Inovatif dan Unik, Simak Cara Menanam Selada Hidroponik Di Halaman Rumah

  • by

Memiliki lahan yang semakin terbatas, membuat banyak orang berfikir kreatif dan inovatif. Salah satunya dalam bidang bercocok tanam dan berkebun. Saat ini banyak orang mencari tahu cara menanam selada hidroponik, dimana anda bisa menggunakan tempat yang terbatas dan mendapatkan hasil selada yang segar layaknya ditanam di lahan. Berikut ulasannya.

selada hidroponik

Jenis Selada Yang Cocok Untuk Hidroponik

Umumnya jenis selada yang sering dibudidayakan terdapat 4 jenis, diantaranya selada kepala renyah, selada kepala mentega, selada cos, dan selada daun longgar. Tanaman selada menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk dibudidayakan dengan cara hidroponik. Sistem hidroponik mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Menanam secara hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Dari namanya, sistem hidroponik ini menggunakan media tanam berupa air yang telah dicampur nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman. Sistem hidroponik ini dianggap cukup efisien bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan.

Dengan menggunakan media tanam air ini, anda bisa lebih mudah memantaunya dan bisa menambahkan air apabila kadar air dalam tempat tanaman sudah berkurang. Dibanding dengan media tanah, menggunakan air dapat lebih intensif pemantauannya. Namun pada umumnya, penanaman dengan sistem hidroponik tidak membutuhkan terlalu banyak air.

Keempat jenis selada yang sudah dijelaskan sebelumnya dapat anda tanam dengan sistem hidroponik di halaman rumah yang sempit. Metode ini sudah banyak dilakukan pada nenek moyang bertahun – tahun lalu. Tak hanya tanaman selada, ada banyak jenis tanaman sayuran yang bisa anda tanam dengan sistem hidroponik, salah satunya adalah kangkung.

menanam selada hidroponik

Langkah Mudah Cara Menanam Selada Hidroponik

Persiapan Alat dan Bahan

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk cara menanam selada hidroponik yang baik dan benar adalah mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Dalam menanam selada secara hidroponik anda membutuhkan persiapan alat berupa tendon, pot, sumbu, media tanam, TDS atau EC Meter dan bahan berupa bibit dari tanaman selada, nutrisi dan air baku.

Pada pemilihan bahan tendon berguna untuk tempat atau wadah penampung dari larutan nutrisi hidroponik. Tandon ini banyak pilihannya, dimana semakin banyak orang berfikir kreatif dan inovatif. Tempat atau tendon tanaman hidroponik semakin beragam, salah satunya adalah ember, kaleng bekas, botol bekas, baskom, hingga box khusus dari Styrofoam.

Bahan yang kedua adalah pot, pot ini dibutuhkan sebagai tempat bibit selada yang akan dibudidayakan. Pemilihan bentuk dan ukuran pot sesuai selera anda, namun akan lebih baik apabila disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan selada di kemudian hari. Tak hanya itu pot juga bisa menggunakan bahan – bahan bekas seperti botol air mineral hingga cup plastic lainnya. Untuk alat selanjutnya yang diperlukan guna menanam selada hidroponik adalah sumbu. Fungsi sumbu ini digunakan untuk menaikkan larutan nutrisi dari tendon.

Media tanam yang dibutuhkan dalam cara hidroponik bisa berupa rockwool, arang sekam atau cocopeat. TDS atau EC Meter diperlukan guna mengukur kepekatan (PPM) dari larutan nutrisi hidroponik. Anda bisa menyiapkan bahan berupa benih secukupnya, larutan nutrisi untuk tanaman selada seperti nutrisi ab mix dan air baku yang PPM nya tidak lebih dari 150 sampai 200.

Pemilihan Bibit Selada

Pemilihan dari bibit selada disesuaikan dengan keadaan lingkungan atau iklim sekitar. Jika anda menanam di dataran tinggi maka pemilihan bibit lebih baik yang toleran terhadap suasana iklim yang dingin, begitu juga sebaliknya pada dataran yang rendah atau menengah lebih baik anda memilih bibit yang tahan terhadap cuaca yang lebih panas sehingga pertumbuhannya akan baik.

Salah satu contoh benih yang bagus untuk dataran rendah sampai ke menengah adalah benih selada Kriebo. Sedangkan benih selada yang cukup baik pertumbuhan di dataran rendah, menengah hingga tinggi diantaranya adalah Grand Rapids, Iceberg, Lettuce Red Romaine dan masih banyak lagi.Pemilihan bibit ini akan berpengaruh pada kualitas selada nanti.

Penyemaian Bibit Selada Hidroponik

Cara menanam selada hidroponik selanjutnya adalah memperhatikan persiapan dari bibit seladanya. Anda bisa menggunakan polybag, nampan atau wadah lainnya untuk dapat digunakan sebagai penyemaian bibit selada. Dalam hal ini dibutuhkan media tanam seperti arang sekam, rockwool, cocopeat dan lainnya yang kemudian akan diletakkan ke dalam wadah.

Potong potong media tanam yang akan digunakan, kemudian basahi terlebih dahulu media tanam yang akan digunakan sebelum kemudian ditanam benih selada satu persatu tiap satu potongannya. Umumnya benih selada ini akan berkecambah saat usia menginjak 3 hingga 4 hari setelah ditanam. Benih ini kemudian akan dipindahkan ketika sudah berumur 10 hari setelah penyemaian.

Pada saat proses penyemaian ini anda bisa menaruhnya di tempat yang gelap seperti kolong tempat tidur atau ditutup plastic hitam. Tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan kecambahnya. Kondisi dari bibit yang disemai perlu diperhatikan kualitasnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat tanggal kadaluarsa dari bibit. Sehingga bibit dapat tumbuh dengan baik.

Kelebihan dari bibit yang berkualitas baik dan jauh dari tanggal kadaluarsanya adalah tingkat pertumbuhan dan perkembangannya cepat. Bibit akan mulai berkecambah serentak apabila dalam satu kemasan tersebut kualitasnya baik. Pada bibit yang sudah kadaluarsa atau kualitasnya buruk dapat mengalami pembusukan saat dilakukan proses penyemaian ini.

Proses pengairan saat penyemaian harus diawasi, pastikan bahwa media tanam yang digunakan tidak pernah kering. Biasanya benih yang tumbuh baik akan terlihat 2 daun sejati dan daun lembaga sudah mulai mekar dan berwarna hijau. Pada saat itulah kuncup daun sejati akan mulai muncul. Maka anda bisa memberikan nutrisi secara bertahap dibawah 500 ppm.

Memindahkan Tanaman Benih Selada

Setelah proses penyemain berhasil, cara menanam selada hidroponik selanjutnya adalah memindahkan benih yang telah berkecambah ke dalam pot dan tendon. Sebelum itu pasang sumbu terlebih dahulu pada pot dengan panjang sumbu menyentuh dasar tendon. Tujuannya untuk akar tanaman dapat menyerap air yang ada di dalam tandon yang telah disiapkan.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah membuka polybag dari benih penyemaian dengan hati – hati dan memastikan akar benih tanaman tidak rusak atau putus. Setelah itu anda bisa meletakkannya di dalam pot dan memposisikan tanaman dengan baik dan benar. Setelah itu letakkan pot yang sudah berisi dengan benih dari selada siatas tandon yang sudah disiapkan.

Pada bagian air dibawah tandon, tambahan larutan nutrisi yang berguna untuk memasok kebutuhan nutrisi tanaman selada agar pertumbuhan dan perkembangannya baik. Anda bisa menggunakan nutrisi ab mix tanaman hidroponik dalam dosis yang rendah dulu. Selada ditanam di tempat yang tenuh selama kurang lebih 2 hingga 3 hari agar dapat beradaptasi.

Setelahnya itu, anda bisa meletakkan tanaman di tempat yang cukup cahaya matahari namun tidak terlalu terik. Hal tersebut dapat berpengaruh pada dauh selada yang akan tumbuh. Apabila suasana terlalu terik maka anda bisa menambahkan naungan paranet di bagian atas tanaman selada hidroponik. Pantau dengan baik pertumbuhan dan perkembangan selada milik anda.

Pemeliharaan Selada Hidroponik

Langkah menanam selada hidroponik yang benar dan baik adalah memperhatikan tahap pemeliharaan dan perawatan tanaman seladanya. Dalam hal ini cukup mudah untuk dilakukan, asalkan anda juga memperhatikan dengan intensif perkembangan tanaman selada hidroponiknya. Selain memastikan bahwa matahari tidak terlalu terik untuk selada.

Anda juga perlu memperhatikan larutan nutrisi dan air yang berada di dalam tandon tidak boleh sampai habis. Tak hanya itu anda juga perlu mengecek suhu dan pH dari larutan di dalam tandon. Suhu larutan yang terlalu tinggi dan pH yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan dari tanaman selada. Bahkan hal tersebut dapat menyebabkan tanaman layu dan mati.

Anda bisa melakukan pengecekan perkembangan tanaman selada hidroponik setiap hari atau melakukannya 2 hari sekali. Pengecekan ini pastikan anda melihat kebersihan dari tandon, pertumbuhan akar tanaman selada dan kadar ppm air nutrisi dalam tandon. Pengamatan terhadap fisik tanaman selada juga diperlukan untuk memastikan tanaman tumbuh sehat.

Mengendalikan Hama dan Penyakit

Tanaman selada adalah salah satu tanaman sayur yang rentan diserang hama dan penyakit. Hal ini yang menyebabkan anda harus mengawasi setiap perubahan fisik dari tanaman selada atau mengamati di sekitar tanaman. Untuk menghindari terserangnya hama dan penyakit, anda bisa menggunakan pestisida nabati yang disemprotkan ke selada secara perlahan lahan.

Agar menjaga pertumbuhan tanaman selada dan kualitas alaminya tidak hilang pastikan anda tidak menggunakan pestisida kimia. Tanaman selada hidroponik lebih sehat saat tidak tercampuri dengan pestisida kimia. Kandungan nutrisi pada tanaman akan lebih baik. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila menjaga cara menanam selada hidroponik dengan optimal agar selada tetap sehat.

Proses Panen

Tanaman selada dapat anda panen pada umur kisaran 35 hari setelah semai. Selada pada umur 23 hari akan berada di akhir panen dan bisa langsung dikonsumsi. Apabila dihitung dari pindah tanam, umur panen selada hanya 23 hari. Tetapi apabila dihitung mulai sejak benih disemai maka umur panen tanaman selada hidroponik mencapai 58 hari lamanya.

Ciri dari tanaman selada yang siap panen dan berkualitas adalah memiliki daun yang berwarna hijau cerah dan kondisinya segar atau tidak layu. Anda bisa langsung memasaknya atau memakannya langsung. Namun apabila anda menggunakan pestisida pada saat perawatan, akan lebih baik untuk mencucinya sampai bersih agar pestisida tidak ikut termakan.

cara menanam selada hidroponik

Tips Cara Menanam Selada Hidroponik Agar Hasil Maksimal

Pemilihan Sistem Penanaman Hidroponik

Dalam menanam hidroponik ada beberapa sistem yang bisa digunakan dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing – masing. Ada tipe sistem hidroponik yang cukup populer digunakan, diantaranya adalah Deep Flow Technique (DFT), Nutrient Film Technique (NFT) dan Wick. Penggunaan sistem tersebut menyesuaikan dengan jenis tandon dan wadah yang digunakan.

Pada sistem NFT ada keunggulan yang dimilikinya, umur panen dari selada bisa lebih cepat, kebutuhan nutrisi tercukupi, kebutuhan oksigen juga tercukupi dan kecil adanya resiko busuk atau tanaman gagal. Pertumbuhan dari tanaman selada dapat serentak dan mudah dalam pengawasan.

NFT ini menggunakan sistem sirkulasi nutrisi selama 24 jam menggunakan aliran tipis seperti film. Sistem ini juga menggunakan gully sebagai instalasi untuk membentuk kemiringan 1 sampai 5 derajat. Adanya kemiringan ini berguna untuk memudahkan pengaliran nutrisinya. Sehingga dengan kata lain, proses pembuatan dari hidroponik sistem NFT ini sedikit menguras tenaga.

Menggunakan Barang Bekas

Sistem hidroponik bisa menggunakan barang barang bekas disekitar anda. Contohnya pada sistem yang sudah dipilih sebelumnya, menanam selada hidroponik dapat dilakukan dengan pipa bekas atau botol bekas. Meskipun wadah berasal dari barang bekas, pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman selada tidak akan terganggu sama sekali.

Penggunaan barang bekas ini bisa menggunakan sistem hidroponik jenis wick yang lebih sederhana. Selain dapat menjadi ramah lingkungan, penggunaan barang bekas ini juga cukup optimal untuk wadah pertumbuhan dari tanaman hidroponik. Dengan menggunakan barang bekas ini anda bisa meletakkannya di dalam rumah karena tidak membutuhkan banyak ruang.

Memperhatikan Jarak Menanam Selada

Dalam menanam selada hidroponik, anda harus memperhatikan jarak tanaman satu dengan yang lainnya. Pada penanaman ini jarak yang optimal kisaran pada 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Pada 1 box cukup untuk diisi kisaran 6 lubang untuk benih selada. Umumnya jarak antar tanaman ini menyesuaikan bentuk dari tandon dan pot anda, yang penting adalah jarak tidak terlalu berdekatan.

Sekiranya jarang antara tanaman satu dengan yang lainnya berkisar 15 hingga 20 cm. Daun selada akan tumbuh lebar dan lebat, akan lebih baik apabila ada jarak untuk pertumbuhan daunnya. Sehingga ketika masa panen tiba, lebih memudahkan untuk diambil dan tanaman daun selada pun tetap segar dan tidak terganggu akibat bergesekan dengan tanaman yang lainnya.

masa panen selada hidroponik

Memperhatikan Dosis PPM Larutan Nutrisi Untuk Selada

Selain cara menanam selada hidroponik yang benar, dosis PPM larutan nutrisi juga perlu untuk diperhatikan. Kandungan nutrisi ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman hidroponik. Dosis optimal tanaman umur 1 – 7 hari lebih baik menggunakan larutan nutrisi hidroponik dosis rendah yaitu sekitar 500 PPM saja.

Saat sudah memasuki minggu kedua umur 8 – 14 hari setelah tanam dosis dinaikkan secara bertahap menjadi 700 PPM atau setara dengan 3,5 ml nutrisi A + 3,5 nutrisi B + 1 liter air. Pada minggu ketika umur 15 hingga 21 hari usai semai dosis dinaikkan menjadi 900 PPM. Hingga berujung pada minggu keempat umur 22 hingga panen dosis selada bisa di antara 1000 – 1200 PPM.

Memberi Paranet atau Kain Penutup Pada Tandon

Tanaman selada dalam hidroponik membutuhkan sinar matahari yang cukup. Akan lebih baik apabila tanaman hidroponik mendapat sinar matahari pada pagi hari. Disaat tanaman mendapatkan panas yang terik akan menghambat pertumbuhan selada dan mengganggu kandungan larutan nutrisi. Suhu dari larutan nutrisi yang panas dapat membuat selada layu bahkan mati.

Oleh sebab itu, untuk menghindarinya anda bisa menggunakan kain yang menutupi tandon apabila tandon anda berasal dari botol plastic atau kaleng. Apabila tanaman selada hidroponik anda berada di bawah sinar matahari selama 24 jam maka anda bisa memasang paranet diatasnya. Paling aman lebih baik menggunakan box Styrofoam agar tidak tembus panas matahari.

Itulah beberapa hal mengenai budidaya selada secara hidroponik. Sistem bercocok tanam hidroponik memiliki keuntungan yang cukup banyak. Kondisi lahan yang sudah tidak semakin banyak ini mengajak masyarakat untuk bisa melakukan kegiatan bercocok tanam di rumah masing – masing dengan menggunakan hidroponik. Tanaman selada pun juga memiliki banyak manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *