Pemula Wajib Tahu! Berikut Cara Budidaya Melon Yang Mudah

  • by

Buah melon pasti sudah tak asing lagi di telinga anda. Buah segar yang sering dijadikan berbagai campuran es ini termasuk salah satu buah favorit yang banyak diminati. Bahkan buah ini juga sering dijadikan sebagai hidangan penutup dalam jamuan. Anda tertarik untuk membudidayakannya? Yuk simak cara budidaya melon disini.

budidaya melon

Jenis-Jenis Melon Yang Sangat Diminati Di Indonesia

Melon Hijau

Penamaan melon ini didasarkan pada buah yang berwarna hijau. Melon ini ternyata memiliki nama lain Japanese Cantalopue, melon lolak, sky rocket dan musk melon dan banyak ditanam di Asia Tenggara dan Timur. Buah ini ditandai dengan daging berwarna putih kehijauan, net tips rapat pada kulit dan rasa yang renyah manis ketika masak. Buah ini sangat kaya akan kandungan vitamin C.

Melon Jingga

Buah ini juga dinamai berdasarkan warna yang dimiliki. Pasalnya, melon jingga pertama dibudidayakan di Cantalupo, italia. Buah dengan rasa yang manis dan bau harum ini telah merambah ke pasar Amerika Serikat, Asia dan masuk ke Indonesia. Warna jingga buah ini memiliki kandungan betakaroten yang baik untuk kesehatan tubuh.

Melon Emas

Anda mungkin pernah melihat buah berbentuk bulat dengan warna kuning emas mengkilat. Warna tersebut bahkan membuatnya disebut sebagai melon emas atau golden. Anda bahkan akan menemukan bau harum dan rasa manis dari buah ini. Budidaya melon jenis ini bahkan memiliki jenis golden light melon dengan bentuk bulat dan golden langkawi melon dengan bentuk lonjong.

Melon Madu

Melon yang satu ini juga termasuk buah favorit masyarakat. Jenis melon dengan rasa yang paling manis ini membuatnya disebut sebagai melon madu atau honewdew melon. Buah berbentuk lonjong ini juga memiliki aroma sedap yang sangat nikmat. Lazimnya, anda bisa menemukan buah ini dengan tekstur kulit yang cenderung halus mengkilat tanpa net.

Anda bahkan akan menemukan warna yang sama dengan melon hijau ketika membuka jenis buah yang satu ini. Namun, aroma dan rasa yang lebih nikmat dari jenis melon yang satu ini dapat membuat anda semakin ingin menikmatinya. Menariknya, daging buah ini bisa berwarna hijau pucat, putih hingga orange ketika masak.

budidaya melon dalam pot

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Buah dengan nama latin Cucumis Melo L. ini pada mulanya hidup di daerah mediterania atau Lembah Panas Persia. Namun, rasa segar dan manis yang dihadirkan membuat melon tersebar ke seluruh penjuru dunia. Buah ini bahkan telah dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk negara Indonesia.

Lazimnya, buah ini sangat cocok dengan kondisi curah hujan 1000 sampai 1500 mm/tahun. Melon bahkan sangat cocok ditanam pada musim kemarau untuk mengoptimalkan kualitasnya. Hal ini karena air hujan yang turun dapat menggugurkan bekal buah dari melon. Parahnya lagi, air hujan yang sering turun juga dapat mempengaruhi bentuk, warna dan rasa yang cenderung hambar.

Melon juga memerlukan cahaya matahari secara penuh untuk proses fotosintesis. Pasalnya, anda dapat mempraktikkan cara budidaya melon di tempat terbuka untuk memperoleh penyinaran 11-12 jam dalam setiap harinya. Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah pemanfaatan suhu udara antara 26-30 derajat celcius pada siang hari dan 18-20 derajat celcius ketika malam.

Selain itu, buah ini sangat cocok ditanam pada tanah liat berpasir. Tanah tersebut biasanya memiliki tingkat keasamaan pH 5,8 hingga 7,2. Dalam menanam buah ini, anda juga harus menyiapkan tanah yang gembur, porous, banyak mengandung organik, memiliki lapisan yang tebal dan aman dari genangan air.

Buah yang satu ini juga tidak bisa tumbuh dengan optimal jika ditanam di berbagai tempat secara sembarangan. Anda bahkan bisa memilih tempat penanaman terbuka dengan ketinggian 250 hingga 900 mdpl. Tentunya, melon tidak bisa tumbuh dengan ketinggian diatas 900 mdpl karena suhu dingin dan angin yang lebih kencang bisa merusak tanaman.

Tips Menanam Buah Melon

Memilih Bibit Unggulan

Bibit melon unggulan diperlukan untuk menghadirkan buah melon yang berkualitas. Bibit ini biasanya bisa didapatkan dari tanaman yang melon yang baik, sehat dan terawat. Untuk mendapatkan bibit ini, anda bahkan bisa melakukan pembibitan sendiri maupun membeli bibit pada toko pertanian.

Untuk anda yang masih pemula dalam melakukan budidaya buah ini, pembelian bibit dari toko pertanian lebih direkomendasikan. Bibit unggulan ini dapat ditandai dengan label sertifikasi dari instansi pertanian profesional. Selain itu, bibit melon juga disimpan dalam bungkus aliminium foil agar tahan lama. Pasalnya, bungkus tersebut dapat menjaga kualitas dari calon buah.

Anda juga dapat melakukan pembelian belih melon yang disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanami. Pemberian tambahan bibit 10% lebih banyak juga dapat anda lakukan sebagai cadangan penyulaman. Hal ini bahkan dapat berfungsi untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang telah disiapkan dengan budidaya melon.

Tentunya, perlakukan benih tanaman yang satu ini dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana. Bibit melon tersebut perlu anda cuci dan direndam. Pasalnya, anda bisa merendam benih ini selama 6 hingga 8 jam ke dalam air hangat. Penambahan fungisida sesuai dosis ke dalam air rendaman juga dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan.

Melakukan Penyemaian

Penyemaian dapat dilakukan untuk menumbuhkan bibit yang telah direndam. Dalam hal ini, anda perlu menyiapkan tempat dan media tanam yang sesuai agar tanaman melon dapat tumbuh dengan baik. Pemanfaatan polybag dan tray semai juga bida digunakan untuk menumbuhkan biji satu per satu.

Kemudan, anda bisa menyiapkan media tanam berupa campuran tanah halus yang sudah di ayak dan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pencampuran media tanam ini dilakukan dengan perbandingan 2:1 dengan komposisi tanah yang lebih banyak. Setelah itu, anda bisa meletakkan campuran ini pada setiap polybag atau tray semai yang telah disiapkan.

Untuk melakukan penyemaian ini, anda perlu membuat lubang tanam sedalam 1 hingga 2 cm pada setiap media tanam. Selanjutnya, benamkan setiap biji melon yang telah direndam pada lubang tersebut dan tutup kembali dengan tanah tipis. Penutupan lubang dengan tanah dan kedalaman lubang tersebut bertujuan agar seluruh permukaan biji dapat cepat tumbuh dengan sempurna.

Tanaman melon yang menyukai matahari langsung sebaiknya diletakkan pada tempat sengan pencahayaan sinar yang sempurna. Kendati demikian, anda sebaiknya meletakkan bibit penyemaian ini pada ruangan dengan atap berupa plastik bening atau sungkup. Hal ini tentu dapat membuat bibit tumbuh dengan baik tanpa gangguan cahaya yang terlalu panas dan kucuran air hujan.

Tentunya, anda juga harus melakukan perawatan tanaman dengan maksimal selama masa penyemaian. Anda bahkan perlu menyirami benih ini pada pagi hari maupun siang hari. Penyiraman ini juga harus disesuaikan dengan kondisi tanah agar kelembaban terjaga. Namun, air yang terlalu banyak pada tempat penyemaian dapat membuat biji busuk dan tidak bisa tumbuh.

Proses penyemaian yang terkontrol dengan baik dapat membuat biji mulai berkecambah dan tumbuh daun. Lazimnya, tumbuhan ini dapat tumbuh selama 10 hingga 14 hari. Anda bahkan dapat melakukan penyulaman tanaman apabila terdapat biji melon yang tidak tumbuh maupun mengalami pertumbuhan yang tidak normal.

Penyulaman tersebut berguna untuk memaksimalkan tanaman dengan memperkirakan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tumbuhan ini. Tentunya, penyulaman juga dapat menjadi bagian dari cara budidaya melon yang harus diperhatikan. Pasalnya, penyulaman juga dapat berfungsi untuk mengidentifikasi hama penyakit yang dapat menyerang tumbuhan ini.

teknik budidaya melon terbaru

Menyiapkan Lahan

Persiapan lahan dapat dimulai dari pembersihan lahan dari berbagai gulma atau rumput liar. Anda bisa mencabut maupung mencangkul lahan ini untuk agar gulma dan rumput liar dapat dibersihkan hingga ke akarnya. Pasalnya, pencabutan atau pembabatan dengan menyisakan akar dapat membuat tumbuhan kecil ini kumbuh kembali dan merebut nutrisi tanaman yang dibudidayakan.

Kemudian, kondisi tanaman melon yang menyukali lahan gembur dan porous juga memungkinkan anda untuk melakukan pencangkulan pada lahan. Lahan tersebut bahkan perlu dicangkul berulang kali hingga membentuk remah remah tanah. Begitu pula, pencangkulan lahan dengan membolak balikan tanah juga dapat menetralkan pH.

Kualitas pertumbuhan tanaman yang baik biasanya juga dipengaruhi oleh kualitas tanah dengan kandungan nutrisi yang berkualitas. Untuk itu, anda dapat membuat lubang pupuk dasar pada tanah yang telah dicangkul dengan bentuk alur. Dalam hal ini, anda dapat menambahkan pupuk organik dan pupuk buatan sebagai pupuk dasar sebelum dilakukan penanaman.

Penggunaan pupuk ini dapay menggunakan campuran pupuk phonska, SP-36 dan KCL dengan perbandingan 5:3:1. Namun, perbandingan tersebut juga tidak bisa mencadi patokan pasti karena anda dapat menyesuaikan pemberian bubuk sesuai dengan kondisi lahan. Setelah itu, anda dapat melakukan pencangkulan kembali dan mengaduk pupuk dan tanah untuk membuat bedengan.

Pembuatan bedengan merupakan salah satu cara budidaya melon yang baik untuk menciptakan drainase yang baik. Pasalnya, anda perlu membuat bedengan sekitar 50 hingga 100 cm agar tanaman dapat merambat ke atas dengan baik. Pembuatan bedengan ini tentu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas melon dari segi pertumbuhan untuk mendapatkan hasil buah yang nikmat.

Dalam persiapan lahan ini, anda juga memerlukan pemasangan mulsa plastik hitam perak (PHP). Mulsa plastik dengan dua sisi warna perak dan hitam ini dipasang dengan cara meletakkan warna perak dibagian luar. Pasalnya, warna perak ini dapat memantulkan cahaya untuk menghasilkan proses fotosintesis menjadi lebih optimal.

Selain itu, pemilihan warna hitam berada pada bagian dalam juga berfungsi untuk menjaga tanaman agar tidak terlalu lembab. Pemasangan mulsa ini bahkan mampu menghadirkan suhu panas untuk penciptakan sistem perakaran dengan lebih baik. Menariknya, penutupan tanah dengan plastik mulsa ini dapat menghalangi gulma yang dapat tumbuh dan dapat mengusir hama tanaman.

Cara pemasangan ini dapat dilakukan dengan menarik kedua ujung mulsa dan gunakan pasak agar plastik dapat menutup bedengan dengan sempurna. Lazimnya, pemasangan ini sebaiknya dilakukan ketika panas matahari sedang terik. Hal ini karena pemuaian pada mulsa dapat menutup sisi bedengan dengan baik.

Penutupan bedengan dengan mulsa ini dapat dilakukan dalam jangka waktu 3 hari hingga 5 hari. Pemberian plastik mulsa tersebut bertujuan untuk membentuk kualitas tanah setelah dicampur dengan pupuk. Tentunya, anda perlu melubangi plastik ini dengan jarak 40 hingga 50 cm agar dapat ditanami oleh tumbuhan yang sudah siap pindah tanam.

cara budidaya melon

Pindah Tanam Ke Lahan Yang Telah Disiapkan

Anda sebaiknya menyiapkan ajir atau alat penegak tumbuhan sepanjang 2 meter sebelum melakukan pemindahan tanaman semai. Penggunaan bambu, kayu atau bahan lain yang dikuat sangat direkomendasikan. Tentunya, kekuatan ajir ini berfungsi untuk menyangga tanaman melon atau tempat merambat hingga berbuah.

Cara budidaya melon yang bisa anda lakukan adalah melakukan pindah tanam. Pasalnya, pemindahan ini dilakukan ketika tanaman berumur 7 hari setelah tumbuh benih. Pembuatan lubang dapat disesuaikan dengan tinggi tanah pada polybag yang telah anda siapkan. Selanjutnya, pindah tanaman ini ke dalam lahan yang telah disiapkan dan tancapkan ajir.

Proses pindah tanam ini sangat disarankan untuk dilakukan di sore hari. Pemilihan waktu ini bertujuan agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan sebelum terkenal sinar matahari. Pasalnya, pemindahan tanaman pada pagi hari maupun siang hari dapat membuat tumbuhan mudah layu karena belum siap beradaptasi.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman yang baik dapat dilakukan dengan menjaga kelembaban buah melon dengan baik. Anda bahkan perlu menyiram tanaman ini secukupnya ketika pagi hari maupun sore hari. Penggunaan lahan yang luas tentu membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyiraman. Untuk itu, anda bisa menghentikan penyiraman pagi sebelum jam 10 dan memulai lagi setelah jam 2.

Kemudian, anda juga perlu melakukan pemupukan tambahan setelah 7 hari pindah tanam. Proses pemupukan ini dapat dilakukan dengan cara kocor atau semprot. Pasalnya, anda bisa menggunakan pupuk untuk menghadirkan pertumbuhan tanaman melon dengan baik. Pemupukan ini juga dapat dilakukan dengan menyemprotkan pupuk pada batang atau daun.

Sistem pengairan juga perlu diperhatikan agar metabolisme tumbuhan dapat terjaga. Pengairan ini dapat dilakukan dengan memompa air di tengah bedengan. Sistem pengairan ini bisanya dilakukan sebanyak 4 kali ketika musim kemarau. Anda bahkan perlu melakukan pengairan atau menjaga jumlah air pada lahan ketika menanam tumbuhan melon pada musim hujan.

Pertumbuhan tanaman yang mulai lebat juga mengharuskan anda untuk melakukan pemangkasan tunas. Dalam hal ini, anda bisa menggunakan sistem lanjaran dengan 1 buah sampai 2 buah. Selain itu, anda juga dapat melakukan seleksi buah yang berkualitas dengan memelihara sulur melon. Tentunya, buah yang sempurna dengan tinggi 1,5 m dari akar dapat menjadi pilihan.

Masa Panen

Cara budidaya melon yang baik perlu dimaksimalkan dengan memperoleh hasil panen yang berkualitas. Pasalnya, buah melon yang siap panen biasanya telah berumur sekitar 3 bulan setelah tanam. Anda juga dapat mengetahui ciri-ciri buah masak ini dengan melihat ukuran, warna kulit yang mulai masak dan serat jala atau net yang kasar.

Kemudian, anda juga dapat melakukan panen buah melon ketika pagi hari. Dalam hal ini, memotong tangkai buah dengan menyisakan minimal 2 cm dapat memperpanjang umur simpan. Anda juga dapat memotong tangkai dengan membentuk huruf T. Selain itu, proses pemanenan ini juga dapat dilakukan secara bertahap dengan memilih buah yang masak dan berkualitas.

Buah melon memang menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia. Tentunya, buah yang telah masak dan berkualitas akan menghasilkan cita rasa yang nikmat dan tekstur yang tidak terlalu keras. Oleh karena itu, beberapa ulasan di atas dapat diperhatikan dalam memulai budidaya tanaman melon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *