Hasilkan Panen Berlimpah, Berikut Cara Budidaya Kelapa Sawit Yang Baik

  • by

Kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pasalnya, hasil dari budidaya ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri. Sehingga budidayanya dapat meraup keuntungan yang berlimpah dan meningkatkan devisa negara. Lantas, bagaimana cara budidaya kelapa sawit yang baik? Berikut ulasannya.

budidaya kelapa sawit

Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman yang memiliki nama latin elaeis guineensis ini merupakan jenis tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Namun, tanaman yang bisa tumbuh subur di wilayah tropis ini mulai digalakkan di Indonesia karena nilai ekonomi yang dimilikinya. Tanaman ini bahkan banyak dibudidayakan di Indonesia dan Malaysia.

Tentunya, pertumbuhan kelapa sawit tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik. Kondisi lingkungan seperti cuaca, tanah dan air memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan budidaya kelapa sawit. Menariknya, tumbuhan yang satu ini bisa tumbuh baik pada wilayah dengan ketinggian 0-500 mdpl.

Pertumbuhan kelapa sawit yang ideal membutuhkan curah hujan tahunan sebesar 2000-2500 mm. Kondisi ini biasanya berada pada periode bulan kering dengan <75 mm/bukan. Meski demikian, tanaman ini akan tetap tumbuh meskipun tidak mendapat curah hujan yang banyak. Tetapi, kondisi bulan kering yang panjang menyebabkan produktivitas kelapa sawit menjadi rendah.

Selain itu, kondisi curah hujan yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kegagalan panen. Lazimnya, curah hujan tinggi memang mampu memproduksi bunga yang tinggi, Namun, air hujan yang turun terlalu banyak menyebabkan presentasi buah menjadi rendah karena pollen terhanyut oleh air hujan. Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan ini bahkan terhambat.

Anda juga dapat menanam kelapa sawit pada wilayah dengan suhu tahunan 24-29 derajat celcius. Wilayah yang mampu menghadirkan suhu 25-27 derajat celcius bahkan dapat menghasilkan pertumbuhan yang ideal. Begitu pula, tanaman ini juga membutuhkan kelembaban optimum 80%-90% dengan kecepatan angin 5-6 km/jam.

Kelapa sawit termasuk jenis tanaman yang membutuhkan banyak air. Bahkan, evaporasi yang terjadi lebih besar daripada curah hujan menyebabkan tanaman ini mengalami deficit air. Untuk itu, penyinaran matahari yang baik untuk tanaman ini berkisar 5-7 jam setiap harinya. Untuk mendapatkan hasil ideal, tanaman ini membutuhkan penyinaran 7 jam pada periode 3 bulan/tahun.

Menariknya, kelapa sawit dapat tumbuh di berbagai jenis lahan dengan air yang cukup dan tidak tergenang air dalam kurun waktu yang lama. Meski demikian, tanaman ini menyukai bentuk tanah yang subur, gembur, datar, memiliki drainase yang baik dan lapisan solum tanah dalam. Anda juga perlu menghadirkan pH tanah dengan tingkat 4-6,5 untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Tentunya, cara budidaya kelapa sawit yang baik sebaiknya disesuaikan dengan wilayah yang berpotensi membuat tanaman ini tumbuh subur. Beberapa wilayah Indonesia yang ditanami kelapa sawit meliputi Provinsi Riau, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Sulawesi. Lazimnya, tanaman ini tumbuh pada tanah podsolik merah kuning, sedimen, basalik dan aluvial yang tertutup gambut.

teknik budidaya kelapa sawit

Cara Budidaya Kelapa Sawit Yang Baik Dan Benar

Pemilihan Bibit Unggul

Tanaman kelapa sawit yang unggulan dapat dihasilkan dari benih unggulan. Pasalnya, anda dapat mendapatkan benih ini dari pusat sumber benih yang telah memiliki legalitas dari Pemerintah. Bibit kelapa sawit unggulan ini dapat anda miliki dengan memilih bibit hasil persilangan Dura Deli x Pisifera. Bibit ini dapat ditandai dengan mata tunas berwarna putih bersih.

Penggunaan bibit unggul dalam budidaya ini dapat menghasilkan cerut pasar yang bagus. Bibit ini unggul ini juga dapat ditandai dengan tingkat keberhasilan 90%. Selain itu, bibit yang anda beli dari pemerintah ini dikemas dalam plastik aluminium foil. Lazimnya, kemasan ini mampu menjaga kondisi bibit yang tidak mudah terkena jamur dan hama lainnya.

Penyemaian

Penyemaian kelapa sawit dapat dilakukan dengan menyiapkan polybag berukuran kecil dan media tanam. Anda bisa menggunakan tanah top soil dengan ketebalan 10-20 cm. Namun, anda sebaiknya memilih tanah yang sehat, gembur, subur dan memiliki struktur tanah yang baik. Jika tanah yang anda miliki kurang gembur, tambahkan pasir dengan perbandingan 3:1.

Tanah yang telah dicampur dengan pasir sebaiknya diayak sebelum dimasukkan pada polybag. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan media tanam yang subur, gembur dan porous. Proses penyemaian awal ini dapat dilakukan pada polybag dengan ukuran panjang 22 cm, lebar 14 cm dan ketebalan 0,07 mm. Selanjutnya, masukkan 1 bibit pada setiap polybag dengan kedalaman 3 cm.

Cara budidaya kelapa sawit pada proses penyemaian ini harus diperhatikan dengan teliti. Anda dapat menyirami tanaman kelapa sawit hingga tumbuh kecambah setiap pagi dan sore. Dalam hal ini, usahakan tanaman memiliki cukup kelembaban dan tidak kelebihan air. Pasalnya, pertumbuhan bibit menjadi kecambah akan berlangsung kurang lebih selama 10 hari.

Setiap benih kelapa sawit biasanya membutuhkan 0,10-0,25 liter air bersih. Proses penyiraman ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar akar benih tidak muncul ke permukaan. Anda juga perlu melakukan penambahan tanah ke dalam polybag agar tidak terjadi pengerasan. Selain itu, berikan pupuk urea atau majemuk dengan konsentrasi 2 gr setiap 1 liter air.

Pembenihan Utama

Pembenihan utama dilakukan sebagai proses pemindahan benih ke polybag yang lebih besar. Pemindahan ini biasanya dilakukan ketika benih kelapa sawit telah berusia 2,5-3 bulan. Benih ini juga dapat ditandai dengan memiliki daun 3-4 helai. Lazimnya, anda dapat menggunakan polybag dengan panjang 50 cm, lebar 37-40 cm dan ketebalan 0,2 mm.

Kendati demikian, pembenihan utama memiliki proses yang panjang. Cara budidaya kelapa sawit pada tahapan ini sangat menentukan tingkat keberhasilan penanaman. Dalam hal ini, anda dapat mengisi media tanah ke polybag sekitar 20 kg. Kemudian, lakukan penyiraman setiap hari selama 7-10 hari sebelum benih dipindahkan pada proses ini.

Jika media tanam telah siap, anda dapat membuat lubang tanam menggunakan alat sekop atau tunggal. Penjenuhan media ini dengan tanah juga dapat dilakukan agar memudahkan anda ketika membuat lubang. Selain itu, tambahkan pupuk NPKMg 5 gr pada setiap lubang yang telah dibuat menggunakan sekop.

Benih yang dimasukkan ke dalam lubang perlu disesuaikan arah letaknya. Hal ini bertujuan untuk menghindari percampuran benih dengan sifat berbeda. Setelah itu, tutuplah lubang tersebut dengan tanah di sekelilingnya dengan cara menekan. Anda juga perlu menambahkan tanah pada bagian atas polybag hingga leher akar.

Tentunya, pembenihan utama ini harus disiram secara teratur. Anda bahkan dapat melakukan penyiraman sebanyak 2 liter setiap harinya. Selain itu, bersihkan area tanah sekitar benih dari tumbuhnya gulma dan rumput liar yang dapat merebut nutrisi tanaman. Penambahan mulsa berupa sisa tanaman atau cangkang sawit juga dapat dilakukan setelah 2 bulan penanaman.

Sebagai proses penentu keberhasilan tanaman, anda perlu melakukan seleksi benih pada tahapan ini. Lazimnya, anda dapat melihat pertumbuhan daun yang baik dengan jumlah 18-20 pada umur 12 bulan. Tentunya, benih yang sudah berusia 10-12 bulan ini telah siap untuk dipindahkan ke lahan yang besar.  Hal ini juga dicirikan dengan kondisi akar yang telah menembus polybag.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan ini dapat dilakukan dengan membuat desain kebun yang mudah dilewati. Anda bahkan bisa membentuk jalan untuk perawatan dan saluran air yang baik. Untuk itu, anda dapat melakukan pembukaan lahan menggunakan bulldozer dalam menghilangkan semua jenis tanaman yang ada di atasnya.

Kemudian, bangunlah konservasi tanah dan air di sekitar lahan untuk proses pemeliharaan kelapa sawit. Proses konservasi ini dapat dilakukan dengan cara membangun rorak di sekitar lahan. Selain itu, anda juga dapat membuat parit drainase untuk mengelola sistem perairan yang ada di perkebunan tersebut.

Penanaman

Penanaman dilakukan dengan memindahkan benih utama pada tahan yang telah disiapkan. Pembentukan pola jarak tanam ini dapat disesuaikan dengan bentuk segitiga sama sisi. Jarak antar tanaman kelapa sawit memiliki kerapatan 148-150 pohon dalam satu hektar. Tentunya, kehadiran jarak ini dapat menghasilkan tanaman produktif hingga 25 tahun.

Untuk memperjelas posisi ini, anda dapat melakukan pemacangan dengan jarak 9,5 m. Jarak ini juga dapat diatur dengan arah Utara-Selatan. Meski demikian, anda dapat mengatur jarak dan arah ini sesuai dengan kondisi topografi wilayah. Hal ini karena proses pemacangan ini sangat berkaitan dengan penyinaran matahari.

Sebelum proses pindah tanam, anda dapat melakukan penyiraman yang banyak agar proses transpirasi terpenuhi. Kemudian, buatlah lubang tanam dengan ukuran 2x2x0,6 m. Lubang yang telah dibuat dapat ditimbun menggunakan tanah dan taburan pupuk sebanyak 250 gr. Sebelum memasukkan benih ke lubang tanam, anda sebaiknya menyobek polybag yang digunakan.

Kemudian, masukkan benih pada tubing tanam pada posisi tegak dan ambillah polybag yang digunakan untuk pembibitan utama. Setelah itu, tutuplah lubang tanah tersebut dan padatkan. Anda juga dapat menambahkan pupuk pada bagian atas tanah sebanyak 250 gr. Dalam penanaman ini, usahakan bibit ditanam dengan tanah yang kuat agar tidak roboh.

makalah budidaya kelapa sawit

Pemeliharaan Tanaman

Langkah awal yang dapat dilakukan setelah penanaman adalah konsolidasi atau rehabilitasi tanaman. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan menginventarisasi atau mengganti tanaman yang tumbang, mati maupun tumbuh dengan abnormal karena hama. Anda juga bisa menegakkan kembali tanaman yang kurang kokoh sehingga terkesan miring.

Selanjutnya, lakukan penyiangan dengan cara menyingkirkan rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar kelapa sawit. Pemupukan juga dapat dilakukan untuk menghindari kehilangan unsur hara tanaman. Untuk itu, berikan pupuk TBM dengan ukuran 100-200 mm pada setiap bulannya. Tentunya, proses penyiraman juga harus dilakukan melalui sistem drainase.

Menunasan Dan Kastari

Pertumbuhan tanaman akan menghadirkan daun-daun baru dan menyisakan daun yang tua. Dalam hal ini, anda sebaiknya melakukan penunasan dengan cara menghilangkan daun tua yang sudah tidak bermanfaat bagi tanaman. Pemotongan daun ini dilakukan dengan memilih warna dun yang hijau menjelang kering.

Selanjutnya, anda juga dapat melakukan kastari atau pembuangan bunga untuk merangsang pertumbuhan vegetatif. Proses kastari ini dilakukan dengan menghilangkan bunga betina dan bunga jantan untuk menghasilkan proses pertumbuhan buah yang seragam. Proses kastari ini pada dasarnya dapat dilakukan ketika tanaman berumur 12 bulan dan berhenti ketika 24 bulan.

Panen

Masa pertumbuhan hingga berbuah pada tanaman ini dapat berlangsung hingga 3-4 tahun. Untuk mengetahui masa panen, anda dapat melihat buah satuan yang mulai berjatuhan dari tandan buah segar. Proses penamenan ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Proses panen biasanya dilakukan setiap 10 hari sekali.

Proses panen dapat dilakukan dengan memotong pelepah. Cara budidaya kelapa sawit pada tahapan ini memiliki cara yang berbeda sesuai dengan umur kelapa sawit. Jika tanaman baru berusia 3-4 tahun, anda hanya perlu memotong pelepah yang kering. Namun, tanaman usia 5-6 perlu disisakan 3 pelepah paling rendah dan usia 7-10 hanya menyisakan dua pelepah paling rendah.

Hama Pada Tanaman Kelapa Sawit

Tungau Merah

Hewan yang memiliki nama ilmiah Oligonychus ini seringkali menyerang daun tanaman kelapa sawit. Hewan kecil berukuran 0,5 mm ini sering hidup di sepanjang tulang anak daun. Tentunya, anda dapat mengamati tumbuhan kelapa sawit yang diserang tungai dengan warna daun yang berubah menjadi kecoklatan. Sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Ulat Api

Ulat api atau setora nitens ini merupakan hasil dari telur ngengat. Ulat ini dapat tumbuh pada daun kelapa sawit secara bergerombol untuk mengikis permukaan bawah daun. Serangan ulat ini seringkali meninggalkan epidermis daun bagian atas. Anda bahkan bisa melihat gejala serangan ini dengan bentuk jendela memanjang seperti bekas terbakar.

Parahnya, serangan ulat api dapat membuat tanaman kelapa sawit kehilangan daun hingga 90%. Tanaman ini juga hanya akan tersisa bentuk lidi daun bagian tengah. Lazimnya, ulat yang bergerombol pada pelepah tanaman ini berjumlah 5-10 ekor. Oleh karena itu, tanaman yang terjangkit ulat api dapat menurunkan produktivitasnya mencapai 69%.

Nematoda Rhadinaphelenchus Cocophilus

Tentunya, anda perlu memahami cara budidaya kelapa sawit dengan memahami serangan hama yang satu ini. Nematoda rhadinaphelenchus cocophilus termasuk hama yang suka menyerang akar tanaman. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini biasanya membuat daun muda menjadi tergulung dan tumbuh tegak. Daun-daun tanaman juga akan mengering dan bunga membusuk.

Kumbang Oryctes Rhinoceros

Serangan hama kumbang ini seringkali meresahkan para petani. Kumbang oryctes rhinoceros seringkali menyerang tanaman yang masih muda. Untuk mengetahui gejala serangan hama ini, anda dapat mengamati titik tumbuh tanaman kelapa sawit menjadi busuk. Serangan hama yang tidak segera diatasi bahkan bisa menyebabkan kegagalan karena tumbuhan akan mati.

Ngengat Tirathaba Mundella

Selain itu, hama yang satu ini dapat menyebabkan masalah pada tanaman yang sudah berbuah. Hama yang sering dikenal dengan penggarek tandan buah ini merupakan sejenis ngengat yang menghasilkan telur dan larva untuk melubangi buah kelapa sawit. Hama ini bahkan banyak menyerang tanaman awal yang masih berumur 3-4 tahun.

Pasalnya, hama ngengat yang berada di sekitar kebun kelapa sawit akan bertelur pada tandan buah. Kemudian, larva yang melubangi buah ini dapat membuat bekas gerekan pada permukaan buah dan bunga. Akibatnya, bunga akan gugur dan buah akan rontok tanpa inti. Tentunya, hama ini dapat menyebabkan kegagalan panen.

Itulah beberapa tahapan yang harus anda pahami dalam melakukan proses budidaya kelapa sawit. Tentunya, proses budidaya ini perlu dilakukan dengan memilih bibit unggulan dan pemilihan lahan yang potensial. Selain itu, anda juga harus melakukan pemeliharaan tanaman dari hama yang dapat merusak kelapa sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *