar, terdapat sayap di punggung yang cukup kasar, dan tidak mempunyai ovipositor. Berbeda dengan jangkrik betina, yang mana tubuhnya ramping dan memanjang dengan sayap punggung yang harus serta mengkilat. Betina pun memiliki ovipositor yang berwarna hitam dan sedikit kaku.

Usai mengetahui ciri ciri antara jantan dan betina, cobalah perhatikan bagaimana kondisi tubuh jangkrik. Jika gerakan jangkrik masih gesit dan aktif, maka hal tersebut menandakan bahwa ia berada dalam kondisi yang sehat. Jangkrik pun akan meronta jika disentuh badannya. Selain itu, fisiknya pun harus lengkap, mulai dari sungut, ovipositor, hingga kakinya.

Jangkrik yang memiliki tubuh keras dan tidak lunak pun jadi pilihan paling tepat untuk pembibitan. Bila serangga ini dipegang lemas dan tidak gesit, menandakan jika ia tidak sehat dan mudah mati. Masalah warna ovipositor pada betina pun harus diperhatikan dengan jeli. Jangkrik yang siap kawin biasanya ovipositornya akan berwarna hitam, kaku, dan masih utuh.

Proses Perkawinan Indukan Jangkrik

Bila indukan telah terpilih, selanjutnya yakni proses perkawinan. Sama halnya dengan ternak hewan lainnya, proses mengawinkan jangkrik pun harus dilakukan di tempat khusus. Dimana tempat tersebut sebaiknyab terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Meski begitu, kondisi kandang untuk perkawinan harus dibuat semirip mungkin dengan habitat jangkrik di alam.

Anda bisa membuatnya dengan melapisi dinding kandang menggunakan tanah liat, semen putih, serta memberikan dedaunan kering seperti daun jati, daun pisang, atau serutan kayu. Sebelum melakukan perkawinan, upayakan jangkrik berasal dari spesies yang sama. Pasalnya, jika indukan betina dan jantan berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi.

budidaya jangkrik pada umumnya ditujukan untuk menghasilkan

Masukkan indukan betina dan jantan ke dalam tempat perkawinan dengan perbandingan 10 : 2. Artinya, jumlah indukan betina harus lebih banyak dibandingkan indukan jantan. Dalam tahapan cara budidaya jangkrik ini, sediakan bak pasir atau tanah di dalam kandangnya sebagai tempat pembuahan. Selama masa perkawinan, indukan jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus.

Sementara indukan betina yang telah dibuahi, maka ia akan bertelur yang diletakkan di dalam pasir ataupun tanah. Selama masa perkawinan pun, jangkrik harus selalu mendapatkan asupan makanan yang cukup. Misalnya saja kubis, kangkung, bayam, daun pepaya, sawi, dan jenis sayuran hijau lainnya. Segera buang sisa pakan agar tidak membususk di dalam kandang.

Ada kalanya, peternak memberikan ramuan khusus untuk jangkrik yang sedang melakukan masa perkawinan. Seperti bekatul, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, tepung ikan, dan beberapa vitamin lainnya. Mereka beranggapan bahwa pemberian pakan ini agar jangkrik bisa menghasilkan telur yang banyak dan berkualitas.

Proses Penetasan Telur Jangkrik

Menggunakan Media Kain

Kain menjadi salah satu media penetasan telur jangkrik yang biasanya digunakan oleh para peternak. Pertama tama, persiapkan kain dengan keadaan bersih dan kering. Hindari menggunakan kain yang kotor, lantaran ada bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan kegagalan dalam penetasan telur. Potong kain tersebut berukuran 25 x 25 sentimeter.

Selanjutnya letakkan telur jangkrik dengan cara meratakannya di seluruh permukaan kain. Ketebalan dalam meratakan telur pun harus diperhatikan. Yang mana tebal yang bisa membuat telut cepat menetas yakni sekitar 2 sentimeter. Setelah disebar rata, lapisi kembali telur menggunakan kain bersih demi menjaga suhunya agar tetap hangat.

budidaya jangkrik lengkap

Berikan celah pada kain, supaya jangkrik yang telah menetas bisa keluar dengan sendirinya. Kemudian bungkus kain tersebut dan letakkan ke wadah atau tempat penetasan. Biasanya wadah yang digunakan terbuat dari kayu ataupun triplek dengan ukuran standar 50 x 30 x 20 sentimeter. Agar suhu tetap lembab, upayakan menyemprotkan air menggunakan sprayer.

Tentunya penyemprotan harus dilakukan sesuai takaran, karena jika tidak akan membuat telur cepat membusuk. Pantau wadah penetasan secara berkala, baik 12 jam sekali atau 24 jam sekali. Bila kain terasa kering maka lakukan penyemprotan kembali. Ketika memasuki hari ke 3 atau 6, wadah penetasan bisa dicek dan telur tersebut akan mulai bermunculan.

Menggunakan Media Pasir

Media pasir juga diklaim memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menetaskan telur jangkrik. Untuk itu, sebelum melakukan cara budidaya jangkrik ini persiapkan telur yang akan ditetaskan. Biasanya telur yang siap menetas berwarna coklat tua. Jika telur masih berwarna kuning, menunjukkan telur masih terlalu muda dan tidak bisa ditetaskan. Bila dipaksakan, akan membuatnya rusak.

Pasir yang akan digunakan sebagai media upayakan diayak terlebih dahulu agar halus. Pengayakan ini ternyata berguna untuk tidak merusak cangkang dari telur jangkrik. Setelah diayak, cuci pasir tersebut menggunakan air bersih. Kemudian jemur di bawah sinar matahari atau diangin anginkan hingga kering dan terhindar dari parasit.

Persiapkan wadah yang digunakan untuk penetasan telur. Anda cukup menyediakan kotak kayu atau triplek dengan ukuran yang sesuai dengan media kain sebelumnya. Ratakan pasir halus dengan ketebalan sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Pemerataan ini berguna supaya telur jangkrik bisa menetas dengan baik. Begitu pula dengan telur, yang mana harus diratakan di atas permukaan pasir.

Agar kelembapan pasir tetap terjaga, lakukan penyemprotan air menggunakan sprayer secara berkala. Optimalkan suhu tersebut dengan melapisi pasir dengan kain bersih. Hal ini bertujuan demi menghindari telur dari paparan kotoran dan menjaga suhu tetap hangat. Agar lebih maksimal, cobalah melapisi wadah dengan plastik bening dan tutup dengan rapat.

Pemberian Pakan Jangkrik

Voer Ayam

Makanan wajib yang harus diberikan kepada jangkrik agar tumbuhnya lebih cepat yakni voer ayam. Namun dalam pemberiannya tak bisa sembarangan, anda hanya bisa memberikan voer yang mengandung protein tinggi antara 20 hingga 23 persen. Selain voer ayam, anda juga bisa menambahkan voer lele atau jenis konsentrat lainnya.

Sayuran

Sayuran pula memegang peranan penting demi tumbuh kembang jangkrik. Usahakan anda memberikan sayuran yang banyak mengandung air untuk pengganti minumnya. Terlebih lagi, pemberian sayuran pun telah sesuai dengan kebiasaan makan jangkrik di habitat aslinya yang mana kebanyakan menyantap dedaunan. Tetapi jenis sayuran yang diberikan harus sesuai dengan usia jangkrik.

Bila masih muda, alangkah baiknya memberikan sayuran yang bertekstur lunak seperti sawi putih. Pastikan sawi tersebut telah terbebas dari sisa pestisida yang berbahaya. Sementara untuk jangkrik dewasa, anda bisa memberikan sayuran hijau seperti dedaunan. Cara budidaya jangkrik dengan memberikan sayuran sesuai takaran, akan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.

budidaya jangkrik bagi pemula

Gedebok Pisang

Gedebok pisang atau batang pisang menjadi makanan yang paling direkomendasikan untuk perkembangan jangkrik. Batang pisang pun dipercaya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi terlebih pada kebutuhan airnya. Untuk itu, pastikan anda memberikan gedebok yang masih segar dan belum busuk. Kandungan air yang paling baik untuk jangkrik tidak lebih dari 50 persen.

Daun dan Batang Pohon Pepaya

Sebetulnya, daun dan batang pohon pepaya ini menjadi makanan alternatif yang tidak bisa diberikan diawal pertumbuhannya. Melainkan dikala jangkrik telah tumbuh dewasa dan siap untuk dipanen. Sebelum diberikan sebagai pakan, usahakan daun dan batang pepaya direndam selama 10 menit. Baik itu daun dan batang pohon pepaya, keduanya memiliki kandungan serat yang tinggi.

Masa Panen Jangkrik

Dalam proses pemanenan ini, terdapat dua output yang bisa dipilih. Yakni jangkrik dewasa atau telur jangkrik. Jadi sebetulnya, setelah dibuahi dan bertelur bisa langsung dipanen. Namun hal ini tergantung pada tujuan dari budidaya yang anda lakukan. Lazimnya, telur jangkrik yang telah dibuahi bisa dipanen dengan harga jual yang lebih tinggi ketimbang jangkrik dewasa.

Hal ini lantaran telur dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran. Untuk itu, anda bisa menawarkan telur jangkrik ini kepada penjual hewan atau sebagai distributor. Sementara unyk jangkrik dewasa, bisa dipanen ketika telah menginjak umur kurang lebih 30 hari terhitung sejak telur mulai menetas. Pastikan jangkrik yang akan dipanen belum tumbuh bulunya.

Pasalnya, bulu yang tumbuh di tubuh jangkrik mengakibatkan harga jualnya akan terjun bebas di pasaran. Ciri utama yang menandakan jangkrik telah siap dipanen yakni sayapnya yang telah mengembang dan berfungsi dengan baik. Tangkap jangkrik dari tempat pembesarannya satu persatu. Usahakan tidak menekan jangkrik agar tidak membuatnya kesakitan dan stres.

Pengendalian Hama dan Penyakit Jangkrik

Hama yang kerap mengganggu telur jangkrik yakni semut yang hidup di dalam tanah. Telur yang telah mencapai umur 13 hari akan menetas di dalam tanah. Setelah menetas, mereka akan keluar dari dalam tanah dan menyebar ke seluruh permukaan tanah. Anak jangkrik yang baru menetas tersebutlah yang kerap diserang oleh segerombolan semut hitam.

Jika sudah besar, hama yang sering menyerang yakni kadal, tokek, ayam, semut hutan, cecak, ular, dan jenis burung pemakan serangka. Meski telah ditempatkan di dalam kotak, jangkrik tetap akan diganggu oleh beberapa jenis hama. Untuk itu, pastikan kaki kandang diberikan alas mangkuk dan diisi oli agar semut atau serangga lain tidak bisa naik dan masuk ke dalamnya.

Bukan perkara hama saja, ada kalanya cara budidaya jangkrik tidak berhasil lantaran terserang penyakit. Biasanya penyakit ini berkaitan erat dengan ventilasi udara, kebersihan kandang, dan pengaruh makanannya. Jangkrik yang kekurangan oksigen, maka akan terkulai lemas dan menyebabkan kematian. Jadi pastikan ventilasinya cukup untuk menyuplai udara masuk ke dalam kandang.

Meski banyak yang memandang sebelah mata terhadap peternak jangkrik. Namun tidak ada yang tahu jika jangkrik kerap digunakan sebagai pakan andalan untuk para peternak hewan lainnya. Jadi tak heran bila banyak sekali peternak serangga ini yang membuktikan keberhasilannya dengan meraup keuntungan berlimpah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *