Raih Omset Berlimpah, Berikut Cara Budidaya Rumput Laut yang Menguntungkan

Cara Budidaya Rumput Laut – Siapa yang tidak tahu rumput laut? Salah satu tumbuhan laut yang digemari oleh semua orang ini memang selalu jadi primadona. Bagaimana tidak, selain bisa dikonsumsi ternyata rumput laut jadi bahan utama dalam pembuatan produk kecantikan. Jadi tak heran banyak orang meraup keuntungan melimpah dengan menerapkan cara budidaya rumput laut. Berikut tahapannya.

budidaya rumput laut

Metode Budidaya Rumput Laut

Metode Permukaan

Sebelum membahas lebih dalam mengenai tahapan membudidayakan rumput laut, ada baiknya jika anda mengetahui beberapa metode yang kerap digunakan oleh para pembudidaya. Metode pertama yakni permukaan, yang mana terbagi menjadi dua cara yaitu metode rakit dan tali rentang atau long line. Dimana antara keduanya dibedakan berdasarkan bahan yang digunakan.

Pada metode rakit, bahan yang diperlukan diantaranya potongan bambu, jangkar dari besi, bongkahan batu atau adukan semen pasir, dan tali pengikat. Potongan bambu disatukan untuk dijadikan sebuah rakit berukuran 2,5 x 5 meter persegi. Kemudian bibitnya dengan kisaran bobot antara 50 hingga 150 gram diikat pada tali dengan jarak antar simpul 20 hingga 25 sentimeter.

Biasanya dalam metode ini, 10 rakit dirangkai dengan formasi 2 x 5 rakit. Sementara untuk metode tali bentang atau long line, bibit rumput laut dengan bobot yang sama yakni 50 hingga 150 gram diikat pada tali bentang nilon. Dimana tali tersebut telah disiapkan dengan panjang sekitar 30 meter. Antar bibit tersebut diberikan jarak 15 simpul per simpulnya.

Lalu tali bentang diikat pada tali ris utama yang disediakan dengan jarak 80 sentimeter antar bentangan. Setiap tali bentangan diberikan pelampung sebanyak lima buah. Pelampung yang digunakan pada tali bentangan tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan bibit pada kedalaman 10 sentimeter di bawah permukaan air selama pemeliharaan.

Metode Lepas Dasar

Metode kedua yang bernama lepas dasar ini sebetulnya tidak jauh beda dengan sebelumnya. Hanya saja, bibit rumput laut yang berkisar 100 gram diikatkan pada seutas tali dimasukkan ke dalam air. Seutas tali tersebut direntangkan dalam air dengan bantuan tiang pancang atau patok yang terbuat dari bambu atau kayu sepanjang 1 meter.

Patok ditancapkan ke dalam air hingga kira kira setengah meter dengan jarak tiap barisnya yakni 2,5 meter. Dalam metode lepas dasar ini, anda bisa menerapkan beberapa cara. Yakni metode tunggal lepas dasar, jaring lepas dasar, dan jaring lepas dasar berbentuk tabung. Diantara beberapa cara tersebut, anda bisa memilih manakah yang sekiranya mudah untuk dilakukan.

metode budidaya rumput laut

Pemilihan Lokasi Budidaya Rumput Laut

Syarat Lokasi Secara Umum

Sebagaimana yang telah diketahui, sebelum memulai pembudidayaan hal pertama yang harus dilakukan yakni memilih lokasi terbaik. Untuk itu, anda perlu memperhatikan beberapa persyaratan utama dalam pemilihan tempatnya. Akan tetapi, dalam pemilihannya tersebut terdapat perbedaan syarat kondisi budidaya antara dua jenis rumput laut yakni Eucheuma dan Gracilaria.

Secara umum, pemilihan lokasi budidaya tanaman ini yakni perairan cukup tenang dan terbebas dari hembusan angin yang kencang. Hendaknya memilih tempat yang tidak mengalami fluktuasi salinitas yang besar. Lokasi budidaya yang dipilih tersebut pun harus mengandung unsur pakan alami demi perkembangannya. Upayakan lokasi terbebas dari limbah industri dan rumah tangga.

Karena terdapat beberapa metode budidaya yang biasa diterapkan, jadi pastikan lokasi bersahabat dengan metode yang digunakan. Selain itu, dalam cara budidaya rumput laut lokasinya harus bisa dijangkau dengan mudah. Dengan begitu, biaya transportasi yang akan dikeluarkan tidak terlalu besar. Jika perlu, lokasi harus dekat dengan sumber tenaga kerja.

Syarat Lokasi Untuk Jenis Eucheuma

Syarat yang kedua ini berlaku bagi anda yang membudidayakan rumput laut jenis Eucheuma. Yang mana anda harus memilih lokasi budidaya yang jauh dari pengaruh daratan. Biasanya lokasi budidaya Eucheuma ini langsung menghadap ke laut lepas. Upayakan terdapat karang yang berfungsi sebagai pelindung tanaman dari kerusakan akibat ombak deras.

Ada kalanya, ombak deras tersebut menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengganggu proses fotosintesis rumput laut. Pastikan pula lokasi yang dipilih memiliki pergerakan air yang cukup. Dimana pergerakan tersebut sangat berguna untuk menciptakan aerasi. Jika anda terapkan metode lepas dasar, maka lokasi harus agak keras yang terbentuk dari pasir dan karang.

Alangkah baiknya memilih lokasi ketika waktu surut masih terdapat air yang tergenang sedalam 30 hingga 60 sentimeter. Perairan yang dipilih pada lokasi pun pH-nya harus antara 7,3 hingga 8,2. Jika perlu, pastikan perairan tersebut ditumbuhi komunitas yang terdiri dari berbagai jenis makro-Algae. Hal tersebut menandakan jika lokasi tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan rumput laut.

Syarat Lokasi Untuk Jenis Gracilaria

Beda halnya dengan sebelumnya, lokasi yang harus dipilih untuk membudidayakan jenis Gracilaria harus memiliki dasar berupa lumpur berpasir. Dasar tambak yang berupa lumpur berpasir tersebut sangat berperan penting dalam pertumbuhan jenis tanaman satu ini, terutama untuk memudahkan tanaman terbenam dan mati.

Gracilaria pun memerlukan salinitas yang sesuai demi pertumbuhannya tetap lancar. Yakni lokasinya paling tidak berjarak 1 kilometer dari bibir pantai. Kemudian untuk kedalaman air tambaknya berkisar antara 60 hingga 80 sentimeter. Upayakan lokasinya dekat dengan dua sumber yakni tawar dan laut. Derajat keasamannya pun perkirakan antara 8,2 hingga 8,7.

makalah budidaya rumput laut

Pemilihan Bibit Rumput Laut Berkualitas Tinggi

Bila anda telah tentukan lokasi dan metode yang akan digunakan dalam membudidayakan rumput laut, maka selanjutnya memilih bibitnya. Kualitas bibit nantinya akan menentukan bagaimana hasil yang didapatkan selama proses pembudidayaannya. Ada beberapa persyaratan yang menandakan bibit rumput laut berkualitas tinggi dan layak dibudidayakan.

Pertama, bibit yang diperoleh merupakan hasil reproduksi rumput laut. Biasanya rumput laut jenis Eucheuma di alam bebas bisa diambil dari daerah pantai terumbu karang. Eucheuma bisa dijumpai dengan sangat mudah, yang mana banyak melekat pada substrat yang selalu terendam berupa karang mati, batu gamping, cangkang moluska, dan karang hidup.

Cara budidaya rumput laut yang kedua yakni harus berasal dari satu jenis atau monospesies. Sebenarnya, perbedaan jenis tanaman rumput laut mampu menyebabkan perbedaan kandungan pada masing masingnya. Misalnya saja pada jenis Eucheuma yang mempunyai kandungan klorofil dan karoten berbeda. Sehingga menyebabkan beberapa kandungan lainnya pun berbeda.

Ketiga, bibit biasanya tampak dari thallusnya yang masih muda, segar, dan bersih. Bibit yang masih muda lazimnya terdiri dari sel dan jaringan muda. Dimana bibit tersebut masih bersih dan bebas dari lumpur atau tanah, serta tidak ada organisme penempel atau kotoran lainnya. Bibit yang segar pun bisa dilihat dari thallus yang keras dengan warna lebih cerah.

Terakhir, tidak terdapat gejala serangan hama penyakit. Hal ini bisa ditengok dari tampilan rumput laut yang berupa bercak putih atau luka pada thallusnya. Biasanya serangan hama penyakit tersebut karena ikan herbivora, bulu babi, landak laut, dan penyu. Bila semua hal tersebut telah dipahami, selanjutnya membedakan antara satu jenis dengan lainnya.

Untuk jenis Eucheuma terdapat beberapa ciri menonjol pada penampakannya. Yakni thallus atau kerangka tubuhnya berbentuk bulat silindris atau gepeng. Kemudian warna tubuhnya merah, merah coklat, atau hijau kuning. Cabangnya berupa selang tidak teratur, dichotomous, atau trichotomous. Terdapat beberapa benjolan dan duri atau spina di sekujur tubuhnya.

Substansi thallusnya yakni gelatmus atau kartilagenus yang lunas seperti tulang rawan. Jenis Eucheuma termasuk ke dalam alga merah. Sedangkan pada Gracilaria, ada beberapa ciri yang jauh berbeda dengan jenis sebelumnya. Diantaranya thallus berbentuk silindris atau gepeng dengan percabangan yang sederhana hingga rumit dan rimbun.

Biasanya diatas percabangannya terdapat thalli yang bentuknya lebih kecil. Warna thallus sangat beragam, yakni warna hijau coklat, merah, pirang, atau merah coklat. Sama halnya dengan Eucheuma, substansi thallus Gracilaria pun menyerupai gel atau lunak layaknya tulang rawan. Jenis rumput lain ini pun masuk ke dalam alga merah sama dengan Eucheuma.

Cara Menanam Bibit Rumput Laut

Usai mengetahui ciri bibit yang bagus untuk budidaya rumput laut, berikutnya yakni mengumpulkan benih dengan beberapa metode. Misalnya saja dengan penyebaran spontan dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Atau dengan metode pengumpulan bibit dengan cara direndam di dalam air laut yang berkonsentrasi 1,030 g/cm3 selama 25 menit lamanya.

Ketika proses pengangkatan dari habitat aslinya, bibitnya harus selalu terendam air. Untuk itu, tidak sedikit para peternak memanfaatkan kotak styrofoam sebagai wadah untuk mengangkut bibit dari habitat. Kemudian cara budidaya rumput laut selanjutnya yaitu menyusunnya secara berlapis dan berselang antara pangkal dan ujung thallus.

Bila sudah selesai disusun, berikan lapisan kain yang telah dibasahi sebelumnya menggunakan air laut diantara lapisan satu dengan lainnya. Pastikan bahwa bibit tersebut terhindar dari air hujan. Hal ini tentu bertujuan agar proses pertumbuhan dan panen rumput laut bisa berjalan dengan lancar. Tanam bibit tanaman laut tersebut dengan memperhatikan beberapa cara.

Yakni pertama tama siapkan tali yang digunakan untuk menggantung bibit. Selanjutnya ikat bibit pada tali penggantung tersebut. Upayakan tali yang diisi dengan ikatan rumput laut tersebut dipanjangkan dan diposisikan sekitar 30 sentimeter di dasar permukaan. Rentangan tali yang digunakan tersebut memiliki jarak yang berkisar 20 sampai 30 sentimeter.

budidaya rumput laut pdf

Proses Perawatan dan Pemeliharaan Rumput Laut

Proses perawatan dan pemeliharaan menjadi tahapan paling penting dalam budidaya tanaman laut satu ini. Agar pertumbuhannya lancar dan jauh dari kendala, tanaman laut satu ini harus dirawat sebaik mungkin. Pasalnya, pada tahap ini hasil panen akan sangat ditentukan. Jika perawatan dilakukan dengan baik, tentu rumput laut yang dihasilkan akan jauh berkualitas.

Untuk itu, anda disarankan agar tidak memalingkan perhatian semenjak bibit ditanam pada lokasi pembudidayaan. Adapun langkah yang harus dilakukan yakni membersihkan thallus rumput laut dari tanaman hama yang biasanya tumbuh di sekitarnya. Dimana hama yang dimaksud diantaranya teripang, bulu babi, ikan baronang, larva bulu babi, dan ikan pemakan tumbuhan lainnya.

Bukan hanya itu saja, sebagai peternak pun harus memastikan pencahayaan yang masuk ke dalam perairan pembudidayaan. Pastikan cahaya yang menyinari cukup untuk proses pembesarannya. Jangan biarkan lokasi budidaya tidak terdapat cahaya mentari sedikitpun, karena nantinya akan menghambat proses fotosintesisnya.

Kemudian, pastikan pula tali penggantung yang digunakan sebagai medianya selalu berada dalam kondisi bersih dari tumbuhan liar maupun sampah. Keberadaan tumbuhan liar dan sampah tersebut akan sangat mengganggu rumput laut melakukan perkembangbiakannya. Karena tali penggantung yang digunakan tidak bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Maka upayakan untuk selalu memeriksa keadaannya. Bila telah terlihat rentang, segeralah menggantinya. Selain tali penggantung, cara budidaya rumput laut yang harus dilakukan yakni memeriksa keadaannya. Jika perlu, anda bisa memberikannya pupuk agar ia bisa tumbuh lebih baik lagi dan menjaganya agar terbebas dari penyakit.

usaha budidaya rumput laut

Proses Panen Rumput Laut

Usai melalui proses budidaya yang cukup panjang, akhirnya memasuki tahap paling mendebarkan yakni memanen hasil. Biasanya, waktu yang digunakan untuk memanen rumput laut tidak menentu. Hal ini menyesuaikan pada tujuan anda melakukan budidaya tanaman laut satu ini. Waktu panen pun lazimnya disesuaikan pada cara dan proses budidaya yang dilakukan.

Jika anda bertujuan melakukan pembibitan, maka rumput laut bisa dipanen ketika telah memasuki usia antara 25 hingga 35 hari. Beda lagi dengan tujuan untuk bisnis ataupun untuk olahan kuliner, biasanya rumput laut bisa dipanen sekitar umur 45 hari. Cara pemanenan yang harus dilakukan yakni mengangkat seluruh tanaman beserta tali penggantungnya.

Setelah itu, pilihlah rumput laut yang siap untuk dipanen lalu keringkan dengan cara dijemur secara langsung di bawah sinar matahari. Selama proses pengeringan tersebut, upayakan tanaman laut satu ini digantungkan pada kayu agar tidak menyentuh pasir. Waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan cukup 3 hingga 4 hari saja jika cuaca sedang cerah.

Atau diangkat ketika rumput laut telah terlihat warna ungu keputihan dilapisi kristal garam. Sembari dijemur, anda bisa membersihkan rumput laut dari berbagai benda asing yang menempel seperti batu atau sampah lainnya. Baru kemudian, rumput laut bisa dipasarkan atau diperjualbelikan pada beberapa produsen makanan, produk kecantikan, atau yang lainnya.

Penanggulangan Hama atau Penyakit pada Rumput Laut

Permasalahan yang cukup serius dalam melakukan budidaya yakni adanya serangan predator pemangsa atau hama. Bila dikelompokkan berdasarkan ukurannya, hama yang kerap menyerang rumput laut dibedakan menjadi beberapa yakni hama mikro dan hama makro. Pada hama mikro umumnya berukuran kurang lebih 2 sentimeter dan melekat pada thallus rumput laut.

Hama tersebut yakni larva bulu babi dan larva teripang. Sementara hama makro berukuran lebih besar dari 2 sentimeter dan lebih ganas untuk menyerang rumput laut, yakni ikan baronang, teripang, binatang laut, bulu babi, dan penyu hijau. Untuk mengatasi serangan berbagai hama tersebut, anda bisa melindungi areal budidaya dengan memasang pagar yang terbuat dari jaring.

Beda ceritanya dengan penyakit yang menyerang rumput laut. Dimana penyakit ini bisa terjadi lantaran adanya perubahan nutrisi, suhu, salinitas, pH, dan tingkat kecerahan airnya. Penyakit yang paling umum terjadi pada tanaman satu ini dikenal dengan sebutan ice ice. Pencegahan pada cara budidaya rumput laut ini yakni memonitor adanya beberapa perubahan lingkungan tersebut.

Selain dibudidayakan untuk kebutuhan bisnis ataupun olahan makanan, biasanya rumput laut pun dimanfaatkan sebagai pakan berbagai hewan ternak lainnya. Namun, kebutuhan bisnis menjadi alasan utama yang membuat para peternak membudidayakan rumput laut. Tentunya hal ini tidak lain demi mendapatkan pundi pundi rupiah yang sangat menguntungkan.

1 tanggapan pada “Raih Omset Berlimpah, Berikut Cara Budidaya Rumput Laut yang Menguntungkan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *