Sangat Mudah! Yuk Intip Cara Menanam Kangkung Hidroponik Disini

  • by

Tanaman kangkung hidroponik memiliki rasa yang lezat untuk dihadirkan dalam berbagai olahan makanan. Sayuran hijau ini bahkan kaya akan khasiat untu kesehatan tubuh. Meningkatkan daya imun, mencegah sel kanker dan menyehatkan jantung adalah segudang manfaatnya. Pertumbuhan kankung bahkan lebih mudah dibandingkan yang lain. Penasaran? Berikut cara menanam kangkung hidroponik.

kangkung hidroponik

Mengapa Harus Menanam Kangkung Hidroponik?

Mudah Dilakukan

Sebagian besar orang mengatakan bahwa kangkung wajib ada di kebun. Pasalnya, tumbuhan ini memiliki tingkat kemampuan untuk tumbuh mencapai 98%. Proses penyemaian tanaman ini juga mudah hanya dengan merendam biji menggunakan air. Tentunya, menanam kangkung secara hidroponik dapat dilakukan oleh seorang pemula maupun yang sudah profesional.

Memiliki Kualitas Yang Lebih Baik

Kangkung yang memiliki nama latin ipomoea aquatica forsk pada dasarnya adalah sejenis tumbuhan yang menyukai air. Hal ini dapat dibuktikan bahwa proses penanaman kangkung secara hidroponik seringkali memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan menanam kangkung dengan media tanah.

Penggunaan nama aquatica tumbuhan ini dapat membuktikan bahwa kangkung sangat menyukai daerah yang banyak mengandung air. Terlebih lagi jika anda memberikan nutrisi yang dapat menunjang tanaman ini. Tentunya, cara menanam hidroponik kangkung dapat dicoba menggunakan sistem hidroponik yang paling sederhana.

Masa Panen Pendek

Masa panen merupakan suatu hal yang sangat didampakan oleh para petani. Tumbuhan kangkung yang memiliki potensi tumbuh dengan cepat dan masa panen yang pendek memiliki harga yang sangat terjangkau dan banyak diminati. Tentunya, kelebihan kondisi tanaman kangkung ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Selain itu, pertumbuhan kangkung yang berjalan serempak juga membuat anda tidak bingung ketika ingin panen dan menjualnya. Tanaman ini biasanya hanya membutuhkan waktu 1-2 hari untuk tumbuh. Kemudian, anda hanya perlu menunggu waktu 4-6 minggu kemudian untuk menikmati hasil panen tanaman ini. Uniknya, kangkung juga bisa tumbuh lagi ketika batangnya dipotong.

Bermanfaat Bagi Kesehatan

Sebagai jenis sayuran yang menyehatkan, kangkung memiliki berbagai kandungan gizi yang beragam. Terdapat lemak, kalsium, zat besi, protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin C dan vitamin B1. Tentunya, kandungan gizi yang beragam tersebut mampu mencegah penyakit berbahaya dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Kangkung mentah dalam berat 100 gr bahkan memiliki 3,9 karbohidrat, 3,4 protein dan 2 gr serat. Tanaman ini juga dapat memenuhi 51% kebutuhan vitamin C  harian dan 70% kebutuhan vitamin A harian. Hal yang tak kalah penting dari tumbuhan hijau yang satu ini adalah kandungan rendah kalori yang sangat diminati. Lazimnya, secangkir kangkung hanya memiliki 11 kalori.

Tentunya, berbagai kandungan nutrisi kangkung dapat mudah diperoleh dengan menghadirkan sajian aneka makanan. Olahan kangkung ini dapat dimasak dengan cara dikukus, ditumis, direbus hingga dijadikan lalapan. Lazimnya, olahan masakan yang lezat dari kangkung membuat anda semakin semangat melahapnya.

Tak hanya baik untuk kesehatan fisik, menanam kangkung secara hidroponik juga dapat menghadirkan nuansa positif untuk menjaga kesehatan mental. Warna hijau yang dihadirkan oleh daun dan batang dari tanaman ini dapat membuat otak menjadi rileks dan tenang. Bahkan, kegiatan budidaya kangkung secara hidroponik dapat membatu mengelola stres.

menanam kangkung hidroponik

Jenis Sistem Kangkung Hidroponik

Sistem NFT

NFT atau Nutrient Film Technique merupakan sistem hidroponik yang menggunakan aliran nutrisi tipis. Sistem ini bertujuan untuk menghadirkan air, nutrisi dan oksigen dapat diperoleh tanaman secara bersamaan. Sistem ini juga sangat mudah dan efisien karena dapat menghemat tenaga dan waktu dalam menghadirkan air, nutrisi dan oksigen.

Penerapan sistem NFT dalam hidroponik menggunakan listrik dalam memompa air yang dapat memberikan sirkulasi nutrisi. Pasalnya, air dan nutrisi yang telah anda berikan pada sistem ini akan disirkulasikan ke semua akar tanaman dan disirkulasikan kembali ke tendon. Selanjutnya, air dan nutrisi yang menuju ke tendon akan disirkulasikan kembali ke akar tanaman.

Menariknya, sistem ini dapat mensirkulasi air dan nutrisi selama 24 jam agar tanaman tidak kekurangan unsur hara. Penggunaan sistem NFT dalam hidroponik tentu dapat membuat yanaman tumbuh dengan baik, cepat dan seragam. Penggunaan sistem NFT sengan secara horizontal juga dapat menghadirkan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Sistem DFT

Hidroponik menggunakan sistem DFT atau Deep Flow Technique mengandalkan sirkulasi air dan nutrisi menggunakan genangan. Pasalnya, sistem genangan akan membuat tanaman terendam oleh air dan nutrisi agar kebutuhan unsur hara tercukupi. Pembuatan genangan ini juga hanya dihadirkan dengan ketinggian 4-5 cm. Hal ini karena genangan yang terlalu tinggi membuat akar mudah membusuk.

Sirkulasi genangan pada sistem DFT menggunakan listrik untuk menggerakkan pompa. Instalasi yang dihadirkan pada sistem ini juga dibuat dengan kondisi sejajar. Sehingga, listrik padam tidak akan mempengaruhi pengairan pada tanaman hidroponik. Pembuatan sistem DFT juga dapat dibuat secara vertikal maupun horizontal dengan memperhatikan kebutuhan cahaya dan lokasi.

Sistem Sumbu

Cara menanam hidroponik kangkung bagi pemula juga dapat menggunakan sistem ini karena sangat sederhana. Hidroponik dengan sistem sumbu atau wick system ini dapat dibuat dengan mudah tanpa menggunakan listrik. Anda bahkan bisa memanfaatkan ember bekas dan kain flanel untuk membantu akar dalam menyerap nutrisi.

Sistem hidroponik yang satu ini mudah dipraktikkan dan sangat hemat biaya. Namun, air dan nutrisi yang tidak bisa tersirkulasi dengan baik mengharukan anda untuk mengaduk dan menambahkan nutrisi. Hal ini karena tanaman yang kekurangan nutrisi dan oksigen akan sulit tumbuh dengan baik.

Rakit Apung

Anda juga bisa memanfaatkan sistem hidroponik rakit apung untuk skala kecil hingga besar. Sistem yang dihadirkan model rakit apung pada dasarnya tidak jaug berbeda dengan wick sistem. Namun, rakit apung tidak menggunakan kain flanel dalam membantu akar tanaman menyerap nutrisi. Untuk itu, akar tanaman memiliki fungsi penting untuk mendapatkan nutrisi ini.

Perakitan sistem ini hanya membutuhkan tandon nutrisi, sterefoam dan netpot. Selanjutnya, anda bisa memanfaatkan listrik untuk menggerakkan aerator agar tanaman dapat tumbuh baik karena mendapatkan oksigen. Kendati demikian, listrik padam tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman karena sudah ternutrisi dengan baik.

cara menanam kangkung hidroponik

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Siapkan Alat Dan Bahan Dari Sistem Hidroponik Yang Dipilih

Jika anda masih pemula, mencoba sistem hidroponik secara sederhana tidak ada salahnya. Anda bahkan bisa menggunakan sistem sumbu atau rakit apung dalam menerapkan cara menanam hidroponik kangkung. Untuk itu, anda dapat menyiapkan alat-alat sedehrana seperti wadah yang berlubang seperti besek dan baskom berukuran sama sebagai tandon nutrisi.

Pilih Benih Kangkung Unggulan

Sebagaimana menanam secara konvensional menggunakan tanah, anda juga membutuhkan bibit unggulan untuk menanamnya dalam sistem hidroponik. Lazimnya, benih unggulan ini dapat menurunkan sifat genetiknya untuk menghasilkan tanaman budidaya yang unggulan. Untuk itu, anda bisa membeli bibit berkualitas ini di toko pertanian.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam memilih bibit berkualitas adalah melihat tanggal expired yang terdapat pada bungkus. Tentunya, tanggal yang masih lama dapat membuat bibit ini tumbuh dengan baik. Begitu pula anda juga perlu memilih bibit yang tersertifikasi oleh instansi profesional untuk menunjukkan kualitas bibit.

Kemudian, bibit yang berkualitas ini akan dibungkus dengan platik aluminium foil. Bungkus ini pada dasarnya berfungsi untuk melindungi kualitas benih agar bisa digunakan dalam jangka panjang. Bungkus aluminium foil yang digunakan ini juga dapat melindungi bibit kangkung agar tidak mudah terkena jamur.

Anda juga dapat membuktikan bibit berkualitas dengan melihat bentuk fisiknya. Lazimnya, bibit berkualitas ini biasanya dapat dilihat dari bentuk biji yang besar. Bibit biji ini juga memiliki tekstur yang kuat dan segar. Bentuk bibit yang mulus tidak memiliki bekas gigitan serangga maupun bolong. Tentunya, anda juga dapat merendam bibit untuk membuktikan kualiasnya.

Selain mendapatkan bibit yang berkualitas ini, anda sebaiknya perlu mengetahui jenis bibit kangkung yang telah dimiliki. Jenis kangkung yang bisa anda dapatkan dengan mudah dapat terdiri dari kangkung air dan kangkung darat. Meski demikian, kangkung darat yang membutuhkan air juga bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik.

Kangkung air biasanya ditandai dengan daun dan batang yang lebih beras dan keras. Selain itu, kangkung air biasanya akan memiliki bunga berwarna putih kemerah-merahan. Meski demikian, jenis kangkung ini kurang disukai karena bentuk yang lebih besar membuat kangkung air lebih keras ketika dikonsumsi.

Namun, anda bisa memilih jenis kangkung darat untuk mendapatkan batang yang lebih empuk untuk dikonsumsi. Meski daun dan batang tanaman ini lebih kecil, anda dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman dengan memberikan nutrisi melalui sistem hidroponik. Tentunya, kangkung darat yang lebih ternutrisi dengan sistem hidroponik dapat menghasilkan rasa yang lebih nikmat.

Siapkan Rockwol Dan Nutrisi AB Mix

Anda juga memerlukan rockwol yang dapat berfungsi sebagai media tanam. Media ini memiliki bentuk keras ketika kering dan menjadi lembek seperti kapas ketika terkena air. Meski demikian, anda juga bisa mengganti media ini menggunakan kapas, tisu maupun busa yang mampu menumpu akar untuk menyalurkannya ke air.

Kemudian, anda juga perlu menyiapkan nutrisi AB Mix sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh akar tanaman. Nutrisi ini bahkan telah banyak dihadirkan untuk buah maupun daun. Namun, anda bisa memilih nutrisi AB Mix yang khusus untuk daun karena hendak digunakan untuk menutrisi tumbuhan kangkung.

Penyemaian

Pemilihan benih berkualitas dapat dilakukan sebelum penyemaian. Lalu, cara menanam hidroponik kangkung dalam proses penyemaian dilakukan dengan cara menyediakan baskom yang telah diisi air bersih. Kemudian, rendamlah benih kangkung berkualitas ini ke dalam air selama semalaman dan sisirkan benih yang mengapung.

Biji kangkung yang telah direndam semalaman biasanya akan tumbuh akar. Selanjutnya, pilihkan benih kangkung yang berkualitas dan bungkus pada kain atau rockwol yang tertutup tisu. Setelah itu, anda dapat menyiram benih yang dibungkus ini menggunakan air hangat hingga basah. Penyiraman ini dapat membantu agar benih kangkung tumbuh dengan cepat dan optimal.

Pindah Tanam

Kemudian, bibit yang telah siap perlu dipindahkan ke netpot yang telah disiapkan menggunakan sistem hidroponik sumbu atau rakit apung. Anda bahkan bisa menanam 2-4 biji kangkung pada setiap netpot yang telah disediakan. Lazimnya, pertumbuhan secara bersamaan dapat menghasilkan pertumbuhan kangkung secara optimal.

Anda juga perlu menuangkan nutrisi AB Mix ke dalam tandon nutrisi agar bisa terserap oleh akar tanaman. Jika anda menggunakan rakit apung, nyalakan listrik agar aerator berfungsi untuk mempertahankan oksigen pada air. Tentunya, anda juga perlu meletakkan sistem hidroponik ini pada area terbuka yang cukup tersinari oleh sinar matahari.

Perawatan

Tentunya, cara menanam hidroponik kangkung juga harus diimbangi dengan pemeliharaan yang tepat. Perawatan yang dilakukan pada penanaman hidroponik dapat dilakukan dengan memperhatikan nutrisi dan unsur hara oleh akar. Lazimnya, anda dapat menambahkan nutrisi AB Mix pada tandon ketika memasuki usia 2 minggu. Anda juga harus memperhatikan tanaman dari hama pengganggu.

Penambahan pupuk organik cair lain juga dapat dilarutkan agar pertumbuhan kangkung menjadi lebih optimal. Lazimnya, anda dapat menambahkan larutan pupuk menjadi 2 kali lipat ketika tumbuhan kangkung sudah memasuki 3 minggu ke atas. Selain itu, anda juga perlu menggantu larutan nutrisi jika terdapat bau pada air larutan.

Masa Panen

Masa panen kangkung secara hidroponik biasanya dapat berlangsung antara 4-6 minggu. Masa ini bahkan dapat ditandai dengan kondisi daun yang sudah tampak hijau segar dengan ukuran yang besar. Selain itu, anda sebaiknya melakukan panen sebelum kangkung terlihat tua dan berbunga. Kegiatan panen pun dapat dilakukan dengan memotong batang atau mencabutnya.

budidaya kangkung hidroponik

Hama Yang Dapat Mengganggu Tanaman Kangkung Hidroponik

Ulat

Ulat adalah hama yang sering menyerang berbagai jenis tanaman. Pasalnya, jenis ulat yang sering menyerang tanaman kangkung adalah ulat grayak. Jenis ulat ini biasanya akan membuat lubang-lubang pada daun. Selain itu, ulat grayak juga bisa membuat bentuk daun kangkung bagian pinggir menjadi bergerigi.

Semut

Hewan kecil yang satu ini mungkin terkesan biasa saja. Namun, semut biasanya dapat menjadi pertanda bahwa tanaman kangkung memiliki masalah. Semut ini bisanya dapat membuat biji tanaman yang hendak tumbuh menjadi busuk. Selain itu, semut juga dapat menyebabkan tanaman sulit untuk tumbuh.

Tungau

Tungau juga dapat menjadi hama yang berbahaya bagi tanaman kangkung hidroponik anda. Hama ini biasanya akan menghisap cairan yang ada didalam daun. Penghisapan cairan ini bahkan dapat merusak jaringan daun. Akibatnya, klorofil yang terdapat pada daun menjadi rusak dan tanaman kangkung sulit untuk berfotosintesis.

Serangan hama tungau yang lebih parah biasanya dapat ditandai dengan warna bintik kuning yang terdapat pada permukaan daun. Bintik tersebut bahkan bisa bertambah lebar dan mengubah warna daun menjadi coklat dan menghitam. Serangan tungau yang berbahaya bahkan bisa menyebabkan kegagalan panen karena daun akan tampak seperti mongering.

Kutu Kebul

Serangan hama kutu kebul juga dapat terjadi pada tanaman kangkung. Lazimnya, hewan kecil ini akan menginfeksi daun kangkung dan mengganggu proses fotosintesis. Kutu kebul biasanya dapat ditandai dengan bercak nekrotik pada daun karena sel dan jaringan daun yang rusak. Hewan kecil ini bahkan bisa menyebabkan serangan yang luas secara cepat.

Penanaman kangkung yang mudah dengan masa panen pendek membuat budidaya tanaman ini semakin diminati. Tentunya, kangkung juga dapat ditanaman menggunakan sistem hidroponik secara mudah dan praktis. Anda bahkan bisa mencoba menanam hidroponik kangkung di rumah menggunakan sistem yang paling sederhana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *