Yuk Kenali Cara Budidaya Kangkung Yang Benar Untuk Pemula

  • by

Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman yang sering menjadi makanan favorit orang Indonesia. Jenis tanaman yang satu ini bahkan sering diolah dalam bentuk tumisan maupun sayur bening. Tak hanya nikmat, cara budidaya kangkung juga tergolong mudah untuk dilakukan. Anda tertarik? Cek ulasannya disini.

budidaya kangkung

Alasan Perlu Menanam Tanaman Kangkung

Sangat Mudah Ditanam

Kangkung merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mudah ditanam. Tanaman ini bahkan sangat cocok untuk digunakan sebagai percobaan penanaman bagi petani pemula. Hal ini karena kangkung memiliki tingkat germinasi atau kemampuan untuk tumbuh sebesar 98%. Tentunya, tanaman ini dapat membuat anda bersemangat untuk melakukan penanaman yang lainnya.

Masa Panen Pendek

Salah satu hal yang paling didambakan oleh para petani pemula adalah masa panen. Untuk itu, budidaya kangkung menjadi hal menarik yang bisa dilakukan karena dapat mengalami pertumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang satu ini bahkan memiliki masa panen sekitar 20-25 HSS. Uniknya, anda juga bisa panen tanaman ini hingga 2-3 kali dengan cara memotong batangnya.

Mengandung Banyak Nutrisi Yang Baik Untuk Tubuh

Alasan lain mengapa anda perlu mengetahui cara budidaya kangkung yang baik adalah manfaat yang didapatkan tanaman ini sangat beragam. Kangkung bahkan memiliki kandungan zat gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Terdapat zat besi, protein, vitamin C, vitamin A, lemak, karbohidrat, kalsium dan vitamin B1.

Selain itu, tanaman ini juga dapat diolah menjadi berbagai varian makanan yang sangat lezat. Kangkung dapat dimasak dengan cara dikukus, direbus, ditumis maupun dijadikan lalapan. Anda bahkan bisa mencampurkan beberapa olahan bahan lain seperti udang dan tempe ke dalam masakan ini.

Tentunya, aneka olahan masakan tersebut juga tidak akan mengurangi kandungan gizi yang terdapat pada makanan ini. Kandungan vitamin C dan vitamin A yang terdapat pada kangkung bahkan sangat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Olahan masakan dari kangkung ini juga dapat digunakan untuk mengurangi kolesterol, meningkatkan kualitas otak dan masih banyak yang lain.

Menjaga Kesehatan Mental

Tanaman kangkung yang mudah tumbuh dapat menghadirkan nuansa hijau alami di lingkungan anda. Hal ini tentu dapat memberikan efek positif untuk melatih menjaga pikiran agar tetap rileks, tenang dan positif. Selain itu, menghabiskan waktu dengan melakukan budidaya tanaman ini juga dapat membantu anda dalam mengelola stres.

cara budidaya kangkung

Jenis-Jenis Tanaman Kangkung

Kemampuan kangkung yang dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki rasa yang nikmat membuat jenis tanaman ini banyak diminati. Kangkung dengan nama latin Ipomoea Reptans ini bahkan memiliki dua varietas yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Terdapat kangkung air yang sering tumbuh di rawa, sawah dan parit. Selain itu, ada juga kangkung darat yang tumbuh di tanah.

Meskipun memiliki warna yang sama, kedua jenis kangkung tersebut nyatanya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pasalnya, kangkung air seringkali terlihat lebih subur daripada kangkung darat. Hal ini dikarenakan kangkung air memiliki ciri-ciri kondisi daun dan batang yang lebih besar dan hijau. Selain itu, anda juga bisa melihat kondisi batang berwarna putih kehijau-hijauan pada kangkung darat.

Hal lain yang membedakan kedua jenis kangkung tersebut adalah bentuk bunga yang dihasilkan. Dalam hal ini, anda akan melihat bunga putih kemerah-merahan pada kangkung air. Anda juga dapat menemukan bunga putih bersih yang terdapat pada kangkung darat. Selain itu, kangkung darat juga dapat menghasilkan biji yang banyak.

Mengetahui kondisi tersebut, anda dapat menggunakan biji ketika budidaya kangkung darat. Selain itu, cara budidaya kangkung air juga dapat dilakukan dengan cara stek pucuk batang. Hal ini dilakukan dengan cara memotong batangnya dan menanam kembali tanaman ini di air. Meski demikian, jenis kangkung darat lebih banyak diminati karena memiliki rasa yang nikmat dan tidak keras.

Syarat Tumbuh Tanaman Kangkung

Tanaman yang memiliki cita rasa yang nikmat ini memang memiliki potensi untuk meraih keuntungan yang besar jika dibudidayakan. Jenis tanaman ini bahkan tidak memiliki persyaratan tumbuh yang sulit sebagaimana jenis tanaman lainnya. Kangkung juga dapat tumbuh dengan baik di wilayah dengan ketinggian 0 hingga 2000 mdpl.

Uniknya, kangkung juga dapat tumbuh dengan suhu udara sekitar 25 hingga 30 derajat celcius. Pertumbuhan yang baik dengan curah hujan 500 hingga 5000 mm/tahun membuat jenis tumbuhan ini sangat cocok ditanam di daerah tropis. Jumlah curah hujan tersebut menandakan bahwa kangkung memerlukan air yang cukup untuk masa pertumbuhannya.

Jika anda memilih jenis kangkung darat untuk dibudidayakan, anda hanya perlu mengusahakan tanah yang gembur, tidak asam dan banyak mengandung bahan organik. Tumbuhan yang satu ini sebaiknya juga diletakkan pada daerah yang langsung tersinari oleh panas matahari. Pasalnya, penanaman kangkung dalam ruangan hanya akan membuat tanaman ini tumbuh kurus dan memanjang.

budidaya kangkung hidroponik

Cara Menanam Kangkung Darat Yang Benar

Persiapan Benih Unggulan

Memilih bibit unggulan adalah hal yang harus selalu diperhatikan ketika memulai budidaya ini. Pasalnya, setiap bibit yang digunakan akan memberikan dampak langsung pada masa pertumbuhan hingga panen. Oleh karena itu, anda dapat memilih bibit unggulan ini dengan mencarinya di toko pertanian maupun melakukan pembibitan sendiri dengan petani yang telah sukses.

Pembelian bibit kangkung unggulan biasanya telah tersertifikasi dari instansi profesional terkait. Bibit ini bahkan akan diletakkan pada bungkus aluminium foil. Pasalnya, biji yang dibungkus pada tempat tersebut akan lebih terjaga kualitasnya karena sangat tahan terhadap jamur. Anda juga perlu memperhatikan tanggal kedaluarsa pada bungkus ketika membeli bibit ini.

Begitu pula, anda juga dapat belajar dari seseorang yang pernah membudidayakan tumbuhan ini dengan sukses. Belajar memilih bibit dengan membuatnya secara langsung biasanya akan diperoleh dari biji yang terdapat pada tanaman ini. Tentunya, anda juga harus memilih jenis tanaman yang segar dan batang yang kokoh.

Tak hanya pada tanaman, bibit yang berkualitas juga akan tampak jelas pada biji yang telah anda miliki. Pasalnya, biji kangkung yang lumayan besar ini akan terlihat memiliki tekstur dan kuat dan segar. Selain itu, anda juga dapat melihat kualitas biji yang tidak bolong maupun memiliki bekas gigitan serangga.

Kualitas bibit tanaman kangkung juga dapat diketahui dengan merendamnya di dalam air. Lazimnya, biji yang kuat, segar dan tidak berlubang akan tenggelam di dasar air. Anda bahkan bisa membuang biji yang mengapung karena benih tersebut biasanya sulit untuk tumbuh. Uniknya, air yang digunakan untuk merendam ini juga dapat merangsang pertumbuhan tanaman.

Persiapan Lahan

Kangkung menyukai lahan yang gembur dan cukup lembab untuk pertumbuhannya. Dalam pengolahan tanah ini, anda dapat membersihkan rumput liar dan gulma pada lahan tersebut. Berikutnya, mencangkul dapat dilakukan untuk membuat tekstur tanah menjadi lebih lunak dan gembur. Lakukan pencangkulan berulang kali dengan membolak-balik tanah untuk menetralkan unsur hara.

Kemudian, anda dapat membuat gundukan tanah dengan lebar 1 meter untuk membuat bedengan dengan jarak selebar 40 cm. Pembuatan lahan ini bertujuan untuk menghadirkan pertukaran air yang baik dan tidak menimbulkan genangan di sekitar tumbuhan. Hal ini bertujuan untuk membuat tanaman lebih kokoh dan tahan terhadap hama.

Pembuatan bedengan ini juga dapat dilakukan dengan memberi tambahan pupuk organik. Dalam hal ini, anda bahkan dapat mencangkuli tanah tersebut dan mencampurkannya dengan kotoran sapi atau kambing yang telah menjadi kompos. Anda bahkan dapat melakukan pengendapan tanah selama 3 hingga 5 hari agar pupuk dan tanah dapat tercampur sempurna.

Setelah membuat bedengan, anda juga dapat membuat bentuk bedengan kecil di atasnya. Hal ini tentu dapat memudahkan anda dalam proses penanaman untuk memberikan jarak antar benih. Anda juga dapat melakukan pemilahan tanah dan akar sembari membuang sisa-sisa akar dari tanaman sebelumnya.

Penanaman Bibit Kangkung

Pertumbuhan kangkung yang dapat berangsur dengan cepat tentu tidak membutuhkan proses penyemaian sebagaimana jenis tanaman lain. Anda bahkan dapat menanam tumbuhan ini dengan cara menebarnya langsung pada bedengan yang yang telah disiapkan. Tentunya, cara budidaya kangkung dapat dilakukan dengan memberikan lubang sedalam 5 cm.

Anda juga perlu memberi jarak 12 hingga 20 cm pada setiap lubang bedengan. Setelah itu, masukkan 3 hingga biji pada setiap lubang agar tanaman lebih berkualitas.  Penanaman kangkung ini bahkan dapat dilakukan ketika musim hujan maupun musim kemarau. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah selalu memperhatikan kapasitas air yang dibutuhkan.

Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang maksimal, anda dapat melapisi lahan yang telah ditanami benih kangkung dengan tanah tipis yang dicampur pupuk kandang. Begitu pula, anda juga bisa menggunakan teknik zigzag untuk memberikan jarak pada penanaman benih ini. Jarak dari tanaman ini dapat anda gunakan untuk mengontrol proses pertumbuhan kangkung.

Penanaman kangkung yang dilakukan secara langsung pada lahan bedengan juga dapat menghemat tenaga tanpa harus memindahkan biji yang dilakukan penyemaian. Begitu pula, anda juga dapat memanfaatkan musim hujan jika ingin melakukan proses budidaya dengan mudah. Kehadiran bedengan tentu dapat membantu anda untuk mengelola kebutuhan air pada tanaman.

Selain itu, tanaman yang sedang dalam proses pertumbuhan ini juga perlu dikontrol pertumbuhannya secara maksimal. Anda bahkan dapat melakukan penyulaman ketika terdapat salah satu tanaman yang tidak tumbuh sempurna maupun mengalami kegagalan. Pasalnya, penyulaman atau pergantian tanaman ini dapat membantu anda mengidentifikasi parasit yang mengganggu.

budidaya kangkung air

Pemeliharaan

Proses pemeliharaan juga harus selalu dilakukan ketika kangkung sudah mulai mengalami pertumbuhan. Anda bahkan perlu memperhatikan kebutuhan air karena air adalah syarat utama tumbuh dari tanaman kangkung. Tentunya, anda bisa melakukan penyiraman pada pagi dan sore hari ketika menanam kangkung di musim kemarau.

Begitu pula, pemeliharaan ini juga dapat dilakukan dengan menjauhkan berbagai hama dan gulma dari tanaman ini. Anda bahkan dapat melakukan pencabutan gulma dan rumput liat yang tumbuh di sekitar lahan. Lazimnya, berbagai jenis rumput tersebut biasanya akan mengganggu pertumbuhan karena menyerap nutrisi tanah yang seharusnya dimiliki oleh kangkung.

Cara budidaya kangkung yang baik juga dapat dilakukan dengan cara memberikan nutrisi tambahan kepada tumbuhan yang satu ini. Anda bahkan dapat memberikan pupuk urea atau pupuk organik pada setiap tanaman. Pemberian nutrisi tambahan ini juga dapat anda lakukan ketika memasuki 10 hari pembibitan agar kangkung dapat tumbuh dengan optimal.

Masa Panen

Masa tumbuh tanaman yang sangat cepat dapat menghasilkan keuntungan yang berlimpah karena anda bisa memanen tumbuhan ini ketika sudah mencapai 30 hari. Panen kangkung pun dapat dilakukan dengan mudah. Tentunya, mencabut kangkung hingga ke akar menggunakan tangan atau memotong pangkal batang dapat dilakukan dengan mudah.

Selanjutnya, letakkan hasil panen kangkung pada tempat yang teduh dan lembab. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesegaran tumbuhan agar tidak layu. Anda juga dapat merendam akar kangkung jika ingin menghasilkan sayuran yang tetap segar. Menariknya, tanaman kangkung yang direndam pada bagian akar dan diletakkan di bawah sinar matahari dapat tumbuh kembali.

Hama Yang Bisa Menyebabkan Kegagalan Panen

Bekicot

Hewan yang mirip dengan siput ini merupakan salah satu hama yang sering mengganggu tanaman kangkung. Hewan ini biasanya akan berjalan  dan menempel pada tanaman dengan menggerogoti batang dan daun tanaman. Gigitan yang disebabkan oleh hama ini bahkan dapat menimbulkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Akibatnya, tanaman akan mudah layu dan busuk.

Untuk itu, anda dapat mencegah dan mengatasi masalah tersebut dengan memperhatikan lingkungan tempat kangkung tumbuh. Melakukan sanitasi atau kebersihan sekitar tanaman juga dapat dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan tanaman. Pasalnya, kondisi lingkungan yang terlalu lembab dapat mengundang hama ini untuk merusak tanaman kangkung.

Ulat Grayak

Ulat grayak juga dapat menjadi masalah serius ketika menyerang tanaman kangkung. Untuk itu, cara budidaya kangkung yang baik juga dapat dilakukan dengan mengidentifikasi gejala yang ditimbulkan oleh hama ini. Tentunya, anda harus berhati-hati jika menemukan beberapa daun yang berlubang maupun bagian pinggir daun yang bergerigi.

Pencegahan hama yang satu ini dapat dilakukan dengan cara melakukan sanitasi lahan secara teratur. Anda juga dapat mengambil ulat ini beserta telur yang menempel pada daun secara manual jika menyerangan belum banyak. Namun, penyemprotan insektisida Diazinon juga dapat dilakukan agar hama ini tidak menyebabkan gagal panen.

Kutu Daun

Hama yang satu ini juga sangat berbahaya karena dapat mengganggu pertumbuhan kangkung. Kutu daun biasanya akan menginfeksi daun muda atau pucuk tanaman dengan cara menghisap cairan yang terdapat pada tanaman. Akibatnya, tanaman kangkung yang mengalami masalah ini biasanya memiliki bentuk daun yang melengkung.

Selain itu, kutu daun juga bisa membuat tumbuhan kangkung yang anda miliki menjadi kerdil. Parahnya, cairan embun madu yang dihasilkan oleh tanaman yang satu ini dapat mendatangkan banyak semut yang berkeliaran di sekitar tumbuhan kangkung. Anda dapat melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif untuk menangani masalah ini.

Ulat Keket

Ulet keket juga dapat menjadi masalah tanaman dan mengakibatkan gagal panen. Pasalnya, hama yang satu ini dapat membuat daun menjadi rusak dan berlubang. Oleh karena itu, anda perlu menjaga jarak tanam dan pergiliran tanaman untuk mencegah masalah ini. Penggunaan pestisida alami berupa daun sirih, nimba dan gadung juga sangat direkomendasikan.

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat diminati karena rasa yang nikmat dan kandungan nutrisi yang beragam. Tumbuhan ini bahkan memiliki masa panen yang cepat dan cara penanaman yang mudah. Tentunya, beberapa alasan di atas dapat anda ketahui jika ingin melakukan budidaya tanaman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *