Mudah Tapi Berlimpah Keuntungan, Berikut Cara Budidaya Tomat yang Wajib Diketahui

  • by

Banyak yang belum mengetahui jika budidaya tomat menjadi salah satu agribisnis yang memiliki potensi dan peluang cukup bagus untuk skala besar. Tentunya hal ini telah dibuktikan secara nyata oleh beberapa orang. Apalagi cara budidaya tomat yang harus dilakukan terbilang cukup sederhana. Hanya saja, anda perlu memperhatikan tahapan penting berikut ini.

budidaya tomat

Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

Iklim

Tomat atau Lycopersicum esculentum L. merupakan tumbuhan setahun yang berbentuk perdu atau semak dan masuk ke dalam golongan tanaman berbunga. Buahnya yang berwarna merah merekah, memiliki rasa yang cukup manis dan sedikit masam. Tanaman ini pun bisa tumbuh di daerah tropis maupun subtropis dengan curah hujan yang dikehendaki yakni sekitar 750 hingga 1250 mm per tahun.

Keadaan satu ini ternyata memiliki hubungan sangat erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman. Terlebih lagi, untuk daerah yang tidak terdapat irigasi secara teknis. Akan tetapi, curah hujan yang terlalu tinggi bisa menghambat persarian. Tumbuhan bulat ini pun membutuhkan sinar matahari yang cukup, bila kurang akan menyebabkan penyakit menyerangnya.

Baik itu penyakit yang berasal dari parasit maupun non parasit. Terik mentari yang berintensitas tinggi ampuh menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara maksimal oleh tanaman tomat bisa dilakukan bila terdapat pencahayaan selama 12 hingga 14 jam per harinya. Dengan begini, tumbuhan ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Suhu

Bukan hanya memperhatikan perkara iklimnya semata, suhu atau temperatur juga memegang peranan penting dalam budidaya tomat. Dimana kisaran temperatur yang baik untuk pertumbuhannya ialah antara 20 hingga 27 derajat celcius. Bila temperatur lebih dari 30 derajat celcius atau kurang dari 10 derajat celcius, maka akan menghambat pembentukan buah tomat.

Jadi tak heran, jika beberapa negara yang mempunyai empat musim tidak seperti Indonesia, kerap menggunakan pemanas atau heater untuk mengatur udara ketika musim dingin tiba. Udara panas yang dihasilkan oleh pemanas tersebut disalurkan ke dalam green house melalui saluran fleksibel berwarna putih. Kemudian udara akan menyebar ke seluruh ruangan budidaya.

Kelembaban

Biasanya kelembaban paling baik untuk pertumbuhan tanaman tomat yakni 25 persen. Keadaan semacam ini sangat ampuh untuk merangsang pertumbuhan tanaman tomat yang masih muda. Hal ini lantaran asimilasi karbondioksida menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Namun, kelembaban relatif yang tinggi bisa merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman.

Media Tanam

Pada dasarnya, tomat bisa ditanam di segala jenis tanah mulai dari tanah pasir hingga tanah lempung berpasir. Namun tanah tersebut haruslah subur, berporus, gembur, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara, serta mudah merembeskan air. Tingkat kemasaman tanah atau pH pun menjadi faktor utama yakni kisaran 5,0 hingga 7,0.

Karena akarnya sangat rentan terhadap kekurangan oksigen, sehingga tomat tidak boleh tergenangi oleh air. Maka dari itu, dalam cara budidaya tomat, alangkah baiknya jika memilih lokasi dengan topografi tanahnya datar. Dengan begitu, anda tidak perlu membuat beberapa teras dan tanggul yang digunakan untuk mengalirkan air.

Ketinggian Tempat

Salah satu keunggulan tomat yang jarang ditemukan oleh tanaman lainnya yakni ia mampu tumbuh di berbagai ketinggian tempat. Baik itu di dataran tinggi maupun dataran tinggi, menyesuaikan varietasnya. Varietas tomat yang sesuai untuk ditanam di dataran tinggi yakni Kada, sementara di dataran rendah yakni Intan, Ratna, LV, dan CLN.

Mempersiapkan Lahan Untuk Budidaya

Pengolahan Tanah

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan lahan budidaya tomat yakni mengolah tanah. Dalam tahap pengolahan tanah, dilakukan pembersihan lahan dari berbagai jenis gulma atau tanaman liar. Setelah itu, dilakukan pembajakan tanah. Dimana pembajakan tanah ini dilakukan dengan menghancurkan beberapa bongkahan tanah hingga halus dan lebih gembur.

Untuk saat ini, adanya perkembangan teknologi terutama untuk mekanisasi pertanian sehingga membuat pengolahan tanah semakin mudah untuk dilakukan. Misalnya saja dengan meminta bantuan pada salah satu teknologi seperti traktor dengan menyesuaikan tanah yang diinginkan, seperti tanah yang relatif gembur atau tanah yang relatif keras dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter.

Pembedengan

Usai melakukan pengolahan tanah, tahapan selanjutnya yakni membuat bedengan. Adanya bedengan ini sangat membantu para petani untuk melakukan pemeliharaan tomat. Bukan hanya itu saja, bedengan pula bisa membuat tomat terhindar dari genangan air ketika musim penghujan tiba. Dengan begini, akarnya tidak akan tergenangi dan bisa memperoleh cukup oksigen.

Anda bisa membuat bedengan menggunakan traktor. Bedengan yang akan dibuat memiliki lebar sekitar 100 sentimeter, panjang disesuaikan dengan kondisi tanah, tinggi kurang lebih 20 sentimeter, dan jarak antar bedengan berkisar 100 sentimeter. Sebetulnya, ukuran tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan atau keinginan para petani yang menggarapnya.

Pemupukan

Sebelum digunakan, tanah yang telah dibuat layaknya bedengan harus diberikan pupuk kandang secara merata di atasnya. Pemberian pupuk kandang dalam cara budidaya tomat ini tidak lain demi membantu menyuburkan tanah serta untuk memperbaiki sifat biologis tanah. Bukan hanya itu saja, ternyata pupuk kandang pun mampu memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.

Pupuk kandang yang diberikan tersebut bukan hanya untuk tomat semata, untuk beberapa jenis tanaman lainnya yang banyak mengonsumsi nitrogen juga membutuhkannya. Jenis pupuk yang bisa diberikan yakni Organik SP 36, KCL, dan ZA dengan perbandingan 1 : 1 : 1/2. Cara pemupukannya yakni dengan meratakannya di atas bedengan berjarak per satu meter diberikan 100 gram.

Pemasangan Mulsa

Bedengan yang telah diberikan pupuk pun harus ditutup dengan plastik mulsa hitam perak. Pemasangan plastik mulsa ini bukan tanpa alasan, melainkan supaya menjaga kelembaban tanah serta mencegah tumbuhnya tanaman pengganggu. Upayakan memasangnya dengan rata dan tentunya rapi. Usai dipasang, diamkan terlebih dahulu selama 5 hingga 10 hari sebelum ditanam.

cara budidaya tomat

Memilih Tomat yang Berkualitas Tinggi

Memilih benih yang berkualitas tinggi tentu akan menghasilkan tomat yang bagus. Dalam tahap pemilihan ini terdapat dua cara yang bisa anda pilih yakni manual dan membeli benih. Untuk tahapan manual, anda bisa mengambil benih dari jenis tomat yang bagus dan sudah matang atau umurnya telah tua. Bukan hanya itu, pastikan tomat yang dipilih berukuran besar dari yang lainnya.

Tidak terdapat cacat sedikitpun pada permukaan tomat. Periksa juga apakah tomat yang dipilih tenggelam ketika direndam. Kemudian iris tomat yang telah terpilih untuk digunakan pembibitan tersebut menjadi dua bagian. Keluarkan biji tomat dari buah atau daging tomatnya. Pisahkan biji tersebut dari lendir yang menempel menggunakan air bersih.

Rendam biji di dalam air dan buang biji yang terapung di permukaan. Anda hanya bisa memilih biji yang berada di dasar air atau tenggelam. Keringkan biji tomat tersebut di bawah terik matahari secara langsung. Bila telah kering, segera simpan dan siap untuk disemaikan. Sementara untuk cara budidaya tomat untuk bagian membeli benih, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, yakni memilih benih yang masih terbungkus atau tersegel dalam kemasan secara baik dan sempurna. Pastikan bahwa segel tersebut tertutup rapat dan jangan lupa juga untuk melihat tanggal kadaluarsanya. Kedua, belilah bibit pada kios atau agen terpercaya dan memiliki kredibilitas baik. Jika anda membeli langsung ke petani, pilih petani profesional yang menyediakan bibit tomat.

Ketiga, jika bibit berasal dari hasil perkembangbiakan secara vegetatif yakni mencangkok, stek, dan lainnya, maka sebaiknya perhatikan keadaan bibit masih baik. Keempat, bibit dari biji tomat bila dimasukkan ke dalam air umumnya tidak mengapung atau tenggelam. Tapi bila ada yang mengapung atau melayang maka bibit tersebut tidak berkualitas.

Bila telah menemukan bibit yang bagus, selanjutnya anda harus memperlakukannya dengan baik. Yakni masukkan 100 mililiter pupuk organik ke dalam satu liter air, lalu aduk hingga homogen. Setelah itu, rendam benih tomat pilihan ke dalam larutan pupuk organik yang telah dibuat tersebut selama tiga jam. Perendaman ini bertujuan agar benih bisa tumbuh sempurna dan terbebas dari penyakit.

Cara Penyemaian Benih Tomat

Sebelum ditanam pada lahan yang telah disediakan, alangkah baiknya jika bibit tomat disemaikan terlebih dahulu. Penyemaian ini ditujukan agar daya tumbuhnya lebih tinggi serta pertumbuhan dan perkembangannya jauh lebih optimal. Langkah pertama yakni menyiapkan media tanam persemaian seperti yang dilakukan pada persiapan lahan tanam sebelumnya.

Usai dipersiapkan, sebarkan bibit tomat yang telah diberikan perlakukan sebagaimana mestinya. Kemudian tutup bibit menggunakan tanah secara merata dan tipis. Lapisi kembali dengan daun pisang atau kelapa kering diatasnya untuk memberikan kelembaban pada bibit dan bisa mempercepat proses perkecambahannya. Lakukan perawatan dengan menyiramnya secara rutin.

Waktu yang paling tepat untuk menyirami bibit yakni pagi atau sore hari dengan secukupnya saja. Selanjutnya, aplikasikan pupuk organik cair sebanyak 500 mililiter ke dalam tangki semprot berisi air. Penyemprotan pupuk ini bisa dilakukan setiap satu minggu sekali hingga tomat siap untuk dipindah tanamkan. Tunggu hingga tomat memiliki daun sejati sebanyak 3 sampai 4 helai.

Cara Penanaman Tomat

Setelah bibit yang sudah disemaikan tumbuh sekitar 10 sentimeter dan berumur kurang lebih 3 minggu, maka ia siap untuk dipindahkan dan ditanam di lahan tanam. Namun sebelumnya, anda harus memperhatikan waktu tanam dan jarak tanam. Waktu tanam sangat erat kaitannya dengan iklim. Pasalnya, ada beberapa tumbuhan yang cocok ditanam dikala musim penghujan atau kemarau.

Sementara jarak tanam biasanya disesuaikan dengan morfologi tanaman dan tingkat kesuburan tanahnya. Sebetulnya, pengaturan jarak tanam ini memiliki maksud untuk memberikan ruang lingkup hidup yang sama atau merata bagi setiap tanamannya. Pengaturan jarak yang dilakukan ini bisa menghasilkan barisan tanaman yang teratur dan memudahkan untuk perawatan selanjutnya.

Bila hal tersebut telah dipersiapkan dan dipahami dengan betul, berikutnya anda harus mengeluarkan bibit tomat terlebih dahulu. Pastikan mengeluarkannya dengan perlahan dan hati hati. Cara budidaya tomat ini harus memastikan jika akarnya ikut tercabut dengan benar. Lakukan penanaman pada sore hari supaya bibit tidak layu. Lalu masukkan bibit ke dalam lubang tanam.

Jarak antar tanaman tomat yang paling ideal yakni 60 x 70 sentimeter, dan waktu yang tepat untuk penanaman ialah 2 hingga 4 minggu sebelum hujan terakhir. Sesudah ditanam dengan baik, sirami dengan air dan pupuk organik agar tanaman tidak stres dan bisa langsung berkembang.  Baru kemudian anda bisa melanjutkan dengan perawatan tanaman secara rutin.

teknik budidaya tomat

Cara Perawatan Tomat

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman tomat manakah yang gagal tumbuh, baik itu karena sakit atau rebah terkena cuaca. Biasanya penyulaman dilakukan setelah seminggu tumbuhan satu ini ditanam di lahannya. Bila terdapat tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning atau layu) atau mati, segera cabut dan ganti dengan bibit sisa dari penyemaian.

Penyiangan Gulma

Selama masa tanam, pastinya di sekitar lahan budidaya akan banyak ditumbuhi gulma atau tanaman liar. Untuk itu, anda perlu melakukan langkah tepat yakni penyiangan secara manual. Lebih tepatnya, dengan cara mencabut gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tomat. Bila gulma tidak segera disingkirkan, hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangan tomat.

Pemangkasan

Tahap perawatan selanjutnya yakni pemasangan yang dilakukan setiap minggu. Bila terdapat tunas yang tumbuh di ketiak daun, harus segera dipangkas agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan menggunakan tangan. Tapi jika terlalu keras, lebih baik gunakan pisau atau gunting. Selain itu, pemangkasan juga bisa dilakukan untuk mengatur ketinggian tomat.

Pemupukan Tambahan

Pada budidaya tomat organik, pupuk harus sering disemprotkan terutama ketika tanaman akan berbunga dan berbuah. Upayakan pupuk yang akan disemprotkan memiliki kandungan kalium tinggi. Sama halnya dengan pemangkasan, penyemprotan pupuk pun bisa dilakukan setiap minggu. Selain itu, anda pun bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah berumur sekitar 3 minggu.

Pemasangan Ajir atau Tongkat Penyangga

Sebetulnya, pemasangan ajir ini bisa dilakukan usai penanaman bibit. Meski begitu, anda bisa memasangnya jika tomat telah tumbuh menjulang ke atas. Pemasangan ajir ini memang bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Biasanya ajir dibuat dari bambu sepanjang 1 hingga 1,5 meter. Lalu ajir ditancap pada jarak sekitar 10 hingga 20 sentimeter dari tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Agar hasil yang didapatkan bisa maksimal, lebih baik anda melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit. Pengendalian perlu dilakukan agar hama dan penyakit tidak menyerang dan menyebabkan penurunan produktivitas panen atau bahkan kematian tanaman. Beberapa hama yang kerap menyerang tomat diantaranya ulat, kutu, ataupun lalat.

Sementara penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur kerap menyerangnya. Pemberantasan hama dan penyakit ini tidak bisa mengandalkan pestisida semata. Lantaran manfaat pestisida hanya berlaku sementara atau jangka pendek. Jadi lebih baik, anda menaikkan dosisnya dan memperhatikan pestisida yang sekiranya aman.

cara budidaya tomat yang baik dan benar

Masa Panen Tomat

Cara budidaya tomat yang telah memasuki usia antara 80 hingga 90 hari sejak tanam, sudah bisa dipanen. Namun penentuan usia ini bergantung pada masing masing varietasnya. Untuk itu, lebih baik jika menggunakan pengamatan secara fisik. Bagi tomat yang siap panen biasanya memiliki kulit yang berwarna kekuning kuningan, bagian tepi daunnya menguning, dan bagian batang mengering.

Meski terbilang sangat mudah untuk dilakukan, namun pembudidayaan tomat ada kalanya mengalami kegagalan lantaran tidak memperhatikan beberapa hal yang telah disebutkan diatas. Agar hal ini tidak terjadi pada tanaman budidaya anda, cobalah mengikuti serta menerapkannya dan jangan bosan untuk memantau bagaimana perkembangannya setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *