Menguntungkan dan Mudah, Berikut Cara Ternak Kelinci Untuk Pemula

  • by

Peluang usaha di bidang budidaya ternak kelinci cukup menjanjikan dan menghasilkan. Pasalnya pemeliharaan kelinci tidak begitu sulit untuk dilakukan. Kelinci mudah untuk beradaptasi sehingga apabila dibudidayakan akan cepat berkembang. Tak hanya itu prospek usaha dari budidaya ternak kelinci juga luas. Berikut cara budidaya ternak kelinci yang mudah dipahami. Simak di bawah ini.

budidaya kelinci

Tujuan Budidaya Ternak Kelinci

Dalam budidaya ternak kelinci, tujuan usaha dibagi menjadi 2 Jenis. Jenis yang pertama adalah budidaya ternak kelinci yang fokus untuk kelinci hias. Apabila tujuan budidaya untuk kelinci hias, maka perawatannya pun lebih diperhatikan karena semakin baik kualitas penampilan dari kelinci akan semakin menjual. Biasanya kelinci hias juga hadir dalam berbagai jenis perlombaan.

Jenis tujuan usaha yang kedua adalah budidaya ternak kelinci pedaging. Usaha ini lebih banyak dipilih karena menghasilkan dan cukup menjanjikan. Pasalnya prospek usaha pada kelinci pedaging cukup luas dan mudah untuk mendapatkan keuntungan. Pemeliharaan dari kelinci pedaging juga lebih fokus pada pakan dan kecepatan dari pertambahan bobot badannya.

Di Indonesia masih didominasi dengan usaha kelinci pedaging, padahal apabila diteliti lebih lanjut usaha lainnya seperti industry kulit dan woll kelinci juga cukup menarik. Pemilihan dari usaha kelinci pedaging ini dikarenakan prospek usahanya yang lebih luas di Indonesia. Permintaan akan daging kelinci terus meningkat seiring berkembangnya beragam kuliner di Indonesia.

Tak hanya itu pengembangan dari kelinci pedaging juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan, selama terus memperhatikan orientasi dari kualitas kelinci berupa daging, kulit dan bulu. Perawatan dari kelinci juga mudah mudah susah namun tetap harus penuh perhatian dan tidak asal – asalan. Usaha kelinci pedaging ini banyak yang sudah dikembangkan dalam skala besar.

jenis kelinci

Ras atau Jenis Kelinci Untuk Budidaya

Setelah anda dapat merumuskan tujuan usaha budidaya ternak kelinci yang mana, maka selanjutnya anda harus memperhatikan jenis atau ras kelinci yang cocok untuk usaha budidaya anda. Pada umumnya, jenis kelinci dibedakan berdasarkan habitatnya yang terdiri dari kelinci liar dan kelinci peliharaan. Namun ada juga yang membedakan dengan penampilan bulunya.

Ras Kelinci yang sering ditemui diantaranya Himalayan, English Spot, Lyon, Anggora, American Chinchilla, Dutch, kelinci Jawa dan kelinci Sumatera. Apabila berdasar dengan panduan dari Kementerian Pertanian mengenai budidaya ternak kelinci maka perbedaan ras dibedakan secara pemanfaatannya. Seperti ras anggora diperuntukan untuk dimanfaatkan woll nya.

Sedangkan untuk budidaya ternak kelinci pedaging, jenis yang digunakan umumnya adalah Flemish Giant dan New Zealand White. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena jenis kelinci Flemish Giant dan New Zealand White ini memiliki perkembangan yang cepat dengan pertambahan bobot badan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis atau ras kelinci lainnya.

Masa pertumbuhan kelinci berlangsung cukup cepat, sehingga anda bisa segera melakukan pemanenan. Umumnya kelinci pedaging hanya bisa menghasilkan 3 hingga 4 anakan saja. Untuk itu perlu dilakukan perawatan yang baik dan benar selama membudidayakan kelinci jenis pedaging. Tak jarang banyak pembudidaya kelinci menambahkan suplemen tambahan.

Cara Ternak Kelinci Untuk Para Pemula

Persiapan Kandang Untuk Kelinci

Cara budidaya ternak kelinci yang pertama harus anda persiapkan adalah sarana dan prasarana yang berguna untuk menunjang budidaya ternak kelinci. Khususnya pada pemilihan lokasi dan pembangunan kandang. Mengenai lokasi yang baik untuk kelinci meliputi suhu lingkungan optimal berada di 15 hingga 20 derajat celcius, sirkulasi udaranya yang lancar, dan pencahayaan optimal.

Kandang untuk kelinci dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu kandang terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka memiliki hamparan lahan yang sekelilingnya diberikan pagar dan memiliki kandang teduh di sisi hamparan. Kandang seperti itu sering disebut dengan kandang ranch. Tujuan dari kandang ini untuk memberikan keleluasan kelinci bergerak.

Tak hanya itu, kandang ranch juga lebih cocok untuk proses pengawinan. Bentuk kandang yang membebaskan kelinci bergerak memudahkan untuk terjadinya proses pengawinan alami kelinci jantan dan betina. Dari segi biaya juga lebih murah dibandingkan kandang intensif. Hanya saja apabila menggunakan jenis ini anda kesulitan mengontrol performa individu kelinci.

Tipe yang kedua adalah kandang tertutup atau kandang intensif, sepenuhnya kelinci berada di dalam kandang. Tipe kandang terbuka ini bisa dibedakan lagi menjadi 2 jenis, yaitu kandang battery dan kandang postal. Kandang battery adalah kandang yang berisi 1 ternak kelinci saja. Biasanya ukuran dari kandang jenis ini 50x40x40 cm saja dan terbuat dari bambu, kayu dan kawat.

Sedangkan untuk jenis kandang postal, dalam satu kandang terdapat beberapa kelinci. Akan lebih baik apabila kandang dibuat tersusun seperti rak. Kandang jenis ini juga biasa digunakan saat proses pengawinan. Umumnya kandang ini disesuaikan dengan tubuh kelinci dan berukuran 90x60x60 cm. Besar dari kandang lebih baik disesuaikan juga dengan banyaknya kelinci.

kandang kelinci

Pembibitan Kelinci

Tahap selanjutnya adalah memilih bibit atau calon indukan untuk budidaya ternak kelinci milik anda. Pemilihan bibit ini harus diperhatikan dan dilakukan dengan benar. Tingkat keberhasilan dari usaha anda akan ditentukan dari bibit atau indukan yang anda pilih. Oleh sebab itu, perlu memastikan dengan benar kualitas bibit yang akan dibudidayakan.

Salah satu tips cara budidaya ternak kelinci yang bisa anda lakukan dalam tahap pemilihan bibit kelinci adalah melihat riwayat kesehatan dari bibit. Anda bisa bertanya kepada penjual mengenai keturunan dari kelinci yang ingin anda beli dan juga segala riwayat sakitnya. Tak hanya itu, anda juga bisa mengecek bobot badan ideal untuk bibit yang dibedakan berdasarkan kelamin.

Bibit kelinci betina optimalnya memiliki berat badan kisaran 4 hingga 5 kg sedangkan pada bibit kelinci jantan memiliki bobot kisaran 3 hingga 5 kg. Proporsi bentuk tubuh kelinci juga perlu diperhatikan, seperti pinggul yang bulat penuh, punggung tidak cekung, matanya cerah tidak terlihat lesu dan ngantuk serta memiliki bulu terawat yang sehat dan bersih.

Membedakan Jenis Kelamin Kelinci

Tahap ini adalah salah satu keberhasilan budidaya ternak kelinci untuk usaha anda. Khususnya pada usaha budidaya ternak kelinci, pengembangbiakannya diperlukan untuk menambah tingkat keuntungan dalam penjualan. Oleh sebab itu, sebelum dilakukan proses pengawinan, anda harus bisa membedakan jenis kelamin dari kelinci untuk menghindari kegagalan perkawinan.

Cara membedakan jenis kelamin kelinci antara lain, kelinci jantan bisa dilihat melalui 2 testikel diatas anusnya dan jarak antara anus dan jenis kemain jauh. Apabila menunjukkan ciri ciri tersebut maka bisa dipastikan kelinci tersebut jantan. Pada jenis kelamin betina, alat kelamin terasa rata dan ada lubang, jarak antara kelamin dan anusnya juga berjauhan.

Tak hanya melihat dari area organ reproduksinya, membedakan kelinci juga bisa melalui postur tubuhnya. Pada pejantan kepada lebih mirip bentuk balok atau kotak, ukuran badannya juga lebih kecil dibanding dengan betina. Berat badan lebih ringan dari kelinci betina, lebih mudah dipegang atau bersahabat dan cukup aktif bergerak keliling kandang.

Sedangkan untuk kelinci betina memiliki postur tubuh yang lebih mirip bola, ukuran badan lebih besar dibanding dengan ukuran badan dari kelinci, berat badan juga lebih berat dibanding para pejantan, memiliki sifat yang lebih temperamen saat dipegang atau disentuh. Biasanya kelinci betina juga enggan untuk lebih aktif bergerak aktif mengelilingi kandang.

Sistem Pengembangbiakan

Pada sistem pengembangbiakan khususnya pada kelinci ini dibedakan menjadi 3 kategori. Dimana kategori ini dibedakan berdasarkan tujuan usaha budidaya anda. Sehingga anda bisa melakukan pengawinan atau pemuliaan ternak yang sesuai dengan tujuan. Agar usaha budidaya anda bisa berjalan dengan berhasil dan mendapatkan keuntungan usaha yang besar.

Pengembangbiakan kelinci dibedakan menjadi inbreeding atau disilang dalam, cross breeding atau silang luar dan pure line breeding atau silang antara bibit murai. Pada inbreeding bertujuan untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat asli ras nya, sedang cross breeding untuk mendapatkan keturunan dan sifat unggul dari 2 ras berbeda. Terakhir pure line untuk mendapat jenis baru.

Cara Mengawinkan Kelinci

Setelah anda mengetahui jenis pengembangbiakan mana yang cocok untuk jenis usaha budidaya ternak kelinci anda. Tahap selanjutnya adalah mengawinkan kelinci, agar mendapatkan anakan yang bisa dibudidayakan kembali. Cara budidaya ternak kelinci dengan mengawinkan kelinci lebih baik dibanding membiarkan kelinci melakukan perkawinan secara alami.

Dengan bantuan dari peternak untuk mengawinkan kelinci, anda bisa memantaunya dengn baik untuk perkembangan dari anakan yang akan dilahirkan oleh betina. Anda juga bisa melakukan perawatan khusus apabila mengetahui betina tersebut dalam keadaan bunting. Oleh sebab itu, perlu diketahui bagaimana cara yang benar untuk mengawinkan kelinci jantan dan betina.

Tanda – tanda birahi tersebut diantaranya terlihat lebih gelisah dari biasanya. Perilakunya sedang mencari cari pejantan bagi kelinci betina. Biasanya kelinci betina juga akan menggesekkan dagu nya pada benda – benda disekitar atau ke tubuh kelinci yang lainnya. Anda bisa juga mengecek kondisi vulva dari kelinci betina apakah berwarna kemerahan dan basah.

Apabila kelinci betina menunjukkan tanda – tanda tersebut, berarti kelinci tersebut sudah siap untuk dikawinkan. Umumnya kelinci betina dapat dikawinkan saat berumur 5 bulan, biasanya proses birahi tersebut akan berlangsung selama 16 hingga 18 hari. Pengawinan betina yang terlalu muda dapat beresiko dan menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi.

Ada 2 cara untuk mengawinkan kelinci, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Untuk cara mengawinkan berkelompok maka sejumlah betina dimasukkan dalam satu kandang yang berisi satu pejantan saja. Biasanya satu kelinci jantan bisa mengawini sekitar 5 hingga 10 kelinci betina. Apabila dalam perkawinan sepasang maka satu betina dan satu jantan di satu kandang.

Pada tahapan pengawinan betina dahulu yang dimasukkan ke dalam kandang, jangan sampai terbaik karena kelinci betina butuh lebih lama beradaptasi dengan kandang atau lingkungan sekitarnya. Sedangkan pada kelinci jantan bisa mudah melakukan adaptasi dan mendominasi kandang. Setelah dimasukkan ke dalam kandang pengawinan maka tinggalkan beberapa saat.

Kelinci jantan akan menaiki kelinci betina untuk melakukan proses penetrasi. Biasanya hal tersebut terjadi selama 5 menit untuk setiap ekor betina. Apabila sudah merata ke seluruh betina maka angkat dan pisahkan kelinci jantan dari kandang. Biarkan kelinci bertina beristirahat sekitar 15 menit.

Betina yang bunting akan mengalami peningkatan porsi makan dan akan semakin agresif. Perut dari kelinci membesar dan ketika dirasa akan jendolan yang menandakan bahwa betina tersebut sedang bunting. Ketika memasuki 2 hingga 3 hari sebelum kelahiran betina biasanya akan membentuk sarang untuk anak – anaknya nanti dengan mengumpulkan benda benda di satu tempat.

Dalam satu tahun, kelinci dapat bunting sebanyak 5 kali. Jumlah anak untuk satu kali kelahiran sebanyak 4 hingga 12 ekor tergantung pada jenis rasnya. Masa produktivitas dari betina biasanya berlangsung selama 1 hingga 3 tahun. Lama kebuntingan dari kelinci ini biasanya sekitar 28 hingga 35 hari dan proses menyusui berlangsung selama 7 – 8 minggu.

Pada proses penyapihan ini lebih baik ditempatkan pada kandang sendiri, sehingga pakan dan minum yang diberikan bisa lebih optimal dan intensif. Pada induk yang melahirkan banyak anak kelinci, besar kemungkinan anakan tidak mendapatkan jumlah susu yang optimal. Untuk menyiasatinya anda bisa menitipkan anak kelinci tersebut ke kandang betina yang lain.

makanan kelinci

Makanan Kelinci (Pakan Kelinci)

Cara budidaya ternak kelinci diberikan pakan berupa hijauan dan konsentrat. Anda bisa memberikan hijauan berupa sawi, wortel, lobak, daun singkong dan sebagainya. Sedangkan untuk konsentrat anda bisa memberikannya dari produk keluaran pabrik. Pemberian pellet ini biasanya sudah mencakup segala kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh kelinci.

Pemberian hijauan dilakukan saat kelinci sudah berumur 2 minggu secara bertahap. Total dari kebutuhan pakan ini mencapai 4 hingga 5% dari bobot badannya. Anda bisa memberikan pakan konsentrat saat pagi hari sekitar jam 10 pagi dan memberikan pakan hijauan pada sore hari pukul 13.00 – 18.00. Semakin bertambahnya umur kadar hijauan semakin meningkat.

Pemberian vitamin kelinci juga dapat memberikan dampak baik untuk pertumbuhan dari kelinci. Anda bisa memberikan suplemen organik cair GDS Spesialis Peternakan untuk menunjang kenaikan bobot badan dari kelinci dan kesehatan kelinci lebih terjamin. Vitamin tersebut mengandung bakteri yang menguntungkan untuk pertumbuhan dan perkembangan kelinci.

Sanitasi Kandang dan Pengendalian Penyakit

Selain memperhatikan pakan, kebersihan kandang juga perlu diperhatikan, Anda bisa melakukan sanitasi kandang rutin untuk menghilangkan hama penyakit dan bau kotoran yang menyengat. Sanitasi kandang ini biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 8 pagi. Agar kelinci merasa lebih tenang dan terhindar dari berbagai penyakit yang mengintainya.

Penyakit yang sering menyerang kelinci biasanya berupa scabies yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, diare yang menyebabkan kotoran dari kelinci lembek dan berbau tajam, flu yang disebabkan virus dan bakteri. Oleh sebab itu, perlu melakukan pengawasan rutin untuk segera mengetahui mana kelinci yang sakit dan melakukan pengobatan dengan cepat.

Panen Budidaya Ternak Kelinci

Setelah melakukan berbagai cara budidaya ternak kelinci dengan baik dan benar. Maka saatnya anda mengetahui proses pemanenan yang benar. Penjualan dari budidaya ternak kelinci cukup fleksibel, anda bahkan bisa menjual anakan yang baru lahir untuk digunakan sebagai pemeliharaan. Biasanya anakan akan dijual di umur 2 bulan ke atas.

Sedangkan untuk jenis pedaging, proses panen dilakukan saat kelinci berumur 3,5 bulan dengan kisaran bobot mencapai 2 hingga 3 kg. Lama waktu penggemukan dalam budidaya ternak kelinci biasanya berlangsung selama 2 – 3 bulan. Apabila melebihi umur tersebut biasanya kebutuhan pakan semakin banyak dan tidak ekonomis. Penjualan dilihat dari sisi bobot badan dan keunggulan rasnya.

Itulah beberapa proses budidaya ternak kelinci untuk para pemula. Usaha di bidang budidaya ternak kelinci cukup menjanjikan dan menghasilkan asal anda tahu cara pemeliharaannya yang efektif dan efisien. Terlebih beternak kelinci lebih mudah dan cepat, sehingga perputaran keuangan dalam usaha anda juga tergolong cepat. Distribusi penjualan dari kelinci juga cukup luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *