Khasiat Berlimpah, Berikut Cara Budidaya Lebah Madu Yang Benar

  • by

Lebah memang dipercaya sebagai hewan yang menghadirkan banyak manfaat. Pasalnya, lebah dapat membantu penyerbukan tanaman. Begitu pula, berbagai hal yang dihasilkan seperti madu, propolis maupun sarangnya mengandung banyak nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. Tentunya, mempelajari cara budidaya lebah madu dapat menghasilkan banyak keuntungan. Cek ulasan berikut.

budidaya lebah madu

Apakah Manfaat Dari Budidaya Lebah Madu

Mendapatkan Banyak Keuntungan

Lebah madu dapat menghadirkan banyak keuntungan setiap orang yang membudidayakannya. Pasalnya, hasil budidaya ini banyak dicari oleh berbagai kalangan karena kandungan nutrisi yang dimilikinya. Anda bahkan dapat mengolah madu, menjual sarangnya, hingga menghadirkan royal jelly maupun propolis untuk dijual.

Setiap hasil budidaya tersebut bahkan telah dipercaya masyarakat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil panen berupa madu ini bahkan bisa diolah untuk pendamping berbagai jenis makanan sehat. Menariknya, madu juga seringkali dimanfaatkan untuk menjaga kondisi berat badan.

Meningkatkan Produksi Tanaman

Cara budidaya lebah madu yang dilakukan di area pekerbunan juga dapat memberikan banyak manfaat untuk tanaman. Lebah yang dibudidayakan di area ini dapat membantu penyerbukan tanaman. Pasalnya, hewan ini seringkali mengunjungi bunga untuk memperoleh nektar sebagai sumber tenaga. Perilaku tersebut bahkan secara tidak langsung dapat membantu penyerbukan.

Lebah madu juga telah terbukti mampu melakukan penyerbukan sebanyak 90% tumbuhan yang ada di Amerika Serikat dan 30% dari total semua tumbuhan yang ada di dunia. Beberapa jenis tumbuhan yang memerlukan penyerbukan ini  terdiri dari lemon, apel, kedelai, wortel, kacang almond dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu, kehadiran lebah madu juga dapat menyeimbangkan ekosistem karena lebah madu dapat mengatasi masalah penendalian hama pekerbunan. Dalam hal ini, lebah madu biasanya akan memangsa larva, ulat maupun berbagai jenis serangga yang lainnya. Hal ini tentu dapat membuat tanaman anda lebih berkualitas untuk tumbuh dan menghasilkan buah.

Tentunya, memadukan budidaya lebah madu dengan jenis tanaman tertentu dapat meningkatkan hasil produksi. Berbagai jenis lebah madu sekitar 20.000 spesies di dunia telah mampu melakukan hal ini. Bahkan, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa budidaya lebah madu yang dipadukan dengan jenis tanaman lain dapat meningkatkan $ 15 miliar tanaman per tahun.

Mudah Untuk Dilakukan

Budidaya lebah madu bisa dilakukan oleh siapa saja. Hewan kecil berkoloni ini bahkan bisa mengurus diri mereka sendiri tanpa perawatan yang rumit. Menariknya, lebah madu juga tidak akan membuat rumah mereka kotor sebagaimana jika anda memelihara jenis hewan yang lainnya. Anda bahkan hampir tidak perlu mengeluarkan pakan karena hewan ini mampu menghidupi diri sendiri.

Tentunya, memulai jenis kegiatan ini tidak akan membuat anda mengeluarkan jumlah modal yang banyak. Anda juga hanya akan memiliki risiko kegagalan yang sedikit karena hewan ini tidak mudah diserang oleh hama penyakit. Selain itu, perkembangan budidaya hewan berkoloni ini juga dapat dilakukan dengan cepat dan singkat.

cara budidaya lebah madu

Jenis Lebah Madu Yang Sering Dibudidayakan Di Indonesia

Apis Dorsata Atau Lebah Madu Raksasa

Lebah madu yang satu ini seringkali ditemukan di hutan tropis dan subtropis Asia. Lebah ini bahkan memiliki nama yang beragam di Indonesia. Pasalnya, orang jawa biasanya menyebut hewan ini sebagai tawon gung. Sedangkan orang sunda seringkali menyebutnya dengan nama odeng. Ukuran tubuh lebah yang lebih besar membuat jenis lebah ini belum dibudidayakan secara rumahan.

Kendati demikian, banyak orang yang telah memburu hasil lebah ini di hutan. Hasil madu yang dihasilkan oleh hewan kecil ini juga sering disebut sebagai madu lebah hutan. Untuk memperoleh madu ini, seseorang biasanya mengamati sarang tunggal yang bergelantung pada tebing atau cabang pohon. Pemanenan ini juga dilakukan sebagian untuk mengembangkan sarangnya.

Apis Mellifera

Hewan kecil berkoloni yang satu ini sering menjadi salah satu lebah favorit para pembudidaya. Pasalnya, Apis Mellifera memiliki produksi yang tinggi dan mudah beradaptasi terhadap berbagai jenis iklim. Produksi madu yang diperoleh dari hewan kecil ini bahkan bisa mencapai 35kg hingga 40kg setiap tahunnya.

Apis Mellifera pertama kali dikenalkan oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada tahun 1841. Uniknya, lebah jenis ini memiliki berbagai jenis yang seringkali dibudidayakan. Terdapat Apis Mellifera Mellifera, Apis Mellifera Carnica, Apis Mellifera Caucasia, Apis Mellifera Lingustica dan Apis Mellifera Lehzen.

Apis Florea

Apis Florea merupakan jenis lebah yang banyak ditemukan di Indonesia, Indoa, Iran dan Oman. Lebah madu jenis ini dapat diketahui dengan warna abdomen coklat kemarahn. Pasalnya, hewan yang satu ini tergolong susah untuk dibudidayakan. Namun, hasil madu dari hewan berkoloni ini biasanya banyak diburu dengan nama madu lancing.

Apis Cerana

Anda juga bisa membudidayakan Apis Cerana karena sangat banyak ditemukan di Indonesia, Cina, Jepang dan Afganistan. Hewan yang satu ini seringkali dibudidayakan dengan cara tradisional maupun modern. Budidaya hewan yang satu ini biasanya menggunakan kotak yang bisa dipindah-pindah.

Menariknya, anda bisa memanen hasil budidaya ini sebanyak 3 kali dengan produksi madu 2 hingga 5 kg dalam setiap kotak selama setahun. Sayangnya, Apis cerana ini dinilai hewan yang kurang produktif jika dibandingkan dengan jenis lebah yang lainnya. Hewan yang sati ini bahkan cukup sulit untuk dibudidayakan karena memiliki sifat yang ganas.

Jenis Lebah Madu Dalam Satu Koloni

Lebah Ratu

Lebah ratu merupakan inti dari koloni lebah madu ini. Tentunya, cara budidaya lebah madu dapat dilakukan dengan memperoleh lebah ratu untuk menghasilkan larva dan pekerja untuk menjadi lebah pekerja. Jenis lebah yang satu ini bahkan hanya aka nada 1 dalam setiap koloni. JIka terdapat 2 atau lebih, hewan ini akan berkelahi hingga lawannya mati atau meninggalkan sarang.

Lebah ratu ini seringkali dapat dikenali dengan bentuk perut yang panjang hingga melebihi sayapnya. Terdapat kepala yang berbentuk bulan dan dada lebah ratu memiliki ukuran yang lebih besar daripada lebah prakerta. Pasalnya, jenis hewan yang satu ini sangat spesial karena hanya akan tinggal di sarang dan dilayani oleh lebah pekerja.

Setiap lebah ratu memiliki umur hidup sekitar 4 hingga 6 tahun. Hewan kecil ini akan hidup untuk membangun koloni lebah dengan cara bertelur. Bahkan, hewan ini bisa menghasilkan ribuan telur yang akan menetas dan berubah menjadi lebah pekerja. Lebah ratu juga akan pergi meninggalkan sarang untuk kawin dan kembali ke sarang untuk bertelur.

Tentunya, telur-telur yang dihasilkan oleh lebah ini juga akan membentuk lebah pekerja, lebah jantan dan ratu lebah. Pasalnya, telur yang akan dijadikan sebagai ratu lebah biasanya diletakkan pada tepi sangkar dengan posisi tegak lurus. Telur ini bahkan memiliki ukuran yang lebih besar dibanidingkan dengan yang lainnya.

Begitu pula, proses berkembangkan telur calon lebah madu ini dapat berlangsung sekitar 15 hari. Peletakan telur di tepi sangkar membuat hewan yang satu ini mendapatkan royal jelly yang bernutrisi. Akibatnya, rebah ratu yang menetas ini juga memiliki tubuh yang lebih besar. Hal ini bahkan akan menghasilkan perkelahian hingga yang satu mati atau keluar dari sarang.

Lebah Jantan

Lebah jantan dapat ditemui dalam jumlah ratusan dalam satu sarang. Pasalnya, lebah jantan ini dapat berasal dari telur lebah ratu yang tidak dibuahi. Hewan jenis ini memiliki bentuk yang besar dan hampir mirip dengan lebah ratu. Namun, lebah jantan memiliki tubuh ramping dengan mata besar dan bersentuhan di atas kepalanya.

Terdapat ratusan lebah jantan pada satu sarang. Pasalnya, lebah jantan yang sudah dewasa memiliki tugas untuk mengawini lebah ratu. Proses perkawinan ini juga dilakukan dengan cara rebutan lebah ratu yang terbang tinggi. Namun, lebah jantan yang berhasil mengawini akan mati karena testis yang dimiliki telah tertanam pada ovarium lebah ratu.

Lebah Pekerja

Selanjutnya, lebah pekerja juga memiliki fungsi penting dalam suatu koloni. Hewan kecil ini pada dasarnya berasal dari telur lebah madu yang dibuahi. Sehingga membentuk lebah betina biasa yang bisa disebut dengan lebah pekerja. Uniknya, lebah yang satu ini berjumlah 30 ribu hingga 60 ribu.

Hewan kecil ini juga memiliki ciri tubuh yang paling kecil. Anda bahkan dapat mengetahui jenis hewan ini dengan kaki belakang tertutup bulu panjang dan memiliki kepala berbentuk segitiga. Bulu panjang yang dimiliki juga memiliki fungsi untuk menyimpan tepung sari. Lazimnya, lebah ini akan memberi makan lebah ratu dan jantan, membangun sarang untuk bertelur dan menjaga sarang.

apakah manfaat dari budidaya lebah madu

Cara Budidaya Lebah Madu

Menyiapkan Perlengkapan

Menyiapkan perlengkapan merupakan cara budidaya lebah madu yang harus diperhatikan. Dalam hal ini, anda harus memilih lingkungan yang baik dan mengumpulkan berbegai perlengkapan untuk membuat rumah lebah. Tentunya, lingkungan yang baik harus diutamakan agar budidaya yang dilakukan mendapatkan hasil yang berlimpah.

Pemilihan lokasi ini sebaiknya di tempat terbuka dan jauh dari lalu lalang manusia. Anda bahkan bisa memanfaatkan pekarangan belakang rumah maupun di sekitar kebun dengan suhu ideal sekitar 25 derajat celcius. Pemilihan lokasi disekitar kebun dengan banyak bunga bahkan mampu menghasilkan panen yang berlimpah.

Selain itu, kegiatan budidaya lebah madu yang dilakukan di sekitar juga dapat mendatangkan keuntungan yang berlipat. Hewan kecil ini menyukai bunga dan nektar sebagai sumber tenaga. Begitu pula, tanaman yang dihisap nektarnya dapat mengalami proses penyerbukan dan mengalami pembuahan. Namun, jika tanaman belum berbunga anda dapat menanam bunga di sekitar penangkaran.

Kemudian, anda juga harus menyiapkan berbagai perlengkapan untuk membuat rumah lebah, alat pengasap, pakaian pelindung, sarung tangan dan sisir kandang lebah. Papan kayu dari pohon mahoni atau katu suren sangat direkomendasikan untuk membuat rumah ini. Anda juga bisa memanfaatkan gelodok bambu untu membuat kandang tradisional.

Membangun Rumah Lebah

Sebagai pemula, anda bisa melakukan cara budidaya lebah madu dengan membuat rumah sederhana atau tradisional yang terbuat dari gelodok bambu petung. Anda bisa memilih bambu dengan ketebalan 20 hingga 25 cm untuk membuat rumah dengan bentuk tertutup. Terdapat 2 hingga 3 lubang pada salah satu tutup bambu agar bisa digunakan sebagai tempat keluar masuknya lebah.

Selanjutnya, anda juga dapat mengiris bagian atas agak kebawah pada rumah lebah. Hal ini tentu dapat menjadi pintu yang memudahkan anda untuk membuka rumah. Kemudian, pintu ini juga perlu diikat menggunakan kawat atau kali dari karet agar lebah tidak sadar ada ruangan terbuka pada rumah yang ditempatinya.

Rumah lebah yang sudah siap ini dapat digantungkan pada pohon kebun. Anda bahkan dapat meletakkan sarang ini secara vertikal dengan mengambil posisi sudut 60 derajat. Tentunya, bambu hanyalah contoh kecil yang bisa anda praktikkan. Anda bahkan bisa memanfaatkan batang pohon kelapa yang dilubangi tengahnya.

Begitu pula, anda juga bisa memanfaatkan rumah lebah modern yang telah lama dikembangkan dari Negara Kenya. Rumah ini memiliki bentuk kotak seperti peti kayu. Kemudian, peti kayu bagian atas pada rumah ini juga dibuat dengan bentuk yang lebih lebar dari dasarnya. Dinding pada rumah lebah modern ini juga terpasang sedikit miring.

Rumah lebah modern dihadirkan dengan meniru kebiasaan lebah madu ketika membuat sarang. Dalam hal ini, rumah tersebut dihadirkan dengan bilah kayu kasar atau bambu yang disejajarkan untuk menutup bagian atas peti. Kondisi ini dihadirkan untuk membuat lebah merasa nyaman sebagaimana rumah yang dibuatnya sendiri.

Jika kandang lebah yang anda miliki sudah siap, letakkan beberapa bingkai sebagai tempat sarang madu. Anda bahkan bisa meletakkan 2 hingga 3 baris bingkai atau sisir kayu di dalam rumah beserta jarring kawat. Kemudian, anda dapat melapisi sisir kayu tersebut dengan royal jelly akar ratu lebah untuk menambah kenyamanan.

Memilih Bibit Lebah

Untuk menghasilkan madu yang banyak, anda dapat memilih jenis Apis Mellifera atau Apis Cerana. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah meletakkan ratu lebah pada bingkai yang sudah disiapkan. Tentunya, hal ini dapat memancing lebah pekerja dan lebah jantan untuk mengerumuni bingkai.

Pemilihan bibit unggulan ini bahkan bisa anda dapatkan dari hutan secara langsung maupun membelinya dari petani lebah. Namun, anda yang masih pemula sebaiknya membeli dari petani karena akan memperoleh hewan kecil yang tidak begitu agresif dan unggulan. Anda bahkan dapat berkonsultasi kepada petani yang telah sukses tentang proses budidaya ini.

cara budidaya lebah madu liar

Memelihara Lebah Dengan Baik

Cara budidaya lebah madu yang baik dapat dilakukan dengan melakukan perawatan yang baik pula. Pasalnya, sarang lebah yang telah disiapkan akan membentuk sel dalam kurun waktu 2 hari. Selanjutnya, anda dapat melepas ratu lebah dari bingkai dan menambahkan cairan royal jelli agar hewan berkoloni ini dapat semakin besar dalam membuat sarang.

Pemeliharaan ini dapat dilakukan dengan melihat membersihkan hama semut yang seringkali menghampiri kandang. Selain itu, anda juga perlu memisahkan lebah yang tampak sakit dari koloni agar tidak menular. Pemberian makanan tambahan berupa air gula juga dapat dilakukan agar proses budidaya dapat berkembang pesat. Anda juga bisa menghadirkan taman bunga di sekitar sarang.

Proses Panen

Masa panen budidaya ini biasanya dapat dilakukan setelah 40 hari, Dalam hal ini, anda perlu melakukan persiapan lengkap seperti sarung tangan, masker pelindung wajah dan kepala, serta catut untuk mengambil bingkai sarang. Anda dapat mengupas sarang lebah dengan alat penyongkel dan kumpulkan madu dengan baik. Tentunya, ratu lebah juga harus diamankan untuk budidaya yang baru.

Proses budidaya yang baik dan aman dapat menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Tentunya, anda harus mengetahui jenis-jenis lebah dalam satu koloni agar budidaya ini dapat dilakukan dengan mudah. Begitu pula, tahapan budidaya sebagaimana ulasan di atas juga wajib disimak bagi pemula yang ingin melakukan penangkaran lebah madu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *