Diminati Banyak Orang, Berikut Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Terbukti Sukses

Cara Budidaya Lobster Air Tawar – Ternak lobster air tawar kini banyak diminati banyak orang. Hal ini tidak lain lantaran keuntungan yang didapatkan. Bahkan untuk memulainya saja, modal yang diperlukan tidak terlalu banyak. Tentu saja hal semacam ini akan sangat menguntungkan bagi para pemula. Namun terdapat beberapa cara budidaya lobster air tawar yang perlu diperhatikan agar sukses. Berikut ulasannya.

budidaya lobster air tawar

Membuat Kolam Terpal Untuk Ternak Lobster Air Tawar

Memilih Lokasi Ternak yang Tepat

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan budidaya lobster air tawar yakni memilih lokasi manakah yang tepat. Pastikan jika lokasi tersebut cukup sebagai media atau kolam dengan ukuran yang cukup lebar. Selain itu, perhatikan pula kadar oksigen dalam air kolamnya. Yang mana lobster air tawar bisa bertahan hidup jikalau kadar oksigennya rendah.

Sementara untuk suhu idealnya untuk pertumbuhan lobster yakni sekitar 25 hingga 29 derajat celcius. Untuk itu, alangkah baiknya jika anda menempatkan kolam di bawah pohon yang cukup rindang supaya suhunya tidak terlalu panas. Tingkat keasaman air pun perlu diperhatikan yaitu pH yang berkisar 7 hingga 9 dan sedikit kandungan alkalin agar kadar kalsium di dalam air tetap tinggi.

Membuat Perencanaan Pembuatan Kolam

Setelah menentukan lokasi dan beberap hal lainnya, anda pun harus membuat perencanaan pembuatan kolam. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari inefisiensi dan pembengkakan anggaran biaya. Perencanaan tersebut pun meliputi ukuran lahan yang dipersiapkan, jumlah kolam yang diinginkan, serta bagaimana sistem pengisian dan pembuangan airnya.

budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Membuat Dinding Kolam Terpal

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni membuat dinding kolam menggunakan bambu. Pertama tama buatlah kerangka kolam dengan memotong bambu berukuran masing masing 2 dan 4 meter. Sebetulnya, bambu yang dipotong tersebut menyesuaikan kebutuhan serta tingkat kerapatan antar bilahnya. Bila telah dipotong, susun bambu seperti pagar.

Upayakan agar susunannya semakin rapat, agar konstruksi dinding kolam yang dibuat semakin kuat. Bila perlu, tambahkan triplek atau papan untuk memperkiat dinding kolam. Ukuran kolam tersebut pun harus sesuai dengan jumlah kebutuhan terpal. Misalnya saja ukuran kolam 4 x 4 meter maka terpal harus lebih besar yakni 5 x 4 meter.

Membuat Saluran Pipa Kolam Terpal

Usai tahapan pembuatan dinding kolam sudah siap, berikutnya membuat pipa untuk saluran pembuangan air. Pipa saluran satu ini nantinya dimanfaatkan sebagai media penggantian air, membersihkan kolam, hingga untuk pemanenan lobster. Cara pembuatannya pun terbilang mudah, yang mana anda cukup membuat lubang yang lumayan besar untuk mempercepat keluarnya air.

Bahan yang diperlukan diantaranya klem selang, pipa paralon, pipa sambungan siku, ban dalam second, gunting, obeng minus, tali, dan lem. Tandai bagian yang akan dijadikan sebagai saluran pipa pembuangan, lalu masukkan salah satu dari ujung pipa sambungan siku ke dalam terpal yang ditandai. Ujung satunya usahayan berada di bawah terpal dan menghadap ke pipa saluran pembuangan.

Berikutnya satukan terpal dengan pipa sambungan siku menggunakan ban bekas yang telah digunting menyerupai tabung. Ban bekas tersebut harus berukuran panjang sekitar 2 sentimeter. Ban bekas disini dimaksudkan untuk pengikat yang dapat dibongkar pasang. Kemudian pasang klem supaya ikatan semakin kuat lagi. Screw diputar agar klem lebih kencang melekat.

Jika terpal serta pipa sambungan telah menyatu, bukalah terpal yang telah ditandai hingga berlubang. Gunakan pisau silet agar potongan tersebut rapi dan tidak berantakan. Pasang klem selang di bagian dalam kolam supaya lebih rapi. Selanjutnya letakkan pipa pembuangan yang disambungkan ke pipa sambungan siku lebih rendah dari pada tanah agar air bisa mengalir keluar dengan mudah.

Proses Pembenihan Lobster Air Tawar

Sebelum memulai cara budidaya lobster air tawar, pemilihan benih pun harus diperhatikan. Untuk itu, cobalah memilih benih yang baik dan bagus. Dalam proses satu ini, anda perlu membedakan antara indukan jantan dan betina dengan tepat. Misalnya saja dengan melihat dari penampilannya. Bila anda termasuk pemula, cobalah perhatikan beberapa hal berikut.

Lobster jantan biasanya memiliki ciri ciri seperti adanya bercak merah yang terdapat pada capik bagian luarnya. Tanda satu ini lazimnya muncul ketika lobster telah berumur antara 3 hingga 4 bulan, dengan ukuran sekitar 7 sentimeter atau 3 inch. Lobster yang telah mencapai ukuran semacam ini, maka ia siap untuk dikembangbiakkan.

cara budidaya lobster air tawar

Sementara lobster air tawar yang betina terdapat beberapa ciri ciri pada fisiknya. Misalnya saja pada bagian capiknya yang tidak terdapat tonjolan atau penis. Kemudian terdapat sebuat lobang pada pangkal kaki yang ketiga dari bawah atau di ekornya. Lubang tersebut merupakan alat kelamin lobster betina yang berfungsi sebagai tempat untuk keluarnya telur.

Dalam tahapan pembenihan lobster ini pun, anda harus memilih indukan manakah yang berkualitas tinggi. Biasanya induk yang berukuran diatas 4 inch atau berkisar 10 sentimeter merupakan pilihan paling tepat untuk proses pembenihan. Ukuran tersebut umumnya terjadi pada lobster yang telah berusia sekitar 5 hingga 6 bulan.

Di usia tersebut, lobster air tawar bisa memproduksi telur lebih banyak ketika proses pembuahan. Agar pemilihan tidak sembarangan, cobalah memilih induk dengan proses tumbuh kembangnya lebih cepat dari yang lainnya. Jika perlu, belilah di toko yang telah menyandang sertifikat khusus. Kemudian perhatikan pula alat kelamin pada indukannya.

Jangan sampai memilih lobster yang memiliki dua alat kelamin, karena hal ini tidak akan menjamin ia bertelur. Bentuk tubuh lobster pun harus diperhatikan, yang mana kegemukannya bukan berasal dari kepalanya. Pasalnya, kepala yang besar menandakan jika lobster kekurangan nutrisi atau asupan makanan. Cobalah memperhatikannya dengan teliti agar mudah dikembangbiakkan.

Proses Pemijahan Indukan Lobster Air Tawar

Proses pemijahan biasanya dilakukan untuk mengawinkan antara lobster jantan dan betina. Hal yang perlu dilakukan pun terbilang mudah, dimana anda hanya perlu menggabungkan indukan betina dan jantan menjadi satu tempat. Untuk itu, cara budidaya lobster air tawar yang pertama yakni persiapkan wadah atau akuarium khusus yang berukuran 1 x 0,5 x 25 sentimeter.

Wadah berukuran tersebut mampu menampung lima ekor betina dan tiga ekor jantan. Selama proses perkawinan, lobster betina memilih pasangan manakah yang akan diajak sebagai partner untuk menghasilkan benih berkualitas. Anda pun harus menaruh sedikitnya 8 buah pipa paralon dengan diameter 2 inch dan panjang 20 sentimeter untuk tempat lobster melakukan pembuahan.

Proses Pemijahan Indukan Lobster Air Tawar

Waktu yang dibutuhkan agar indukan betina bisa bertelur kurang lebih dua mingguan. Proses perkawinan semacam ini pun akan membuat lobster membentuk formasi yang menyerupai huruf Y. Hal tersebut menunjukan jika lobster jantan telah berhasil melakukan tugasnya yakni mengeluarkan sperma lalu menempatkannya di dekat pangkal kedua kaki betina.

Sperma tersebut berwarna putih dan akan menggumpal yang kemudian larut di dalam air. Bila proses pembuahan telah selesai, lobster betina secara perlahan akan menjauh dari lobster jantan. Lobster betina akan mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ketiga melalui sperma jantan. Kemudian telur tersebut turun ke ekor endomennya dan dikumpulkan di dalam abdomennya.

Pemindahan Indukan Betina

Usai dipindahkan, disini anda bisa memantau bagaimana perkembangan telur lobster. Proses pengeraman dan penetasan telur biasanya terjadi selama 2 hingga 3 minggu setelah pembuahan. Telur baru tersebut akan menempel pada tumbuh indukannya. Sehingga membuat indukan betina akan jalan berkeliling dengan posisi ekornya terbuka supaya telur terlihat jelas.

cara budidaya lobster air tawar di rumah

Selama proses pengeraman dan penetasan ini, anda bisa memindahkannya ke dalam kolam penetasan yang berukuran sekitar 1 x 2 meter. Telur lobster air tawar yang matang dan siap menetas biasanya ditandai oleh beberapa ciri ciri. Yakni pada periode minggu kedua, telur lobster masih berbentuk bulat. Namun di minggu ketiga, telur menampakkan bintik kehitaman.

Bintik hitam tersebut menandakan adanya embrio. Kemudian di minggu keempat, terjadi pembentukan organ tubuh anakan lobster dengan ditandai tumbuhnya sungut, capit, dan kaki di dalam telur. Anakan lobster di masa ini belum bisa mandiri karena jikalau mereka lepas dari indukannya, bisa dipastikan embrio bisa mati. Indukan memberikan oksigen kepada anaknya dengan menggerakkan kakinya.

Pada minggu kelima, kondisi kuning telur mulai habis dan embrio bisa lepas dari induknya untuk mencari makanan sendiri. Akan tetapi, cara budidaya lobster air tawar ini tidak semuanya lepas dari induknya. Hanya sekitar 30 persen saja yang menempel di kaki induknya. Bila kaki indukan betina telah bersih dari telur, maka bisa dipindahkan ke tempat lainnya.

Biarkan indukan istirahat selama 2 minggu hingga berganti kulit. Pergantian kulit pada indukan betina ini menandakan jika ia telah tumbuh besar dan berpeluang untuk memberikan anakan yang lebih besar dibandingkan pembuahan sebelumnya, Pada masa istirahat ini pula indukan betina kemungkinan sudah matang gonad atau siap untuk dikawinkan kembali.

Pakan Lobster Air Tawar

Sayur dan Umbi Umbian

Makanan pertama yang bisa diberikan agar lobster air tawar bisa berkembang dengan cepat dan baik yakni sayur dan umbi umbian. Unsur nabati yang cocok untuk pakan lobster diantaranya sawi, wortel, tauge, singkong, ubi jalar, jagung muda, daun ketela, ketela pohon, dan masih banyak lainnya. Pemberian pakan satu ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan lobster.

Pakan lobster air tawar pdf

Agar bisa tenggelam ke dasar kolam, hal yang perlu dilakukan yakni merebus sayur atau umbi umbian tersebut. Setelah itu, dipotong atau diiris tipis tipis agar lobster bisa menyantapnya dengan mudah. Sebagaimana yang diketahui, jika sayur dan umbi umbian mengandung nutrisi berlimpah sehingga akan sangat baik bagi pertumbuhan lobster.

Tanaman Air

Selain sayur dan umbi, lobster pun sangat doyan dengan tanaman air. Diantaranya eceng gondok, selada air, dan tanaman air lainnya. Bila ingin mendapatkan beberapa tanaman air tersebut, anda cukup mencari di beberapa perairan dekat rumah ataupun membeli di toko. Sama halnya dengan sayur dan umbi, pemberian tanaman air untuk pakannya pun harus disesuaikan.

Daging

Bila unsur nabati lobster telah terpenuhi, selanjutnya ialah unsur hewani. Mungkin banyak orang yang tidak menyangka, jika lobster pun menyukai makanan dari daging dagingan. Mulai dari jentik nyamuk, cacing tanah, ikan mati, kutu air, dan masih banyak lainnya. Sebetulnya hampir semua daging bisa diberikan, asalkan dipotong kecil kecil terlebih dahulu.

Pakan Buatan atau Pelet

Sama halnya dengan ternak ikan pada umumnya, lobster pun butuh memenuhi nutrisinya dengan pakan buatan atau pelet. Pakan buatan khusus yang diperuntukkan lobster air tawar ini bentuknya layaknya pelet ikan hias pada umumnya. Hanya saja perbedaan pakan cara budidaya lobster air tawar ini terletak pada kandungan gizi dan bahan utamanya.

Masa Panen Lobster Air Tawar

Sebetulnya masa panen lobster air tawar ini didasarkan pada tujuan budidayanya. Umumnya tujuan tersebut dibagi menjadi dua hal yakni untuk pembibitan atau pembesaran. Pada usaha ternak lobster untuk pembibitan, maka bibit yang bisa dipanen telah mencapai ukuran 1 hingga 2 sentimeter. Ukuran tersebut bisa ditemukan jika lobster telah berusia 20 hari.

budidaya lobster air tawar di rumah

Untuk mengambil bibit yang siap panen, anda harus memperhatikan suhu dan keasaman airnya agar tetap sama dan stabil. Penyetaraan suhu dan keasaman tersebut bertujuan agar lobster tidak cepat stres. Alangkah baiknya anda menggunakan air yang baru, lantaran benih lobster akan terlalu sensitif terhadap lingkungan baru yang akan dihuninya.

Waktu yang paling tepat untuk pemanenan benih lobster yakni pagi hari sekitar pukul 09.00 pagi dan berada di lingkungan yang terbuka. Pada proses panen ini, anda bisa menggunakan plastik scoopnet dengan ukuran 20 x 10 sentimeter. Pastikan pemindahan ke kolam baru, dilakukan secara perlahan agar benih lobster tidak alami stres lantaran lingkungan barunya.

Beda lagi dengan usaha ternak lobster air tawar untuk pembesaran. Yang mana bisa dipanen jika lobster telah mencapai usia 6 hingga 8 bulan dengan berat rata rata 100 gram ke atas. Akan tetapi, ukuran tersebut bisa disesuaikan dengan permintaan pasar. Umumnya, semakin besar ukurannya maka akan semakin tinggi pula harga yang ditawarkan.

Pencegahan Penyakit pada Lobster Air Tawar

Lazimnya penyakit yang menyerang hewan budidaya merupakan hasil interaksi antara ikan atau udang, jasad penyakit atau patogen, dan lingkungannya. Dalam interaksi semacam ini, faktor lingkungan memang memegang peranan sangat penting. Baik itu nantinya akan menimbulkan pengaruh positif ataupun negatif dalam hubungan lobster dan patogennya.

Maka dari itu, jika terjadi ketidakseimbangan antara lobster, lingkungan, dan patogen, bisa dipastikan penyakit akan timbul dan menghambat perkembangannya. Pada budidaya lobster, fase yang paling rentan terserang penyakit yakni ketika fase pembenihan. Biasanya benih lobster akan terserang penyakit yang disebabkan parasit, jamur, virus, ataupun bakteri.

Misalnya saja penyakit White Spot Disease yang disebabkan oleh virus White Spot. Penyakit ini kerap kali menyerang udang sehingga membuat bentuk tubuh, ukuran, sehingga pertumbuhannya menjadi terganggu. Ciri utamanya yakni adanya bintik putih atau kemerahan yang menandakan terjadinya kerusakan sel pada bagian tubuh tertentu.

Selain itu, terdapat pula beberapa jenis protozoa seperti zoothamnium, Epistylis sp dan Vorticella yang kerap menyerang udang di fase pembesaran ataupun pembenihannya. Karena banyaknya penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan, sehingga anda harus menerapkan upaya pencegahan. Salah satunya dengan cara personal higienis.

Cara budidaya lobster air tawar dalam pencegahan penyakitnya pun bisa dilakukan dengan water treatment. Air yang digunakan di dalam kolam budidaya harus terbebas dari bahan polutan. Bila perlu, tambahkan larutan klorin sebanyak 30 persen pada air selama 24 jam atau melalui penyinaran ultraviolet. Pemberian pakan berkualitas pun bisa mencegah lobster terserang penyakit.

Lobster menjadi salah satu makanan yang paling digemari oleh banyak orang. Rasanya yang begitu lezat apalagi ketika dipadukan dengan bumbu khas nusantara, pastinya mampu membuat penikmatnya merasakan surga dunia. Meningkatkan peminat lobster inilah yang menjadikan sebagian besar orang membudidayakannya dengan menerapkan cara diatas.

2 tanggapan pada “Diminati Banyak Orang, Berikut Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Terbukti Sukses”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *