Pemula Wajib Tahu! Berikut Cara Menanam Cabe Hidroponik Dengan Mudah

  • by

Hampir semua olahan masakan yang ada di Indonesia selalu menggunakan cabe. Pasalnya, rasa pedas yang dihadirkan oleh cabe atau cabai ini mampu olahan makanan menjadi lebih menggugah selera. Budidaya tanaman ini bahkan terkadang melambung tinggi dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Untuk itu, berikut cara menanam cabe hidroponik yang bisa dilakukan dimana saja.

cabe hidroponik

Mengapa Perlu Menanam Cabe Hidroponik?

Kata hidroponik pada dasarnya memiliki makna air dan daya atau kerja. Untuk itu, hidroponik dapat diartikan sebagai kegiatan pertanian yang mengandalkan sistem air. Sistem kerja pertanian hidroponik ini menekankan pada kebutuhan air dan pemenuhan nutrisi tanaman. Akibatnya, cabe hidroponik dapat ditanam lebih pesat di luar musim yang ditentukan.

Menanam cabe hidroponik seringkali dianggap lebih efisien karena dapat dilakukan dimana saja. Anda bahkan bisa menggunakan sistem yang paling sederhana untuk mencobanya di rumah. Selain itu, budidaya hidroponik sangat cocok untuk diterapkan oleh anda yang minim lahan seperti kondisi perkotaan yang dapat melakukan kegiatan pertanian di atap atau di teras.

Meskipun cara menanam cabe hidroponik dilakukan tanpa menggunakan tanah yang mengandung unsur hara, anda tidak perlu khawatir akan kondisi nutrisi yang dimiliki oleh tanaman ini. Kegiatan pertanian dengan hidroponik yang dilakukan dengan mengontrol air, unsur hara dan pH tanaman dapat membuat tanaman cabe tumbuh lebih pesat.

Jenis Cabe Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Cabai Merah

Janis cabai yang satu ini pada dasarnya ditandai dengan warna merah ketika sudah masak. Cabai merah memiliki nama latik Capsium Annuum L. Varlonglum L. Sendit. Dalam hal ini, cabai merah dapat dibagi menjadi cabai merah besar dan cabai merah keriting. Kedua jenis ini memiliki tingkatan rasa pedas yang berbeda.

Lazimnya, cabai merah besar ditandai dengan bentuk gemuk, panjang dengan ujung yang lancip. Cabai jenis ini bahkan bisa memiliki panjang 10-15 cm dengan diameter 2-3 cm. Bagi anda yang tidak terlalu menyukai rasa pedas, anda bisa memilih jenis cabai yang satu ini. Jenis cabe ini biasanya digunakan untuk campuran bumbu-bumbu masakan maupun digunakan untuk hiasan makanan.

Anda juga bisa memilih jenis cabai keriting untuk olahan makanan. Cabe ini pada dasarnya memiliki ukuran yang lebih kurus daripada cabai merah besar. Namun, cabai keriting memiliki bentuk keriting sehingga menjadi sebutan untuk jenis cabe ini. Cabe ini juga memiliki warna merah cerah dengan rasa yang lebih pedas dibandingkan dengan cabai merah besar.

Cabai Hijau

Penamaan cabai hijau berasal dari warna yang dimiliki oleh tanaman ini. Jenis cabe ini juga terbagi menjadi cabai hijau besar dan keriting. Lazimnya, jenis cabe ini adalah jenis tanaman yang sama dengan cabe merah. Namun, cabe ini ditanam selagi masih muda untuk dimanfaatkan sebagai campuran bahan olahan makanan.

Cabai Rawit

Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini merupakan bagian dari bumbu masakan kesukaan orang Indonesia. Cabai rawit dengan nama latin Capsium Frutescens memiliki bentuk yang kecil dan rasa pedas. Menariknya, tanaman ini sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah tropis pada ketinggian 0-500 mdpl. Ukuran jenis cabai ini bahkan hanya mencapai 2-4 cm.

Terdapat 3 jenis cabe rawit, yaitu cabai jemprit, cabai domba dan cabai rawit celepik. Cabai jemprit memiliki rasa yang paling pedas. Jenis cabai ini bahkan sangat toleran terhadap bakteri maupun layu. Cabai ini bisanya memiliki usia tanam hingga 95-100 hari dan bisa ditanam di berbagai daerah. Jenis buah tanaman ini bahkan bisa m encapai 5-6 cm dengan diameter1 mm dengan ujung runcing.

Cabai domba seringkali mudah dikenali dengan warna putih yang dimiliki. Cabai domba memiliki ciri khas dari bentuk yang gemuk dengan ujung tumpul. Penanaman jenis cabe ini sangat cocok dilakukan pada kondisi tanah yang kaya akan humus dengan pH ideal 5-6. Tentunya, tanaman ini akan mudah mati ketika tergenang air.

Begitu pula, anda juga bisa memilih cabai rawit celepik jika memilih cabai dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Cabai ini seringkali dihadirkan dengan warna hujau mengkilap dan bisa berubah menjadi merah ketika masak. Cabai celepik menyukai lahan berbahan organik dengan pH 5,5-6,8. Cabe ini juga membutuhkan suhu 24-28 derajat celcius dengan kelembaban 80%.

Cabai Gendol

Cabai gendol biasa juga disebut sebagai cabai gendot atau dengan nama latin capsicum chinense. Penamaan tersebut didasarkan pada ciri khas cabe dengan bentuk yang sangat gemuk, bengkak hingga mengembung. Cabai ini bahkan sering disebut tanaman berbunga abadi karena akan menghasilkan bunga dan buah dalam jangka waktu yang lama.

Tanaman jenis ini biasanya dibudidayakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tanaman ini menyukai area yang terpapar cahaya matahari pagi secara langsung. Bahkan, tanaman cabai jenis ini biasanya akan mati pada musim dingin dan dapat digantikan ketika sudah tiba musim semi berikutnya. Menariknya, cabai gendol ini memiliki rasa yang lebih pedas dari cabai rawit.

Jika anda ingin menanam jenis cabai ini, perhatikan penggunaan tanah dengan pH 5-6. Penanam cabai ini bahkan tergolong susah karena harus memperkirakan kebutuhan nutrisi dan air. Lazimnya, akar tanaman yang terlalu kelebihan air menyebabkan hasil panen cabai gendol memiliki rasa yang pahit.

Cabai Bell Pepper Atau Paprika

Tanaman ini pada dasarnya adalah bagian dari cabai. Namun, bentuk yang lebih besar seperti air membuat paprika ini hanya dimanfaatkan untuk keperluan pangan sebagai sayuran dan industri farmasi untuk obat-obatan. Cabai Bell Pepper atau Paprika ini bahkan memiliki rasa yang manis dan pedas. Uniknya, paprika memiliki tekstur yang renyah dan nikmat.

menanam cabe hidroponik

Cara Budidaya Cabe Hidroponik

Memilih Benih Cabai Berkualitas

Benih cabai berkualitas dapat menghadirkan tanaman yang tumbuh subur. Untuk itu, anda dapat melakukan pemilihan bibit dengan cara melakukan pembibitan pribadi maupun dengan membeli bibit berkualitas dari toko pertanian. Lazimnya, pembibibtan pribadi harus dilakukan dengan hati-hati melalui indukan cabai yang unggul.

Indukan cabai yang unggul dapat dipilih pada jenis tumbuhan yang telah memiliki masa panen ke 3 dan atasnya. Dalam hal ini, anda dapat mengamati apakah indukan tanaman ini dalam kondisi sehat dan kuat, mudah berbuah atau terkena serangan hama atau penyakit. Tentunya, riwayat yang dimiliki oleh indukan ini biasanya akan turun pada bekal tanaman yang hendak ditanam.

Jika anda sudah menemukan cabai yang bagus dan segar dari tumbuhan yang berkualitas, pilihkan biji cabe yang bagus. Pemilihan biji ini dapat dilakukan dengan membelah cabai. Kamudian pisahkan biji yang menempel pada bagian tengah maupun kulit cabai. Bibit berkualitas dari tanaman ini pada dasarnya dapat dipilih dari bagian yang menempel pada daging.

Untuk membuktikan kualitas biji, anda dapat merendam biji tersebut. Biji yang terendam dalam air merupakan benih unggulan yang bisa menghasilkan tanaman berkualitas. Meski demikian, anda dapat menambahkan air rendaman biji ini menggunakan campuran fungisida. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang tidak mudah terserang jamur.

Selanjutnya, pilihlah biji yang telah direndam tersebut dan lakukan penjemuran. Anda dapat melakukan penjemuran biji di ruangan terbuka selama 3 hari dalam cuaca cerah, Namun, anda dapat menjemur biji dalam waktu 4-6 hari ketika cuaca tidak cerah hingga biji mongering dan siap digunakan. Tentunya, biji yang dijemur ini juga harus dijauhkan dari air hujan agar tidak mudah membusuk.

Bagi anda yang masih pemula, membeli bibit dari toko pertanian sangat disarankan agar tidak mengalami kegagalan. Pembelian bibit dapat dilakukan dengan melihat tanggal kedaluarsa yang tertera pada bungkusnya. Tentunya, bibit yang memiliki masa tanam yang lebih lama dan terdapat sertifikasi dari instansi profesional dapat menjadi ciri utama.

Selain itu, anda juga dapat memilih benih cabai dengan bungkus plastik aluminium foil. Lazimnya, bungkus plastik jenis ini dapat menjaga benih cabai tidak mudah terserang oleh hama jamur. Benih cabai unggulan juga dapat dilihat dari bentuk biji yang sehat dan tidak terdapat bekas gigitan serangga.

Melakukan Penyemaian Cabe Hidroponik (semai cabe hidroponik)

Berbeda dari jenis tanaman lain, cara menanam cabe hidroponik perlu dilakukan penyemaian menggunakan media tanam sebagaimana menanam konvensional. Proses penyemaian dapat dilakukan dengan campuran sekam bakar, cocopeat dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Selanjutnya, anda juga bisa menggunakan trai semai atau baki dalam menyebaran bibit.

Penggunaan tray semai pada penyemaian cabai pada dasarnya lebih direkomendasikan untuk menghadirkan pertumbuhan tanaman yang baik. Anda bahkan dapat menebar benih 2-3 pada 1 lubang trai semai. Kemudian, lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari hingga berusia 7-10 hari. Penyemaian ini juga harus mendapatkan sinar matahari dan menjauhkannya dari terpaan air hujan.

Jika anda tidak ingin kotor karena pasir, anda juga bisa menggunakan rockwool yang dipotong dengan ukuran 5×5 cm. Kemudian, buatlah lubang 1 cm untuk meletakkan 1 bibit. Selanjutnya, siramlah media ini setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban tanaman. Selain itu, anda juga harus meletakkan semaian bibit ini di tempat terbuka agar cukup ternutrisi dengan cahaya matahari.

Pasalnya, penyemaian dapat anda lakukan untuk menguji kualitas benih dapat tumbuh hingga 90%. Pada tahapan ini, anda bahkan dapat melakukan penyulaman atau pergantian tanaman apabila terdapat bagian lubang tray tanaman yang tidak tumbuh. Tentunya, kondisi kelembaban tanah maupun pertumbuhan harus selalu diperhatikan.

Menyiapkan Media Tanam Cabe Hidroponik Yang Tepat

Cara menanam cabe hidroponik dapat dilakukan dengan sistem sumbu atau wick system, dutch bucket maupun sistem drip irigasi. Tentunya, anda dapat memilih penanaman hidroponik menggunakan sistem sumbu sebagai pemula. Penanaman ini pada dasarnya juga perlu media tanam berupa arang sekam, hidroton atau pecahan genteng untuk menyangga pengakaran tanaman.

Dalam hal ini, anda dapat memilih pot dengan ukuran diameter 20-30 cm. Ukuran ini sangat dibutuhkan agar dapat menyangga tubuhan cabai ketika sudah besar. Kemudian, anda dapat melubangi bagian pinggi pot untuk diisi kain flanel sebagai penyalur nutrisi yang mampu meneruskan ke akar tanaman.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan bak atau ember sebagai tandon nutrisi dari tanaman ini. Penutup bak atau ember juga dibutuhkan untuk menyangga pot. Meski demikian, anda dapat memilih cara alternatif dengan menghadirkan penanaman secara terpisah dengan memilih ukuran ember yang sama dengan pot.

cara menanam cabe hidroponik dalam polybag

Cara Tanam Cabe Hidroponik

Penanaman cabai ini dapat dilakukan dengan memindahkan hasil penyemaian bibit setelah mencapai umur 7-10 hari. Usia pindah tanam ini dapat ditandai dengan akar yang sudah lebat dengan jumlah 4 daun. Tentunya, pindah tanam ini dapat dilakukan denan memindahkan bibit beserta media tanam yang telah digunakan agar tanaman tidak rusak karena akar alami yang rusak.

Kemudian, pindahkan tanaman tersebut pada pot yang telah disiapkan dengan tambahan media tanam berupa campuran arang sekam, hidroton dan pecahan genteng. Cara menanam cabe hidroponik ini juga perlu ditambahkan nutrisi dan air pada bagian tandon nutrisi. Selanjutnya, anda juga perlu memindahkan tanaman yang terkena cahaya matahari.

Memberikan Nutrisi Untuk Tanaman Cabe hidroponik

Kekurangan unsur hara pada tanah mengharuskan tanaman ini mendapatkan nutrisi tambahan yang baik. Lazimnya, anda dapat menggunakan nutrisi AB Mix yang dikhususkan untuk tanaman hidroponik. Anda bahkan bisa memilih AB Mix untuk sayuran buah karena tumbuhan cabai termasuk jenis tumbuhan yang menghasilkan buah.

Pemberian nutrisi yang cocok pada tanaman cabe dengan takaran 1400-1800 PPM. Hal ini dapat dibuat dengan melarutkan 5 ml nutrisi stok A dan 5 ml nutrisi stok B dalam 1 liter air. Campuran nutrisi yang dihasilkan tersebut dapat menghadirkan nutrisi sebanyak 1400 PPM. Namun, anda perlu memberikan tambahan nutrisi yang lebih seiring dengan pertumbuhan tanaman cabe.

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman cabe hidroponik yang berkualitas memiliki hasil maksimal yang tidak jauh berbeda dengan tanaman organik. Untuk itu, pemeliharaan nutrisi tanaman harus dijaga dengan maksimal. Anda bahkan perlu mengontrol kebutuhan nutrisi tanaman secara berkala dengan memberikan tambahan nutrisi seiring dengan pertumbuhan tanaman.

Begitu pula, cara menanam cabe hidroponik dapat dilakukan dengan menyeimbangkan nutrisi dan kelembaban media agar dapat menghasilkan pertumbuhan cabai yang maksimal. Penyerapan nutrisi yang baik dapat dilihat dari kondisi pH air yang dibutuhkan oleh tanaman cabai. Lazimnya, tanaman ini membutuhkan pH 6-7 agar penyerapan nutrisi tidak terhambat.

Kualitas pH yang terdapat pada air ini dapat dilakukan penggunakan pH meter maupun secara manual. Kondisi pH yang turun biasanya dapat ditandai dengan warna daun cabe yang menjadi kekuningan. Untuk itu, anda dapat mengganti nutrisi dan air pada sistem hidroponik ini. Terlebih lagi jika air dan campuran nutrisi yang digunakan telah menimbulkan bau.

cara menanam cabe hidroponik

Masa Panen Cabe Hidroponik

Masa panen cabai pada dasarnya dapat ditentukan dengan warna cabai ketika anda ingin memanennya. Cabe yang sudah masak hingga berwarna merah dan tua biasanya memiliki usia 60-70 hari setelah penanaman. Meski demikian, anda juga dapat memetik cabai siap panen dalam kondisi warna yang hijau atau sesuai dengan kebutuhan.

Panen cabe dapat dilakukan dengan memotong cabai hingga ke tangkainya. Dalam hal ini, anda sangat disarankan untuk melakukan masa panen ketika pagi hari. Tentunya, kegiatan panen cabai yang dilakukan ketika siang hari dapat menyebabkan kualitas cabe. Akibatnya, cabe ini menjadi layu, tidak segar dan mudah membusuk.

Itulah beberapa ulasan yang dapat anda perhatikan ketika menanam cabai secara hidroponik. Dalam hal ini, bibit cabai yang unggulan sangat menentukan hasil panen yang berkualitas pula. Meski demikian, penanaman cabe secara hidroponik harus dilakukan dengan menyeimbangkan kebutuhan nutrisi, kelembaban media tanam dan kondisi pH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *