Peluang Bisnis Bagus! Ketahui Cara Budidaya Kutu Air Sebagai Berikut

  • by

Kutu air memang dikenal sebagai salah satu hama yang harus disingkirkan. Meski begitu, nyatanya kutu air ini bisa menjadi pakan alami untuk ikan hias karena memiliki kandungan protein sebanyak 66% dan lemak 6%. Hal ini membuat hewan kecil tersebut banyak diburu, agar mendatangkan keuntungan jika dibudidayakan. Anda tertarik? Yuk simak cara budidaya kutu air disini.

budidaya kutu air

Keuntungan dan Manfaat Budidaya Kutu Air

Menghasilkan Banyak Keuntungan

Budidaya ikan hias merupakan hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang sejak dahulu. Bahkan, budidaya ikan hias semakin banyak diminati karena dipercaya mampu memberikan dampak baik bagi kesehatan dan warna unik dari ikan banyak menarik pelanggan. Hal ini tentu membuat kebutuhan kutu air semakin dibutuhkan karena termasuk makanan ikan yang bergizi.

Kutu air bahkan termasuk jenis zooplankton yang hidup di air tawar. Tentunya, hewan kecil ini adalah makanan utama yang berada pada rantai makanan paling bawah. Ukuran kutu air yang kecil juga dapat menjadi makanan pokok ikan. Terlebih lagi anakan ikan yang memiliki ukuran tubuh sangat kecil. Selain itu, kandungan proteinnya juga mampu merangsang pertumbuhan ikan lebih cepat.

Mudah Dilakukan

Setiap orang yang ingin belajar budidaya pasti mencari hal yang mudah. Cara budidaya kutu air yang mudah dilakukan ini tentu menjadi kesempatan bagi anda yang masih pemula. Dalam hal ini, anda hanya perlu menjaga kondisi hewan kecil ini agar tetap mendapatkan oksigen dan mendapatkan suhu udara yang cukup.

Selain itu, anda juga tidak membutuhkan kolam yang luas untuk memulai budidaya kutu air. Kolam yang dimiliki oleh hewan ini bahkan tidak perlu dikuras agar selalu bersih. Anda bahkan bisa mencoba membudidayakan hewan kecil ini sejumlah 10 ekor pada wadah yang tidak terlalu besar dan kutu air dapat berkembangbiak dengan cepat.

Tidak Membutuhkan Modal Yang Banyak

Budidaya hewan renik ini hanya memerlukan kondisi tempat yang sesuai. Uniknya, memulai budidaya kutu air dapat dilakukan dengan mencari hewan ini pada genangan air, membuatnya sendiri maupun membelinya pada petani kutu air. Pasalnya, anda dapat memperoleh bibit unggulan hewan kecil ini dengan harga mulai dari 10 ribu saja.

Begitu pula, anda juga dapat melakukan pencarian hewan renik ini pada genangan air yang ada di sekitar rumah. Jika pencarian tersebut terlalu susah, anda dapat menggunakan beberapa bahan tertentu untuk membuat bibit kutu air. Pasalnya, sayur yang busuk, kotoran hewan maupun susu dapat didiamkan untuk memunculkan bibit hewan kecil ini.

Jenis Kutu Air Untuk Pakan Ikan

Kutu Air Daphnia

Kutu air jenis ini seringkali dikenal dengan kutu air raksasa. Pasalnya, hewan kecil ini memiliki tubuh yang lebih besar, yaitu berukuran 1 hingga 5 mm atau sebesar kacang hijau. Hewan kecil ini memiliki bentuk tubuh yang lonjong, terdapat 2 antena pada bagian kepala dan memiliki ekor yang melancip. Anda juga dapat mengenali hewan ini dengan warna tubuh coklat kemerahan.

Hewan kecil ini bahkan memiliki 5 pasang apendik pada kepala. Begitu pula, tubuh daphnia juga ditutupi oleh cangkang kutikula yang mengandung khitin transparan. Kutu air daphnia juga memiliki 5 pasang kaki pada bagian ventral terbuka. Anda bahkan akan menemukan bentuk paruh yang terdapat pada ventral kepala hewan ini.

Daphnia ini seringkali ditemukan di perairan air tawar seperti waduk, danau, kolam, sungai dan rawa. Warna coklat kemerahan pada tubuhnya bahkan tampak seperti titik-titik merah yang bergerombol dan mengampang di permukaan air. Hewan kecil ini dapat tumbuh dengan optimal pada perairan dengan pH 6,5 hingga 7,5 dan suhu 26-30 derajat celcius.

Hewan kecil ini memilih hidup pada air dengan kandungan oksigen yang bervariasi, yaitu mulai dari hampir 0 hingga lewat jenuh. Menariknya, kutu air jenis ini dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Hal ini dimaksudkan bahwa daphnia dapat menghasilkan telur yang menetas tanpa dibuahi. Namun, hewan ini juga bisa melakukan perkembangbiakan melalui perkawinan.

Siklus hidup daphnia terdiri dari telur, anak, remaja dan dewasa. Masa tersebut dapat berlangsung hingga 34 hari dengan menghasilkan anak setiap harinya. Hewan kecil ini biasanya bertelur dengan jumlah 39 pada setiap harinya. Namun, kutu air jenis daphnia tertentu seperti daphnia magna dapat bertelur mencapai 100 ekor.

Kutu Air Moina

Jenis kutu air yang satu ini juga memiliki warna yang sama dengan daphnia. Namun, kutu air Moina memiliki bentuk ukuran tubuh yang lebih kecil. Anda akan mendapati ukuran tubuh hewan ini sebesar 0,9 mm hingga 1,8 mm. Untuk mengetahui ciri-ciri hewan ini, anda dapat mengamati 10 rambut getar atau silia pada bagian perut.

Moina juga dicirikan dengan keberadaan rambut kasar yang terdapat pada punggung. Selain itu, bentuk ekor lancip yang dimiliki oleh moina juga sedikit melengkung ke bawah. Hal ini tentu sangat berbeda dengan daphnia. Namun, pencampuran habitat daphnia dan moina dapat membuat anda sulit membedakan kedua jenis kutu air ini.

Jenis kutu air yang satu ini juga suka hidup di air tawar. Lazimnya, moina akan mudah ditemukan di danau, waduk, kolam dan rawa. Moina membutuhkan kondisi pH air berkisar antara 6,5 hingga 7,5. Selain itu, hewan kecil ini membutuhkan suhu air ideal berkisar 24-30 derajat celcius untuk pertumbuhan.

Moina juga dapat berkembang biak dengan cara seksual atau aseksual. Perkembangbiakan aseksual ini dapat terjadi ketika pada suatu lingkungan hanya terdapat moina betina. Kemudian, telur yang dimiliki oleh hewan ini akan dierami dalam kantong pengeraman. Setelah itu, penetasan dapat terjadi ketika terjadi pergantian kulit.

cara budidaya kutu air

Cara Budidaya Kutu Air Pakan Ikan

Pemilihan Bibit

Cara budidaya kutu air perlu disiapkan dengan mencari bibit terlebih dahulu. Dalam hal ini, anda bisa melakukan pembibitan secara instan maupun membuat bibit sendiri. Proses pembibitan secara instan dapat dilakukan dengan cara mencari hewan kecil ini di daerah air tergenang seperti selokan.

Anda juga dapat menemukan bibit ini dengan cara membeli bibit pada orang yang telah lama membudidayakannya. Dewasa ini, pembelian bibit kutu air juga dapat dengan mudah anda temukan di berbagai e-commerce atau marketplace. Dalam pembelian ini, anda sangat direkomendasikan untuk memilih toko yang dengan dengan pengiriman cepat agar kutu air tidak mati.

Proses pembibitan ini juga dapat anda lakukan dengan mudah menggunakan bahan tertentu. Anda bahkan tidak membutuhkan modal yang besar ketika hendak memulai proses budidaya kutu air. Bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat bibit kutu air dapat terdiri dari kotoran ayam, sayuran busuk maupun air got.

Jika anda ingin mencoba menggunakan sayuran busuk, pembibitan menggunakan sayur kol sangat direkomendasikan. Dalam hal ini, anda hanya perlu menyiapkan wadah yang sudah diisi air bersih. Selanjutnya, cuci sayur kol yang telah busuk dan masukkan ke dalam wadah air tersebut. Lalu, diamkan rendaman kol tersebut kurang lebih selama seminggu.

Sayur kol busuk yang direndam tersebut akan menghasilkan kotoran yang turun ke dalam kolam. Tentunya, kotoran yang luruh ke dasar air tersebut dapat memunculkan bibit kutu air secara langsung. Dalam hal ini, anda hanya perlu menghindarkan rendaman sayur kol busuk dari sinar matahari langsung.

Tentunya, pemilihan bibit kutu air juga harus dipilih dengan kualitas yang terbaik. Kualitas tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan budidaya ini. Selain itu, bibit kutu air yang berkualitas juga dapat menghasilkan perkembangbiakan yang cepat dan proses pertumbuhan yang cepat pula.

Kutu air yang dapat hidup di dunia memiliki jenis yang beragam. Terdapat kutu air jet, daphnia, kutu air berduri, sididae, holopedium, bosmina, moina dan masih banyak lagi yang lainnya. Tentunya, berbagai jenis kutu air tersebut tidak semua jenis bisa dimakan oleh ikan hias. Untuk itu, anda bisa memilih jenis kutu air berbentuk lonjong dengan warna merah kecoklatan untuk dibudidayakan.

Penggunaan Wadah Yang Tepat

Pemilihan wadah yang tepat bertujuan agar kutu air mendapatkan oksigen dengan cukup. Tentunya, hal ini termasuk cara budidaya kutu air yang harus diperhatikan karena hewan kecil ini membutuhkan oksigen untuk hidup. Anda dapat memilih wadah yang tidak terlalu lebar maupun terlalu tinggi agar hewan kecil ini tetap mendapatkan oksigen yang cukup ketika malam hari.

Persiapan wadah sebagai kola mini perlu dibersihkan dan dikeringkan selama 3 hingga 4 hari. Kemudian, taburkan kapur secukupnya untuk menetralkan keasamaan. Setelah itu, anda dapat menambahkan air yang cukup dan tidak terlalu dalam. Tentunya, air tersebut perlu didiamkan selama 2 hingga 3 hari karena hewan ini sangat menyukai air yang tua.

budidaya kutu air tanpa aerator

Perhatikan Kondisi Air

Air memiliki peran penting untuk menunjang proses kehidupan kutu air. Untuk itu, anda perlu menjaga kondisi air sebagaimana yang dibutuhkan oleh hewan kecil ini agar dapat menghasilkan panen yang berlimpah. Meskipun hewan kecil yang satu ini menyukai air yang tua, anda sebaiknya mengganti sebagian air tersebut dengan air bersih.

Air yang diberikan untuk tempat hidup kutu air bahkan harus bebas dari berbagai pencemaran. Dalam hal ini, anda bahkan harus mengendapkan air sumur atau air ledeng yang akan digunakan dalam beberapa hari. Hal ini karena penggunaan air yang sembarangan dapat menghambat perkembangbiakan kutu air.

Anda juga bisa memanfaatkan green water karena memiliki kandungan alga yang dapat berfungsi sebagai makanan kutu. Kendati demikian, pemberian green water ini harus disesuaikan dengan jumlah takaran yang telah ditentukan. Pemberian green water dengan kandungan alga yang terlalu berlebihan hanya akan membuat kutu air mati.

Selain itu, anda juga harus menjaga suhu air sekitar 25 hingga 26 derajat celcius untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Kolam tempat budidaya kutu air ini bahkan harus dijauhkan dari air hujan maupun cahaya matahari secara langsung. Pasalnya, hewan kecil ini juga tidak bisa tahan pada tempat penyimpanan yang terlalu panas maupun terlalu dingin.

Pemberian Pupuk Kandang

Memperhatikan kebutuhan sumber makanan juga termasuk cara budidaya kutu air yang harus diperhatikan. Dalam hal ini, anda dapat memilih jenis makanan yang cocok dengan hewan kecil ini. Anda bahkan dapat menggunakan pupuk kandang sebagai makanan pokok untuk kutu. Pemberian pupuk kandang 2 kg ke dalam wadah seluas 1 m2 dapat habis dalam waktu 3 hingga 5 hari.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan jenis makanan lain untuk pertumbuhan hewan kecil ini. Beberapa jenis makanan tersebut dapat terdiri dari tepung terigu, eceng gondok, dedak, limbah cair tahu, ragi dan tepung tapioka. Anda dapat memberikan jenis makanan ini dengan jumlah takaran tertentu agar dapat dikonsumsi dalam jangka waktu 3 hingga 5 hari.

Memanen Kutu Air

Budidaya kutu air memang sangat mudah dilakukan. Proses pemanenan hewan kecil ini bahkan dapat dilakukan dalam waktu 7 hari hingga 14 hari. Dalam proses pemanenan ini, anda menggunakan jaring halus untuk menangkap kutu air. Kemudian, anda perlu mencuci hewan ini dengan air bersih untuk diberikan kepada ikan hias.

budidaya kutu air dengan sayuran

Penyebab Kegagalan Budidaya Kutu Air

Suhu Air Yang Tidak Sesuai

Suhu air yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kondisi kutu air cepat mati. Pasalnya, kondisi ini dapat terjadi ketika melakukan budidaya di luar ruangan. Penggunaan kolam di luar terbuka seringkali mudah terkena terik matahari langsung maupun hujan yang tidak menentu. Kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan hewan kecil ini.

Pasalnya, hewan yang mati biasanya akan luruh ke dasar kolam dan bercampur dengan kotoran. Kematian kutu air yang banyak tentu dapat membuat anda kehilangan beberapa jumlah hewan ini. Bahkan, kematian dalam jumlah banyak dapat membuat anda tidak memperoleh keuntungan sebagaimana yang diharapkan.

Kekurangan Oksigen

Kondisi suhu air yang mudah berubah tersebut sangat mempengaruhi oksigen yang tersimpan dalam air. Tentunya, cuaca panas yang menyinari kolam ini setiap hati dapat mengurangi kadar oksigen yang terdapat pada air. Akibatnya, budidaya kutu air yang anda lakukan dapat mengalami kegagalan karena kekurangan oksigen.

Bahkan, kutu air daphnia yang sangat tahan pada kondisi ini juga membutuhkan oksigen mendekati 0 untuk bertahan hidup. Kondisi tersebut berarti hewan renik ini masih membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Kendati demikian, jumlah oksigen yang sedikit juga dapat mempengaruhi perkembangan kutu air yang sangat lambat.

Selain itu, kekurangan oksigen ini juga dapat terjadi jika anda menggunakan kolam yang terlalu tinggi untuk budidaya kutu air. Terlebih lagi jika anda menggunakan air dalam jumlah yang terlalu banyak. Tentunya, kondisi ini sangat menyusahkan kutu air untuk mendapatkan oksigen ketika malam hari.

Tidak Memperhatikan Kondisi Air

Selanjutnya, kondisi air yang tidak pernah diperhatikan dapat membuat air terlalu asam maupun terlalu basa. Kondisi air yang terlalu asam seringkali ditandai dengan kadar ion hydrogen yang terlalu tinggi. Anda juga akan mendapati ion hidroksida terlalu tinggi jika air dalam kondisi basa. Untuk mengetahui kondisi tersebut, anda dapat mencoba mengukurnya dengan pH meter.

Tentunya, kondisi tersebut sangat tidak cocok untuk pertumbuhan kutu air. Anda bahkan harus memperhatikan cara budidaya kutu air yang baik dengan memberikan air untuk hidup dengan nilai pH mendekati netral. Pasalnya, nilai tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan kutu air karena banyak mengandung oksigen.

Itulah beberapa tahapan tips dan trik dalam melakukan budidaya kutu air. Kutu air yang dapat menghasilkan perkembangbiakan setiap hari ini tentu bisa membantu anda untuk meraup keuntungan yang berlimpah. Namun, anda juga harus memperhatikan kondisi tempat hidup hewan kecil ini agar dapat tumbuh dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *