Lebih Efektif! Berikut Cara Budidaya Pisang Yang Baik Dan Benar

  • by

Cara Budidaya Pisang – Pisang menjadi salah satu buah populer yang bisa didapat di Indonesia. Karena banyaknya minat pada buah ini, budidaya Musa Sp ini bisa menjadi prospek yang cerah.  Bagi Anda yang ingin mencoba peruntungan di bidang pertanian, maka sebaiknya mengetahui beberapa hal dasar. Untuk menambah pemahaman, simak cara budidaya pisang yang efektif berikut ini!

budidaya pisang

Syarat Tumbuh Tanaman Pisang

Pisang merupakan salah satu tanaman tropis yang sangat populer dan mudah ditemukan di Indonesia. Buah yang mengandung banyak manfaat ini bisa dibudidayakan dengan cepat. Tetapi, ada beberapa persyaratan agar pisang tumbuh dengan lebat dan baik. Misalnya saja, jenis tanah, ketinggian, hingga curah hujan yang diinginkan tanaman yang satu ini.

Pisang bisa tumbuh dengan baik, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1300 meter dari atas permukaan laut. Selain itu curah hujan yang dapat diterima tanaman ini sekitar 1500 sampai 2500 mm per tahun dengan temperatur rata rata mencapai 15 – 35 derajat Celsius. Terlebih pisang akan tumbuh subur di jenis tanah yang bertekstur liat dan mengandung bahan organik.

budidaya pisang cavendish

Mempersiapkan Bibit Pisang

Bibit Bonggol

Bibit memiliki peranan penting dalam budidaya tanaman tropis ini. Untuk mendapatkan hasil maksimal dan  melimpah, maka selalu gunakan bibit yang bebas dari penyakit atau hama. Ada baiknya jika dapatkan bibit varietas unggul dari lembaga terpercaya atau petani. Salah satu yang bisa Anda gunakan dalam budidaya tanaman ini yaitu bibit bonggol.

Bibit bonggol bisa didapatkan dari bonggol tanaman pisang yang sudah dipanen. Kemudian tanaman tersebut harus dibongkar agar dapat dimanfaatkan bonggolnya. Kemudian, ambil bonggol pada bagian pangkal bawah tanaman pisang. Sebelum Anda menggunakan bonggol sebagai bibit tanaman, maka sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

Bonggol yang telah dibersihkan, selanjutnya harus dipapas tanpa merusak tunas tanaman tersebut. Langkah selanjutnya harus dibelah belah lagi seukuran mata tunas, atau berkisar ukuran  10 x 10 x 10 cm. Jika sudah, potongan bonggol harus ditanam di media. Bibit dari bonggol siap digunakan untuk budidaya jika sudah tumbuh sekitar 3 sampai 4 bulan.

Bibit Anakan

Bibit selanjutnya yang bisa Anda gunakan yaitu bibit anakan. Pada jenis bibit anakan ini didapatkan atau diambil dari tanaman pisang yang telah memiliki tunas atau anak. Untuk membudidayakannya, Anda harus memisahkannya dari tanaman utama hal tersebut bertujuan agar bibit ini memiliki pertumbuhan yang sehat dan lebih maksimal.

Bibit Kultur Jaringan

Bibit anakan dan bonggol merupakan jenis pembibitan secara tradisional yang sering ditemukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan kemudahan dalam mendapatkannya dan tidak perlu banyak media yang dibutuhkan. Tetapi ada juga jenis bibit yang bisa didapatkan, yaitu kultur jaringan atau bibit yang akan membutuhkan penanganan khusus.

Kultur jaringan ini merupakan salah satu teknologi untuk memperbanyak tanaman yang dilakukan di laboratorium. Bibit dari kultur jaringan ini umumnya terbebas dari segala penyakit  dan memiliki hasil yang lebih maksimal. Tidak hanya itu saja, kultur jaringan bisa diadakan dalam jumlah yang banyak dan disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.

Pada jenis bibit  kultur jaringan memang dibutuhkan keterampilan khusus dan juga waktu yang lebih lama. Akan tetapi bibit yang dihasilkan akan lebih unggul daripada jenis bibit lainnya. Ukuran bibit juga cenderung seragam, sehingga pengaturan waktu panen lebih mudah dilakukan dan teratur sesuai perhitungan yang ada.

Sanitasi Bibit Pisang

Membersihkan Tanah Yang Menempel

Apabila Anda memutuskan untuk menggunakan pembibitan dengan jenis indukan, maka sebaiknya membatasi jumlah tunas anakan hanya 7 hingga 9. Jika melebihi batas itu cara budidaya pisang yang harus dilakukan yaitu memotongnya untuk menjaga kualitas bibit pisang anakan. Selain itu, sebelum ditanam ada baiknya jika bibit harus di sanitasi terlebih dahulu.

Tujuannya agar tanaman pisang nanti bisa terhindar dari penularan hama atau penyakit yang dapat mengganggu perkembangannya. Langkah yang bisa Anda lakukan pertama yaitu bibit yang didapat dari indukan segera dibersihkan dari tanah yang menempel pada akar. Tanah yang menempel tersebut bisa dibersihkan menggunakan air yang mengalir

budidaya pisang raja

Menyimpan Bibit

Setelah bibit dibersihkan dari tanah yang menempel, sebaiknya menyimpannya selama kurang lebih 1 hingga dua hari di lokasi yang teduh. Akan lebih baik jika tempat penyimpanan terbebas dari paparan sinar matahari. Hal tersebut penting dilakukan agar luka pemotongan tunas cepat mengering dan siap digunakan.

Merendam Bibit Pada Cairan Insektisida

Setelah itu, lakukan perendaman pada bibit hanya sebatas pada leher batang menggunakan insektisida tidak lebih dari 1 persen saja dalam 10 menit.  Jika sudah, Anda bisa melanjutkan untuk membilasnya dengan air mengalir. Sanitasi ini juga bertujuan untuk menghindarkan penularan hama. Apabila di lokasi lahan terdapat hama nematoda, maka penting untuk merendam di air panas.

Mempersiapkan Lahan Budidaya Pisang

Membersihkan Gulma atau Rumput Liar

Sebelum memulai penanaman tentu persiapan lahan menjadi hal yang paling krusial untuk dilakukan. Sebab, lahan yang memenuhi persyaratan akan membuat pertumbuhan bibit pisang lebih maksimal. Salah satu yang harus Anda lakukan yaitu dengan menghilangkan gulma maupun tanaman pengganggu lainnya di lahan.

Membersihkan lahan dari berbagai jenis gulma atau rumput liar akan membantu pisang tumbuh menyerap zat organik dalam tanah. Dalam perkembangannya, tentu pisang akan lebih lebat dan subur. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada serta mengendalikan penyakit yang ada di dalam tanah.

budidaya pisang kepok

Menggemburkan Tanah

Pengolahan lahan juga tak lepas dari mengubah sifat tanah dengan menggunakan alat pertanian. Hal ini harus dilakukan agar menciptakan kondisi fisik, kimia, dan biologis tanah menjadi lebih maksimal. Tidak hanya itu saja, mempersiapkan tanah juga akan mempermudah pengaturan irigasi dan menyatukan pupuk dengan tanah.

Mencampurkan Pupuk

Aktivitas pengolahan tanah dengan alat tertentu akan mengurangi kualitas unsur hara. Maka dari itu, pemberian pupuk pada tanah dapat meningkatkan kadar hara. Tentunya hal ini akan membuat tumbuhan pada media tanam kelak tumbuh secara subur. Setelah mencampurkan pupuk ke tanah, Anda harus menunggu kurang lebih satu minggu agar menyatu.

Membuat Lubang Tanam

Setelah seminggu, lahan siap digunakan untuk budidaya tanaman pisang. Namun sebelumnya Anda harus melakukan beberapa langkah agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Mulailah dengan cara membuat lubang tanam dengan ukuran kurang lebih 30 cm x 30 cm x40 cm dengan jarak 3 x 3. Kemudian sisipkan parit sebagai drainase saat hujan.

Penanaman Bibit Pisang

Setelah bibit siap dan sudah steril, maka cara budidaya pisang selanjutnya yaitu memulai penanaman bibit. Akan lebih baik jika Anda memilih waktu yang tepat untuk menanam bibit ini. Bulan September sampai Oktober atau menjelang musim penghujan merupakan waktu yang tepat untuk memulai membudidayakan tanaman pisang.

Lubang yang sebelumnya Anda siapkan ketika mengolah lahan bisa langsung ditanami bibit. Tetapi umumnya bibit dapat tumbuh subur jika memiliki ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm untuk jenis tanah berat. Sedangkan pada jenis tanah gembur ukurannya akan cenderung kecil hanya sekitar 30 x 30 x 30 cm atau 40 x 40 x 40 cm.

Jika sudah menentukan ukuran yang tepat sesuai dengan jenis tanah lahan, maka Anda bisa melanjutkan langkah berikutnya. Namun perlu diperhatikan, penambahan pupuk juga sangat penting dilakukan pada tahapan ini. Pupuk kandang yang bisa digunakan yaitu 15 kg per lubang tanam, sehingga kebutuhan pupuk untuk 1 hektar yaitu 15 ton.

budidaya pisang pdf

Pemeliharaan Pisang

Menyediakan Cukup Air

Air tentu menjadi sumber kehidupan tak terkecuali tanaman pisang. Pertumbuhan dan produktivitas pohon pisang sangat ditentukan oleh ketersediaan airnya. Maka dari itu, langkah pertama yang bisa dilakukan dalam pemeliharaan pohon pisang yaitu dengan cara memastikan air yang ada sudah cukup tersedia untuk pertumbuhan tanaman pisang.

Tanaman ini perlu penyiraman atau pengairan melalui parit atau yang disebut juga dengan drainase. Drainase ini akan sangat membantu saat kemarau panjang terutama menjelang berbuah. Jika air tersedia, maka produksi buah pisang lebih optimal. Apabila ketersediaan air diabaikan, bisa saja pisang tumbuh kerdil dan berbuah kecil.

Membersihkan Gulma

Gulma memang menjadi persoalan yang tidak pernah ada habisnya dalam budidaya suatu tanaman, termasuk pisang. Kehadiran rumput liar atau tanaman pengganggu ini dapat mengusik pertumbuhan tanaman pisang. Anakan yang masih baru saja ada mungkin saja akan terhambat perkembangannya jika gulma dibiarkan saja.

Bahkan beberapa kasus, tanaman pengganggu ini dapat mengundang hama dan penyakit pohon pisang. Jika hal tersebut terjadi, Anda harus membebaskan pohon pisang dari gangguan gulma. Alukan penyiangan gulma tahu pembersihan secara rutin, baik dengan cara mencabutnya hingga ke akar, mencangkul atau memotong.

Menggemburkan Tanah Di Sekeliling Pohon Pisang

Penggemburan tanah juga menjadi salah satu cara terbaik untuk memudahkan penetrasi akar pohon dan penyerapan nutrisi menjadi lebih baik. Selain itu,  cara budidaya pisang ini juga bisa menciptakan aerasi tanah dan pertumbuhan anakan lebih cepat. Maka dari itu, Anda harus menggemburkan tanah di sekitar rumpun pohon pisang.

Meskipun ampuh untuk membuat tanah lebih subur, tetapi Anda perlu berhati hati dalam praktiknya. Sebab, mencangkul tanah terlalu dalam dan dekat pohon pisang akan membahayakan kondisi akar. Hal tersebut bisa berakibat akar terputus atau rusak. Perlu diingat akar pisang memiliki karakteristik yang dangkal, jadi Anda harus tetap memperhatikan hal tersebut.

budidaya pisang tanduk

Membuang Daun Daun Pisang yang Sudah Kering

Pemeliharaan daun pisang juga tidak bisa dilakukan hanya sebatas dengan menggemburkan tanah dan menghilangkan tanaman pengganggu. Anda juga harus membuang daun daun kering membalut batang pisang. Sebab, daun kering tersebut bisa memicu adanya hama dan penyakit pada tumbuhan pisang saat tumbuh.

Oleh sebab, itu, penting bagi Anda untuk menyisihkan waktu secara berkala membersihkan daun daun yang mengering di pohonnya. Pangkas daun kering tersebut dan singkirkan jauh jauh dari tanaman pisang agar terhindar dari penyakit. Dengan begitu budidaya pisang yang Anda lakukan bisa lebih maksimal dan efektif.

Menjaga Kelembaban Rumpun Pisang Dengan Mulsa

Media tumbuh pohon pisang bisa cepat sekali kering, terutama jika di musim panas. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kekurangan air di sekitar pohon pisang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi buah pisang, Oleh karena itu, untuk menjaga kelembapan tersebut penggunaan mulsa bisa menjadi solusi yang tepat.

Tidak harus menggunakan mulsa plastik, Anda cukup menutup tanah di sekeliling rumpun pohon dengan daun daun. Anda juga dapat menggunakan daun kering atau rumput kering untuk menekan penguapan yang ada di sekitar pisang. Selain itu, manfaat mulsa organik dapat dimanfaatkan sebagai penambah nutrisi karena terurai di tanah.

Memberikan Nutrisi Untuk Pohon Pisang

Bagi Anda yang menginginkan produksi menjadi lebih bagus, memiliki cita rasa yang pas, dan ukurannya besar, maka berikan nutrisi pada pohon pisang. Anda bisa memeliharanya dengan memupuk secara teratur, misalnya 3 atau 6 bulan sekali. Bukan hanya itu saja, Anda juga harus memilih jenis pupuk yang sesuai dengan jenis tanah atau pohonnya.

Meskipun tanaman pisang membutuhkan nutrisi kalium K yang tinggi, namun unsur haranya juga harus dipertimbangkan. Jadi akan lebih baik memilih pupuk yang mengandung, fosfor, kalsium, magnesium, nitrogen, dan unsur hara. Untuk jenis pupuk ini Anda bisa memberikan pupuk tunggal seperti urea atau pupuk majemuk.

cara budidaya pisang

Memotong Jantung Pisang dan Memberi Penyangga

Setelah pohon pisang berbuah, maka Anda tidak boleh berlarut larut dalam kegembiraan. Sebab, Anda juga harus merawatnya ketika berbuah sebagai salah satu cara budidaya pisang. Biarkan dulu jantung pisang keluar hingga jumlah sisir pisang sudah maksimal. Jika sudah ada jarak antara sisir pisang dan jantung pisang, maka segera pangkas jantung pisang.

Jika buah pisang berbuah besar, terkadang pohonnya bisa berpotensi roboh. Maka dari itu, Anda harus memberi sandaran atau penyangga untuk menahannya agar tidak timbang, baik disebabkan oleh faktor internal yaitu berat tandan pisang, maupun cuaca (angin atau hujan yang deras. Jika perawatannya baik dan benar, maka sudah tentu hasil produksinya lebih maksimal.

Pengendalian Hama, Penyakit Dan Gulma

Hama Pisang

Bagian pohon pisang yang diserang oleh hama biasanya ada pada daun. Gejala serangan dari Ulat daun tampak dari daunnya yang menggulung seperti cerobong dan robek sampai tulang daun. Cara pengendalian bisa menggunakan insektisida agar terbebas dari hama ini. Selain itu ada juga hama yang menyerang akar nematoda yang bisa dikendalikan dengan cara sanitasi.

Penyakit Pisang

Terdapat beberapa penyakit pisang yang bisa menyerangnya, mulai dari penyakit dari Panama, dan layu. Jika ada indikasi penyakit tersebut, maka sebaiknya lakukan pengendalian dengan bongkar dan bakar tanaman yang sakit agar terbebas dari hal tersebut. Hal ini tentunya akan membuat pertumbuhan pohon lebih baik.

Gulma Pisang

Biasanya setelah pisang sudah mulai terbentuk, gulma menjadi salah satu permasalahan yang harus segera dibasmi. Cara pengendalian yang dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida. Selain itu, hal ini juga akan mencegah adanya hama yang mungkin saja timbul pada tanah dan mempengaruhi pertumbuhan pohon pisang.

Pemanenan buah pisang

Panen buah pisang sebenarnya tergantung pada tujuan distribusi atau pangsa pasar. Untuk tujuan ekspor buah biasanya harus dipanen lebih cepat pada tingkat kematangan 3/4. Namun secara umum, buah yang dipanen dengan cara budidaya pisang secara efektif untuk pasar lokal bisa dipanen pada tingkat kematangan penuh.

Itulah beberapa informasi mengenai budidaya pohon pisang yang baik dan benar. Jika menerapkan langkah yang tepat, maka hasil buah yang dipanen lebih maksimal dan sesuai ekspektasi. Untuk itu, perlu adanya pemilihan bibit unggul, pemeliharaan yang baik, serta pengendalian penyakit, hama, dan gulma secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *