Anti Gagal! Berikut Cara Budidaya Kacang Tanah Untuk Pemula

  • by

Kacang tanah merupakan bahan makanan yang tak boleh disepelekan. Kandungan nutrisi yang beragam dari jenis tumbuhan ini sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, kacang tanah juga bisa digunakan sebagai makanan untuk diet maupun mengatasi jenis penyakit tertentu. Untuk itu, kacang tanah yang berkualitas memiliki harga yang tinggi. Yuk simak cara budidaya kacang tanah berikut.

budidaya kacang tanah

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah bukanlah hal yang sulit ditemui di Indonesia. Tumbuhan yang memiliki nama latin Arachis Hypogaea ini telah banyak dibudidayakan dan di tanam pada lahan kering. Penanaman ini biasanya menggunakan pola tanam padi-padi-palawija. Tumbuhan ini bahkan dapat mencapai hasil panen 2 sampai 2,5 t/ha.

Tumbuhan yang satu ini lebih sering ditanam ketika musim kemarau. Pasalnya, kacang tanah membutuhkan penyinaran sinar matahari penuh dengan suhu udara 28-32 derajat celcius dan kelembaban udara 65% hingga 75%. Tumbuhan yang satu ini juga menyukai jenis tanah yang gembur dan subur, Untuk itu, kacang tanah sering ditanam di dataran rendah dengan curah hujan 800-1300 mm/th.

Jenis Lahan Yang Bisa Digunakan Untuk Menanam Kacang Tanah

Sawah Irigasi

Jenis lahan yang satu ini adalah lahan yang sering digunakan para petani dalam menanam kacang tanah. Lazimnya, petani biasanya menerapkan pola padi-palawija atau padi-padi-palawija sesuai dengan kondisi musim yang ada. Umumnya, sistem penanaman dengan jenis ini banyak dilakukan di Pulau Jawa. Petani memanfaatkan sumber air irigasi untuk menyiram tanaman ini.

Sawah Tadah Hujan

Begitu pula, beberapa petani juga ada yang memanfaatkan lahan sawah tadah hujan dalam melakukan tahapan cara budidaya kacang tanah. Dalam hal ini, kacang tanah biasnaya akan ditanam pada bulan November hingga januari dengan memanfaatkan awal musim hujan. Penanaman ini biasanya dilakukan lebih dahulu daripada tanaman padi.

Lazimnya, kacang tanah yang ditanam pada sawah tadah hujan menggunakan sistem tumpang sari atau monokultur. Penanaman ini biasanya dilakukan dengan tanaman jagung. Beberapa daerah yang sering memanfaatkan model penanaman ini biasanya terdapat di Kabupaten Wonogiri, Blitar, Buleleng dan Sukabumi.

budidaya kacang tanah di lahan kering

Lahan Kering Iklim Basah

Beberapa masyarakat juga ada yang memanfaatkan lahan kering iklim basah untuk menanam kacang tanah. Namun, wilayah tropis dengan kondisi ini biasanya memiliki curah hujan tinggi yang mencapai 2500-3500 mm/tahun. Hal ini bahkan mengakibatkan proses pencucian tanah yang berat dengan masalah pH yang cenderung basa rendah, tinggi kandungan aluminium dan mudah tererosi.

Kondisi ini tentu dapat menghambat pertumbuhan kacang tanah karena kurangnya keruburan. Hal ini bahkan dapat menghambat pembentukan bintil akar dan hasil kacang tanah yang rencah. Untuk itu, anda dapat melakukan pemeliharaan tanah dengan melakukan ameliorasi lahan, pemupukan dan pengendalian pH tanah.

Lahan Kering Iklim Kering

Jenis lahan yang satu ini juga dapat dijumpai di Pulau Jawa 29%, Sulawesi 31%, Maluku 21%, Nusa Tenggara dan Bali lebih dari 50%. Daerah ini biasanya hanya memiliki masa musim panen sekali dalam setahun. Oleh karena itu, jenis lahan ini dapat digunakan untuk menanam palawija dengan sistem monokultur antara tumbuhan jagung dan kacang tanah.

Lahan Pasang Surut

Selain itu, lahan pasang surut yang tersebar di pantai timur Sumatera, Irian Jaya dan Kalimantan juga dapat dimanfaatkan untuk menanam kacang tanah. Petani yang mengembangkan lahan ini biasanya menggunakan sistem kacang tanah-padi sebagaimana yang telah banyak dilakukan di Kalimantan. Pasalnya, petani biasanya melakukan pengelolaan air dan tanah dengan meninggikan bedengan.

Tips Dan Trik Menanam Kacang Tanah

Pemilihan Benih Unggulan

Pemilihan benih unggulan termasuk cara budidaya kacang tanah yang harus diperhatikan. Pemilihan benih yang baik dan berualitas juga dapat menghasilkan kacang tanah yang baik pula. Anda bahkan dapat melakukan pembibitan secara mandiri maupun membeli benih kacang unggulan di toko pertanian.

Pembibitan secara mandiri dapat dilakukan dengan memilih biji kacang yang berkualitas. Anda dapat memilih kacang yang sudah tua, bernas dan bebas dari penyakit. Kacang jenis ini biasanya ditandai dengan 80% kacang bernas dengan kulit bagian dalam berwarna kehitaman. Penggunaan fungisida captan dan insektisida Tiamektosan dapat membuat bibit ini berkualitas unggulan.

Anda juga dapat mengetahui kondisi benih unggulan ini dengan cara melihat bentuk fisiknya. Pasalnya, benih yang bagus memiliki bentuk mengkilap, tidak kotor, tidak keriput dan tidak cacat sebagaimana ada bekas gigitan hewan. Benih kacang tanah unggulan ini bahkan memiliki kadar air 9% hingga 12%. Sehingga benih ini akan tampak segar ketika dilihat.

Untuk anda yang masih pemula, membeli benih di toko pertanian sangat direkomendasikan. Anda dapat memilih benih kacang yang tidak kedaluarsa sebagaimana tanggal yang tertera pada bungkus. Begitu pula, benih unggulan ini biasanya dihadirkan dengan bungkus plastik aluminium foil. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas benih agar tahan lama dan tidak mudah membusuk.

Kemudian, pembuktian benih unggulan juga dapat dilakukan melihat sertifikasi dari instansi pertanian profesional. Benih yang tampak mengkilap dan segar ini biasanya berasal dari benih tua yang bebas penyakit. Untuk itu, anda bisa menguji kualitas benih ini dengan membuktikan pertumbuhan kacang tanah 90%.

Pengolahan Tanah

Selanjutnya, pengelolaan tanah juga wajib untuk dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan tanah yang subur dan gembur serta mengurangi populasi gulma yang dapat tumbuh pada lahan pertanian. Anda bahkan dapat mencangkul tanah secara perlahan dan membolak-balik tanah. Kegiatan ini bahkan mampu menetralkan unsur hama agar kacang tanah dapat tumbuh.

Lazimnya, pengolahan tanah yang sempurna dapat dilakukan secara intensif. Anda bahkan bisa melakukan pengolahan ini dengan cara membajak dan menggaru lahan yang akan digunakan. Selanjutnya, pembersihan rumput liar dan gulma juga dapat dilakukan agar tidak menghambat pertumbuhan kacang tanah. Gulma ini bahkan perlu diberantas hingga ke akarnya.

Pembuatan gundukan tanah juga sangat penting untuk mengatur drainase air yang akan dibutuhkan oleh kacang tanah. Pasalnya, anda dapat membuat bedengan dengan lebar 1 meter dengan jarak 40 cm pada setiap bedengan yang telah disediakan. Untuk tanah yang memiliki tekstur liat dan abu yang tinggi, anda sangat direkomendasikan untuk membuat bedengan 2 meter.

Kondisi tersebut diharapkan mampu mempercepat drainase dan lahan cepat mengalami pengetusan. Hal ini kondisi bedengan sangat mempengaruhi perumbuhan kacang tanah dan hasil panen yang akan didapat. Kacang tanah yang ditanam dalam kondisi tanah dangkal atau tanpa bedengan membuat pertumbuhan kurang maksimal karena kelebihan kadar air.

Anda juga dapat mengetes kondisi pH tanah untuk mengetahui kadar asam atau basa pada suatu lahan. Lazimnya, tanah yang terlalu asam dapat diberi dolomit atau kapur pertanian 1 hingga 2 ton untuk lahan satu hektar. Perlakuan ini juga dapat dilakukan dengan menabur dolomit pada lahan yang sudah disiapkan dan mendiamkannya selama 5 hari.

teknik budidaya kacang tanah

Pemberian Mulsa Organik

Mulsa organik dapat berasal dari sisa tanaman seperti jerami atau alang-alang. Mulsa ini bahkan dapat berfungsi sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kualitas lahan. Pasalnya, lahan yang diberi mulsa ini dapat menghadirkan lahan yang gembur dan baik untuk pertumbuhan kacang tanah.

Mulsa ini bahkan dapat memicu peningkatan aktivitas organisme dan makrofauna. Akibatnya, lahan tanah akan membentuk lubang udara dan mempermudah proses infiltrasi. Kotoran yang dihasilkan oleh mikroorganisme ini juga dapat meningkatkan sistem agregat tanah. Tentunya, pemberian ini juga dapat menjadi insulator untuk mengatur suhu dan kelembaban tanah menjadi lebih beragam.

Manfaat lain dari pemberian mulsa ini dapat menurunkan jumlah air yang hilang ketika terjadi evaporasi dan mengurangi pemadatan tanah karena proses infiltrasi. Uniknya, mulsa ini juga sangat bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan gulma pada lahan subur. Mulsa organik bahkan mampu menjadikan pertumbuhan kacang tanah lebih subur dan cepat berbunga atau panen.

Pasalnya, kondisi ini yang sering dimanfaatkan oleh petani dalam membuat pola panen. Petani biasanya memanfaatkan pola padi-palawija maupun padi-padi-palawija dalam memanfaatkan mulsa organik dari sisa jerami padi. Pemberian mulsa ini bahkan dapat memberikan pertumbuhan yang optimal meskipun lahan pertanian tidak diolah. Tanah juga perlu didiamkan 7 hari setelah diberi mulsa.

Penanaman Benih

Sebelum melakukan penanaman, anda perlu merendam biji unggulan yang telah dimiliki. Anda bahkan dapat merendam kacang tanah tersebut dengan 10 liter air bersih selama 2 hingga 3 jam. Pasalnya, penambahan pupuk organik cair pada tahapan ini dapat memaksimalkan pertumbuhan kacang tanah.

Kemudian, anda dapat membawa hasil rendaman biji kacang tersebut pada lahan yang telah disiapkan. Dalam hal ini, anda bisa membuat lubang tanam pada bedengan dengan kedalaman 3 cm. Anda juga bisa memberikan jarak tanam 40 cm x 20 cm atau 40 cm x 10 cm pada setiap benih kacang tanah. Jarak ini dapat meningkatkan pertumbuhan dan pencahayaan yang diperoleh kacang tanah.

Anda juga dapat tutup lubang ini dengan tanah tipis hingga biji kacang tersebut tidak terlihat. Lazimnya, penutupan ini bertujuan agar benih dapat mendapatkan kontak langsung dengan tanah dan kandungan air yang ada didalamnya. Penutupan benih dengan tanah tipis ini juga dapat mengurangi serangan hama yang melihatnya.

Cara budidaya kacang tanah ini dapat dilakukan dengan menanam benih secara langsung pada bedengan yang telah disiapkan. Tanaman yang tumbuh pendek ini tidak perlu dilakukan penyemaian agar lebih lemat tenaga. Selain itu, buah yang tumbuh dan berkembang ini juga dihawatirkan tidak bisa maksimal apabila terdapat tahapan pindah tanam.

cara budidaya kacang tanah

Pemeliharaan Tanaman

Setelah melakukan penanaman benih, tumbuhan ini sebaiknya dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore. Namun, anda juga harus mempertimbangkan porsi air yang terkandung dalam tanah agar benih yang ditanam tidak membusuk. Benih yang berkualitas serta memperoleh nutrisi tanah yang baik dan air yang cukup biasanya akan tumbuh atau berkecambah dalam kurun waktu 4-7 hari.

Tentunya, anda harus selalu memperhatikan pertumbuhan untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal. Jika anda menemukan pertumbuhan kacang tanah yang bermasalah atau gagal tumbuh, sebaiknya segera lakukan penyulaman. Penyulaman atau pergantian tanaman ini berfungsi untuk memaksimalkan pertanian dan mengidendifikasi parasit yang mengganggu.

Kondisi tanah yang sangat subur juga dapat menumbuhkan rumput liar atau gulma pada lahan pertanian. Gangguan pada masa perkecambahan ini bahkan dapat mengganggu pertumbuhan kacang tanah. Pasalnya, gulma ini akan merebut nutrisi tanah yang seharusnya diterap oleh tanaman. Untuk itu, anda dapat mencabut, membajak, menjangkul maupun memberikan herbisida pada lahan.

Pemupukan

Selanjutnya, anda juga dapat melakukan pemupukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan. Pemupukan ini dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 7 hingga 14 hari. Cara budidaya kacang tanah dengan melakukan pemupukan ini bahkan mampu menunjang pertumbuhan menjadi lebih optimal, membasmi hama dan meningkatkan kualitas hasil kacang tanah agar tidak kopong.

Anda dapat melakukan pemupukan organik ini dengan menyemprotkan pupuk organik cair pada tanaman. Pupuk ini bahkan dapat disemprotkan pada bagian bawah daun agar tidak ada hama yang mengganggu. Kemudian, pemberian pupuk ini juga dapat ditambahkan ketika tanaman telah mencapai umur 21 hari.

Pengelolaan Air

Salah satu syarat tumbuh dari tanaman yang satu ini adalah kondisi air yang cukup. Kacang tanah bahkan akan lebih tahan terhadap kekeringan daripada pendapatkan pasokan air yang terlalu banyak. Oleh karena itu, anda perlu melakukan pengelolaan air melalui drainase ketika kondisi air tanah terlalu banyak.

Meskipun kacang tanah dapat tahan terhadap kekeringan, kondisi tersebut juga dapat mempengaruhi kualitas hasil panen tumbuhan ini. Untuk itu, anda dapat melakukan pengairan lahan secara tepat dan usahakan tidak menggenang. Anda bahkan dapat melakukan pengairan saat tanam, berbunga dan pengisian polong untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Masa Panen

Hasil kacang tanah yang berada di bagian akar seringkali sulit untuk diidentifikasi. Dalam hal ini, tanaman kacang tanah biasanya siap untuk dipanen ketika berumur 85 hari hingga 90 hari atau hingga mencapai 110 hari. Salah satu ciri yang bisa menandakan tanaman ini siap panen yaitu warna daun yang mulai menguning dan berguguran.

Kemudian, anda juga akan menemukan batang tanaman yang mengeras ketika dipegang. Tentunya, anda harus mencabut tanaman ini ketika memanennya. Penggemburan tanah menggunakan cangkul atau sekop juga dapat dilakukan untuk mengambil hasil kacang melimpah dari kegiatan budidaya.

Pasalnya, kacang tanah siap panen juga dapat diketahui dari bentuknya ketika sudah tercabut. Anda bahkan dapat melihat bentuk kulit yang telah mengeras dan bagian dalam berwarna coklat. Selain itu, anda juga akan menemukan biji kacang yang telah penuh dengan kulit tipis berwarna mengkilat.

Faktor Yang Mempengaruhi Budidaya Kacang Tanah

Keberhasilan yang didapatkan dari cara budidaya kacang tanah yang baik dilakukan dengan memberikan drainase yang baik. Anda bahkan perlu menjaga kebutuhan air agar tanaman tidak kelebihan maupun kekuranga air. Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan bedengan yang baik dan perawatan tumbuhan.

Selain itu, anda juga harus memperhatikan kondisi gulma yang dapat tumbuh pada lahan agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Bahkan, penyakit seperti layu jamur, karat dan bakteri bisa menghambat pertumbuhan ini. Anda juga perlu memperhatikan beberapa hama yang dapat merusak daun dan batang seperti ulat tanah, kutu kebul, tikus, kumbang daun dan lainnya.

Budidaya kacang tanah dapat menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Tentunya, anda harus memperhatikan syarat tumbuh dan tahapan yang diperlukan dalam membudidayakan jenis tanaman ini. Pemberian pupuk dan pengelolaan tanah juga dapat menambah produktivitas budidaya kacang tanah. Meski demikian, anda juga perlu menjaga tanaman agar tidak terkena hama dan penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *