Kupas Tuntas Cara Menanam Hidroponik Terlengkap

Cara menanam hidroponik terlengkap dapat kalian temukan dengan mudah dari berbagai sumber yang ada di internet. Mulai dari definisi sampai dengan teknik menanam semuanya dijabarkan secara mendetail. Tidak hanya itu, kalian juga bisa menemukan contoh tanaman yang pas digunakan untuk mengaplikasikan teknik hidroponik tersebut.

Definisi dan Cara Menanam Hidroponik Terlengkap

Hidroponik sangat dikenal di dalam industri pertanian. Teknik ini mulai dikenal sejak banyaknya lahan tanah yang tergusur akibat adanya pembangunan untuk pemukiman warga. Terutama karena banyaknya warga negara Indonesia yang memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Hidroponik merupakan salah satu cara untuk melakukan pembudidayaan tanaman dengan memanfaatkan bahan dasarnya berupa air. Bahan dasar yang dimaksud merupakan tempat atau media yang digunakan saat menumbuhkan sebuah tanaman. Sehingga, pemilik tanaman tidak perlu bingung mencari lahan tanah yang kosong ketika dirinya ingin memulai bercocok tanam.

Cara Menanam Hidroponik

Pada dasarnya, hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai penanaman dengan menggunakan teknik hidroponik, diperlukan sebuah tempat kosong yang cukup luas. Kalian bisa menempatkanya di area rumah baik itu di halaman rumah, di dalam rumah, maupun di lantai atas atau atap rumah. Cara ini diketahui sangat bermanfaat bagi mereka yang tinggal di area perkotaan dengan jumlah penduduk yang begitu padat serta tanah kosong yang terbatas.

Bagi pemula, kalian bisa mencoba mengaplikasikan teknik hidroponik ini dengan memanfaatkan sistem sumbu atau yang biasa dikenal dengan istilah wick. Sistem ini mengajarkan penggunanya untuk memfokuskan penempatan sumbu yang tepat supaya terjadi penyerapan air yang mengalir naik dari media menuju tanaman. Selain mudah dalam penerapannya, sistem tersebut sepenuhnya memanfaatkan cara kerja kapilaritas yang diperankan oleh sumbu.

Sistem sumbu ini, umumnya menggunakan material dengan bahan dasar dari kain wol. Kain ini diketahui memiliki daya serap yang tinggi sehingga proses kapilaritas dapat berjalan tanpa hambatan menuju tanaman yang sedang dibudidayakan. Selain media air, kalian juga harus memastikan bahwa tempat kalian bercocok tanam merupakan lokasi yang mudah terkena sinar matahari.

Selama masa pertumbuhannya, sinar matahari adalah salah satu sumber energi yang bisa membuat tanaman tumbuh dengan baik. Disamping penyerapan energi dari matahari, pemberian pupuk dapat membantu percepatan pertumbuhan pada sebuah tanaman. Oleh sebab itu, belajar hidroponik sangat diperlukan untuk menambah wawasan kalian dalam penerapan sehari-hari ketika ingin bercocok tanam.

Cara Menanam Hidroponik

Teknik Hidroponik Sederhana untuk Pemula

Dalam penerapan cara menanam hidroponik terlengkap, sebenarnya terbagi menjadi dua jenis. Kedua teknik tersebut, memiliki perbedaan yang tidak terlalu besar. Hal yang membedakan keduanya tidak lain adalah dari penggunaan medianya. Penjelasan selengkapnya ada di bawah ini!

  1. Teknik hidroponik yang memanfaatkan penggunaan larutan nutrien

Larutan nutrisi seringkali dikenal juga dengan sebutan larutan statis. Statis merupakan istilah yang memiliki arti diam atau tenang. Berarti, larutan yang digunakan bersifat tenang tidak dialirkan ataupun berpindah ke tempat lainnya.

Teknik tersebut sudah sangat lama digunakan oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Cara menanam hidroponik terlengkap ini, tidak membutuhkan banyak peralatan selama proses menanam tanaman. Kalian bisa menggunakan bak yang telah ditembok atau disemen, tangki atau ember yang memiliki diameter minimalnya 30 cm.

Penggunaan ember biasanya diterapkan saat tanaman masih berada dalam jumlah yang sedikit. Setelah mereka semakin tumbuh, biasanya petani atau masyarakat mulai memindahkannya ke tempat yang lebih besar berupa bak yang telah disemen. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan tanaman yang menyebabkan tanaman yang berada di posisi paling atas tidak memperoleh nutrisi.

Tempat untuk menampung media larutan statis, sebaiknya menggunakan warna-warna gelap. Cara ini diketahui dapat membantu mengurangi kelembaban yang seringkali memicu pertumbuhan lumut di bagian dalam tempat larutan. Warna gelap yang dipakai juga bermanfaat untuk melindungi media agar tidak ada cahaya yang masuk secara langsung ke bagian dasar wadah.

Selain pemilihan warna gelap yang dipakai ketika menentukan wadah tanaman, kalian bisa mensiasatinya dengan memanfaatkan alumunium foil. Penggunaan alumunium foil sebagai pembungkus memang membantu media terlindungi dari sinar matahari. Hanya saja, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dibandingkan melapisi atau mencat wadah dengan memakai warna gelap.

Cara menanam hidroponik terlengkap menggunakan media larutan statis, hal yang pertama kali harus diperhatikan adalah pengisian bak yang tidak terlalu tinggi. Maksudnya, usahakan debit air selalu berada dalam ketinggian yang sangat rendah. Supaya nantinya akar dari tanaman mampu mendapatkan oksigen yang cukup serta posisi akar dapat berada tepat di bagian atas larutan.

Setelah itu, kalian bisa memanfaatkan peralatan akuarium seperti pompa oksigen untuk menghasilkan gelembung-gelembung yang di dalamnya berisi oksigen. Penggantian media larutan bisa dilakukan satu kali dalam seminggu secara teratur. Saat larutan berada di batas debit air terendah, sehingga akar tanaman terlalu menempel dengan dasar wadah, bisa kalian tambahkan kembali larutan nutrisi atau cukup dengan tambahan air saja.

  1. Teknik hidroponik yang menerapkan media alternatif atau pengganti media utama

Jika larutan nutrisi tidak membutuhkan aliran air berulang kali. Cara menanam hidroponik terlengkap menggunakan teknik larutan alir atau media alternatif, membutuhkan perhatian lebih terutama pada bagian sumber aliran air. Dalam hal ini kalian bisa membayangkan aliran air yang berputar secara berulang kali seperti halnya sistem yang terdapat di dalam mesin air mancur.

Perlengkapan yang dibutuhkan dalam pengaplikasian teknik ini cukup banyak, kalian juga harus mempersiapkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan teknik statis. Pasalnya, selain menyediakan wadah dalam ukuran yang besar dan luas, kalian membutuhkan tangki serta mesin yang dapat mengalirkan larutan berisi nutrisi dari tangki menuju akar-akar tanaman yang ditanam dengan cara hidroponik. Canggihnya, kalian tidak perlu repot-repot untuk melakukan pengecekan berulang kali pada tanaman yang sedang dibudidayakan, karena sebagian besar pekerjaan yang biasa dilakukan secara manual oleh manusia diambil alih oleh mesin yang terdapat di tangki.

Mulai dari pengaturan suhu, serta jumlah larutan nutrisi yang dialirkan setiap waktunya bisa diatur menggunakan mesin. Penggunaan teknik ini biasa diterapkan oleh masyarakat yang melakukan pembudidayaan tanaman dalam jumlah atau skala yang besar. Umumnya, cara ini memanfaatkan rumah kaca sebagai lahannya agar kondisi lingkungan di sekitar tanaman dapat terkontrol dengan baik.

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam teknik larutan alir yaitu, teknik hidroponik NFT. Teknik ini mengajarkan masyarakat untuk membuat rancangan model parit atau selokan buatan. Nantinya, larutan nutrien yang terdapat di dalam tangki dialirkan menuju parit, di dalam parit tersebut berisikan tanaman-tanaman. Kemudian, lambat laun nutrien akan menempel dan membentuk lapisan tipis di sekitar area tanaman berada dan membuatnya menjadi stok bahan makanan dari tanaman yang dibudidayakan.

Pembuatan parit atau selokan ini, bisa menggunakan paralon yang diberi lubang untuk penanaman tanaman. Lalu, laju airnya diatur dalam kecepatan paling rendah sehingga tidak membuat akar tanaman terlepas atau bahkan membuat tanaman ikut hanyut karena terbawa oleh arus air yang kuat. Tujuan dialirkan dalam kecepatan yang rendah, supaya nutrisi yang ikut mengalir melewati akar tanaman dapat terendapkan secara perlahan-lahan.

Aliran air yang lambat juga memungkinkan setiap tanaman yang ada di dalam parit terpenuhi kebutuhan oksigennya. Buat pemula yang masih ragu tanaman kalian tidak mendapatkan oksigen yang memadai. Bisa kalian tambahkan lagi alat gelembung oksigen untuk menghasilkan gelembung-gelembung hingga ke bagian ujung parit yang telah kalian buat.

Cara Bertani Skala Rumahan dengan Teknik Hidroponik

Kali ini akan dijelaskan bagaimana cara mempraktekkan teknik-teknik yang telah dijelaskan sebelumnya. Adapun dua teknik yang dianjurkan untuk kalian aplikasikan jika ingin bertani ala rumahan dengan menggunakan cara hidroponik. Apa saja teknik tersebut? Simak penjelasannya berikut ini!

  1. Sistem Wick

Penerapan sistem ini sangat pas buat kalian yang ingin mencoba bercocok tanam di area rumah dengan lahan yang sempit. Selain itu, sistem wick biasanya menggunakan berbagai macam peralatan rumahan yang bisa menghemat biaya perawatan tanaman. Mulai dari botol plastik bekas sampai dengan pot-pot tanaman yang medianya diganti dengan air.

hidroponik sistem wick

Memanfaatkan barang bekas pakai yang lama terurai di alam, dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan yang sudah tercemar. Hal tersebut dikarenakan, sampah plastik yang berasal dari botol atau pot sulit dimakan oleh bakteri yang terdapat di tanah. Alhasil, penguraian satu plastik saja bisa memakan waktu hingga ribuan tahun lamanya.

Oleh karena itu, sistem wick yang digabungkan dengan botol bekas sangat bagus untuk keberlangsungan penghijauan alam. Karena, dibalik efek sampingnya yang merugikan lingkungan, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai wadah dalam bercocok tanam. Selain dapat berguna untuk jangka waktu yang lama, botol plastik bisa kalian kreasikan terlebih dahulu sebelum dijadikan sebagai wadah media tanaman.

Gunakan botol bekas air mineral yang memiliki ukuran kurang lebih 600 ml Lalu, sebagai media tanamnya sebaiknya memanfaatkan rockwool yang mudah menyerap air. Atau bisa juga kalian ganti dengan salah satu dari pilihan alternatif berikut, yaitu kapas, busa bekas, kain flanel yang digulung, dan Dacron.

Kemudian, untuk sumbunya yang menjadi bahan dasar dalam pengaplikasian sistem wick bisa memanfaatkan sumbu yang terdapat di kompor minyak. Jika, kalian enggan untuk membeli keluar rumah dan hanya ingin memanfaatkan sepenuhnya barang-barang yang tersedia di dalam rumah, bisa menggantinya dengan kain yang mudah menyerap air atau kain flanel. Caranya, lilitkan kain atau sumbu kompor tersebut ke bagian akar tanaman dan pastikan kain atau sumbu kompor tidak diikat terlalu kuat yang mengakibatkan akar tanaman terlepas dari batangnya.

Cara kerja sistem ini yaitu rockwool yang diikat ke tanaman akan membantu menyerap larutan nutrisi yang nantinya bisa diserap oleh akar-akar muda tanaman tersebut. Setelah tumbuh menjadi akar dewasa, maka secara otomatis akar tanaman tumbuh ke arah luar mendekati media tanaman. Sehingga, tanaman bisa mendapatkan larutan nutrisi secara langsung tanpa adanya bantuan dari rockwool.

Sebelum akar tanaman semakin menutupi rockwool, kalian bisa melepaskan ikatannya dari tanaman. Usahakan larutan nutrisi yang tersedia tidak terlalu banyak ataupun tidak terlalu sedikit. Jika diberikan terlalu banyak, dapat membuat tanaman mudah mengalami kebusukan akibat terlalu lama terendam oleh air.

Sebaliknya, ketika pemberian air terlalu sedikit, tanaman akan menjadi layu karena kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan saat terjadinya proses fotosintesis.  Energi dari sinar matahari memang sangat berperan dalam perkembangan sebuah tanaman, namun tanpa adanya nutrisi yang cukup tanaman tidak akan mampu tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan nutrisi tanaman secukupnya saja.

  1. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Teknik NFT atau teknik lapisan nutrisi ini, sudah dibahas sebelumnya di bagian teknik larutan alir. Pada dasarnya, cara kerja dari sistem NFT mengacu pada aliran air yang disalurkan ke parit buatan secara terus menerus. Keunggulan dari sistem ini, bisa mengurangi pekerjaan yang dilakukan oleh manusia selama masa perawatan tanaman dan dapat diterapkan untuk pembudidayaan dalam skala besar.

hidroponik nft

Arti dari film dalam istilah NFT, menjelaskan adanya sebuah aliran yang memiliki ketebalan yang tipis seperti halnya lapisan pada film. Konsep dasarnya, akar tanaman yang nantinya tumbuh akan menempel dengan lapisan nutrisi yang diperoleh dari hasil sirkulasi air secara kontinyu. Sehingga, tanaman yang akarnya tumbuh di dangkal lapisan tersebut terpenuhi segala kebutuhannya baik dari segi oksigen, air sampai dengan nutrisi.

Lahan tanaman yang biasanya dibutuhkan dalam ukuran yang sangat luas hingga mencapai puluhan hektar, dapat diminimalisir dengan pemanfaatan sistem vertikultur. Dimana, sistem ini mengandalkan luas lahan yang seadanya lalu dilakukan model penanaman secara vertikal. Tujuannya, guna mengoptimalkan lahan yang berukuran sempit menjadi lahan yang bermanfaat untuk dilakukan penanaman tanaman.

Air yang dibutuhkan saat menggunakan teknik alir, lebih terkendali atau efisien dibandingkan dengan teknik larutan statis. Pupuk yang diberikan ke tanaman menjadi lebih berkurang jumlahnya karena sudah terpenuhi oleh lapisan nutrisi yang terbentuk. Selain itu, tanaman juga dapat tumbuh lebih cepat dari penggunaan teknik konvensional.

Secara garis besar, cara konvensional membutuhkan penanganan langsung yang dilakukan oleh manusia. Terlebih, perlu ada lahan tanah yang memadai serta memastikan tanah bersifat gembur atau subur, bukan tanah liat ataupun tanah aluvial (tanah hasil pengendapan lumpur yang terbentuk karena terbawa oleh arus dari aliran sungai). Pemberian pupuk yang diberikan dalam jumlah yang banyak membuat petani biasanya membutuhkan biaya besar untuk membeli pupuk tanaman.

Di luar itu, adanya kemungkinan gangguan hama lebih besar ketika menerapkan cara konvensional. Hama yang dimaksud adalah gangguan yang disebabkan oleh hewan, seperti halnya tikus, ular, burung pipit, dan lainnya. Tidak hama saja, faktor cuaca yang tidak menentu juga bisa berimbas ke hasil panen dari tanaman kalian.

Permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan, bisa teratasi dengan memanfaatkan cara menanam hidroponik terlengkap sistem alir. Hal tersebut dikarenakan penempatan tanaman dilakukan di lahan tertutup. Umumnya masyarakat mengenalnya dengan sebutan rumah kaca.

Rumah kaca yang dimaksud bukan berarti harus dibangun menggunakan material berbahan dasar kaca. Melainkan, bahan-bahan bangunan yang memungkinkan sinar matahari dapat menerobos masuk ke dalam ruangan yang berisikan tanaman budidaya. Bisa memakai plastik bening tebal, pipa, kayu, dan besi sebagai penyangga atau pondasinya.

  1. Sistem DFT (Deep Flow System)

Sistem ini terinspirasi dari model sawah yang bertingkat. Teknik hidroponik DFT menggunakan bantuan timer dan pompa untuk membuat aliran air sampai ke akar tanaman yang dituju. Cara kerjanya, mulai dari larutan nutrisi yang dialirkan secara kontinyu atau terus menerus menggunakan pompa dan timer.

hidroponik dft

Arah peredaran larutan, diawali ketika larutan dipompa keluar menuju akar lalu dikembalikan ke wadah penampungan. Wadah ini, umumnya diletakkan di bagian paling bawah dari model penanaman hidroponik bertingkat. Selanjutnya, wadah pertumbuhan yang berisi tanaman-tanaman juga memiliki genangan air hanya saja dibatasi jumlahnya dan otomatis akan dikembalikan ke wadah penampungan di saat debit air berlebih.

hidroponik dft

Saat terjadi pemadaman listrik, pemilik rumah kaca tidak perlu merasa khawatir tanamannya akan langsung layu karena mesin tidak bekerja dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tidak terpenuhi. Karena, sistem DFT memanfaatkan model genangan air yang menjadikannya tetap tersedia larutan nutrisi di wadah pertumbuhan tanaman meskipun tidak ada arus listrik. Ketika mesin tak kunjung menyala dalam beberapa jam berikutnya kemudian terlihat larutan mulai berkurang, kalian bisa menambahkannya secara manual diambil dari wadah penampungan.

  1. Sistem irigasi tetes (drip)

Sistem drip adalah sistem yang berkebalikan dari sistem NFT. Pasalnya, sistem ini sangat cocok diterapkan ke  dalam tanaman berkategori buah-buahan. Sedangkan NFT dipakai untuk tanaman yang berjenis sayur-sayuran.

hidroponik drip

Tanaman yang tergolong ke dalam jenis buah-buahan, diantaranya ada terong, cabai, tomat, melon, serta strawberry. Penempatan wadah sistem drip ini diletakkan secara mendatar. Berbeda halnya dengan NFT yang memposisikan wadahnya sedikit miring.

Cara kerja dari sistem drip yakni larutan nutrisi di dalam wadah penampungan akan diarahkan untuk dapat mengalir ke selang yang sebelumnya telah ditanamkan tepat di samping tanaman. Ditanamkan, karena tidak hanya diposisikan menempel melainkan menancap hingga ke bagian akar tanaman.

Mesin pompa akan mengalirkan larutan nutrisi dari wadah menuju selang, kemudian tetesan air akan turun dari selang tersebut. Tetesan air yang terbentuk kemudian mengalir dan meresap hingga ke bagian akar tanaman. Inilah yang menjadikan sistem disebut dengan istilah irigasi tetes.

  1. Sistem FHS (Floating Hydroponic System)

Model pembuatan sistem ini terbilang cukup unik karena berbeda dari cara penempatan sistem-sistem yang telah dijelaskan sebelumnya. Sistem FHS mengandalkan model penempatan tanaman dengan cara mengapung. Maksudnya, tanaman akan diberi styrofoam di sekitarnya untuk membuatnya terapung di dalam wadah.

hidroponik Sistem FHS (floating/mengapung)

Wadah yang digunakan bersifat tertutup. Oleh sebab itu, kalian dapat mensiasatinya dengan cara melubangi bagian bawah wadah serta memasangkan peralatan airstone untuk memberikan asupan udara yang cukup pada tanaman. Cara kerja airstone dalam memastikan jumlah oksigen tetap terpenuhi, yaitu gelembung-gelembung udara yang dihasilkan, akan dibawa hingga mencapai akar tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan kandungan oksigen meskipun berada di tempat yang sulit untuk mendapatkan udara.

Cara pemeliharaannya cukup mudah, kalian hanya perlu melihat kepekatan yang ada di larutan sesekali. Sebaiknya dilakukan pengontrolan setiap satu kali dalam jangka waktu seminggu. Supaya, menghindari terjadinya pengendapan larutan di bagian dasar kolam yang jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan berubah menjadi kristal sehingga mengganggu proses pertumbuhan pada tanaman yang ada di wadah.

Kalian yang ingin menerapkan sistem FHS, sebaiknya cari tanaman yang memiliki struktur atau bentuk batang kuat. Bukan berarti pohon yang bisa tumbuh sangat besar juga yang ditanam dalam wadah tersebut. Tanaman yang dimaksud adalah bayam maupun kangkung.

  1. Sistem Aeroponics

Sistem hidroponik ini, memiliki suplai oksigen yang sangat baik. Aeroponics mengacu pada alat semprot tingkat tinggi yang memudahkan terjadinya proses resapan air oleh akar tanaman. Jadi, tidak ada aliran air yang melalui selang terlebih dahulu tapi air langsung diarahkan tepat sasaran.

Hidroponik Sistem Aeroponics

Manfaat menggunakan sistem aeroponics adalah air yang bercampur dengan nutrisi dikeluarkan dalam jumlah yang lebih sedikit dari pemakaian sistem lainnya. Karena larutan nutrisi ditujukan langsung ke tanaman. Akan tetapi, biaya pemasangan alatnya lebih mahal dibandingkan dengan sistem-sistem yang telah dijelaskan sebelumnya.

Penanaman jenis tanaman yang menggunakan sistem aeroponics, sama seperti sistem NFT. Hanya saja cenderung lebih sering digunakan ke dua macam tanaman sayuran berikut. Adapun tanaman yang dimaksud yaitu selada dan sawi.

Cara Menanam Hidroponik

Ada 3 tahapan yang perlu diperhatikan ketika mengaplikasikan sistem penanaman hidroponik.

  1. Bibit

Penyemaian bibit memerlukan beberapa perlengkapan. Perlengkapan yang dimaksud diantaranya adalah rockwool, cutter yang digunakan untuk memotong rockwool, benih atau bibit tanaman, larutan nutrisi, tray semai dan tusuk gigi. Cara pengerjaannya, setelah rockwool dibuat potongan menjadi ukuran 2,5 cm X 2,5 cm X 2,5 cm, lalu ditambahkan air ke dalamnya supaya media menjadi lembab.

hidroponik sederhana

Rockwool  ditempatkan ke tray semai dan diberi lubang menggunakan tusuk gigi. Lubang yang telah terbentuk dimasukkan bibit tanaman. Selanjutnya, media disiram setiap pagi hari saja dan usahakan tanaman terpapar oleh sinar matahari. Lakukan hal tersebut secara berulang selama 7 hingga 10 hari sampai terlihat tunas pada bibit, kemudian media dipindahkan ke netpot.

  1. Pertumbuhan tanaman

Media rockwool yang telah dipindahkan di netpot, ditempatkan di model penanaman hidroponik baik hidroponik yang menggunakan sistem NFT, DFT, FHS, aeroponics, sumbu, ataupun drip. Setelah netpot siap beserta sistem hidroponiknya, maka kalian cukup merawat tanaman dengan memberikannya larutan nutrisi sampai tanaman siap untuk dipanen.

  1. Panen

Langkah terakhir inilah yang paling dinantikan, setelah melakukan perawatan pada tanaman yang ditanam dengan cara hidroponik. Karena tidak dilakukan secara konvensional, cara memanen tanamannya pun cukup mudah. Kalian hanya perlu mengeluarkan netpot yang telah ditempatkan pada sistem hidroponik sebelumnya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Hendak Membuat Rumah Kaca

Beberapa langkah berikut ini, bisa membantu kalian mendapatkan rumah kaca yang ideal. Sehingga, penanaman tanaman yang menerapkan teknik hidroponik dapat berjalan sesuai dengan harapan. Apa saja langkah-langkahnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Arah sinar matahari pagi dan sore

Walaupun di dalam rumah kaca telah dipasang alat pengatur suhu maupun lainnya, sinar matahari tetap menjadi sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tanaman berklorofil. Klorofil atau zat hijau daun ini, akan menyerap sinar matahari yang kemudian digunakan untuk proses pembuatan glukosa yang nantinya diubah menjadi cadangan makanan oleh tumbuhan. Oleh sebab itu, di siang hari tumbuhan akan mengeluarkan oksigen yang membuat siapapun yang menikmati waktu bersantai dengan duduk atau berdiam diri di dekat tanaman bisa merasa segar.

Arah sinar matahari hidroponik

Rumah kaca yang mudah mendapatkan sinar matahari pagi, bisa membuat tanaman yang ada di dalamnya lebih cepat mengalami pertumbuhan. Sedangkan di sore hari, saat matahari hendak terbenam kalian harus memastikan lokasi penempatan green house tidak terhalangi oleh benda atau pohon yang tumbuh di sekitarnya. Mengapa? Hal tersebut dilakukan untuk memastikan saat matahari kembali terbit sinarnya dapat langsung masuk ke dalam rumah kaca.

  1. Sinar matahari di musim panas maupun musim hujan

Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang memiliki dua macam musim setiap tahunnya. Musim pertama adalah musim panas, lalu musim keduanya yakni musim hujan. Akan tetapi, perubahan cuaca yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan prediksi yang ada.

Sinar matahari hidroponik

Oleh karena itu, BMKG selalu mengupdate info terkait perkiraan cuaca setiap harinya.  Hal ini juga bisa membantu masyarakat untuk berjaga-jaga terhadap perubahan cuaca ekstrim yang terkadang dialami di beberapa daerah di Indonesia. Masyarakat mengenal datangnya kedua musim tersebut pada dua rentang berikut.

Rentang pertama, yakni sekitar akhir bulan Oktober sampai dengan Februari diperkirakan akan mengalami musim hujan. Lalu, pada kisaran bulan Maret sampai dengan September, kemungkinan besar Indonesia memasuki musim kemarau atau musim panas. Sehingga, seringkali terjadi kekeringan di wilayah yang jauh dari sumber air.

Green house yang terdapat di wilayah Indonesia bagian timur, bisa memperoleh asupan sinar matahari yang lebih di rentang pertama. Sebaliknya, saat memasuki rentang kedua maka daerah baratlah yang lebih diuntungkan posisinya karena mendapatkan panas matahari yang lebih banyak. Ketinggian matahari mengakibatkan adanya wilayah yang terhalang dari paparan sinar matahari, ada juga yang justru mendapatkan sinar matahari langsung sampai menyebabkan kegersangan di wilayah tersebut.

  1. Lokasi lahan harus dekat dengan sumber listrik

Karena cara menanam hidroponik terlengkap dengan sistem alir mengandalkan kemampuan mesin, maka harus ditempatkan di lokasi yang bisa memperoleh sumber daya listrik. Sehingga, mesin dapat bekerja dengan lancar. Jika memungkinkan persiapkan juga alat gen set untuk memastikan mesin dapat digunakan saat terjadi pemadaman listrik.

Pemadaman listrik yang dilakukan secara mendadak, bisa berefek ke komponen alat yang ada di dalam mesin tangki green house. Demi mencegah kerugian besar yang bisa membuat mesin tangki mengalami rusak yang parah, maka kalian memerlukan adanya alat bantu penyimpan cadangan energi listrik yang dikenal dengan istilah gen set. Jadi, ketika listrik tiba-tiba terputus, mesin tangki masih bisa kalian matikan secara manual.

Pembuatan rumah kaca yang berlokasi di dekat rumah tempat kalian tinggal, akan lebih mudah dalam pemasangan listriknya. Kalian bisa menyambungkan listrik yang terdapat di dalam rumah ke area green house. Sedangkan bagi kalian yang memiliki rumah kaca berjauhan dengan lokasi rumah, harus menggunakan jasa tukang listrik agar kebutuhan akan sumber listrik dapat terpenuhi dengan baik.

  1. Memiliki area drainase

Drainase atau penyerapan air ini sangatlah penting. Jika terdapat jumlah air yang berlebih dalam sebuah ruangan, bisa berakibat ke tanaman yang kalian tanam. Selain itu, bisa menyebabkan kerusakan pada mesin karena air terus menggenang yang menyebabkan udara di sekitar mesin menjadi lembab dalam jangka waktu yang lama.

Sistem drainase bisa dilakukan secara alami tanpa bantuan alat apapun ketika lahan rumah kaca masih memiliki alas yang terbuat dari tanah alami belum diratakan dengan semen. Namun, penting juga mempersiapkan aliran air berupa selokan atau parit untuk mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah lainnya. Sehingga, tidak ada air yang diserap melebihi kapasitas dari media yang menampungnya.

Meskipun tanah bisa disebut sebagai serapan air yang sangat baik, hal tersebut bisa berdampak negatif jika volume air yang turun ke permukaan tanah terlalu banyak. Tidak menutup kemungkinan juga bisa mengakibatkan banjir. Maka, pemilihan tempat green house menjadi salah satu faktor yang paling krusial dalam mewujudkan cara menanam hidroponik terlengkap.

Selama memasuki musim penghujan, kalian bisa menempatkan wadah atau bak yang digunakan untuk menampung air hujan yang turun. Selanjutnya, tinggal kalian gabungkan saja air tersebut ke dalam tangki yang ditambahkan dengan nutrisi. Cara ini dapat mengurangi pemakaian listrik dan mencukupi kebutuhan air yang ada di dalam rumah kaca.

  1. Usahakan memposisikan rumah kaca ke arah selatan

Rumah kaca perlu diposisikan sesuai dengan arah angin atau jarum jam kompas yang menunjukkan ke arah selatan. Arah selatan diketahui merupakan arah angin yang terletak di tengah-tengah antara timur dan barat. Selain itu, arah selatan juga berfungsi dalam memberikan asupan sinar matahari yang cukup pada tanaman yang dibudidayakan.

Penempatan rumah kaca sebaiknya dilakukan secara menetap atau konsisten. Kemudian, semua material dasar yang digunakan dalam pembuatan rumah kaca sebaiknya ditempatkan menghadap ke arah utara. Cara ini diketahui lebih efektif untuk mengoptimalkan sinar yang masuk ke dalam rumah kaca serta meminimalisir terbentuk bayangan ketika sudah memasuki waktu petang atau sore hari.

Rumah kaca dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu, rumah kaca permanen dan rumah kaca semipermanen. Perbedaannya, terletak pada material penyusun dari rumah kaca tersebut. Rumah kaca permanen akan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan yang tergolong ke dalam semi permanen.

Bangunan permanen merupakan model bangunan yang dibuat dalam kondisi yang kuat dan kokoh. Mulai dari pondasi, atap sampai dengan dinding dari bangunan tersebut. Dikatakan permanen karena bangunan tidak mudah untuk dipindah-pindahkan serta harus memiliki surat ijin pembangunan yang disetujui oleh pemerintah daerah.

Sedangkan untuk bangunan kategori semi permanen, yakni bangunan yang dibangun dengan menggunakan setengah bahan material yang tidak mudah lapuk, dan material lainnya mudah terkikis seiring dengan berjalannya waktu.  Dalam kasus rumah kaca, biasanya yang termasuk ke dalam bentuk semi permanen menggunakan kerangka yang terbuat dari besi yang atapnya dibentuk melengkung. Cara ini diketahui sangat praktis dan murah, hanya saja perlu dilakukan pergantian bahan terutama di plastiknya karena kemungkinan besar akan terdapat robekan atau bolong di beberapa sisi setelah digunakan dalam waktu yang lama.

Macam-macam Media yang Dipakai dalam Teknik Hidroponik

  1. Zeolit

Bentuk dari media ini, tampak seperti batu taman yang biasa disebar di atas tanah yang berisi tanaman ataupun yang biasa terlihat di bagian dasar akuarium kecil bukan akuarium yang berukuran besar. Sebenarnya, zeolit ini adalah salah satu bahan mineral yang terbuat dari kristal silika alumina yang telah terhidrasi.

media tanam hidroponik Zeolit

Oleh sebab itu, kegunaan dari zeolit yang mengandung zat kation-kation alkali seringkali diletakkan di dalam air. Lalu, zeolit akan bekerja dengan cara menukar ion negatif menjadi ion positif yang terkandung di tempatnya berada, begitupun sebaliknya. Sifat lain yang dimilikinya yakni bekerja sebagai katalisator atau pemercepat reaksi yang tinggi.

Hidroponik yang menggunakan larutan nutrisi, bisa bereaksi lebih cepat bila menggunakan media zeolit. Karena, bahan penyusun dari zeolit mampu mempercepat laju reaksi nutrisi tanpa mengubah senyawa yang terdapat di dalamnya. Selain aman digunakan, bentuknya yang nampak indah bisa menambah kepuasan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

  1. Rockwool

Rock dalam bahasa Inggris memiliki arti keras atau batu, sedangkan wool adalah bahan yang bersifat halus dan mudah menyerap air. Rockwool bisa kalian temukan di toko-toko peralatan pertanian. Media ini terkenal cukup populer di kalangannya terutama masyarakat yang menanam tanaman dengan sistem hidroponik.

media tanam hidroponik Rockwool

Media tanam satu ini dijual di pasaran dalam bentuk batangan. Selain ramah lingkungan, kombinasi atau perpaduan dari batu bara, batu-batuan basalt, serta batu kapur yang sebelumnya telah dilakukan pemanasan terlebih dahulu hingga mencapai 1.600 derajat Celsius. Setelah didinginkan sampai mengeras, barulah rockwool dipotong sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rockwool sangat baik diterapkan bagi kalian yang melakukan pembudidayaan tanaman yang termasuk ke dalam kategori jenis sayuran. Media rockwool juga terbilang higienis dibandingkan jenis media lainnya. Sehingga hasil tanaman juga bisa lebih higienis dan persentase terserang oleh hamanya juga akan semakin berkurang.

  1. Hidroton (Expanded clay)

Kali ini media yang sangat cocok digunakan untuk jenis tanaman buah-buahan.  Media hidroton atau expanded clay, dijual di pasaran dengan bentuknya yang bulat tidak beraturan. Tekstur yang dimiliki oleh hidroton pastinya cukup keras untuk dihancurkan dengan menggunakan kepalan tangan saja.

media tanam hidroponik Hidroton

Bahan dasar pembuatan hidroton tidak lain adalah tanah liat. Media tersebut dipanaskan sampai mengeras dengan menggunakan suhu lebih dari 1.000 derajat Celsius. Kemudian setelah berubah ke kondisi dingin, barulah dapat digunakan sebagai salah satu media tanam hidroponik.

Bermanfaat sebagai media tanam karena memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan pertama mampu menyeimbangkan pH yang tidak seimbang di sekitar tanaman. Media hidroton juga dapat menampung senyawa air bersih dengan cukup baik, bersifat stabil dan aerasi yang dimilikinya cukup sempurna.

  1. Perlit

Bahan yang digunakan dalam pembuatan media perlit yaitu batuan silika. Batu tersebut kemudian dipanaskan seperti halnya media-media hidroponik lainnya yang melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Bentuknya mirip dengan bebatuan yang biasa dijadikan hiasan pada isian meja ruang tamu atau tanaman imitasi (palsu yang terbuat dari bahan atau plastik).

media tanam hidroponik Perlit

Kalian yang memiliki budget minim, bisa memanfaatkan penggunaan media perlit. Karena, harga yang ditawarkan di pasaran per gramnya hanya berkisar 20 ribuan saja. Selain itu media perlit juga memiliki daya tahan yang lama, jadi kalian bisa menghemat pengeluaran untuk digunakan dalam keperluan lainnya.

Keunggulan yang dimiliki oleh perlit, yakni dapat menyimpan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Disamping itu, kemampuannya dalam menyimpan nutrisi dari larutan nutrisi yang dialirkan menuju tanaman patut untuk dipertimbangkan. Ketika tanaman memerlukan nutrisi tambahan, tanaman tersebut bisa menyerap nutrisi yang terdapat di dalam media perlit.

  1. Hidrogel

Warna warni yang menarik perhatian, sangat pas dimanfaatkan sebagai hiasan. Hal itulah yang akan kalian temukan ketika pertama kali mencari media hidrogel. Tanpa kalian sadari, mungkin selama ini seringkali melihat tanaman hias yang terlihat seperti tanaman palsu dengan hiasan warna warni kristal di sekitarnya padahal tanaman tersebut adalah tanaman asli.

media tanam hidroponik Hidrogel

Kelebihan yang dimiliki oleh media ini yaitu salah satunya memiliki daya penyerapan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, hidrogel sangat cocok digunakan sebagai media tanam hidroponik. Selama ada media hidrogel, kemungkinan debit air yang tadinya berlebih dapat diserap dengan sempurna dan disimpan sebagai cadangan makanan untuk tanaman ketika membutuhkannya.

Harga pasarannya memang terbilang cukup mahal. Biasanya, sudah tersedia dalam bentuk kemasan bungkusan plastik dengan berat per bungkusnya adalah 5 gram. Per gramnya, umumnya dijual pada kisaran harga 75 ribu rupiah atau lebih tergantung dari penjualnya.

Kalian yang ingin membeli kristal hidrogel, bisa mencarinya di toko peralatan pertanian atau toko perlengkapan akuarium. Karena warnanya yang cantik memang menjadi daya pikat tersendiri ketika dijadikan sebagai hiasan baik di tanaman hidroponik maupun di dalam kolam akuarium. Kristal berwarna warni ini bisa kalian dapatkan dengan membeli dua macam bungkus hidrogel atau lebih karena di kemasannya hanya terdapat satu warna saja. 

  1. Cocopeat atau serbuk sabut kelapa

Setelah beberapa media yang dibuat dengan tambahan dari material anorganik atau senyawa kimia yang bukan berasal dari makhluk hidup. Kali ini kalian akan menemukan media tanam hidroponik yang sepenuhnya terbuat dari material bahan organik. Sehingga, tidak perlu diragukan lagi keramahan lingkungannya.

media tanam hidroponik cocopeat atau srbuk sabut kelapa

Jika tidak dipakai lagi sebagai media dalam penanaman hidroponik, kalian bisa membuangnya ke alam tanpa takut merusak lingkungan. Karena, secara otomatis media cocopeat dapat diuraikan kembali oleh bakteri yang ada di tanah bahkan bisa membuat tanah tersebut menjadi subur. Nutrisi yang terkandung di dalam sabut kelapa dapat meningkatkan kebutuhan mineral tanaman yang tidak tersedia oleh tanah.

Cocopeat dikenal memiliki daya penampungan air yang cukup besar, hingga mencapai persentase 73%.  Angka tersebut bukanlah hal yang sengaja dilebih-lebihkan. Faktanya, serbuk sabut kelapa meskipun disebar dalam jumlah yang sedikit, dapat menyerap hingga kelipatan 6 atau 9 kali dari volume asli yang terdapat di dalam kolam hidroponik atau parit.

Alhasil jika terdapat volume air yang meningkat secara mendadak, semuanya dapat diserap oleh media. Pemilik tanaman jadi tidak perlu merasa khawatir tanamannya akan mendadak menjadi busuk karena kelebihan air. Justru, disarankan untuk sengaja menambahkan debit air hingga 9 kali lipat dari batasan umumnya untuk mencegah kekeringan tanaman karena kemungkinan besar air yang tersedia akan langsung diserap oleh cocopeat.

Penyakit yang Sering Terjadi pada Tanaman Hidroponik dan Cara Mengatasinya

Beberapa penyakit yang akan dijelaskan seringkali menimpa pada tanaman yang ditanam dengan cara hidroponik. Tapi, pada kesempatan kali ini juga akan dibahas bagaimana atau penanganan seperti apa yang perlu dilakukan ketika menghadapinya. Simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Kekurangan zat Ca atau kalsium

Ciri dari tanaman yang terjangkit penyakit akibat kekurangan zat kalsium, umumnya menunjukkan bentuk pucuk daun yang melengkung atau bengkok. Terlebih jika terdapat beberapa titik seperti bagian ujung hingga ke bagian pinggir dari tanaman tersebut mati. Padahal, seharusnya bentuk pucuk daun terlihat tegak mengarah ke atas.

Tanaman yang kekurangan zat ini, bisa diatasi dengan menambahkan pupuk CaNO yang telah dilarutkan ke dalam air dengan komposisi 1 gram per 1 liter airnya. Lalu, kalian tinggal menyemprotkannya ke tanaman yang memiliki ciri-ciri di atas. Lakukan penyemprotan setiap minggu sampai tanaman kembali sehat.

  1. Zat Mn atau mangan yang tidak terpenuhi

Tanaman yang mengalami krisis daun klorosis baik ketika memasuki masa pertumbuhan muda sampai dengan pertumbuhan tuanya, berarti membutuhkan asupan mangan yang lebih. Karena hal ini menjadi pertanda bahwa tanaman tersebut selama masa pertumbuhannya kekurangan asupan nutrisi zat mangan. Zat tersebut biasanya sudah tersedia di dalam tanah yang bersifat subur.

Tapi, karena kalian menggunakan media air sebagai salah satu cara menanam hidroponik terlengkap, maka zat mangan perlu ditambahkan ke tanaman secara manual. Beri pupuk yang mengandung kandungan MgSO4 dengan variasi pemberiannya 1 liter ditambahkan 1 gram pupuk. Berikan secara teratur selama satu kali dalam seminggu sampai kondisi tanaman membaik.

  1. Kurangnya asupan zat Fe atau besi

Manusia saja bila kekurangan besi bisa menjadi sangat rapuh. Apalagi tanaman, mereka yang tidak dapat berjalan ataupun berbicara hanya bisa mengandalkan nutrisi yang ada di sekelilingnya. Tanda yang mengisyaratkan tanaman kalian membutuhkan asupan zat besi, yakni daun yang masih muda mengalami klorosis sampai berubah warnanya menjadi kekuningan.

Kondisi klorosis tidak sepenuhnya merubah warna pada daun menjadi kuning. Bagian tulang daunnya biasanya masih menunjukkan warna hijau. Oleh karena itu, kondisi tersebut dapat ditangani sebelum akhirnya tanaman mengalami layu yang berujung mati. Kalian perlu menanganinya dengan perlakuan yang tepat dan cepat.

Dalam arti lain, jangan menunda-nunda memberikan pupuk ke tanaman yang mengalami penyakit klorosis.  Berikan asupan Fe-EDTA setiap satu kali dalam kurun waktu seminggu. Jika terlalu sering diberikan juga akan berdampak tidak baik ke tanaman.

Proporsi pembuatan larutan nutrisi Fe-EDTA ini, yaitu sebanyak 1 gram pupuk dilarutkan ke dalam 1 L air. Kemudian, kalian bisa memberikannya dengan cara disemprot supaya menyebar rata ke bagian tanaman lainnya. Selain itu, penyemprotan bisa mencegah pemberian debit larutan yang berlebih karena bisa diatur melalui mesin timer.

Itulah pembahasan mengenai cara menanam hidroponik terlengkap kali ini. Semoga bermanfaat.

3 tanggapan pada “Kupas Tuntas Cara Menanam Hidroponik Terlengkap”

  1. Pingback: Nutrisi Hidroponik: Rahasia Keberhasilan Budidaya Hidroponik | Yuk Usaha

  2. Pingback: Teknik Budidaya Tanaman dengan Media Tanam Hidroponik | Yuk Usaha

  3. Pingback: 7 Jenis Sistem Hidroponik Paling Populer di Indonesia | Yuk Usaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *